<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202</id><updated>2011-11-16T00:40:07.781+07:00</updated><category term='Review MatKul PTI'/><category term='Puisi'/><category term='PC'/><category term='Artikel'/><category term='Tip n trik'/><category term='HP'/><category term='Agama'/><category term='Motivasi'/><category term='Internet'/><category term='Cinta'/><title type='text'>TYSN-4</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>84</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-1617750242309003089</id><published>2011-09-10T14:10:00.005+07:00</published><updated>2011-09-26T00:11:37.271+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review MatKul PTI'/><title type='text'>Pengantar Teknologi Informasi ke-2</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-nH1oVWpl7sM/TmvlmAa88zI/AAAAAAAAADI/pE1i_1DoU8M/s1600/Picture1.png" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="220" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-nH1oVWpl7sM/TmvlmAa88zI/AAAAAAAAADI/pE1i_1DoU8M/s320/Picture1.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah salah satu mata kuliah semester ke-3 Prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika UM. Saat pertemuan kedua kemarin kami para mahasiswa baru diberikan sedikit penjelasan tentang mata kuliah ini, seperti : apa itu data&amp; informasi, komponen-komponennya serta manfaat-manfaatnya untuk kehidupan sehari hari. Untuk lebih detailnya baca tulisan** di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Data : representasi fakta dunia yang mewakili suatu objek yang berupa bunyi, gambar, video,teks, angka maupun kombinasinya. Jenis-jenis data : teks, gambar, suara/bunyi dan video.&lt;br /&gt;&gt;&gt; Informasi : data yang di dalamnya mempunyai makna, di mana sebelum mempunyai makna data telebih dahulu di proses dengan berbagai tahap agar berguna bagi yang melihat informasi. Sifat informasi perfect(sempurna, pasti) dan &lt;spanclass="fullpost"&gt; imperfect(tidak sempurna, belum pasti masih mengandung unsur keraguan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Informasi : &lt;br /&gt;- Observasi &lt;br /&gt;- Kuisioner &lt;br /&gt;- Kejadian &lt;br /&gt;- Alat komunikasi &lt;br /&gt;- Media massa &lt;br /&gt;- Alat elektronis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik : &lt;br /&gt;- Berdasarkan fakta &lt;br /&gt;- Menghilangkan keraguan &lt;br /&gt;- Akurat &lt;br /&gt;- Berhubungan Evolusi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abad Informasi &lt;br /&gt;o Abad Pertanian (Tahun &lt; 1800) Bertani, menggunakan tenaga manusia dan tangan o Abad Industri (1800 – 1957) Bekerja di pabrik, menggunakan tenaga manusia dan mesin o Abad Informasi (1957 – sekarang) Pekerja terdidik, menggunakan tenaga dan teknologi informasi Teknologi Informasi(TI) adalah studi atau penggunaan peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisis, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar. Tujuan dari Teknologi Informasi adalah memecahkan masalah, membuka kreativitas, efektivitas dan efisiensi. Sedangkan fungsi dari TI adalah menangkap, mengolah, menghasilkan, menyimpan, mengambil kembali, melakukan transmisi. Mengapa TI diperlukan …??? Itu dikarenakan oleh : - Kompleksitas tugas manajemen - Pengaruh globalisasi - Perlunya response time yang cepat - Tekanan persaingan bisnis - Peningkatan mutu layanan Apa saja komponen** dari TI…??? - Hardware(perangkat keras, seperti CPU dan lain**. Untuk detailnya pasti teman** sudah mengetahui) - Software(perangkat lunak, meskipun hardware sudah lengkap tetapi software tidak ada maka peralatannya pun belum bisa digunakan oleh user. Software ini gampangnya seperti Operating System, Aplikasi/Program**) - Brainware (ini adalah user, yaitu pemakai dari alat** dari teknologi informasi) Teknologi Informasi ini telah diterapkan di banyak bidang seperti industry,perbankan, pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hiburan dan masih banyak lagi…. Dicari sendiri ya lanjutannya teman**…….. Writed by Y.A. Fitro &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-1617750242309003089?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/1617750242309003089/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2011/09/pengantar-teknologi-informasi-ke-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/1617750242309003089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/1617750242309003089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2011/09/pengantar-teknologi-informasi-ke-2.html' title='Pengantar Teknologi Informasi ke-2'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-nH1oVWpl7sM/TmvlmAa88zI/AAAAAAAAADI/pE1i_1DoU8M/s72-c/Picture1.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-7566825516632019999</id><published>2011-04-07T00:17:00.001+07:00</published><updated>2011-04-07T00:21:00.833+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Jangan Pernah Menunda</title><content type='html'>Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang bahagia dengan  orang tuanya dan sanak keluarganya. Tetapi, dia tidak pernah mensyukuri betapa baiknya kehidupan yang dia miliki. Dia terus bermain, menggangu sanak keluarganya kalau mereka tidak mau bermain apa yang dia ingin main. Tetapi ketika dia ingin minta maaf, dia selalu berkata "&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Tidak apa-apa, besok kan bisa.&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia belajar, mendapa tteman dan sangat bahagia. Tetapi, dia tidak pernah mensyukurinya. Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua suda sewajarnya. Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya. Walaupun dia tahu itu salah, tetapi tidak pernah mengambil inisiatif untuk minta maaf dan berkaitan dengan teman baiknya. Alasan dia,"&lt;u&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Tidak apa2, besok kan bisa&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi. Walaupun dia masih sering bertemu, tetapi mereka tidak pernah saling menyapa. Tapi itu bukanlah masalah karena dia masih punya banyak teman bak yang lain. Dia dan teman2nya hampir melakukan segala sesuatu bersama-sama, makan, main, mengerjakan PR dan jalan2. Ya, mereka semua teman2nya yang paling baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia ketemu seorang cewek yang sangat cantik dan baik serta segera dia menikah. Dia begitu sibuk dengan kerjanya karena ingin dipromosikan ke posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin. Tentu dia rindu sama teman-temannya, tapi dia tidak pernah lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata "&lt;u&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt; AH aku capek. Besok saja aku hubungi mereka.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;" Ini tidak terlalu mengganggunya karena dia punya teman-tema di kantor yang selalu mau diajak keluar. Jadi, waktupunn berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelpon teman2nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menikah dia punya anak, dia bekerja lebih keras untuk membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya ataupun mengingat hari ulang tahun istrinya dan jugapernikahan mereka. Tapi, itu tidak masalah baginya karena istrinya selalu mengerti dia dan tidak pernah menyalahgunakan. Tentu kadang2 di merasa bersalah dan sangat ingin punya kesempatan untuk mengatakan pada istrinya,"Aku cinta kamu." Tapi, dia tidak melakukannya. Alasannya "Tidak apa2, besok kan masih bisa." Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun anak2nya, tapi dia tidak tahu ini akan berpengaruh pada anak2nya. Anak-anak mulai menjauhinya dan tidak pernah benar2 menghabiskan waktu dengan ayahnya. Suati hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam kecelakaan. Dia ditabrak lari. Tapi, hari itu ia sedang rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal. Dia baru datang saat istrinya akan dijemput maut. Sebelum sempat berkata "Aku cinta kamu." istrinya meninggal. Laki-laki itu remuk hatinya dan mencari hiburan diri melalui anak2nya setelajh kematian istrinya. Tapi, dia baru sadar anak2nya tidak  pernah mau  berkomunikasi dengannya.Anak2 tumbuh dewaasa dan membangun keluarganya masing2. Tidak ada yang peduli dengan keadaan orang tuanya yang di masa lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang menyediakan pelayanan sangat baik denga uang yang dia simpan untuk perayaan pernikahan ke 50,60 dan 70. Semua uang itu sebenarnya untuk pergi ke Hawai, New Zealand dan negara2 lain. Tapi kini diapakai untuk membayar biaya tinggal di rumah jompo. Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada orang2 tua dan suster yang merawatnya. DIa kini mersa sangat kesepian, perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata padanya, "&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;Andai waktu bisa dibeli , aku rela menukar semua hartaku untuk mendapatkannya meski hanya beberapa saat saja.&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;" Tapi, sayangya semua sudah terlambat dan dia meninggal dengan air mata di pipinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;###  *******  ##&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kita petik dari cerita ini? Kita semua tahu bahwa waktu itu tak pernah berhenti. Waktu yang kita miliki terus melangkah seiring dengan detak jantung dan hembusan napas kita, sementara kita tidak pernah tahu kapan batas waktu yang diberikan oleh Allah SWT untuk kita hidup di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, jangan tunda-tunda lagi. Jika kita merasa ingin mendengar suara teman2, jangan ragu2 untuk menelponnya segera. Jika kita ingat pernah bersalah pada seseorang , mari kita turunkan ego dan minta maaf dengan tulus kepada mereka. Terakhir,  jika kita merasa ingin mengungkapkan perasaaan kita kepada seseorang, jangan tunggu sampai terlambat. Jangan sampai dikhitbah oleh orang lain duluan, karena sesama muslim dilarang mengkhitbah seseorang diatas khitbah muslim yang lain. Jika kita  terus berpikir  bahwa lain hari baru akan memberi tahu dia, hari itu tidak akan pernah datang. Jika kita selalu berpikir kalau masih ada besok, maka besok akan pergi begitu cepatnya hingga kita baru sadar bahwa waktu telah jauh meninggalkan kita.  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-7566825516632019999?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/7566825516632019999/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2011/04/jangan-pernah-menunda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/7566825516632019999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/7566825516632019999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2011/04/jangan-pernah-menunda.html' title='Jangan Pernah Menunda'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-4810615990307600695</id><published>2011-01-19T21:00:00.001+07:00</published><updated>2011-01-19T21:00:58.592+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Antara sabar dan mengeluh</title><content type='html'>‘If you delete this, you have no heart’&lt;br /&gt;Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Diwaktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya. &lt;br /&gt;"Demi Allah, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu,tidak lain kerana itu pasti kerana tidak pernah risau dan bersedih hati." &lt;br /&gt;Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia bertanya, "Apakah katamu hai saudaraku ? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati kerana risau, dan seorang pun yang menyekutuinya aku dalam hal ini." &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Abu Hassan bertanya, "Bagaimana hal yang merisaukanmu ?" &lt;br /&gt;Wanita itu menjawab, "Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing korban, dan pada aku mempunyai dua orang anak yang sudah boleh bermain dan yang satu masih menyusu, dan ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku yang agak besar berkata pada adiknya, "Hai adikku, sukakah aku tunjukkan padamu bagaimana ayah menyembelih kambing ?" &lt;br /&gt;Jawab adiknya, "Baiklah kalau begitu ?" &lt;br /&gt;Lalu disuruh adiknya baring dan disembelihkannya leher adiknya itu. Kemudian dia merasa ketakutan setelah melihat darah memancut keluar dan lari ke bukit yang mana di sana ia dimakan oleh serigala, lalu ayahnya pergi mencari anaknya itu sehingga mati kehausan dan ketika aku letakkan bayiku untuk keluar mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju ke periuk yang berisi air panas, ditariknya periuk tersebut dan tumpahlah air panas terkena ke badannya habis melecur kulit badannya. Berita ini terdengar kepada anakku yang telah berkahwin dan tinggal di daerah lain, maka ia jatuh pingsan hingga sampai menuju ajalnya. Dan kini aku tinggal sebatang kara di antara mereka semua." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Abul Hassan bertanya, "Bagaimanakah kesabaranmu menghadapi semua musibah yang sangat hebat itu ?" &lt;br /&gt;Wanita itu menjawab, "Tiada seorang pun yang dapat membedakan antara sabar dengan mengeluh melainkan ia menemukan di antara keduanya ada jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Dan adapun mengeluh, maka orangnya tidak mendapat ganti yakni sia-sia belaka." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah cerita di atas, satu cerita yang dapat dijadikan tauladan di mana kesabaran sangat digalakkan oleh agama dan harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah dalam setiap terkena musibah dan dugaan dari Allah. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda dalam firman Allah dalam sebuah hadith Qudsi,:&lt;br /&gt;"Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang Mukmin, jika Aku ambil kekasihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan syurga baginya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga mengeluh. Perbuatan ini sangat dikutuk oleh agama dan hukumnya haram. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda,: " Tiga macam daripada tanda kekafiran terhadap Allah, merobek baju, mengeluh dan menghina nasab orang." &lt;br /&gt;Dan sabdanya pula, " Mengeluh itu termasuk kebiasaan Jahiliyyah, dan orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum taubat, maka Allah akan memotongnya bagi pakaian dari wap api neraka." (Riwayat oleh Imam Majah) &lt;br /&gt;Semoga kita dijadikan sebagai hamba Tuhan yang sabar dalam menghadapi segala musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-4810615990307600695?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/4810615990307600695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2011/01/antara-sabar-dan-mengeluh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/4810615990307600695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/4810615990307600695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2011/01/antara-sabar-dan-mengeluh.html' title='Antara sabar dan mengeluh'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-736017863453889985</id><published>2010-06-20T00:38:00.000+07:00</published><updated>2010-06-20T00:38:00.107+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>SEPUTAR SIHIR..!</title><content type='html'>Syaikh Wahid Abdu Salam Bali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti Sihir secara Bahasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Al Azhari berkata: Sihir ialah amal perbuatan yang dilakukan dengan mendekatkan diri kepada syetan dan dengan pertolongan darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Arti asal ‘sihir’ aialah memalingkan sesuatu dari hakekatnya kepada selainnya; seolah-oleh penyihir melihat kebatilan dalam bentuk kebenaran dan membayangkan sesuatu tidak menurut yang sebenarnya (Lisanul Arab 4/348).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Syamr meriwayatkan dari Abi Syaibah, ia berkata : Orang Arab menamakan sihir dengan sihir karena ia mengubah kesehatan menjadi penyakit ( Idem).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;          Ibnu Faris berkata : Sihir ialah mengeluarkan kebatilan dalam bentuk kebenaran. (Mishbah (267)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Muhithul Muhith disebutkan : Sihir ialah mengeluarkan sesuatu dalam bentuk penampilannya yan terbaik sehingga sesuatu nampak mempersona, (Muhithul Muhith hal.399).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti Sihir menurut Istilah Syari’at&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Fakhruddin Ar Razi berkata : Sihir menurut tradisi syariat ialah setiap perkara yang tersembunyi sebabnya dan dibayangkan tidak sebagaimana yang sebenarnya sehingga tak ubahnya seperti pengelabuan dan penipuan (Misbahul Munir : hal.368).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Ibnu Qudamah Al Madisi berkata : Sihir ialah buhul, mantra dan perkataan yang diucapkan atau ditulis atau dibuat sesuatu yang berpenagruh pada jasad orang yang disihir atau pada hati dan akalnya tanpa menyentuh secara langsung. Sihir adalah sesuatu yang memang terjadi. Diantaranya ada yang sampai menimbulkan kematian, sakit, menghalangi seorang suami untuk menggauli istrinya, menceraikan sesorang dari istrinya, menimbulkan kebencian atau cinta antara dua orang dan lain sebagainya ( Al Lughni 10/104).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Ibnu Qayyim berkata : Sihir ialah persenyawaan dari berbagai pengaruh ruh-ruh jahat dan interaksi kekuatan-kekuatan tabiat dengannya ( Zaadul Ma’ad, 4/127).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Sihir &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Ialah kesepakatan antara penyihir dan syetan bahwa penyihir akan melakukan sebgaian perbuatan yang diharamkan atau beberapa bentuk kemusyrikan sebagi imbalan bantuan dan ketaatan syetan terhadapnya yang menyangkut hal-hal yang diinginkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarana Tukang Sihir dalam Mendekatkan Diri pada Syetan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Di antara tukang sihir ada yang menjadikan Mushaf (Al Quran) sebagai alas kaki untuk masuk ke WC. Ada yang menulis sebagaian ayat Al Quran dengan menggunakan kotoran atau menulisnyua dengan darah haid. Ada pula yang menulis sebagian ayat Qur`an di telapak kakinya atau menulis AL Fatihah secera sungsang (terbalik). Di antara mereka ada yang shalat tanpa wudhu atau tetap dalam keadaan junub. Ada pula yang menyembelih untuk syetan dan tidak meyebut nama Allah pada waktu menyembelih kemudian melemparkan sesembelihan tersebut ke suatu tempat yang telah ditentukan oleh syetan ( Wiqayatul Insan hal.14). Ada yang berbicara kepada bintang-bintang dan bersujud kepadanya. Ada yang menggauli ibu atau anak perempuannya. Ada yang menulis mantar-mantra dengan  lafaz-lafaz yang mengandung kekufuran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Dari sini jelas bagi kita bahwa jin tidak akan membantu tukang sihir dan menjadi pelayan (Khadam) nya kecuali dengan suatu imbalan. Semakin besar kekufuran seorang tukang sihir maka akan semakin besar pula ketaatan syetan kepadanya dan semakin cepat melaksanakan perintahnya. Jika tukang sihir tidak mau melaksanakan kekufuran tersebut maka syetan pun tidaka mau menjadi khadamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Jadi tuikang sihir dan syetan adalah dua sejoli yang bertemu dalam rangka kemaksiatan kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda perhatikan wajah tukang sihir maka akan nampak kebenaran apa yang penulis sebutkan. Anda akan melihat kegelapan kekafiran bertengger di wajahnya seperti mendung hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Jika Anda kenali tukang sihir lebih dekat maka Anda akan menyaksikan kehidupannya berada dalam kesengasaraan jiwa dalam hidup bersama istri,anak-anaknya ataupun terhadap dirinya sendiri.Ia tidak bisa tidur tenang, bahkan merasakan kecemasan-kecemasan dalam tidurnya berkali-kali, disamping bahwa syetan-syetan itu sering menyakiti anak-anak dan istrinya dan menimbulan pertengkaran diantara mereka. Maha Benar Allah yang berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan barangsiapa berpaing dari perinagnatn-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit (QS Thaha : 124).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANA TUKANG SIHIR MENDATANGKAN JIN?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepakatan Antara Tukang Sihir dan syetan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada galibnya terjadi kesepakatan antara tukang sihir dan syetan bahwa pihak pertama (tukang sihir) akan melakukan sebagian perkara kemusyrikan atau sebagian perbuatan kafir secara jelas-jelas sembunyi-sembunyi atau terang-terangan, dan sebagai imbalannya syetan akan melayani tukang sihir dan menundukkan orang-orang yang melayani tukang sihir, atau menundukkan orang yang akan melayani tukang sihir tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Pada dasarnya hubungan antara tukang sihir dan jun yang ditundukkan tersebut adalah hubungan kebencian dan permusuhan. Dari sinilah kemudian kita lihat bahwa jin ini sering menyakiti tukang sihir dengan menganggu istri, anak-anak atau harta bendanya dan lain sebagainya, bahkan kadang-kadang menyakiti tukang sihir ini dengan tidak disadarinya, seperti selalu pusing, sulit tidur, selalu cemas dan lainnya. Bahkan para tukang sihir rendahan ada yang tidak bisa punya anak karena jin khadamnya telah membunuh janinya ketika masih di dalam perut sebelum sempurna pencipataannya. Hal ini sangat masyhur di kalangan tukang sihir hingga sebagian mereka ada yang meningalkan sihir agar bisa punya anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tukang sihir mendatangkan jin ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak cara beraneka ragan yang seluruhnya mengandung kemusyrikan atau kekafiran yang nyata. Penulis sebutkan ada delapan cara diantaranya menunjukkan kemusyrikan atau kekafiran yang terdapat dalam setiap cara yang digunakkan. Saya sebutkan hal ini karena sebagian kamum muslimin tidak bisa membedakan antara ‘ilaj Qurani (pengobatan Qurani) dan pengobatan sihir. Yang pertama bersifat imani dan yang kedua bersifat syatehani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Pertama &lt;br /&gt;Thariqatul Iqsam ( Bersumpah atas Nama Jin atau Syethan) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Tukang sihir masuk ke dalam kamar gelap kemudian menyalakan api dan meletakkan sejenis dupa atau kemenyan di atas api tersebut, sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Jika ingin menceraikan, menimbulkan permusuhan dan kebencian maka dia harus meletakkan kemenyan yang berbau tidak enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Jika ingin menimbulkan rasa cinta atau melepaskan ikatan , atau membuang sihir maka harus diletakkan kemenyan yang berbau harum kemudian tukang sihir mulai membaca “jimat-jimat kemusyrikan” yaiitu berupa mantar-mantra tertentu yang mengandung sumpah kepada jin atas nama pemimpin mereka dan meminta kepada mereka dengan menyebut nama pemimpin mereka. Selain itu, juga memuat bentuk-bentuk kemusyrikan lainnya seperti mengagungkan tokoh-tokoh jin, istightsah kepad amereka dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Hal tersebut dilakukan oleh tikang sihir dengan syarat dalam keadaan tidak suci, dalam keadaan junub atau memakai pakaian najis dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Dari cara ini nampaklah bagi kita bahwa ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jin menyukai kamar gelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jinmendapatkanmakanan dari bau asap yang tidak disebutkannama Allah padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di anatara kemusyrikan yang nyata dalam cara ini ialah bersumpah atas nama jin dan istighatsah ( memeohon pertolongan ) kepad amereka, dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jin menyukai najis dan syetan mendekat kepada orang-orang najis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Kedua&lt;br /&gt;Thariqatudz Dzabhi (Memotong Sembelihan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang sihir medatangkan seekor burung, binatang, ayam, kerbau atau yang lainnya dengan sifat0sifat tertentu sesuai permintaan jin – biasanya berwarna hitam karena jin mengutamakan warn ahitam – kemudian menyembelihnya  tanpa menyebut nama Allah (kadang-kadang penderita diolesi darahnya dan kadang-kadang tidak) kemudian melemparkannya ke tempat-tempat reruntuhan, sumur atau tempat-tempat kosong – yang biasa menjadi tempat tinggal jin. Ketika melemparkannya juga tidak menyebut nama Allah kemudian kembali ke rumahnya lalu mengucapkan “jimat kemusyrikan” kemudian memerintahkan jin sesuai dengan tugas yang diinginkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini terdapat dua hal kemusyrikan yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, menyembelih untuk jin. Perbuatan ini adalah haram karena merupakan sembelihan untuk selain Allah. Dan seorang muslim tidak boleh memekannya apalagi melakukan perbuatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, jimat kemusyrikan dengan lafaz atau mantar-mantra untuk menghadirkan jin. Mantar-mantar ini mengandung kemusyrikan yang nyata,sebagaimana disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Ketiga&lt;br /&gt;Thariqah Sufliyah ( Melakukan Kemaksiatan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ini terkenal di kalangan tukang sihir dengan cara menistakan diri. Tukang sihir yangmenempuh cara ini memiliki sejumlah pembesar syetan yang siap menjadi khadamnya dan melaksanakan perintahnya karena tukang sihir ini telahmelakukan kekufuran dankemusyrikan yang paling besar dan keji. Semoga Allah melaknatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang sihir yang menempuh cara ini disyaratkan harus melakukan sejumlah dosa besar seperti melakukan berbagai hal haram seperti homoseksual, zina, atau mencela agama. Semua ini dilakukan dalam rangka mencari ridho syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Keempat&lt;br /&gt;Thariqatul Tankis ( Menulis Ayat-ayat Allah dengan Sungsang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini tukag sihir menulis salah satu surat-surat Al Quran dengan huruf-huruf terpisah secara sungsang yakni dari belakang ke depan kemudian mengucapkan jimat kemusyrikan sampai jin yang diinginkan datang untuk diperintahkan. Cara ini juga diharamkan di samping mengandung kemusyrikan dan kekufuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Keenam&lt;br /&gt;Tahriqatut Tanjim ( Mneyembah Bintang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ini dikenla juga dengan nama Ar Rashdu ( mengintai bintang) karena tukang sihir menunggu0nunggu munculnya bintangtertentu kemudian berbicara kepadanya dengan bacaan-bacaan sihir lalu membaca mantar-mantar lain yang mengandung kemusyrikan dan kekufuran kepada Allah. Setelah itu melakukan bebrapa gerakan yag menurt mereka merupakan ibadah kepada bintang, sekalipun orang yang menujum tak menyadarinya. Ini merupakan ibadah dan ta’zim kepada selain Allah. Setelah itu syetan-syetan akan memenuhi perintah tukang sihir tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas, cara ini merupakan ta’zim (pengaggungan) dan istighasah ( memohon pertolongan) kepada selain Allah. Semua merupakan kemusyrikan, belum lagi mantra-mantra kemusyrikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Ketujuh&lt;br /&gt;Thariqatul Kaffi ( Melihat melalui telapak tangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam cara ini tukang sihir menghadirkan anak kecil yang belum aqil balik dengan syarat  tidak dalam keadaan berwudhu, kemudian mengambil telapak tangan kiri tersebut lalu menggambar segi empat di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar segi empat itu ditulis mantar-mantar sihir –tentu saja mengandung kemusyrikan. Mantra-mantar ini ditulis di sekitar segi empat dari empat penjuru kemudian di telapak tangan anak ini di tengah tersebut dilatakkan minyak dan bunga berwarna biru. Dalam keadaan inuilah si anak itu melihat telapak tangannya. Kemudian si tuakng sihir memabacakanmantara-mantra kakafiran. Tak lama kemudia sia naka kecuila seolah-olah melihat beberapa gambar yag bergerak-gerak di telapak tangnnya,kemudian si tukang sihir menanyakan kepada anak kecil tersebut segala yang dinginkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya  cara ini digunakan untuk mencari barang yang hilang. Tidak diragukan lagi bahwa cara ini mengandung kekufuran dan kemusyrikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Kedelapan &lt;br /&gt;Thariqatul Atsar ( Memanfaatkan Benda Bekas Pakai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam cara ini tukang sihir meminta benda beka spakai seperti sapu tangan, pakaian dalam dan benda apa saja yang mengandung bau keringat pemiliknya. Kemudian mengikat benda tersebut seraya dibacakan surat At Takatsur atau surat lainnya dengan suara keras kemudian dilanjutkan dengan mantra-mantra kemusyrikan yang dibaca suara lirih kemudian memanggil jin untuk melaksanakan perintahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ini mengandung beberapa penipuan antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.                            Pengelabuan karena solah-oah  tuakng sihir mengobati dengan Al Quran padahal tidak demikan adanya. Rahasia kemusyrikan terletak pad amantar yang dibaca dengan suara lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.                            Isti`anah ( meminta bantuan) kepad ajin, memanggil mereka dan berdoa kepad amereka. Kesemua ini adalah masalah kemusyrikan kepada Allah Yang Maha Agung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.                            Jin itu banyak dustanya. Anda tidak tahu apakah jin itu tersenut juru atau dusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda Tukang Sihir&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda temukan salah satu tanda dari tanda-tanda berikut ini maka tidak diragukan lagi bahwa ia tukang sihir. Tanda-tandanya ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertanya kepada penderita tentang namanya dan nama ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengambil salah satu benda bekas pakai penderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang meminta binatang denga sifat-sifat tertentu untuk disembelih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis jimat-jimat tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca mantra-mantra yang tidak dipahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi ‘hijab’ atau kerudung yang mengandung segi empat di dalamnya dan ada beberapa huruf atau nomor di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memerintahkan penderita agar menghindari orang (`uzlah) selama masa-masa tertentu di kamar yang tidak kemasukkan matahari. Orang menyebutnya “nyepi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang meminta penderita agar tidak menyentuh air pada masa-masa tertentu biasanya 40 hari. Tanda ini menunjukkan bahwa jin yang melayani tukang sihir tersebut beragama Nasarani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi penderita benda-benda yang harus ditanam di tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi penderita bebearpa kertas untuk dibakar dan berasap dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkomat-kamit membaca sesuatu yang tidak dipahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang tukang sihir memberitahukan kepada penderita tentang namanya dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuliskan kepada penderita huruf-huruf atau potongan di kertas atau di piring dari tembikar berwarna putih dan memerintahkan penderita untuk melarutkannya dan meminumkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda sudah tahu bahwa seseorang adalah tukang sihir, maka janganlah Anda pergi kepadanya. Jika Anda masih juga pergi, maka Anda terkena sabda Rasulullah “ Barangsiapa mendatangi tukang sihir kemudian membenarkan apa yang dikatakannya maka sesungguhnya di telah kafir kepada apa yang diturunkan Muhammad shalalalhu `alahi wasallam”(Al Bazzar, hadits hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah beberapa nasiehat buat kita semua. Mudah-mudahan bermanfaat dan berguna. Nantikan seri beritunya berjudul “Menangkal Sihir”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Sihir dan Cara Pengobatannya : Robbani Press,1995. Syaikh Abdu Salam Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sent by : http://www.islamiy.net  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-736017863453889985?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/736017863453889985/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/06/seputar-sihir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/736017863453889985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/736017863453889985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/06/seputar-sihir.html' title='SEPUTAR SIHIR..!'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-2229154256151740775</id><published>2010-06-19T00:34:00.001+07:00</published><updated>2010-06-19T00:34:00.437+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Perbedaan antara wali-wali Allah dan wali-wali syaithon</title><content type='html'>Disusun oleh Ibnu Abidin As-Soronji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggapan yang telah menyebar di kaum muslimin pada umumnya, terutama yang ada di Indonesia bahwasanya yang disebut wali Allah adalah orang-orang yang memiliki kekhususan-kekhususan yang tidak dimiliki oleh orang-orang biasa. Yaitu mampu melakukan hal-hal yang ajaib yang disebut dengan karomah para wali. Sehingga jika ada seseorang yang memiliki ilmu yang tinggi tentang syari’at Islam namun tidak memiliki kekhususan ini maka kewaliannya diragukan. Sebaliknya jika ada seseorang yang sama sekali tidak berilmu bahkan melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah U dan meninggalkan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah U, namun dia mampu menunjukan keajaiban-keajaiban (yang dianggap karomah) maka orang tersebut bisa dianggap sebagai wali Allah U.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini disebabkan karena kaum muslimin (terutama yang di Indonesia) sejak kecil telah ditanamkan pemahaman yang rusak ini. Apalagi ditunjang dengan sarana-sarana elektronik seperti adanya film-film para sunan yang menggambarkan kesaktian para wali. Tentunya hal ini adalah sangat berbahaya yang bisa menimbulkan rusaknya aqidah kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah Allah U telah menjelaskan dalam kitab-Nya dan sunnah Rosul-Nya bahwasanya Allah U memiliki wali-wali dari golongan manusia dan demikian pula syaithon juga memiliki wali-wali dari golongan manusia. Maka Allah U membedakan antara para wali Allah dan para wali syaithon.[1] Sebagaimana firman Allah U :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللهُ ولي الذين آمنوا يخرجهم من الظلمات إلى النّور و الذين كفروا أولياؤهم الطاغوت يخرجونهم من النور إلى الظلمات ألئك أصحاب النار هم فيها خالدون&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah adalah wali (penolong) bagi orang-orang yang beriman. Allah mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan kepada cahaya. Dan orang-orang kafir penolong-penolong mereka adalah thogut yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan-kegelapan. (Al-Baqoroh : 256)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فإذا قرأت القرآن فاستعذ بالله من الشيطان الرجيم. إنه ليس له سلطان على الذين آمنوا وعلى ربهم يتوكلون. إنما سلطانه على الذين يتولونه و الذين هم به مشركون&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau membaca Al-Qur’an maka berlidunglah kepada Allah dari (godaan) syaithon yang terkutuk. Sesungguhnya tidak ada kekuatan baginya terhadap orang-orang yang beriman dan mereka bertawakal kepada Rob mereka. Hanyalah kekuatannya terhadap orang-orang yang berwala’ kepadanya dan mereka yang dengannya berbuat syirik. (An-Nahl :98-100) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومن يتخذ الشيطان وليا من دون الله فقد خسر خسرانا مبينا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan barangsiapa yang menjadikan syaithon sebagai wali selain Allah maka dia telah merugi dengan kerugian yang nyata (An-Nisa’ : 119)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الذين آمنوا يقاتلون في سبيل الله و الذين كفروا يقاتلون في سبيل الطاغوت فقاتلوا أولياء الشيطان إن كيد الشيطان كان ضعيفا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah dan orang-orang kafir berperang di jalan thogut. Maka perangilah para wali-wali syaithon sesungguhnya tipuan syaithon itu lemah. (An-Nisa’ : 76)[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mak wajib bagi kita untuk membedakan manakah yang merupakan wali-wali Allah dan manakah yang merupakan wali-wali syaithon, sebagaimana Allah dan Rosulullah membedakannya.[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi wali&lt;br /&gt;Wali diambil dari lafal al-walayah yang merupakan lawan kata dari al-‘adawah. Adapun arti dari al-walayah adalah al-mahabbah (kecintaan) dan al-qorbu (kedekatan). Sedangkan arti al-‘adawah adalah al-bugdlu (kebencian) dan al-bu’du (kejauhan). Sedangkan wali artinya yang dekat.[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yang disebut wali Allah ?&lt;br /&gt;Yang disebut wali Allah adalah orang yang dia mencintai Allah U dan dekat dengan Allah U. Dan orang seperti ini harus memiliki sifat-sifat berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Dia harus ittiba’ (mengikuti) Nabi r, menjalankan perintah Nabi r dan menjauhi larangan-larangan beliau. Berdasarkan firman Allah U:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قل إن كنتم تحبون الله فاتبعوني يحببكم الله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah :”Jika kalian mencintai Allah maka ikutlah aku maka Allah akan mencintai kalian” (Ali Imron :31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini merupakan ayat ujian yang turun untuk menguji orang-orang yang mengaku mencintai Allah U (termasuk di dalamnya orang yang mengaku dia adalah wali Allah). Jika dia benar mengikuti Nabi r maka kecintaannya kepada Allah U adalah benar, dan jika tidak maka cintanya adalah dusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Dia harus bersifat lembut kepada kaum muslimin dan keras kepada kaum kafir, dan berjihad di jalan Allah dan tidak takut dengan celaan orang-orang yang mencela, sesuai dengan firman Allah U:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يا أيها الذين آمنوا من يرتد منكم عن دينه فسوف يأتي الله بقوم يحبهم ويحبونه, أذلة على المؤمنين  أعزة على الكافرين يجاهدون في سبيل الله ولا يخافون لومة لائم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang beriman barang siapa dari kalian yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah yang bersifat lemah lembut kepada orang-orang mukmin, yang bersifat keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah dan tidak takut dengan celaan orang yang mencela.(Al-Maidah : 54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Dia harus bertaqwa dan beriman, yaitu beriman dengan hatinya dan bertaqwa dengan anggota tubuhnya, sesuai dengan firman Allah U:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ألا أن أولياء الله لا خوف عليهم ولا هم يحزنون الذين آمنوا وكانوا يتقون&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih (hati). (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa. (Yunus : 62,63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka barangsiapa yang mengaku sebagai wali Allah namun tidak memiliki sifat-sifat ini maka dia adalah pendusta.[5] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perlu diperhatikan bukanlah syarat seorang wali dia harus ma’sum (tidak pernah berbuat salah), dan tidak pula dia harus menguasai seluruh ilmu syari’at. Bahkan boleh baginya tidak mengetahui sebagian syari’at atau masih samar baginya sebagian perkara agama. Oleh karena itu tidak wajib bagi manusia untuk mengimani seluruh apa yang dikatakan oleh seorang wali Allah sehingga dia tidak menjadi seorang Nabi r, tetapi seluruh yang dikatakannya dikembalikan kepada ajaran Muhammad r. Jika sesuai, maka perkataannya diterima dan jika tidak, maka ditolak. Dan jika tidak diketahui apakah sesuai atau tidak dengan ajaran Nabi r maka tawaquf.[6] Dan inilah sikap yang benar kepada wali Allah. Adapun sikap yang salah kepada wali Allah yaitu membenarkan semua apa yang diucapkan dan yang dilakukannya, atau sebaliknya jika melihat dia mengatakan atau melakukan sesuatu yang menyelisihi syari’at maka langsung mengeluarkan dia dari kewaliannya.[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin khottob t adalah contoh seorang wali Allah,  yang Rosulullah r bersabda tentangnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قد كان فيما قبلكم من الأمم ناس محدثون فإن يكن من أمتي أحد فإنه عمر&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umat-umat sebelum kalian ada orang-orang yang muhaddatsun (yang mendapatkan berita ghoib atau sejenis ilham dari Allah). Kalaupun ada di kalangan umatku satu orang, maka dia adalah Umar.[8] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إن الله ضرب الحق على لسان عمر و قلبه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah menjadikan kebenaran pada lisan Umar dan pada hatinya.[9] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لو كان نبي بعدي لكان عمر&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah ada nabi setelahku maka dia adalah Umar.[10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits-hadits ini jelas menunjukan bahwasanya Umar t adalah seorang wali Allah, bahkan beliau mendapatkan ilham dari Allah. Namun hal ini tidak menunjukan bahwa Umar t harus ma’sum (terjaga dari kesalahan). Kesalahan yang pernah beliau lakukan diantaranya [11]:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Yaitu Nabi r berumroh pada tahun ke enam Hijroh bersama sekitar 1400 kaum muslimin –mereka itu yang berbai’at di bawah pohon- dan Nabi r telah mengadakan perjanjian damai dengan kaum musyrikin setelah melalui perundingan dengan kaum musrikin tersebut untuk kembali ke Madinah pada tahun ini dan berumroh pada tahun yang akan datang. Dan Nabi r memberi beberapa syarat terhadap mereka yang dalam syarat-syarat tersebut ada tekanan kepada kaum muslimin secara dzohir, sehingga hal itu memberatkan kebanyakan kaum muslimin, sedangkan Allah dan Rosul-Nya lebih mengetahui dengan maslahat yang ada di balik itu. Dan Umar t termasuk orang yang tidak setuju dengan hal itu, lalu berkata kepada Nabi r :”Wahai Rosulullah, bukankah kita di atas kebenaran dan musuh kita di atas kebatilan ?”, maka Nabi r menjawab :”Benar”, lalu Umar t berkata lagi :”Bukankah orang-orang yang terbunuh diantara kita masuk ke dalam surga dan orang-orang yang terbunuh di antara mereka masuk ke dalam neraka?”, Nabi r menjawab :”Benar”. Umar t berkata :”Kenapa kita merendahkan agama kita?”, Nabi berkata :”Aku adalah Rosulullah dan Allah adalah penolongku dan aku bukanlah orang yang bermaksiat kepadanya.”, Umar t berkata :”Bukankah engkau berkata kepada kami bahwa kita kita akan mendatangi baitulloh dan berthowaf ?”, Nabi berkata :”Benar”. Nabi r berkata lagi:”Apakah aku mengatakan kepadamu sesungguhnya engkau akan mendatanginya pada tahun ini?”, Umar t berkata :”Tidak”, Nabi r berkata :”Sesungguhnya engkau akan mendatanginya dan berthowaf.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar pun mendatangi Abu Bakar t dan berkata kepadanya sebagaimana perkataannya kepada Rosulullah. Dan Abu Bakar t pun menjawab sebagaimana jawaban Rosulullah r, padahal dia tidak mendengar jawaban Rosulullah r. Dan Abu Bakar t adalah orang yang lebih sering sesuai dengan Allah dan Rosul-Nya dari pada Umar t, dan Umar t mengakui kesalahannya dan berkata :”Aku benar-benar akan mengamalkannya”[12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ketika Nabi r wafat, Umar mengingkari kematian Nabi r. Namun tatkala Abu Bakar t berkata :”Sesungguhnya dia telah wafat”, maka Umar t pun menerimanya.[13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Ketika Abu Bakar t memerangi orang-orang yang enggan membayar zakat, maka Umar t berkata kepada Abu Bakar t :”bagaimana bisa kita memerangi manusia, sedangkan Rosulullah bersabda :”Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan aku adalah Rosulullah. Apabila mereka mengakui hal ini maka terjagalah darah-darah dan harta-harta mereka, kecuali dengan haknya””, maka Abu Bakar t berkata :”Bukanlah Rosulullah bersabda “kecuali dengan haknya”?, sesungguhnya zakat termasuk haknya. Demi Allah kalau mereka itu menolak untuk membayar zakat kepadaku yang mereka membayarnya kepada Rosulullah maka aku akan memerangi mereka karena ketidakmauan mereka”. Berkata Umar t :”Demi Allah tidaklah ada, kecuali aku melihat Allah telah melapangkan dada Abu Bakar untuk memerangi (orang-orang yang enggan membayar zakat), maka aku mengetahui bahwasanya dia adalah benar”[14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faidah yang bisa diambil dari kisah ini adalah [15]:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Seorang wali tidak ma’sum, bisa berbuat salah, bahkan berkali-kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Seorang wali bisa memiliki karomah sebagaimana Umar yang mendapat ilham dari Allah U.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tidak berarti seseorang yang mendapat karomah berarti lebih mulia daripada wali Allah yang tidak ada karomahnya. Sebagaimana Abu Bakar t jelas lebih mulia daripada Umar t, namun dia tidak mendapatkan ilham dari Allah U.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Seorang wali tetap harus melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah U dan Rosul-Nya dan menjauhi larangan-larangan Allah U dan Rosul-Nya. Sebagaimana Umar t yang tetap melaksanakan perintah Allah U.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Walaupun seorang wali, tapi perkataan dan perbuatannya harus ditimbang dengan Al-Kitab dan Sunnah Nabi r yang ma’sum. Sebagaimana ucapan Umar t dikembalikan (ditimbang) oleh Abu Bakar t dengan Sunnah Nabi. Berkata Yunus bin Abdil A’la As-Shodafi : Saya berkata kepada Imam Syafi’i : “Sesungguhnya sahabat kami –yaitu Al-Laits- mengatakan :”Apabila engkau melihat sesorang bisa berjalan di atas (Permukaan) air, maka janganlah engkau anggap dia sebelum engkau teliti keadaan (amalan-amalan) orang tersebut, apakah sesuai dengan Al-Kitab dan As-Sunnah.”, lalu Imam Syafi’i berkata :”Al-Laits masih kurang, bahkan kalau engkau melihat sesseorang bisa berjalan di atas air atau bisa terbang di udara, maka janganlah engkau anggap ia sebelum engkau memeriksa keadaan (amalan-amalan) orang trsebut apakah sesuai dengan Al-Kitab dan As-Sunnah”.[16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga tidaklah benar anggapan bahwa Aresto adalah wali Allah karena Aresto adalah mentrinya Iskandar yang kafir (karena tidak ada wali Allah dari orang kafir), yang sebagian orang (diantaranya Ibnu Sina) menyangka bahwa Iskandar adalah Dzulqornain.[17]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Seorang wali yang telah jelas bahwasanya perkataan atau perbuatannya menyelisihi Sunnah Nabi, maka dia harus kembali kepada kebenaran. Dan dia tidak menentangnya. Sebagaimana Umar t, beliau tidak membantah Abu Bakar t dengan berkata :”Tapi saya kan wali, saya kan mendapat ilham dari Allah, saya kan dijamin masuk surga, dan kalian harus menerima perkataan saya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Seorang wali harus mematuhi syari’at Muhammad r. Para Nabi saja kalau hidup sekarang harus mengikuti syari’at Muhammad r apalagi para wali. Karena jelas para Nabi lebih bertaqwa daripada para wali dari selain Nabi. Ibnu Mas’ud t berkata :”Tidaklah Allah mengutus seorang nabipun kecuali Allah mengambil perjanjiannya, jika Muhammad r telah diutus dan nabi tersebut masih hidup maka nabi tersebut harus benar-benar beriman kepadanya dan menolongnya. Dan Allah memerintah Nabi tersebut untuk mengambil perjanjian kepada umatnya kalau Muhammad r telah diutus dan mereka (umat nabi tersebut masih) hidup maka mereka akan benar-benar beriman kepadanya dan menolongnya.”[18]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Seorang wali tidak boleh menyombongkan dirinya dengan mengaku-ngaku bahwa dia adalah wali,  sebagaimana yang dilakukan oleh Ahlul kitab yang mereka mengaku bahwa mereka adalah wali-wali Allah. Sebagaimana firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فلا تزكوا أنفسكم هو أعلم بمن اتقى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan janganlah kalian menyatakan diri-diri kalian suci. Dia (Allah) yang lebih mengetahui tentang orang yang bertaqwa. (An-Najm : 32 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang mengaku dirinya adalah wali maka dia telah berbuat maksiat kepada Allah U karena telah melanggar larangan Allah U ini. Dan orang yang bermaksiat tidak pantas disebut wali Allah.[19]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga bukan termasuk syarat sebagai wali Allah yaitu dia harus memiliki karomah. Namun karomah merupakan tambahan kenikmatan yang Allah berikan kepada siapa saja yang Ia kehendaki dari kalangan para wali-Nya.[20] Dan wali-wali Allah tidak memiliki ciri-ciri yang khusus pada perkara-perkara mubah yang bisa membedakannya dengan manusia yang lain.[21] Pakainnya sama, rambutnya sama, dan yang lainnya juga sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh-contoh karomah para wali Allah [22]:&lt;br /&gt;1. Amir bin Fahiroh mati syahid, maka mereka mencari jasadnya namun tidak bisa menemukannya. Ternyata ketika dia terbunuh dia diangkat dan hal ini dilihat oleh Amir bin Thufail. Berkata Urwah:”Mereka melihat malaikat mengangkatnya”[23]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kholid bin Walid ketika mengepung musuh di dalam benteng yang kokoh, maka para musuhpun berkata :”Kami tidak akan menyerah sampai engkau meminum racun”, lalu diapun meminum racun namun tidak mengapa.[24]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sa’ad bin Abi Waqqos adalah orang yang selalu dikabulkan do’anya. Dan dengan do’anya itulah dia berhasil mengalahkan pasukan Kisro dan menguasai Iroq.[25]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Umar bin Khottob, pernah mengutus pasukan dan beliau mengangkat seorang pemuda yang bernama Sariyah untuk memimpin pasukan tersebut. Dan ketika Umar sedang berkhutbah di atas mimbar, beliau berteriak :”Wahai Sariyah, gunung !, wahai Sariyah, gunung !”. Lalu utusan pasukan tersebut menemui Umar dan berkata : “Wahai Amirul Mu’minin, kami bertemu musuh, tiba-tiba ada suara teriakan :”Wahai Sariyah, gunung!”, lalu kami menyandarkan punggung-punggung kami ke gunung kemudian Allah memenagkan kami”.[26] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Abu Muslim Al-Khoulani, dia pernah dicari oleh Al-Aswad Al-‘Anasi yang mengaku sebagai nabi. Lalu Al-Aswad bertanya kepada beliau :”Apakah engkau bersaksi bahwa saya adalah Rosul Allah?”, lalu dia berkata :”Saya tidak dengar”, lalu dia bertanya lagi :”Apakah engkau bersaksi bahwa Muhammad adalah Rosul Allah?”, beliau menjawab :”Ya”. Lalu disiapkan api dan beliau dilemparkan ke api. Namun mereka mendapatinya sedang sholat di dalam kobaran api itu, api itu menjadi dingin dan keselamatan untuknya.[27]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sa’id Ibnul Musayyib, di waktu hari-hari yang panas, beliau mendengar adzan dari kuburan Nabi ketika tiba waktu-waktu sholat, dan mesjid dalam keadaan kosong (karena panasnya hari –pent), tidak ada seorangpun kecuali dia.[28]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Uwais Al-Qorni ketika wafat mereka menemukan di bajunya ada beberapa kain kafan yang sebelumnya tidak ada, dan mereka juga menemukan lubang yang digali di padang pasir yang sudah ada lahadnya. Lalu mereka mengafaninya dengan kefan-kafan teresbut dan menguburkannya di lubang tersebut.[29] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Asid Bin Hudlair membaca surat Al-Kahfi lalu turunlah bayangan dari langit yang ada semacam lentera dan itu adalah para malaikat yang turun karena bacaannya.[30] Dan malaikat pernah menyalami Imron bin Husain t[31]. Salman t dan Abu Darda’ t makan di piring lalu piring mereka bertasbih atau makanan yang ada pada piring tersebut bertasbih.[32] Ubbad bin Busyr t dan Asid bin Hudlair t kembali dari Rosulullah pada malam yang gelap gulita. Maka Allah menjadikan cahaya bagi mereka berdua, dan tatkala mereka berpisah maka terpisah juga cahaya tersebut.[33]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Muthorrif bin Abdillah jika memasuki rumahnya maka tempayan-tempayannya bertasbih bersamanya.[34] Dia bersama seorang sahabatnya berjalan di malam hari, lalu Allah menjadikan cayaha untuk mereka berdua.[35]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Ahnaf bin Qois. Ketika dia wafat, tutup kepala milik seseorang terjatuh di kuburannya. Lalu orang tersebut mengambil topinya, dan dia melihat kuburannya telah menjadi seluas mata memandang.[36]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Utbah Al-gulam, dia meminta kepada Allah tiga perkara, yaitu suara yang indah, air mata yang banyak, dan makanan yang diperoleh tanpa usaha. Dan jika dia membaca Al-Qur’an maka dia menangis dengan air mata yang banyak. Dan jika dia bernaung di rumahnya dia mendapatkan makanan dan dia tidak tahu dari manakah makanan tersebut.[37]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah wali-wali syaithon ?&lt;br /&gt;Allah U berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ومن يعش عن ذكر الرحمان نقيض له شيطانا فهو له قرين&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan barang siapa yang berpaling dari pengajaran Ar-Rohman, kami adakan baginya syaithon yang menyesatkan, maka syaithon itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. (Az-Zukhruf : 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;هل أنبئكم من تنزل الشيطان, تنزل على كل أفاك أثيم, يلقون السمع وأكثرهم كاذبون&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah akan aku beritahukan kepadamu, kepada siapkah syaithon-syaithon itu turun ?, mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi banyak dosa. Mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaithon) itu, dan kebanyakan mereka adalah pendusta. (As-Syu’aro’ : 221,223)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh-contoh tipuan syaithon&lt;br /&gt;a.Abdullah bin Soyyad. Nabi r pernah menguji Ibnu Soyyad (seorang dukun yang hidup di zaman Nabi yang dia adalah seorang Yahudi). Nabi r berkata kepadanya :”(Cobalah tebak) aku menyembunyikan sesuatu (di hatiku)”. Ibnu Soyyad berkata :”Ad-Dukh…Ad-Dukh..”.  Padahal sesungguhnya Nabi r sedang menyembunyikan surat Ad-Dukhon. Lalu Nabi berkata kepadanya :”Cih, engkau tidak mampu melampaui kemampuanmu”[38]. Ibnu Soyyad hampir betul menebak apa yang ada di hati Nabi, dan ini adalah suatu keajaiban, namun dengan bantuan syaithon. Karena seorang yang normal maka dia tidak akan bisa mengetahui isi hati manusia, bahkan Nabi pun tidak mengetahui isi hati manusia kecuali yang diberitahu oleh Allah U. Para sahabat pun (kecuali Hudzifah, karena dia telah diberitahu oleh Nabi r) tidak mengetahui siapa-siapa saja orang munafik yang ada bersama mereka. [39]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Al-Aswad Al-‘Anasi yang mengaku sebagai nabi. Dia dibantu para syaithon yang memberitahukan kepadanya tentang perkara-perkara ghoib. Dan tatkala kaum muslimin memeranginya mereka kawatir para syaithonnya akan mengabarkan kepadanya apa yang mereka bicarakan tentang dirinya (yaitu bahwasanya dia akan dibunuh –pent). Namun istrinya sadar akan kekafiran suaminya maka diapun menolong kaum muslimin.[40] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Musailamah Al-Kadzdzab yang juga mengaku sebagai nabi, memiliki syaithon-syaithon yang memberitahukan perkara-perkara gho’ib kepadanya dan membantunya melakukan hal-hal yang ajaib[41]. Diantaranya dia pernah meludah di sumur sehingga air sumur tersebut menjadi melimpah.[42] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Al-Harits Ad-Dimasyqi, seorang pembohong besar yang muncul dan mengaku sebagi nabi di Syam pada zaman khalifah Abdul Malik bin Marwan (wafat tahun 86 H). Al-Harits memiliki kemampuan ajaib. Para syaithonnya melepaskan kedua kakinya dari belenggu, dan membuatnya kebal senjata, dan batu pualam bisa bertasbih jika dia sentuh dengan tangannya. Dan dia telah melihat orang-orang dalam keadaaan berjalan dan naik kuda terbang di udara, dia berkata : “Mereka adalah malaikat”, padahal mereka adalah jin. Dan tatkala kaum muslimin menangkapnya untuk dibunuh, maka ada orang yang menombaknya di tubuhnya, namun tidak mempan. Maka Abdul Malik berkata kepadanya :”Engkau tidak menyebut nama Allah”. Lalu orang itu menyebut nama Allah dan berhasil membunuh Al-harits.[43]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Lia ‘Aminuddin, yang mengaku sebagai Imam Mahdi dan mengaku telah didatangi oleh Jibril. Keajaiban yang ada padanya yaitu dia mampu untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Bahkan dia mengaku adalah seseorang yang memberantas bid’ah dan kesyririkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syubhat-syubhat&lt;br /&gt;Syubhat pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Rosulullah diutus kepada manusia pada umumnya namun tidak pada manusia-manusia yang khusus yaitu para wali, dan para wali tersebut tidak butuh kepada Nabi, mereka memiliki cara tersendiri untuk mencapai Allah U. Sebagaimana Nabi Musa tidaklah diutus kepada Nabi Khidir sehingga Nabi Khidir tidak wajib mengikuti syari’at Musa.[44]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab [45]:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan ini sebagaimana perkataan kebanyakan para ahlul kitab (Yahudi dan Nasrani) bahwasanya Rosulullah diutus kepada orang-orang yang tuna aksara bukan kepada mereka. Dan pendalilan dengan kisah antara Khidir dan Musa adalah tidak tepat, sebab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Bahwasanya Musa tidaklah diutus kepada Khidir (tetapi hanya diutus untuk bani Isroil), sehingga Khidir tidaklah wajib mengikuti Nabi. Adapun Muhammad r risalahnya umum untuk seluruh jin dan manusia. Bahkan jika ada orang yang lebih mulia dari Khidir (seperti Ibrohim, Musa, dan Isa)[46] bertemu dengan Nabi, maka dia wajib mengikuti Nabi. Apalagi Khidir, tentu lebih wajib lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Khidir berkata kepada Musa : “Aku diatas ilmu yang diajarkan Allah kepadaku yang tidak kau ketahui dan engkau di atas ilmu yang Allah mengajari engkau yang aku tidak mengetahuinya”[47]. Dan tidak boleh bagi seorangpun yang sampai kepadanya risalah Muhammad r untuk berkata sebagaimana perkataan Khidir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Apa yang telah dilakukan oleh Khidir[48] tidaklah menyelisihi syari’at Musa. Musa tidaklah mengetahui sebab yang membolehkan hal-hal itu. Dan ketika Khidir menjelaskan sebab-sebab tersebut Musa menyetujuinya. Sehingga berkata Ibnu Abbas kepada Najdah Al-Harwari ketika dia bertanya kepada Ibnu Abbas t tentang membunuh anak-anak kecil: “Jika kamu mengetahui anak-anak tersebut sebagaimana yang diketahui oleh Khidir tentang anak kecil (yang dibunuhnya) maka bunuhlah mereka, dan jika tidak maka jangan.”[49]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syubhat kedua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka (para wali syaithon) menganggap bahwa mereka mendapat wahyu langsung dari Allah    -sebagaimana yang diserukan oleh Ibnu Arobi-, dan bahwasanya mereka lebih baik dari para nabi yang mengambil ilmu dari Allah melalui perantara. Mereka berkata :”Kenabian telah berakhir dengan wafatnya Rosulullah r, sedangkan kewalian belum berakhir. Dan yang paling terakhir adalah yang lebih baik dari yang sebelumnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah pemikiran sesat Ibnu Arobi yang sama sekali tidak bersandar kepada dalil. Ketika dia mengetahui bahwa syari’at ini sudah tidak bisa dirubah lagi hingga hari kiamat, (dan dia ingin keluar dari syari’at) maka dia berkata :”Kenabian telah tertutup, tetapi kewalian belum”, dan dia menganggap bahwa kewalian lebih tinggi derajatnya dari pada kerosulan dan kenabian, sebagaimana dia berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مقام النبوة في برزخ      فويق الرسول و دون الولي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedudukan kenabian berada di alam barzakh, sedikit di atas (kedudukan) Rosul dan dibawah (kedudukan) Wali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tentunya pemutarbalikan syari’at. Seharusnya kenabian lebih khusus dari kewalian dan kerosulan lebih khusus daripada kenabian. Sehingga kedudukannya adalah kerosulan lebih tingi daripada kenabian dan kenabian lebih tinggi daripada kewalian.[50] Berkata Imam Abul ‘Izz Al-Hanafi :”Maka siapakah yang lebih kafir dari memisalkan dirinya dengan sebuah bata emas dan memisalkan Nabi dengan bata perak, lalu dia menjadikan dirinya lebih tinggi daripada Nabi,…….bagaimana bisa samar kekufuran dari perkataannya (Ibnu Arobi) ini ?…..dan kekufuran Ibnu “Arobi lebih parah dari kekufuran orang-orang yang berkata : “Tidaklah kami beriman hingga kami diberikan apa yang diberikan kepada Rosulullah” (Al-An’am : 124)”[51]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syubhat ketiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak usah menjalankan syari’at karena Allah U telah bersatu dengan kami para hambanya yang sholih. Bukankah Allah U berkata dalam hadits qudsi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;و ما يزال عبدي يتقرب ألي بالنوافل حتى أحبه, فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به و بصره الذي يبصر يه ويده التي يبشط بها ورجله التي يمشي بها, ولئن سألني لأعطينه ولئن استعاذني لأعيذنه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dam hamba-Ku senantiasa bertaqorrub (mendekatkan dirinya) kepada-Ku dengan amalan-amalan nafilah (sunnah) hingga Aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya, maka Aku adalah pendengarannya yang dia mendengar dengannya, dan penglihatannya yang dia melihat dengannya, dan tangannya yang dia memukul dengannya, dan kakinya yang dia berjalan dengannya, dan jika dia meminta kepada-Ku maka akan aku berikan, dan jika dia meminta perlindungan kepada-Ku maka aku akan melindunginya.[52]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab : Dzohir hadits ini adalah bukanlah Allah U menjadi pendengarannya, penglihatannya, tangannya,  dan kakinya, tetapi dzohirnya adalah Allah U meluruskan (memberi petunjuk) kepada penglihatan, pendengaran, tangan dan kakinya, sehingga apa yang dilakukan oleh hamba tersebut selalu dibimbing oleh Allah U. Adapun makna yang batil di atas adalah tidaklah mungkin, sebab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ini merupakan aqidah wihdatul wujud (manunggaling kawulo gusti) yang sesat karena bertentangan dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang muhkam (jelas) yang tidak bisa lagi dipalingkan lagi maknanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Barang siapa yang memperhatikan hadits ini dengan baik maka dia akan faham tentang batilnya aqidah wihdatul wujud ini. Dalam hadits ini Allah U menetapkan adanya hamba (yang beribadah) dan ma’bud (yang diibadahi), yang mendekat (bertaqorrub) dan yang didekati (ditaqorrubi), yang dicintai dan yang mencintai, yang meminta dan yang memberi, yang meminta perlindungan dan yang memberi perlindungan. Maka hadits ini menunjukan adanya dua dzat yang berbeda, yang satu bukan yang lainnya. Dan bukan pula yang satu merupakan sifat atau bagian dari yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, tangan, dan kaki si wali semuanya adalah sifat-sifat atau bagian-bagian pada makhluk yang baru tercipta yang sebelumnya belum ada (belum tercipta). Maka tidak mungkin bagi siapa saja yang berakal untuk memahami bahwa pencipta yang awal (yaitu Allah) yang tidak ada sebelum Dia sesuatupun, akan menjadi pendengaran, penglihatan, tangan, dan kaki makhluk. Bahkan hal seperti inipun sulit untuk dibayangkan kalaupun kita anggap benar.[53]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan antara karomah wali Allah dan tipuan wali syaithon&lt;br /&gt;1. Bahwa karomah para wali tersebut disebabkan oleh keimanan dan ketaqwaan. Sedangkan keajaiban dan keluarbiasaan lain yang merupakan bantuan syaithon disebabkan oleh hal-hal yang merupakan larangan Allah U dan Rosulullah[54]. Jadi apabila di dalamnya mengandung unsur-unsur yang disenangi oleh syaithon, baik itu kemusyrikan, kedzoliman, atau kebid’ahan, maka jelas yang terjadi pasti bukan karomah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Karomah tidak bisa dibatalkan dengan bacaan-bacaan apa saja dan tidak bisa dilawan. Sedangkan kejadian-kejadian luar biasa lain yang merupakan bantuan syaithon bisa dibatalkan dengan bacaan-bacaan ayat-ayat Allah seperti ayat kursi dan lain-lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Karomah tidak bisa dipelajari sehingga menjadi suatu ilmu kedigdayaan yang baku. Sedangkan kejadian-kejadian luar bisa yang berasal dari syaithon bisa dipelajari.[55] Sebagaimana karomah-karomah yang telah dimiliki oleh para salaf, tidak ada satu atsarpun yang menunjukan bahwa mereka pernah mengajarkan karomah mereka kepada orang lain. Sebagaimana Umar t, beliau tidak pernah mengajarkan karomahnya kepada orang lain, kerena memang tidak bisa diajarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Karomah pada umumnya tidak bisa dilakukan terus menerus, tetapi terjadi sesuai kehendak Allah bukan berdasarkan kehendak Wali yang mendapatkan karomah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan tambahan :&lt;br /&gt;1. Seluruh orang yang beriman adalah wali-wali Allah. Dan wali-wali yang paling mulia adalah para Nabi. Dan para Nabi yang paling mulia adalah para Rosul. Dan para Rosul yang paling mulia adalah para Rosul yang lima (Ulul ‘Azmi), dan diantara Ulul ‘Azmi yang paling mulia adalah Nabi Muhammad.[56]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Persamaan dan perbedaan antara Mu’jizat dan karomah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persamaannya : Mu’jizat dan karomah sama-sama merupakan hal yang ajaib yang luar biasa (yang tidak bisa dilkukan olah orang biasa) yang Allah berikan kepada para hambanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaannya [57]: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mu’jizat hanya berlaku pada para Nabi dan Rosul, adapun karomah pada para wali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mu’jizat diperoleh dengan kenabian, adapun karomah diperoleh dengan ketaqwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Karomah kedudukannya lebih rendah daripada mu’jizat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Akibat dari mu’jizat adalah baik, adapun efek samping dari karomah belum tentu.[58]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pemilik mu’jizat (yaitu para Nabi dan Rosul) menantang orang-orang yang menyelisihinya, adapun pemilik karomah tidak demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kita harus mengakui adanya karomah, tidak sebagaimana mu’tazilah yang mengingkari karomah dan berkata :”Kalau kita mengakui karomah, maka akan sama wali dengan Nabi”, oleh karena itu kami mengingkari karomah dan juga mengingkari hakikat sihir. Namun ini tidaklah benar sebab orang yang memiliki karomah tidaklah mengaku bahwa dia adalah seorang Nabi.[59]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dalam beribadah hendaknya kita berniat karena Allah bukan karena untuk mencari karomah. Kita meminta kepada Allah agar bisa istiqomah dalam hidup kita bukan mencari karomah. Berkata Abu Ali Al-Jauzaja’i : “Jadilah engkau orang yang mencari keistiqomahan, jangan menjadi pencari karomah. Sesungguhnya jiwamu bergerak (berusaha) dalam mencari karomah padahal Rob engkau mencari keistiqomahanmu”. Berkata Syaikh As-Sahrwardi :”Ucapan ini adalah prinsip yang agung dalam perkara ini, karena sesungguhnya banyak mujtahid dan ahli ibadah mendengar salaf yang sholih, telah diberi karomat-karomat dan hal-hal yang luar biasa sehingga jiwa-jiwa mereka (para ahli ibadah itu) senantiasa mencari sesuatu dari hal itu (karomah tersebut), dan mereka ingin diberikan sedikit dari hal itu, dan mungkin diantara mereka ada yang hatinya prustasi dalam keadaan menuduh dirinya bahwa amal ibadahnya tidak sah karena tidak mendapatkan karomah. Kalau mereka mengetahui rahasia hal itu (yaitu Allah tidak menuntut para hambanya untuk memperoleh karomah, tetapi yang Allah inginkan para hambanya beristiqomah –pent) tentu perkara ini (mencari karomah) adalah perkara yang rendah bagi mereka. [60]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hukum tenaga dalam, jika diatasnamakan Islam (biasanya dicampur dengan dzikir-dzikir asma Allah) maka harom. Kalau mereka menyatakan bahwa apa yang mereka lakukan adalah untuk beribadah kepada Allah, maka kita katakan bahwa ini adalah bid’ah sebab kenapa harus menggunakan tata cara dan gerakan-gerakan khusus yang tidak pernah diajarkan oleh Allah dan Nabi. Dan tidak ada dalil sama sekali bahwa dengan bacaan-bacaan dan gerakan-gerakan khusus yang mereka lakukan bisa mengahasilkan tenaga dalam. Kalau mereka mengatakan tujuan mereka untuk beribadah dan untuk mempeoleh kekuatan, maka kita katakan bahwa mereka telah melakukan kesyirikan sebab niat ibadah mereka selain untuk Allah juga untuk hal yang lain.[61]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu perkatek-praktek tenaga dalam yang ada menyelisihi syari’at diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Latihannya harus menggunakan emosi, padahal Rosulullah r telah melarang seseorang untuk emosi, beliau bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا تغضب فردد مرارا  لا تغضب&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah engkau marah”, Rosulullah mengulanginya beberapa kali “Janganlah engkau marah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia mereka (yang latihan tenaga dalam) harus marah sebab dengan marah tersebut syaithon bisa masuk dalam tubuh mereka sehingga bisa memberi kekuatan untuk tenaga dalam mereka. Sebagaimana sabda Rosulullah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إن الشيطان يجري من بني آدم مجرى الدم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya syaithon mengalir dalam tubuh manusia sebagaimana aliran darah. (Riwayat Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ketika latihan, mereka sering tidak sadar, terutama ketika sedang memprkatekkan jurus mereka. Hal ini sama saja dengan sengaja membuat diri menjadi tidak sadar (alias mabuk), dan hal ini tidak boleh dalam Islam, sebab Islam menganjurkan kita untuk senantiasa menjaga akal kita sehingga bisa senantiasa berdzikir kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kadang disertai dengan puasa mutih (tidak boleh makan kecuali yang putih-putih), yang ini tidak ada syari’atnya dalam Islam. Atau untuk menjaga ilmunya dia harus menghindari pantangan-pantangan tertentu yang sebenarnya hal itu dihalalkan baginya sebelum dia memiliki ilmu tenaga dalam tersebut. Dan ini berarti mengha“Janganlah engkau mengharamkan sesuatu yang dihalalkan oleh Allah U.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;والله أعلم بالصواب&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maroji :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v     Al-Furqon baina auliyaurrohman wa auliyaussyaithon, karya Ibnu taimiyah, tahqiq Fawwaz Ahmad Zamarli, terbitan Darul Kutub Al-‘Arobi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v     Syarah Al-Ushul As-Sittah, karya Syaikh Utsaimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v     Al-Qowa’id Al-Mutsla, karya Syaikh Utsaimin, tahqiq Abu Muhammad Asyrof bin Abdil Maqsud, terbitan Adlwa’ As-Salaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v     Syarah Al-Aqidah At-Thohawiyah, karya Abul ‘Izz Al-Hanafi, tahqiq Syaikh Al-Albani, terbitan Al-Maktab Al-Islami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v     Majalah As-Sunnah 03/III/1418&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v     Al-Jadawil Al-Jami’ah  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Al-Furqon hal 25&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Lihat pula surat-surat Al-Maidah :51-56, Al-Kahfi : 44, Al-Kahfi : 50, Ali Imron : 173-175&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Al-Ushul As-sittah hal 173 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Al-Furqon hal 31&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Al-Ushul As-Sittah hal 171,172&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] Al-Furqon hal 71, Al-Ushul As-Sittah hal 175&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] Al-Furqon hal 82&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8] Riwayat Bukhori no 3469 dan Muslim no 2398&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9] Riwayat Abu Dawud no 2962 dengan sanad yang hasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10] Riwayat At-Thirmidzi no 3686, dengan sanad yang hasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11] Al-Furqon hal 86,87&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12] Riwayat Bukhori no 2732, 2732&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[13] Riwayat Bukhori no 1241, 1242&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14] Riwayat Bukhori no 1399-1400&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[15] Disimpulkan dari Al-Furqon hal 85-88&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[16] Syarah Aqidah At-Tohawiyah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[17] Al-Furqon hal 42&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[18] Lihat tafsir Ibnu Katsir jilid 1, Al-Furqon hal 92&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[19] Syarah Al-Ushul As-Sittah hal 170&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[20] Majalah As-Sunnah 03/III/1418 hal 25&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[21] Al-Furqon hal 69&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[22] Diringkas dari Al-Furqon hal 154-157&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[23] As-Siyar 2/224&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[24] Al-Furqon hal 154 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[25] Riwayat At-Thirmidzi no 3751 dan Ibnu Hibban no 2215&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[26] Riwayat Bukhori no 3198, dan Muslim no 1610&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[27] As-Siyar 4/8,9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[28] Riwayat Al-Lalikai dalam Al-Karomat hal 165-166&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[29] Al-Furqon hal 157&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[30] Riwayat Bukhori no 5018&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[31] Riwayat Muslim no 1226&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[32] As-Siyar 2/348&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[33] Riwayat Bukhori no 3805&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[34] As-Siyar 4/195&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[35] As-Siyar 4/86&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[36] As-Siyar 5/60&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[37] As-Siyar 9/7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[38] Riwayat Bukhori no 1354, Al-Furqon hal 158&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[39] Hal ini sesuai dengan hadits tentang Usamah bin Zaid yang membunuh seorang kafir yang ketika pedang Usamah telah di depan matanya tiba-tiba si kafir tersebut mengucapka la ilaha illallah, namun Usamah tetap membunuhnya. Dan hal ini dilaporkan kepada Rosulullah. r, lalu Rosulullah r berkata kepada Usamah :”Apakah dia (yang terbunuh itu) telah berkata la ilaha illallah dan kau membunuhnya ?”, Usamah menjawab :”Ya, Rosulullah, dia mengatakani itu hanya karena takut akan senjataku”. Nabi r berkata :”Apakah sudah kau belah dadanya sehingga kau tahu ia berkata itu karena takut atau tidak ?”. Maka Rosulullah r terus mengulang-ulang perkataannya hingga Usamah berangan-angan seandainya dia baru masuk Islam pada hari itu. (Riwayat Bukhori). Hadits ini menunjukan bahwa Usamah yang telah berjihad tidak mengetahui isi hati manusia. Dan ada isyarat dari Rosulullah r agar para sahabat menilai seseorang dengan amalan dzohirnya bukan amalan batin. Kalau para sahabat mengetahui isi hati manusia tentu Rosulullah r tidak akan memrintahkan mereka untuk menilai secar dzohir saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin ‘Utbah bin Mas’ud berkata :”Saya telah mendengar Umar bin Khottob berkata :”Dahulu di masa Rosulullah , orang-orang diterima (dihukumi) menurut keterangan wahyu, dan kini wahyu telah terputus. Maka kami akan bertindak (menghukumi) kalian dengan perbuatan-perbuatan kalian yang dzohir (nampak) bagi kami. Maka barang siapa yang menampakkan kebaikan kepada kami maka kami percaya dan kami hargai, dan sama sekali bukan urusan kami mengenai batinnya . Allah yang akan menghisabnya . Dan barang siapa yang menampakkan keburukan kepada kami, maka kami tidak akan mempercayainya dan tidak kami benarkan, walaupun dia berkata sesungguhnya batinnya adalah baik.”” (Riwayat Bukhori)   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[40] Al-Furqon hal 159&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[41] Al-Furqon hal 159&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[42] Majalah As-Sunnah 03/III/1418&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[43] Al-Furqon hal 159&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[44] Al-Furqon hal 36&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[45] lihat jawaban ini dalam Al-Furqon hal 141-142&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[46] Sebagaimana firman Allah U dalam surat Ali Imron : 81 :”Dan (ingatlah) tatkala Allah mengambil perjanjian dari para nabi:”Sungguh apa saja yang Aku berikan kepada kalian berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepada kalian seorang Rosul yang membenarkan apa yang ada pada kalian, niscaya kalian akan sungguh-sungguh beriman kepada Rosul tersebut dan sungguh-sungguh akan menolongnya”. Allah berfirman :”Apakah kalian mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu ?”, mereka menjawab :”Kami mengakui”. Allah berfirman :”Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kalian.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[47] Riwayat Bukhori, no 74&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[48] Yaitu membocorkan kapal, membunuh seorang anak kecil dan memperbaiki tembok yang akan runtuh, sebagaimana dikisahkan dalam surat Al-Kahfi : 70-82&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[49] Riwayat Muslim no 1812&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[50] Ibnu Arobi juga berkata (dalam kitabnya “Fususul hukm”) :”Tatkala Nabi telah memisalkan kenabian dengan sebuah dinding (yang tesusun) dari bata dan Nabi melihat bahwa dinding tersebut telah sempurna kecuali tinggal satu bata lagi, dan dialah sebagai bata yang terakhir (yang menutupi bata-bata (nabi-nabi) sebelumnya –pent) (hanya saja Nabi tidak melihat tempat bata tersebut, sebagaimana Nabi berkata :” Satu tempat bata”). Adapun penutup para wali maka mereka bisa melihat tempat bata ini, dia melihat dinding yang dimisalkan oleh Nabi dan dia melihat dirinya di dinding yaitu di tempat dua bata, dirinya telah tercetak di tempat dua bata tersebut, sehingga sempurnalah tembok itu. Yang menyebabkan dia melihat dinding itu ada dua tempat bata  (padahal Nabi melihatnya hanya ada satu tempat bata –pent) adalah karena dinding terdiri dari bata perak dan bata emas. Bata perak adalah dzohirnya dan hukum-hukum yang diikuti, sebagaimana Nabi mengambil syari’at yang dzohir dari Allah yang diikuti, karena Nabi melihat perkaranya sebagaimana adanya sehingga demikianlah dia melihatnya. Padahal bagian dalam tempat bata itu adalah tempat bata emas, yang dia (penutup para wali tersebut) mengambil dari sumber tambang yang malaikat yang diutus kepada Nabi mengambil dari sumber tambang itu. Jika engkau memahami apa yang kami isyaratkan maka engkau telah mendapatkan ilmu yang bermanfaat.” (Syarah Al-Aqidah At-Thohawiyah hal 493)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[51] Syarah Al-Aqidah At-Thohawiyah hal 493-494, Al-Furqon hal 110 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[52] Riwayat Bukhori no 6502, dari hadits Abu Huroiroh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[53] Al-Qowa’id Al-Mutsla hal 125&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[54] Al-Furqon hal 161&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[55] Majalah As-Sunnah 03/III 1418 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[56] Al-Jadawil hal 19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[57] Al-Jadawil hal 20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[58] Keadaan orang-orang yang memiliki karomah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bertambah derajatnya karena apa yang dilakukannya merupakan ketaatan dan yukur kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Semakin rendah derjatnya karena dia menggunakan karomahnya untuk bermaksiat kepada Allah. (Misalnya dia sombong dengan karomah yang pernah dia alami, atau dia merasa telah bertaqwa dan yakin masuk surga dengan karomahnya itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tidak bertambah dan tidak pula berkurang kebaikan-kebaikannya. Jadilah karomahnya seperti perkara yang mubah. (Syarah Al-Aqidah At-Thohawiyah hal 495)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[59] Al-Jadawil hal 21 dan Syarah Al-Aqidah At-Thohawiyah hal 494&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[60] Syarah Al-Aqidah At-Thohawiyah hal 495&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[61] Majalah As-Sunnah hal 30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-2229154256151740775?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/2229154256151740775/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/06/perbedaan-antara-wali-wali-allah-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/2229154256151740775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/2229154256151740775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/06/perbedaan-antara-wali-wali-allah-dan.html' title='Perbedaan antara wali-wali Allah dan wali-wali syaithon'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-1095463068852070291</id><published>2010-06-18T00:33:00.000+07:00</published><updated>2010-06-18T00:33:00.758+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>KEUTAMAAN BERPUASA</title><content type='html'>1.       URGENSI SHAUM DALAM TAZKIYAH NAFS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum puasa menjadi sarana pembentukan kepribadian yang sangat efektif dan optimal. Dalam banyak bukti kita temukan bahwa salah satu bekal penting untuk menghadai tantang besar adalah dengan berpuasa. Seperti yang terjadi pada kuda aduan sebelum berpacu, dsb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang beriman berpuasa menjadi car efektif dalam membentuk kebiasaan-kebiasaan baik dalam kehidupan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Puasa, melatih kesabaran dan menjadikan hidup bermakna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kesabaran menjadi puncak kematangan pribadi seseorang dalam medan apapun, maka berpuasa melatih seseorang untuk bersabar. Rasulullah bersabda :”Puasa adalah separoh kesabaran” HR At Tirmidziy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpuasa melatih seseorang untuk membiasakan diri dengan hidup bermakna, karena dengan berpuasa seseorang dilatih untuk tidak mengerjakan sesuatu yang tidak berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Puasa sarana mencapai puncak ketaqwaan   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketaqwaan adalaj standar normatif pergaulan manusia dalam Islam. Firman Allah : ”Sesungguhnya yang paling mulia di antaramu adalah yang paling bertaqwa” QS. 49:13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketaqwaan menjadi standar keberuntungan hidup seseorang. (QS, As Syams : 7-10) , dan puasa seperti yang diseruakan Allah SWT membentuk orang yang bertaqwa, (QS. 2:183)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       RAHASIA DAN SYARAT SHAUM SECARA BATIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shaum yang efektif dalam membentuk kepribadian adalah shaum yang tidak hanya berhenti makan dan minun akan tetapi shaum yang  dilakukan dengan memenuhi adab-adab berikut ini, yaitu : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengendalikan keingainan makan dan minum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengendalikan keinginan nafsu seksual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengendalikan pandangan mata dari pemandangan terlarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengendalikan mulut dari ucapan tercela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengendalikan telinga dari pendengaran tercela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengendalikan tangan, kaki dan anggota badan lainnya dari perbuatan sia-sia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       DERAJAT SHAUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam shaum dikenal tiga tingkatan yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa Awam, yaitu puasa yang hanya dengan mencegah keingan perut dan kemaluan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa Khusus, yaitu dengan tidak hanya meninggalkan makan, minum dan seksual, tetapi sudah berusaha mencegah pendengaran, penglihatan, ucapan, dan anggota badan lainnya dari perbuatan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa Khusus-al Khusus, yaitu puasa yang tidak hanya menahan diri dari perbuatan dosa akan tetapi sudah mampu mengendalikan keinginan hati dan fikiran dari keinginan-keinginan randah (duniawi) dan hal-hal yang tidak berguna di hadapan Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.       MACAM-MACAM SHAUM SUNNAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa sunnah dapat dikelompokkan dalam pereodisasi berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usbu’iyyah (pekanan), seperti puasa hari Senin dan Kamis,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahriyyah (bulanan), seperti puasa Ayyamul-Bidh (hari-hari terang bulan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanawiyyah (tahunan), seperti puasa hari Arafah bagi yang tidak sedang beribadah haji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-1095463068852070291?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/1095463068852070291/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/06/keutamaan-berpuasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/1095463068852070291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/1095463068852070291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/06/keutamaan-berpuasa.html' title='KEUTAMAAN BERPUASA'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-2825118985639649465</id><published>2010-06-17T00:28:00.000+07:00</published><updated>2010-06-17T00:28:00.349+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Aqidah Islam  Jalan Lurus Mencapai Kebahagian</title><content type='html'>(Al Balagh Ed.24 Dzulqa'dah1427 H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun orang di kalangan kaum muslimin pasti pernah mendengar kata ‘aqidah’. Di berbagai kesempatan yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat keagamaan perkataan ini sering terucap. Bahkan para ustadz, kiyai dan da’i menyatakan bahwa aqidah merupakan pondasi bangunan Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sebenarnya faedah dan keutamaan dari aqidah Islam itu ? tulisan berikut akan sedikit mengulas tentang hal tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilal adalah seorang budak hitam milik seorang qurays yang bernama Umayah. Ketika terbit cahaya Islam, Bilal merupakan salah seorang yang Allah beri hidayah untuk merasakan cahaya Islam tersebut. Beliau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah. Kian hari semakin kokoh dan subur benih Islam di hati beliau. Sampai suatu ketika tuan beliau yang masih kafir mengetahui keislaman beliau dan murka. Bilal dipaksa untuk kembali kepada kekafiran dan beribadah kepada beragam sesembahan yang ada. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Iman yang bersemayam di hati Bilal membuatnya tegar menghadapi berbagai siksaan yang luar bisa kejamnya. Bilal disiksa dengan dijemur di tengah terik matahari padang pasir, ditindih tubuhnya dengan batu besar dan disiksa dengan berbagai siksaan lain yang luar biasa kejam. Namun di saat diuji dengan siksaan itu, hati beliau merasakan sejuknya sebuah keimanan, sehingga terlontar dari mulut beliau yang mulia....Ahad (Allah Maha Esa)...Ahad...        Kita akan terheran, dan mungkin akan segera bertanya mengapa Bilal dan para sahabat yang lain begitu tegarnya menghadapi ujian, intimidasi dan siksaan yang seberat itu ? Jawabnya adalah, karena mereka telah mendapatkan sebuah kebahagiaan yang hakiki. Kebahagiaan yang tidak banyak dipahami oleh kebanyakan orang. Karena umumnya manusia menyatakan bahwa bahagia itu adalah kekayaan yang melimpah, rumah indah, kendaraan mewah dan terpenuhinya segala fasilitas keduniaan. Memang itu semua adalah pendukung kebahagiaan di dunia, namun dalam dataran kehidupan, kita banyak menemukan orang yang telah terpenuhi segala materi dunianya tetap saja merasakan kesumpekan hidup, tidak tenang, stress, bahkan tak jarang mengakhiri kehidupannya dengan bunuh diri... naudzubillah min dzaalik. Inikah kebahagiaan ?                       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada pula yang akan berkata, kalau demikian bahagia itu harus meninggalkan urusan dunia, hidup miskin, mengembara, tidak usah punya isteri dan keluarga atau………...? Itu juga bukan sebuah kebahagiaan yang benar, karena kebahagiaan bisa dinikmati oleh si kaya maupun si miskin, tua atau muda dan segala kalangan.              &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal ini para ulama mendefinisikan, kebahagiaan adalah  ketenangan hati, lapangnya dada, dan merasa cukup dengan pemberian Allah. Itulah kebahagiaan, dan segalanya hanya bisa diraih dengan keimanan yang benar, sebagaimana sabda Nabi .shallallaahu alaihi wasallam “Sungguh mengherankan perkaranya orang mukmin, karena setiap perkaranya akan baik baginya, apabila dia mendapatkan kenikmatan maka dia bersyukur dan itu baik bagi dia, dan apabila ia mendapatkan musibah maka ia bersabar maka itupun baik bagi dia” (HR Bukhari).                &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah peran sebuah keimanan atau aqidah yang benar, yang mengantarkan seseorang kepada kebahagiaan yang sebenarnya. Dunia memang tidak pernah sepi dari kesedihan dan kesenangan, kemudahan dan kesukaran. Menghadapi hal tersebut seorang insan muslim yang beraqidah lurus akan selalu tegar menghadapi goncangan badai kehidupan. aneka ragam musibah, seperti kekurangan harta, kekurangan jiwa (kematian anak atau keluarga), kekurangan bahan pangan, pakaian atau ancaman, insya Allah akan mampu diatasi dengan ketegaran. Di dalam hatinya dipenuhi rasa harap kepada Allah, ketergantungan kepada Allah, tawakkal, sabar , dan ridha terhadap ketentuan Allah. Tak goyah imannya dengan ujian-ujian tersebut bahkan semakin kokoh, mendorongnya untuk lebih mendekat kepada Allah dan mengikhlaskan doa hanya kepadaNya semata. Ia mengaplikasikan sabda Rasulullah shallalllahu alaihi wa sallam “Apabila engkau meminta mintalah kepada Allah dan apabila engkau memohon pertolongan maka mohonlah kepada Allah.” (H.R. Tirmidzi).              &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka disaat itulah bertambah ketenangan dan kebahagiaan di dalam hatinya, yang kebahagiaan itu tak dirasakan oleh mereka yang tak kenal akan Tuhannya. Ia pun yakin akan firman Allah : “Apabila Allah menimpakan bahaya kepadamu maka tidak ada yang mampu mengangkatnya kecuali Dia.” (QS Al An ‘am). Hal tersebut di atas berbeda dengan mereka yang lemah aqidah dan imannya. Ujian yang datang sering membuat goncang, putus asa, mengumpat takdir atau terkadang lari kepada hal-hal yang lemah seperti meminta bantuan paranormal atau jin. Insan yang beraqidah lurus akan menjadi pribadi yang penuh dengan keindahan. Hal ini karena jelasnya tujuan hidup yang ia miliki, hendak kemana, untuk apa dan mengapa dia hidup di dunia. Maka jelaslah arah perjalan dia, sangat pasti ia melangkah dan tak ragu-ragu untuk menapak kehidupan. Ia sangat paham dengan tujuan hidup dia…….                 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu.” (QS Adz dzariyat : 56).                                                         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, penggalian nilai-nilai kesempurnaan Islam yang diawali dengan aqidah adalah hal yang tak tertawarkan lagi.&lt;br /&gt;Mari kembali kepada Islam... !&lt;br /&gt;Wallallahu a’lam bish shawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-2825118985639649465?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/2825118985639649465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/06/aqidah-islam-jalan-lurus-mencapai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/2825118985639649465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/2825118985639649465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/06/aqidah-islam-jalan-lurus-mencapai.html' title='Aqidah Islam  Jalan Lurus Mencapai Kebahagian'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-5191293440842519439</id><published>2010-06-16T00:10:00.000+07:00</published><updated>2010-06-16T00:10:00.921+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>AFATUL LISAN</title><content type='html'>TUJUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan penjelasan materi ini pemirsa diharapkan mampu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Mengungkapkan keutamaan diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Menunjukkan perintah berkata baik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       Menunjukkan  bahaya yang ditimbulkan oleh lisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.       Menunjukkan jenis-jenis ucapan berbahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.       Menunjukkan cara menghindarkan diri dari penyakit lisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POKOK-POKOK MATERI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       PERINTAH BERKATA BAIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan berbicara adalah salah satu kelebihan yang Allah berikan kepada manusia, untuk berkomunikasi dan menyampaikan keinginan-keinginannya dengan sesama manusia. Ungkapan yang keluar dari mulut manusia bisa berupa ucapan baik, buruk, keji, dsb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kemampuan berbicara yang menjadi salah satu ciri manusia ini menjadi bermakna dan bernilai ibadah, Allah SWT menyerukan umat manusia untuk berkata baik dan menghindari perkataan buruk. Allah SWT berfirman : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan katakan kepada hamba-hamba-Ku. “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar) sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” QS. 17: 53&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…” QS. 16:125&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” HR. Muttafaq alaih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Takutlah pada neraka, walau dengan sebiji kurma. Jika kamu tidak punya maka dengan ucapan yang baik “ Muttafaq alaih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ucapan yang baik adalah sedekah” HR. Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       KEUTAMAAN DIAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya yang ditimbulkan oleh mulut manusia sangat besar, dan tidak ada yang dapat menahannya kecuali diam. Oleh karena itu dalam agama kita dapatkan anjuran diam dan perintah pengendalian bicara. Sabda Nabi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Barang siapa yang mampu menjamin kepadaku antara dua kumisnya (kumis dan jenggot), dan antara dua pahanya, saya jamin dia masuk sorga” HR. Al Bukhariy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak akan istiqamah iman seorang hamba sehingga istiqamah hatinya. Dan tidak akan istiqamah hati seseorang sehingga istiqamah lisannya” HR Ahmad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah ditanya tentang perbuatan yang menyebabkan masuk surga, Rasul menjawab : “Bertaqwa kepada Allah dan akhlaq mulia”. Dan ketika ditanya tentang penyebab masuk neraka, Rasul menjawab : “dua lubang, yaitu mulut dan kemaluan” HR. At Tirmidziy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang bisa menjaga mulutnya, Allah akan tutupi keburukannya” HR. Abu Nuaim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud berkata : “Tidak ada sesuatupun yang perlu lebih lama aku penjarakan dari pada mulutku sendiri”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Darda berkata : “Perlakukan telinga dan mulutmu dengan obyektif. Sesungguhnya diciptakan dua telinga dan satu mulut, agar kamu lebih banyak mendengar dari pada berbicara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       MACAM-MACAM AFATUL-LISAN, PENYEBAB DAN TERAPINYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan yang keluar dari mulut kita dapat dikategorikan dalam empat kelompok : murni membahayakan,  ada bahaya dan manfaat, tidak membahayakan dan tidak menguntungkan, dan  murni menguntungkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan yang murni membahayakan maka harus dijauhi, begitu juga yang mengandung bahaya dan manfaat. Sedangkan ucapan yang tidak ada untung ruginya maka itu adalah tindakan sia-sia, merugikan. Tinggallah yang keempat yaitu ucapan yang menguntungkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini akan kita bahas afatul lisan dari yang paling tersembunyi sampai yang paling berbahaya. Ada dua puluh macam bahaya lisan, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Berbicara sesuatu yang tidak perlu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda : “Di antara ciri kesempurnaan Islam seseorang adalah ketika ia mampu meninggalkan sesuatu yang tidak ia perlukan” HR At Tirmidziy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan yang tidak perlu adalah ucapan  yang seandainya anda diam tidak berdosa, dan  tidak akan membahayakan diri maupun orang lain. Seperti menanyakan sesuatu yang tidak diperlukan. Contoh pertanyaan ke orang lain “apakah anda puasa, jika dijawab YA, membuat orang itu riya, jika dijawab TIDAK  padahal ia puasa, maka dusta, jika diam tidak dijawab, dianggap tidak menghormati penanya. Jika menghindari pertanyaan itu dengan mengalihkan pembicaraan maka menyusahkan orang lain mencari – cari bahan, dst.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit ini disebabkan oleh keinginan kuat untuk mengetahui segala sesuatu. Atau basa-basi untuk menunjukkan perhatian dan kecintaan, atau sekedar mengisi waktu dengan cerita-cerita yang tidak berguna. Perbuatan ini termasuk dalam perbuatan tercela. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapinya adalah dengan menyadarkan bahwa waktu adalah modal yang paling berharga. Jika tidak dipergunakan secara efektif maka akan merugikan diri sendiri. selanjutnya menyadari bahwa setiap kata yang keluar dari  mulut akan dimintai pertanggung jawabannya. ucapan yang keluar bisa menjadi tangga ke sorga atau jaring jebakan ke neraka. Secara aplikatif kita coba melatih diri senantiasa diam dari hal-hal yang tidak diperlukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Fudhulul-Kalam ( Berlebihan dalam berbicara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan ini dikategorikan sebagai perbuatan tercela. Ia mencakup pembicaraan yang  tidak berguna, atau bicara sesuatu yang berguna namun melebihi kebutuhan yang secukupnya. Seperti sesuatu yang cukup dikatakan dengan satu kata, tetapi disampaikan dengan dua kata, maka kata yang kedua ini “fudhul” (kelebihan). Firman Allah : “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh  bersedekah, berbuat ma’ruf, atau perdamaian di antara manusia” QS.4:114. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda : “Beruntunglah orang yang dapat menahan kelebihan bicaranya, dan menginfakkan kelebihan hartanya “ HR. Al Baghawiy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim At Taymiy berkata : Seorang mukmin ketika hendak berbicara, ia berfikir dahulu, jika bermanfaat dia ucapkan, dan jika tidak maka tidak diucapkan. Sedangkan orang fajir (durhaka) sesungguhnya lisannya mengalir saja” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Yazid ibn Abi Hubaib :”Di antara fitnah orang alim adalah ketika ia lebih senang berbicara daripada mendengarkan. Jika orang lain sudah cukup berbicara, maka mendengarkan adalah keselamatan, dan dalam berbicara ada polesan, tambahan dan pengurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Al Khaudhu fil bathil (Melibatkan diri dalam pembicaraan yang batil) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan yang batil adalah pembicaraan ma’siyat, seperti menceritakan tentang perempuan, perkumpulan selebritis, dsb, yang tidak terbilang jumlahnya. Pembicaraan seperti ini adalah perbuatan haram, yang akan membuat pelakunya binasa. Rasulullah SAW bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya ada seseorang yang berbicara dengan ucapan yang Allah murkai, ia tidak menduga akibatnya, lalu Allah catat itu dalam murka Allah hingga hari kiamat” HR Ibn Majah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Orang yang paling banyak dosanya di hari kiamat adalah orang yang paling banyak terlibat dalam pembicaraan batil” HR Ibnu Abiddunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT menceritakan penghuni neraka. Ketika ditanya penyebabnya, mereka menjawab: “ …dan adalah kami membicarakan yang batil bersama dengan orang-orang yang membicarakannya” QS. 74:45  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap orang-orang yang memperolok-olokkan Al Qur’an, Allah SWT memperingatkan orang-orang beriman :”…maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian) tentulah kamu serupa dengan mereka.” QS. 4:140&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Al Jidal (Berbantahan dan Perdebatan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdebatan yang tercela adalah usaha menjatuhkan  orang lain  dengan menyerang dan mencela pembicaraannya, menganggapnya bodoh dan tidak akurat. Biasanya orang yang diserang merasa tidak suka, dan penyerang ingin menunjukkan kesalahan orang lain agar terlihat kelebihan dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini biasanya disebabkan oleh taraffu’ (rasa tinggi hati) karena kelebihan dan ilmunya, dengan menyerang kekurangan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda : “Tidak akan tersesat suatu kaum setelah mereka mendapatkan hidayah Allah, kecuali mereka melakukan perdebatan” HR. At Tirmidziy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik bin Anas berkata : “Perdebatan akan mengeraskan hati dan mewariskan kekesalan” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      Al Khusumah (pertengkaran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang yang berdebat menyerang pendapat orang lain untuk menjatuhkan lawan dan mengangkat kelebihan dirinya. Maka al khusumah adalah sikap ingin menang dalam berbicara (ngotot) untuk memperoleh hak atau harta orang lain, yang bukan haknya.  Sikap ini bisa merupakan reaksi atas orang lain, bisa juga dilakukan dari awal berbicara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah ra berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang bermusuhan dan suka bertengkar” HR. Al Bukhariy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.      Taqa’ur fil-kalam (menekan ucapan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taqa’ur fil-kalam maksudnya adalah menfasih-fasihkan ucapan dengan mamaksakan diri bersyaja’ dan menekan-nekan suara, atau penggunaan kata-kata asing. Rasulullah SAW bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku di hari kiamat, adalah orang-orang yang buruk akhlaknya di antara kamu, yaitu orang yang banyak bicara, menekan-nekan suara, dan menfasih-fasihkan kata”. HR. Ahmad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak termasuk dalam hal ini adalah ungkapan para khatib dalam memberikan nasehat, selama tidak berlebihan atau  penggunaan kata-kata asing yang membuat pendengar tidak memahaminya. Sebab tujuan utama dari khutbah adalah menggugah hati, dan merangsang pendengar untuk sadar. Di sinilah dibutuhkan bentuk-bentuk kata yang menyentuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.      Berkata keji, jorok dan caci maki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata keji, jorok adalah pengungkapan sesuatu yang dianggap jorok/tabu dengan ungkapan vulgar, misalnya hal-hal yang berkaitan dengn seksual, dsb. Hal ini termasuk  perbuatan tercela yang dilarang agama. Nabi bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jauhilah perbuatan keji. Karena sesungguhnya Allah tidak suka sesuatu yang keji dan perbuatan keji” dalam riwayat lain :”Surga itu haram bagi setiap orang yang keji”. HR. Ibnu Hibban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang mukmin bukanlah orang yang suka menghujat, mengutuk, berkata keji dan jorok” HR. At Tirmidziy.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang A’rabiy (pedalaman) meminta wasiat kepada Nabi : Sabda Nabi : “Bertaqwalah kepada Allah, jika ada orang yang mencela kekuranganmu, maka jangan kau balas dengan mencela kekurangannya. Maka dosanya ada padanya dan pahalanya ada padamu. Dan janganlah kamu mencaci maki siapapun. Kata A’rabiy tadi : “Sejak itu saya tidak pernah lagi mencaci maki orang”.  HR. Ahmad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Termasuk dalam dosa besar adalah mencaci maki orang  tua sendiri” Para sahabat bertanya : “Bagaimana seseorang mencaci maki orang tua sendiri ? Jawab Nabi: “Dia mencaci maki orang tua orang lain, lalu orang itu berbalik mencaci maki orang tuanya”. HR. Ahmad.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan keji dan jorok disebabkan oleh kondisi jiwa yang kotor, yang menyakiti orang lain, atau karena kebiasaan diri akibat pergaulan dengan orang-orang fasik (penuh dosa) atau orang-orang durhaka lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.      La’nat (kutukan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab munculnya kutukan pada sesama manusia biasanya adalah satu dari tiga sifat berikut ini, yaitu : kufur, bid’ah dan fasik.  Dan tingkatan kutukannya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.       Kutukan dengan menggunakan sifat umum, seperti : semoga Allah mengutuk orang kafir, ahli bid’ah dan orang-orang fasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.       Kutukan dengan sifat yang lebih khusus, seperti: semoga kutukan Allah ditimpakan kepada kaum Yahudi, Nasrani dan Majusi, dsb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.       Kutukan kepada orang tertentu, seperti : si fulan la’natullah. Hal ini sangat berbahaya kecuali kepada orang-orang tertentu yang telah Allah berikan kutukan seperti Fir’aun, Abu Lahab, dsb. Dan orang-orang selain yang Allah tentukan itu masih memiliki kemungkinan lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutukan yang  ditujukan kepada binatang, benda mati , atau orang tertentu yang tidak Allah tentukan kutukannya, maka itu adalah perbuatan tercela yang haus dijauhi. Sabda Nabi : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Orang beriman bukanlah orang yang suka mengutuk” HR At Tirmidziy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kamu saling mengutuk dengan kutukan Allah, murka-Nya maupun jahanam” HR. At Tirmidziy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang  yang saling mengutuk tidak akan mendapatkan syafaat dan menjadi saksi di hari kiamat” HR. Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.      Ghina’ (nyanyian) dan Syi’r (syair)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syair adalah ungkapan yang jika baik isinya maka baik nilainya, dan jika buruk isinya buruk pula nilainya. Hanya saja tajarrud ( menfokuskan diri) untuk hanya bersyair adalah perbuatan tercela. Rasulullah SAW bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya memenuhi rongga dengan nanah, lebih baik dari pada memenuhinya dengan syair” HR Muslim. Said Hawa mengarahkan hadits ini pada syair-syair yang bermuatan buruk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyair secara umum bukanlah perbuatan terlarang jika di dalamnya tidak terdapat ungkapan yang buruk. Buktinya Rasulullah pernah memerintahkan Hassan bin Tsabit untuk bersyair melawan syairnya orang kafir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.  Al Mazah (Sendau gurau) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum mazah adalah perbuatan tercela yang dilarang agama, kecuali sebagian kecil saja yang diperbolehkan. Sebab dalam gurauan sering kali terdapat kebohongan, atau pembodohan teman. Gurauan yang diperbolehkan adalah gurauan yang baik, tidak berdusta/berbohong, tidak menyakiti orang lain,  tidak berlebihan dan tidak menjadi kebiasaan. Seperti gurauan Nabi dengan istri dan para sahabatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan bergurau akan membawa seseorang pada perbuatan yang kurang berguna. Disamping itu kebiasaan ini akan menurunkan kewibawaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khatthab berkata : “Barang siapa yang banyak bercanda, maka ia akan diremehkan/dianggap hina”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Said ibn al Ash berkata kepada anaknya : “Wahai anakku, janganlah bercanda dengan orang mulia, maka ia akan dendam kepadamu, jangan pula bercanda dengan bawahan maka nanti akan melawanmu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.  As Sukhriyyah (Ejekan) dan Istihza’( cemoohan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukhriyyah berarti meremehkan orang lain dengan mengingatkan aib/kekurangannya  untuk ditertawakan, baik dengan cerita lisan atau peragaan di hadapannya. Jika dilakukan tidak di hadapan orang yang bersangkutan disebut ghibah (bergunjing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan ini terlarang dalam agama. Firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka yang diolok-olok lebih baik dari mereka yang mengolok-olok  dan janganlah pula wanita-wanita mengolok-olok wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita yang diolok-olok itu lebih baik dari yang mengolok-olok “ QS. 49:11 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muadz bin Jabal ra. berkata : Nabi Muhammad SAW bersabda : “ Barang siapa yang mencela dosa saudaranya yang telah bertaubat, maka ia tidak akan mati sebelum melakukannya” HR. At Tirmidziy &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.  Menyebarkan rahasia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyebarkan rahasia adalah perbuatan terlarang. Karena ia akan mengecewakan orang lain, meremehkan hak sahabat dan orang yang dikenali. Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang yang paling buruk tempatnya di hari kiamat, adalah orang laki-laki yang telah menggauli istrinya, kemudian ia ceritakan rahasianya”.  HR. Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.  Janji palsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulut sering kali cepat berjanji, kemudian hati mengoreksi dan memutuskan tidak memenuhi janji itu. Sikap ini menjadi pertanda kemunafikan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah : “Wahai orang-orang beriman tepatilah janji…” QS 5:1 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujian Allah SWT pada Nabi Ismail as: “Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya..” QS 19:54&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda : “ada tiga hal yang jika ada pada seseorang maka dia adalah munafiq, meskipun puasa, shalat, dan mengaku muslim. Jika berbicara dusta, jika berjanji ingkar, dan jika dipercaya khiyanat” Muttafaq alaih dari Abu Hurairah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.  Bohong dalam berbicara dan bersumpah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbohong dalam hal ini adalah dosa yang paling buruk dan cacat yang paling busuk. Rasulullah SAW bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya berbohong akan menyeret orang untuk curang. Dan kecurangan akan menyeret orang ke neraka. Dan sesungguhnya seseorang yang berbohong akan terus berbohong hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai  pembohong” Muttafaq alaih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada tiga golongan yang Allah tidak akan menegur dan memandangnya di hari kiamat, yaitu : orang yang membangkit-bangkit pemberian, orang yang menjual dagangannya dengan sumpah palsu, dan orang yang memanjangkan kain sarungnya” HR Muslim.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Celaka orang berbicara dusta untuk ditertawakan orang, celaka dia, celaka dia” HR Abu Dawud dan At Tirmidziy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.  Ghibah (Bergunjing)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghibah adalah perbuatan tercela yang dilarang agama. Rasulullah pernah bertanya kepada para sahabat tentang arti ghibah. Jawab para sahabat: ”Hanya Allah dan Rasul-Nya yang mengetahui”. Sabda Nabi: “ghibah adalah menceritakan sesuatu dari saudaramu, yang jika ia mendengarnya ia tidak menyukainya.” Para sahabat bertanya : “Jika yang diceritakan itu memang ada? Jawab Nabi : ”Jika memang ada itulah ghibah, jika tidak ada maka kamu telah mengada-ada” HR Muslim.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur’an menyebut perbuatan ini sebagai memakan daging saudara sendiri (QS. 49:12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghibah bisa  terjadi dengan berbagai macam cara, tidak hanya ucapan, bisa juga tulisan, peragaan. dsb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang mendorong terjadinya ghibah adalah hal-hal berikut ini : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Melampiaskan kekesalan/kemarahan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Menyenangkan teman atau partisipasi bicara/cerita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       Merasa akan dikritik atau dcela orang lain, sehingga orang yang dianggap hendak mencela itu jatuh lebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.       Membersihkan diri dari keterikatan tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.       Keinginan untuk bergaya dan berbangga, dengan mencela lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.       Hasad/iri dengan orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.       Bercanda dan bergurau, sekedar mengisi waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.       Menghina dan meremehkan orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi ghibah sebagaimana terapi penyakit akhlak lainnya yaitu dengan ilmu dan amal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum ilmu yang menyadarkan bahwa ghibah itu berhadapan dengan murka Allah. Kemudian mencari sebab apa yang mendorongnya melakukan itu. Sebab pada umumnya penyakit itu akan mudah sembuh dengan meotong penyebabnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menceritakan kekurangan orang lain dapat dibenarkan  jika terdapat alasan berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Mengadukan kezaliman orang lain kepada qadhi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Meminta bantuan untuk merubah kemunkaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       Meminta fatwa,seperti yang dilakukan istri Abu Sufyan pada Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.       Memperingatkan kaum muslimin atas keburukan seseorang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.       Orang yang dikenali dengan julukan buruknya, seperti al a’raj (pincang), dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.       Orang yang diceritakan aibnya, melakukan itu dengan terang-terangan (mujahir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal penting yang harus dilakukan seseorang yang telah berbuat ghibah adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Menyesali perbuatan ghibahnya itu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Bertaubat, tidak akan mengualnginya lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       Meminta maaf/dihalalkan dari orang yang digunjingkan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.  Namimah (adu domba)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namimah adalah menyampaika pembicaraan seseorang kepada orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17.  Perkataan yang berlidah dua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.  Menyanjung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.  Kurang cermat dalam berbicara (asal bunyi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20.  Melibatkan diri secara bodoh pada beberapa pengetahuan dan pertanyaan yang menyulitkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-5191293440842519439?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/5191293440842519439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/06/afatul-lisan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/5191293440842519439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/5191293440842519439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/06/afatul-lisan.html' title='AFATUL LISAN'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-8659589216107328263</id><published>2010-06-15T00:25:00.001+07:00</published><updated>2010-06-15T00:25:00.214+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Bagaimana Anda Berkurban ?</title><content type='html'>(Al Balagh Ed.72/Th.II/8 Dzulhijjah 1427 H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya, berkurban itu hanya disyari’atkan bagi orang yang masih hidup, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya, mereka berkurban atas nama diri mereka dan keluarga mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun apa yang dikira oleh sebagian orang awam bahwa berkurban hanya bagi orang yang sudah mati saja, adalah tidak ada dasarnya. Berkurban atas nama orang yang sudah mati ada tiga macam: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Menyembelih kurban atas nama orang yang sudah mati dengan diikutkan kepada orang yang masih hidup. Seperti: bila seseorang berkurban atas nama dirinya sendiri dan keluarganya, baik yang masih hidup atau yang sudah mati. Dasarnya: kurban yang dilakukan oleh Rasulullah  atas nama diri beliau dan ahli baitnya, padahal diantara mereka ada yang sudah mati. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Menyembelih kurban atas nama orang yang sudah mati, untuk melaksanakan wasiatnya. Dasarnya: “Maka barangsiapa yang mengubah wasiat itu setelah ia mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah: 181) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Menyembelih kurban dan menghadiahkan pahalanya untuk orang yang sudah mati; hal ini boleh. Dan para fuqaha’ madzhab Hambali telah menegaskan bahwa pahalanya sampai kepada orang yang sudah mati dan bermanfaat baginya, dikiaskan kepada sedekah untuk orang yang sudah mati.  Namun, kami tidak berpandangan bahwa mengkhususkan kurban untuk orang yang sudah mati termasuk sunnah, karena Nabi tidak pernah berkurban khusus atas nama orang yang telah mati; tidak pernah berkurban atas nama paman beliau Hamzah, padahal dia adalah orang yang paling dihormatinya, tidak pernah pula berkurban atas nama anak-anaknya yang sudah mati lebih dahulu, dan tidak pernah pula berkurban atas nama istrinya Khadijah, padahal dia istrinya yang tercinta. Tidak pernah juga diriwayatkan bahwa salah seorang sahabat, semasa beliau, menyembelih kurban atas nama seseorang dari kerabatnya yang sudah mati.Dan kami berpendapat bahwa tidak benar apa yang dilakukan sebagian orang, yaitu: menyembelih kurban setahun setelah wafatnya seseorang dengan meyakini bahwa tidak boleh ada orang lain yang disertakan dalam pahalanya; atau menyembelih binatang sebagai sedekah bagi orang yang sudah mati, atau berdasarkan wasiatnya, sementara mereka tidak menyembelih kurban atas nama diri mereka sendiri dan keluarganya. Andaikata mereka tahu bahwa apabila seseorang menyembelih kurban dari harta kekayaannya atas nama dirinya sendiri dan juga keluarganya telah mencakup keluarganya yang hidup maupun yang telah mati, niscaya mereka tidak berpaling dari sunnah ini kepada perbuatan mereka itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LARANGAN BAGI ORANG YANG HENDAK BERKURBAN                 &lt;br /&gt;Jika seseorang berniat hendak berkurban dan telah masuk bulan Dzulhijjah, maka dilarang baginya mencabut atau memotong sesuatu dari rambut, kuku, atau kulitnya sampai dia menyembelih binatang kurbannya. Karena diriwayatkan dari Ummu Salamah, bahwa Nabi telah bersabda: “Apabila telah masuk sepuluh hari bulan Dzulhijjah dan seseorang di antara kamu hendak berkurban; maka supaya menahan diri terhadap rambut dan kukunya.” (HR. Imam Ahmad dan Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain disebutkan; “Maka jangan menyentuh sesuatu dari rambut atau pun kulitnya sehingga ia menyembelih binatang kurbannya.”     Dan jika berniat menyembelih kurban di antara sepuluh hari tersebut, hendaklah ia menahan diri dari larangan tersebut mulai saat berniat. Sedangkan apa yang telah dicabut atau dipotongnya sebelum itu, maka tidak apa-apa.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hikmah dalam larangan ini, bahwa orang yang berkurban karena mengikuti jama’ah haji dalam sebagian amalan manasik, yaitu bertaqarrub kepada Allah dengan menyembelih kurban maka ia pun mengikutinya dalam sebagian larangan ihram, yaitu: dengan menahan diri dari memotong rambut dan lain-lainnya. Karena itu, diperbolehkan bagi keluarga orang yang hendak menyembelih kurban untuk mencabut atau memotong rambut, kuku dan kulitnya pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Hukum ini khusus bagi orang yang hendak menyembelih kurban saja. Sedang keluarganya atau orang yang menjadi wakilnya, tidak ada kaitannya dengan larangan ini. Karena Nabi bersabda: “Dan seseorang diantara kamu hendak berkurban...”, beliau tidak mengatakan: “... atau orang-orang yang diwakilinya dalam berkurban”; dan karena Nabi ketika menyembelih kurban atas nama keluarganya tidak disebutkan bahwa beliau menyuruh mereka juga untuk menahan diri dari larangan tadi. Apabila orang yang hendak menyembelih kurban mencabut atau memotong sesuatu dari rambut, kuku atau kulitnya; maka hendaklah ia bertaubat kepada Allah l dan tidak mengulanginya lagi. Tidak ada kafarat (denda) yang harus dibayarnya dan tidak pula menghalanginya untuk melaksanakan kurbannya, sebagaimana yang disangka oleh sebagian orang awam.     Kalaupun dia mencabut atau memotong sesuatu dari hal-hal tersebut karena lupa, atau tidak tahu, atau karena memang terlepas tanpa sengaja, maka tidak apa-apa. Namun jika memerlukan untuk dicabut atau dipotong; seperti karena terkoyak kukunya sehingga merasa sakit dan perlu dipotong, atau rambutnya masuk ke mata dan perlu dicabut, atau rambutnya perlu dipotong untuk pengobatan luka dan semisalnya; maka dalam keadaan seperti ini boleh dia melakukannya dan tidak apa-apa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disarikan dari:  Talkhis Kitab Ahkamul Udhiyah Wadz-Dzakah &lt;br /&gt;Oleh:  Syaikh Muhammad bin Sha1eh Al ‘Utsaimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-8659589216107328263?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/8659589216107328263/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/06/bagaimana-anda-berkurban.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/8659589216107328263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/8659589216107328263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/06/bagaimana-anda-berkurban.html' title='Bagaimana Anda Berkurban ?'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-5189808222959691407</id><published>2010-06-14T00:07:00.000+07:00</published><updated>2010-06-14T00:07:00.255+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Perdamaian Dunia</title><content type='html'>oleh: Adian Husaini/Sekjen KISDI &lt;br /&gt;Republika (12/01/2002)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan perdamaian di bumi Palestina semakin pupus dan kenyataan ini diamini oleh Ribhi Awad, Dubes Palestina untuk Indonesia. Dari hari ke hari, Israel – Palestina saling serang menyerang dengan kondisi kekuatan yang tidak seimbang. "Aksi syahadah" semakin banyak dilakukan oleh aktivis Perlawanan Palestina. Dari 36 aksi syahadah dari September 2000, sekitar 19 kali dilakukan oleh Hamas dan jatuh korban 91 orang. Sampai berita terakhir, Israel telah membunuh 760 warga Palestina dan jatuh korban di pihak Israel sekitar 223 orang.&lt;br /&gt;Persoalan Palestina bertambah pelik ketika Israel putuskan hubungan dengan Arafat setelah aksi bom Palestina, karena. Arafat dituding bertanggungjawab atas aksi tersebut. Jalan perdamaian menjadi pupus karena tokoh ini "bisa diajak kompromi" oleh Israel.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Publik Israel juga mendukung keputusan Ariel Sharon itu. Dari hasil polling harian Yediot Aharonot, 53 persen responden menginginkan Arafat dipecat,.24 persen berharap Arafat dibunuh..&lt;br /&gt;Dengan menahan Sheikh Ahmad Yassin, menangkap 180 aktivis Palestina, Israel tidak puas. Tekanan Israel dan AS menjadikan posisi Arafat sulit.&lt;br /&gt;Arafat juga dilarang menghadiri perayaan Natal di Bethlehem. Walau dunia internasional mengecam kebijakan itu, namun publik Israel mendukung keputusan itu. Dari polling koran The Jerusalem Post (26/12/01), 73 persen responden setuju tindakan keras terhadap Arafat.&lt;br /&gt;Sesudah Ariel Sharon menjadi perdana menteri, bulan Juni 2002, aksi-aksi kekerasan di Palestina sudah diduga meningkat, pamor kelompok-kelompok garis keras di Palestina naik dan jalan perdamaian menjadi buntu.&lt;br /&gt;Hamas semakin popular di tengah aksi kekerasan ini. Dari Time (17/12/01), Johanna McGeary mencatat "Hamas adalah kelompok yang paling dominant pada 14 bulan terakhir setelah diplomasi gagal dan kekerasan meningkat di Palestina."&lt;br /&gt;Dari sejumlah polling, popularitas Hamas terbukti melampaui partai Arafat. Para pemuda Hamas bersemangat menyambut panggilan syahid. Israel diyakini sebagai "komunitas asing" di tanah Islam.&lt;br /&gt;Aksi-aksi intifadah yang dilakukan oleh Hamas, Jihad Islam, dan faksi Fatah PLO didukung rakyat Palestina dan negara-negara Arab lainnya. Sekitar 60-70 persen rakyat Palestina mendukung aksi ini dan OKI menolak Hamas, Hizbullah, dan Jihad Islam sebagai kelompok "teroris". Menlu Saudi Pangeran Saud al-Faisal menyatakan: "Seseorang yang berjuang untuk kemerdekaan negerinya bukanlah teroris."&lt;br /&gt;Di kampus, popularitas Hamas semakin naik, sedangkan Arafat turun. Di Universitas Nasional An Najah, Nablus, kursi Hamas naik dari 42 menjadi 48; kursi Partai Fatah turun dari 34 menjadi 28. "Dalil" sederhana dalam politik Palestina berlaku: "When Palestinians lose faith in the peace process, the popularity of Hamas rises".&lt;br /&gt;Dengan kondisi ini dan ortodoksi di masyarakat Israel sendiri, upaya perdamaian menjadi pupus. AS juga bersikap tidak netral, seperti tuduhan negeri adigdaya ini atas kasus kapal Karina.&lt;br /&gt;Arafat mengaku sendiri atas sikap utusan AS, Anthony Zinni. Zinni dikabarkan terus menekan Arafat agar menangkap pelaku pemboman itu.&lt;br /&gt;Pokok persoalan terletak pada Ariel Sharon yang membekukan perundingan Israel-Palestina dan menolak hasil-hasil perundingan yang dicapai oleh Ehud Barak.&lt;br /&gt;Salah satu kesepakatan antara Sharon dan Barak adalah kesediaan Barak "mengakui" perjanjian damai dengan Palestina sebatas yang telah diratifikasi oleh parlemen (Knesset). Sharon berarti menang karena membatalkan semua konsesi yang diberikan pemerintah Israel kepada Palestina. Di lain pihak, pada Perundingan Taba, Mesir pada akhir Januari 2001, Ehud Barak menawarkan pengembalian 90 persen wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza kepada Palestina serta berbagi kedaulatan atas Jerusalem dengan Palestina.&lt;br /&gt;Sikap Sharon-Barak sejalan dengan AS. Mary Ellen Countryman, jubir Dewan Keamanan Nasional, pada Kamis (8/2/01) menyatakan semua usul perdamaian di bawah Presiden Bill Clinton batal. Pada KTT Camp David II, Juli 2000 Ehud Barak menyetujui draft perdamaian final dari AS, yaitu: penyerahan 95 persen wilayah Tepi Barat dan pembagian kedaulatan Jerusalem Timur. Di bawah Sharon, penyerahan wilayah Tepi Barat sebesar 42 persen dan tanpa pembagian kota Jerusalem.&lt;br /&gt;Dengan kata lain, terdapat tiga Perjanjian yang diakui Israel: Perjanjian Oslo 1993, Perjanjian Wye River 1988, dan Wye River II (Perjanjian Shamal Sheikh), 1999.&lt;br /&gt;Menurut Perjanjian Oslo, Palestina harus berdiri pada 4 Mei 1999, namun Israel menunda butir perjanjian ini dengan alasan pemilu. Menurut Perjanjian Wye River, Israel mundur dari 13,1 persen wilayah Tepi Barat, namun aplikasinya diganjal Netanyahu dengan alasan Palestina tidak memenuhi komitmennya. Kemudian, Menurut Perjanjian Sharm Al-Sheikh, ditentukan perundingan final Israel-Palestina akan dimulai 13 September 1999 dan berlangsung selama satu tahun. Berarti, pada 13 September 2000, sudah berdiri negara Palestina. Dalam hal ini, Israel tetap menolak memenuhi komitmennya. Kemudian, KTT Camp David II digelar, tetapi gagal mencapai kesepakatan final.&lt;br /&gt;Intifada kedua meletus. Rakyat Israel memilih Ariel Sharon. Kini terjadi eskalatif kekerasan di Palestina dan dapat dikatakan harapan perdamaian kian pupus. Untuk mencegah meluasnya peperangan di Palestina, penyeimbangan kekuatan di antara pihak yang terlibat konflik perlu dilakukan. Dominasi militer Israel (dan AS) dalam masalah Palestina telah menyebabkan satu pihak berlaku zalim terhadap yang lain. Dengan semena-mena. Mau tidak mau, Dunia Islam harus menjadi kekuatan pengimbang untuk berhadapan dengan Israel dan AS.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Komentar:&lt;br /&gt;1. Secara garis besar, tulisan saudara Adian Husaini menarik dan berbicara secara objektif serta menerapkan cover both sides. Pihak Israel sendiri baik rakyat dan pemimpinnya mengambil kebijakan garis keras. Kelompok-kelompok Yahudi baik agama maupun sayap kiri dan kanan bersikap orthodoks. Kebijakan dan sikap Israel yang mengambil garis keras ini dijawab oleh pihak Palestina, terutama kelompok Perlawanan Palestina Hamas, Jihad Islam dan sayap Fatah di bawah Arafat sendiri.&lt;br /&gt;2. Walau Adian Husaini berupaya bersikap objektif, tetapi dia masih terkena bias media massa Barat, yang notabene didominasi Yahudi. Adian diakhir tulisan ini menyatakan bahwa konflik Palestina-Israel ini tidak seimbang atau berat sebelah, namun di sejumlah bagian tulisannya dinyatakan aksi penyerangan saling berganti. Kedua pernyataan ini harus diletakkan secara komparatif. Upaya perlawanana Palestina untuk menyeimbangi Israel dengan kemampuan persenjataan dan intelijen modern sangat jauh di atas rata-rata kemampuan persenjataan dan intelijen aktivis Perlawanan Palestina. Oleh karena itu, tidak ada keseimbangan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-5189808222959691407?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/5189808222959691407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/06/perdamaian-dunia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/5189808222959691407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/5189808222959691407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/06/perdamaian-dunia.html' title='Perdamaian Dunia'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-5139446474764999555</id><published>2010-06-13T00:03:00.001+07:00</published><updated>2010-06-13T00:03:00.693+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Zionisme dan Rasialisme Baru</title><content type='html'>Dr. Raghid Ash Shulh &lt;br /&gt;(Al Khaleej Emiret)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Majlis Umum PBB mengeluarkan resolusi no.3379, delegasi Israel di lembaga internasional ini, Yishak Hartezog berdiri dengan memegang kertas berisi copyan dari resolusi ini kemudian merobeknya dan dilemparkan di kerangjang sampah. Ini dilakukan di depan media dunia. Usai keluar resolusi ini, Israel dan organisasi zionis dunia melakukan kampanye anti resolusi ini. Bukan hanya itu, mereka melakukan kampanye anti lembaga PBB yang mengeluarkan resolusi ini. Puncak kampanye ini, Yishak Shamer, presiden Israel kala itu menuntut agar membubarkan PBB dan mendirikan lembaga internasional yang hanya beranggotakan Negara-negara Barat saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, reaksi atas keluarnya resolusi PBB bukan dari Israel saja namun juga nimbrunng pemerintah Amerika yang mengecam resolusi ini dan berupaya menghapusnya. Kampanye ‘Israel’ – Amerika anti resolusi ini berlangsung secara panas hingga perimbangan kekuatan internasional dengan runtuhnya Uni Soviet dan kekalahan Irak dalam perang Amerika – Irak tahun 1991. Saat itulah, peluang untuk menghapus resolusi 3379 ini terbuka setelah George Bush senior menyebut resolusi itu sebagai aib bagi PBB. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Israel dan Amerika pendukung zionis memiliki faktor-faktor untuk mendeklarasikan perang anti resolusi dan para pendukungnya. Resolusi tersebut menohok Israel secara telak. Resolusi ini menguak kedok gerakan zionisme sebagai gerakan rasialisme dan dicabut legalitasnya, seperti yang diungkapkan oleh seorang pengamat internasional. Mungkin Israel menyadari isi resolusi lebih penting dari pihak yang mengeluarkannya. Israel dan Amerika menyadari pentingnya konflik pemikiran dan politik di level internasional dan kemanusiaan. Adapun bangsa Arab yang memiliki hak-hak sejarah dalam konflik dengan Israel dan dengan gerakan zionisme, justru cenderung menganggap enteng factor-faktor konflik yang memiliki latar belakang sejarah. Adakah langkah ini memiliki legitimasi? Alasannya klasik. Mereka menganggap bahwa dunia hanya mengerti bahasa (kekuatan) kekerasan. Ini logika salah dan merugikan. Senjata sendiri – padahal Arab tidak pernah sekalipun unggul dari Israel dalam hal militer – tidak selalu menentukan konflik-konflik sepanjang sejarah. Ekperimen Perang Dingin dan hancurnya Uni Soviet adalah bukti paling kuat dalam hal ini. Sungguh sebuah keputus-asaan yang tidak pada tempatnya jika menyalahkan standar keadilan internasional yang tidak adil, opini publicnya yang tidak berpihak dan putus ada bahwa hakikat sebenarnya memiliki pengaruhnya di kalangan bangsa-bangsa dan pemerintah di dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, kita menyaksikan setiap hari prakarsa demi prakarsa berlebel pemikiran, ilmiah, politik tingkat tinggi yang membenarkan muatan resolusi PBB no. 3379 terhadap gerakan zionisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun lalu, Presiden Amerika Jimmy Charter menandatangani bukunya yang baru “Palestina; tidak ada rasial tapi perdamaian,” di buku ini Charter mengkritik Israel berkali-kali karena mereka melanggar resolusi PBB dan melakukan politik rasialisme yang jauh lebih jahat dari pada politik yang dilakukan oleh Apartaid di Afrika selatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera saja, kaum zionis menuduh penulis buku ini sebagai terpengaruh oleh Islam. Namun tuduhan ini tidak mengurangi kredibelitas Charter di dunia. Ia adalah pengawal pernajanjian Camp David yang memberikan banyak pelayanan kepada Israel ketika menekan agar perjanjian ini ditandatangani. Ia memperoleh nobel perdamaian. Sejumlah hakikat yang diungkap Charter dalam bukunya dan kritikannya kepada Israel yang rasial akan meninggalkan banyak pengaruh, terutama pada opini public Amerika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara prakarsa pemikiran penting adalah buku Eilan Pabeh, sejarawan Israel yang berjudul “clansing rasis di Palestina”. Buku adalah kesaksian sejarah yang anti zionisme, mengungkap hakikat-hakikat baru terkadang berdasarkan arsip Israel sendiri soal aksi pengusiran paksa yang dilakukan oleh organisasi Yahudi seperti Hagana dan Centrin terhadap Palestina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini mengungkap bagaimana dua organisasi di atas melakukan pembersihan secara utuh tahun 1947 terhadap desa-desa, wilayah Palestina untuk mengusir warga Palestina lari dari kampong halaman mereka. Buku ini juga menceritakan dokumentasi sejarah baagaimana rencana-rencana penghancuran rumah mengusir penghuninya, pembunuhan masal dan penghancuran pabrik-pabrik Palestina. Buku ini juga mengejek klaim Israel bahwa warga Palestina meninggalkan kampong halaman mereka karena menuruti pemimpin Arab dan bukan karena terorisme Israel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis buku yang dari Israel terancam diusir dari universitas Haiva tempatnya mengajar. Namun simpati dan dukungan terhadapnya dari dunia akademi akan mengalir deras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua buku baru di atas merupakan ungkapan kesadaran dunia yang terus berkembang mengungkap hakikat zionisme da bahayanya bagi dunia. Fenomena ini seharusnya mengembalikan konflik Israel – Arab kepada posisi yang sebenarnya yakni sebagai konflik antara masyarakat internasional di satu sisi dan antara gerakan zionisme Israel di Timteng di sisi lain. Barangkali sangat tepat jika Arab mulai bergerak menghidupkan kembali resolusi 3378 atau menuntut dikeluarkannya resolusi baru. Mulai bergerak bukan berarti tergesah-gesah akan hasilnya. Harus tetap menyiapkan semua pemikiran politik terhadap gerakan anti rasialisme. Gerakan rasialisme bukan saja terhadap rasialisme zionisme namun juga di Negara kita sendiri atau dalam level wanana pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-5139446474764999555?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/5139446474764999555/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/06/zionisme-dan-rasialisme-baru.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/5139446474764999555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/5139446474764999555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/06/zionisme-dan-rasialisme-baru.html' title='Zionisme dan Rasialisme Baru'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-7283318555276082949</id><published>2010-06-12T00:02:00.001+07:00</published><updated>2010-06-12T00:05:30.446+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Sejarah Palestina</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/TBJsw09BKAI/AAAAAAAAACg/6z7s6YkRtn4/s1600/Untitled.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/TBJsw09BKAI/AAAAAAAAACg/6z7s6YkRtn4/s320/Untitled.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sejak periode kedua Abasiyyah yang dimulai setelah pertengahan abad ketiga hijriah, negara kekhilafaan Islam terus melemah secara progresif hingga akhirnya harus pecah menjadi tiga khilafah. Khilafah Abasiyah berdiri di Timur; khilafah Fatimiyyah di Mesir, sebagian wilayah Afrika Utara dan Syria; dan khilafah Umawiyah di Andalus. Pada saat kondisi umat yang seperti ini perang salib terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta Politik Regional sebelum Perang Salib :&lt;br /&gt;Empat puluh tahun sebelum terjadinya perang salib, bangsa Saljuk Turki telah berhasil mendominasi Baghdad dan mengambil kekuasaannya di bawah kekhalifaan nominal Abasiyyah. Orang Saljuk berusaha untuk dapat menguasai sebagian besar wilayah Parsi, wilayah utara Iraq, Armenia dan Asia kecil pada tahun 1040 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sultan Saljuk, Toghrol Bic, berhasil menguasai wilayah Bain pada tahun 1055 M.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Orang Saljuk mulai menyebarkan kekuasaan mereka atas Byzantine di Asia Minor. Pada tanggal 19 Agustus 1081 M,  terjadi perang Malathkard di bawah komando Saljuk yang bernama Alb Arsalan yang benar-benar menimbulkan malapetaka besar bagi orang-orang Byzantin hingga akhir abad ke 11 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1071 M. bangsa Saljuk meluaskan cengkraman kekuasaan mereka di sebagian besar wilayah Palestina kecuali Arsout. Dengan kekuasaan ini mereka mengakhiri dominasi Fatimiyah dari tanah ini dan terus meluaskan ekspansinya atas wilayah Syiria yang dikuasai oleh Fatimiyah dan menguasai sebagian daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1092 M-485 H, Sultan Saljuk Malikshah  meninggal dunia. Paska kematiannya menandakan permulaan kehancuran dominasi orang Saljuk dan meletusnya berbagai peperangan sengit antar mereka berkecamuk untuk memperebutkan dominasi dan kekuasaan. Pada tahun 1096 M, kerajaan mereka terbagi menjadi lima : Kesultanan Persia (di bawah kekuasaan Birkiyarouq), Kerajaan Khurasan dan wilayah di seberang sungai (di bawah kekuasaan Singer), Kerajaan Aleppo (di bawah penguasa Radwan), Kerajaan Damaskus (di bawah penguasa Daqaq) dan Kesultanan Saljuk Romawi (di bawah penguasa Qalj Arsalan). Sebagian besar wilayah Palestina berada di bawah rezim Damaskus. Pada saat dua penguasa Syria (Radwan dan Daqaq) melemah, banyak penguasa partikelir bermunculan namun tidak ada satupun yang dapat mendominasi lebih dari satu kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan Salib memulai serangan militer mereka pada tahun 1098 M (491 H) sementara daerah-daerah muslim di Syria, Iraq dan lainnya tercabik-cabik  karena berbagai perbedaan dan konflik berdarah yang terjadi. Dua saudara dari keturunan Titish, Radwan dan Daqaq, saling melancarkan serangan dan terlibat dalam pertempuran pada tahun 490 H. Banyak lagi pertempuran  lain yang terjadi antara Muhammad bin Malikhshah Birkiyarouq dan adiknya karena konflik perebutan kekuasaan di mana masing-masing saling memenangkan pertempuran dan membuat pengaduan kepada mahkamah kekhilafaan secara silih berganti sepanjang periode 492-497 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspedisi Militer Salib Pertama dan Hasilnya&lt;br /&gt;Pada masa itu Eropa mulai memfokuskan pandangan mereka ke arah tanah suci, setelah Paus Urban Kedua (1088-1099 M) berseru kepada para hadirin di Dewan Claremont pada tanggal 26 November 1095 M untuk merestorasi tanah suci dengan cara merampasnya kembali dari tangan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai dewan didirikan di berbagai tempat yaitu di Liouz, Angariz, Man, Tours, Bouwatieeh, Bordeaux, Toulouse dan Neim yang ia sebut sebagai konsolidasi untuk melancarkan Perang Salib pada periode 1095-1096 M. Ia menjanjikan dan mengkampanyekan bahwa siapapun sukarelawan  yang ingin berpartisipasi dalam peperangan yang mereka galang akan diampuni seluruh dosa-dosanya. Sebagaimana ia juga menjanjikan bahwa setiap properti tentara Salib akan dipelihara di bawah pengawasan gereja selama keabsenan mereka. Dan setiap tentara diminta untuk menjahitkan lambang salib yang terbuat dari kain pada pakaian bagian luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Salibis telah melancarkan ekspedisi publik atau yang disebut dengan ekspedisi para penyeru. Ini adalah ekspedisi yang sangat minus persenjataan dan koordinasi.  Salah satu dari ekspedisi ini adalah yang dilakukan oleh Peter seorang Hermit yang merupakan orang yang punya retorika tinggi yang dikenal karena menunggang keledai pincang dengan kaki telanjang dan pakaian yang compang camping. Namun ia mampu untuk menggalang dan memobilisasi lebih kurang 15 ribu sukarelawan di Perancis. Tapi di tengah perjalanan ke tempat yang mereka tuju, ada peristiwa pembantaian yang terjadi pada lebih kurang 400 ribu sukarelawan, ini dikarenakan perselisihan yang mencuat dan memanas dari persoalan sepele, perebutan makanan. Pasukan yang dipimpin oleh Walter yang pailit (the Penniless), bergabung dengan pasukan di atas ketika bertemu di daerah Konstantinople dan memasuki wilayah pesisir Asia bersama-sama. Di sana, terjadi pertempuran dengan bangsa Saljuk yang dapat mengalahkan mereka serta membantai lebih kurang dari 22 ribu Salibis. Dari pertempuran ini  hanya 3 ribu tentara Salibis yang dapat survive. Adapun dua ekspedisi militer Volkmar dan Amikh, mereka mulai membantai orang-orang Yahudi di sepanjang perjalanan. Namun akhirnya kedua ekspedisi tersebut harus terkucar-kacir di Hungaria!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertama kali, para penunggang kuda profesional dan pembesar Eropa mulai berpartisipasi dalam ekspedisi militer Salib kali ini. Serangan mereka dilancarkan pada musim panas tahun 1097 M dengan tujuan untuk dapat menduduki wilayah-wilayah muslim. Pada bulan Maret 1098 M, balatentara Salibis dapat membentuk sebuah negara Al Raha di bawah kepemimpinan Paul Baldwin. Mereka kemudian  mengepung Antakiya selama 9 bulan. Penguasa Antakiya, Baggisia adalah seorang yang punya ide baik dan mengambil langkah ekstra hati-hati dibanding dengan yang lain, telah memperlihatkan keberaniannya yang membuaat kebanyakan pasukan Salibis  binasa dan kalau mereka tetap survive dalam jumlah yang masif seperti awal keberangkatan niscaya mereka akan dapat mendominasi negara-negara Islam.  Namun seorang Armenia yang bertugas menjaga dinding-dinding kota dapat dihubungi oleh pasukan Salib dengan mendapat imbalan uang dan properti. Maka ia bukakan pintu gerbang dari menara yang ia kawal. Karena ulah pengawal ini akhirnya pasukan Salib dapat menduduki kota dan berhasil mendirikan kota kedua pada tanggal 3 Juni 1098 M (491 H) di bawah kepemimpinan Bohemond dari Normandy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1097 M, di saat bangsa Saljuk harus menghadapi ekspansi pasukan Salibis pada wilayah utara Syria, orang-orang Fatimiyah memanfaatkan kesempatan ini untuk menginvasi dan menduduki Tyre, lalu mendominasi Al Quds pada bulan Februari 1098 M di saat pasukan Salib sedang mengepung Antakiya. Di Tripoli, Ibn Ammar yang merupakan seorang hakim dan salah satu pengikut Fatimiyah telah mendeklarasikan kemerdekaan wilayahnya. Di saat tentara Salib masih mengepung Antakiya,   penguasa Fatimiyah mengirim delegasi kepada mereka dan mengutarakan berkeinginan mereka untuk beraliansi dengan mengusulkan agar  mereka dapat memerangi orang-orang Saljuk dan nantinya wilayah utara “Syria” berada di bawah kekuasaan Salibis dan Palestina di bawah dominasi Fatimiyah. Untuk itu, maka pasukan Salib mengirim utusan ke Mesir untuk mewujudkan “perhatian dan kebaikan mereka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat orang Saljuk sibuk mempertahankan wilayahnya dari ancaman Salibis, orang-orang Fatimiyah asyik dengan ambisi ekspansif mereka  meluaskan dominasinya di Palestina pada wilayah yang dikuasai Saljuk sehingga perbatasan mereka mencapai sungai Al Kalb di bagian utara sungai Jordan di bagian Timur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muncul berbagai pengkhianatan dan apatisme dari negara-negara kota yang punya keinginan kuat untuk dapat menarik simpati dan menjalin persahabatan dengan orang Salibis yang terus berekspansi. Ini terjadi di saat penguasa wilayah Sheezat menghubungi orang Salib dan menyepakati untuk tidak melawan mereka serta menyediakan apa yang mereka butuhkan seperti makanan dan suplai bahan pangan lainnya. Penguasa ini juga menyediakan dua orang penunjuk jalan yang akan membimbing perjalanan mereka!! Dan imbalannya Salibis memberikan kota Homos sebagai hadiah!! Dan dibuatlah perjanjian antara kedua pihak ini di kota Mosyaf. Adapun Kota Tripoli bersedia membayar pajak dan menyediakan penunjuk jalan bagi kekuatan Kristen ini. Kota Beirut membayar uang dan menawarkan ketaatan kepada mereka bila dapat menaklukkan Al Quds.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raymond Tolouse (pangeran provinsi dan Toulouse di Perancis) terus memimpin perjalanan Salibis menuju Al Quds. Jumlah mereka hanya sekitar seribu tentara berkuda dan 5 ribu pasukan infantri. Pada waktu musim semi tahun 1099 M, mereka berhasil memasuki Palestina dengan melewati Acre di mana penguasanya menyediakan mereka berbagai suplai, sebuah langkah yang kemudian diikuti oleh penguasa Qeisarya dan Arsouf. Setelah itu mereka menduduki Al Ramleh, Lod dan Bethlehem. Pada tanggal 7 Juni 1099 M, pengepungan wilayah Al Quds dimulai. Iftikhar Al Dawlah adalah orang yang ditunjuk oleh Fatimiyah untuk berkuasa di sana. Kota ini dikuasai pada tanggal 15 Juli 1099 (23 Sha’ban 429 H). Bala tentara Salibis terus membantai umat Islam selama satu minggu. Mereka berhasil membantai lebih dari 70 ribu muslim di dalam masjid Al Aqsa, termasuk para pemimpin, cendikiawan muslim dan orang-orang yang sedang beribadah. Baik negara Fatimiyah dan Abbasid tidak berbuat apa-apa untuk menolong, mereka hanya diam dan membisu terhadap peristiwa-peristiwa ini. Al Quds dikuasai oleh pemimpin Salibis, Godfry  Gouillon, yang dengan berendah hati menyebut dirinya dengan julukan “Pembela Al Quds”. Dua kota, Nablus dan Hebron harus menyerah pada pasukan Salibis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan bahwa pasukan Salibis hanya bersisa 300 pasukan berkuda dan 2 ribu pasukan infantri, oleh karena itu –mereka tidak dapat berekspansi lagi untuk mendominasi teritori yang lebih luas karena mayoritas mereka mudik setelah berhasil menduduki Al Quds. Maka dari itu, kerajaan-kerajaan Salibis menjelma ibaratkan gugusan pulau-pulau yang dikelilingi oleh samudera para musuh. Kendati demikian, kerajaan-kerajaan ini terus dapat survive untuk masa lebih kurang 200 tahun. Dan yang paling akhir hancur adalah karena kekurangan suplai dan ekspedisi yang terputus-putus, karena umat Islam yang tidak berdaya,  terpecah belah dalam berbagai kelompok yang mereduksi jumlah kekuatan balatentaranya. Ditambah dengan ketidakmampuan mereka untuk dapat mengambil kesempatan melawan pasukan Salibis yang berjumlah kecil dan berekspansi di wilayah yang luas. Namun umat Islam terlambat sehingga pasukan Salibis dapat kembali mengkonsolidasikan kekuatan dan sekarang bukan tugas yang ringan lagi untuk mengusir mereka keluar dari wilayah-wilayah yang mereka duduki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salibis terus menduduki berbagai kota di Palestina yang jatuh ke tangan mereka. Jaffa ditaklukkan di saat kota Al Quds dikepung oleh kapal-kapal perang pimpinan Genoan (di laut Meditarania) pada tanggal 15 Juni 1099 M. Mereka juga dapat menaklukkan bagian timur dari danau Tiberia (wilayah Al Sawad) pada bulan Mai 1100 M. Salibis juga dapat memaksa kota Haifa tunduk di bawah cengkraman mereka pada bulan Syawwal 94 H (Agustus 1100 M) yang dibantu oleh armada besar dari Venisia. Mereka menduduki  Arsouq secara damai dan mengusir penduduknya. Qeisarya juga ditaklukkan dengan kekerasan pada tanggal 17 Mei  1109 M. Mereka membunuh penduduknya dan menjarah harta milik mereka pada tanggal 17 Mei 1101 M. Begitulah, pasukan Salibis memaksakan kekuasaan mereka atas Palestina kecuali wilayah Ashkelon yang tunduk di bawah naungan Mesir (Fatimiyah) yang mensuplai mereka amunisi, sumber daya manusia dan dana setiap tahun. Namun Salibis sudah biasa setiap tahun mengepung Ashkelon, namun upaya untuk mendudukinya selalu gagal hingga tahun 1153 M (548 H). Pada tahun itu, penduduk Ashkelon berusaha keras untuk dapat memukul mundur pasukan Salib ini. Namun, ketika Salibis sudah putus asa dan hampir menarik mundur pasukan, ada kabar gembira yang sampai kepada mereka bahwa masyarakat Ashkelon tengah bertikai. Maka mereka terus menunggu dengan sabar. Alasan perselisihan antar kelompok di Ashkelon adalah persoalan perebutan kekuasaan; masing-masing kelompok mengklaim bahwa hanya mereka sendiri yang meraih kemenangan dan berhak atas kekuasaan. Bagaimanapun, perselisihan tersebut terus berkembang hingga harus menelan korban satu orang dari masing-masing kelompok. Kondisi ini terus menggiring konflik yang ada kepada situasi yang lebih memburuk, dan konsekuensinya adalah pecahnya perang saudara antara mereka dan banyak nyawa yang harus menjadi korban. Di tengah situasi seperti ini, Salibis berharap ada pintu kesempatan untuk menyusup. Dan tidak  lama kemudian mereka terus merayap maju ke wilayah Ashkelon dan berhasil mendudukinya dengan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau pasukan bersenjata Salibis berjumlah kecil, namun mereka berusaha untuk dapat mempertahankan dominasinya secara kuat dengan membangun benteng-benteng pertahanan yang solid yang dibangun bagaikan pulau-pulau yang terisolasi di tengah banyaknya wilayah di Syria. Sebagaimana pertumpahan darah antar sesama muslim terus mengalir, beberapa dari mereka memohon bantuan dari Salibis untuk dapat mengalahkan lawan mereka. Secara keseluruhan umat Islam dalam kondisi yang sangat lemah dan pada sisi lain Salibis terus menjadi kuat dan semakin dominan. Dalam kondisi seperti ini mereka berperan laksana polisi yang bertuga menjaga stabilitas wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peperangan antar Baktas dan Tagatken yang memperebutkan Damaskus terus berkecamuk yang akhirnya mengharuskan Baktash berusaha untuk mencari bantuan dari raja Salibis pada tahun 498 H dan dari seluruh “orang yang menghendaki kerusakan”. Namun, bantuan sang raja yang sangat diharap hanya bisa melicinkan Baktash untuk terus terjerumus dalam kerusakan yang akhirnya mendorongnya lebih jauh ke anak tangga kejatuhan. Pada pertempuran yang terjadi antara orang Fatimiyah dan Salibis pada tahun 498 H di wilayah antara Askelon dan Jaffa, balatentara Fatimiyah didukung dengan kekuatan yang lebih dari 300 pasukan berkuda dari Damaskus. Di lain pihak pasukan Salibis didukung oleh orang Islam yang dikomandoi oleh Bakhtash bin Tatash. Ketika balatentara Sultan yang dipimpin oleh Barsaq bin Barsaq datang dari Iraq pada tahun 509 H menuju Damaskus untuk berperang dengan Salibis, para penguasa Halab dan Damaskus mengkhawatirkan kekuasaan mereka yang bisa saja  terancam. Akhirnya memotivasi mereka untuk bersikukuh berkolaborasi  dengan pasukan Salibis yang berbasis di Antakiya di bawah pimpinan Tagatken untuk melawan balatentara Sultan. Ia berperang bahu membahu dengan pasukan Salibis dalam serangan yang dilancarkan terhadap Bait al Maqdis dan dapat menguasai kembali kota Rafnya setelah Salibis berhasil untuk mendudukinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun secara umum, jihad Islam melawan pasukan Salibis terus berlanjut, namun disayangkan hal itu berlanjut dengan minus perencanaan strategis atau koordinasi. Beberapa alasan lain atas berlanjutnya jihad seperti ini yaitu secara faktual bahwa banyak pemimpin muslim yang kerap muncul dan menghilang dalam waktu yang tidak terlalu lama yang berakibat pada instabilitas kepemimpinan. Begitu juga konflik dengan Salibis yang berlangsung di berbagai front dan terjadi secara simultan di negara-negara Syam. Umat Islam membutuhkan satu pangkalan besar dan kuat untuk menjadi tempat bertolaknya jihad. Dan kebanyakan pertempuran yang terjadi adalah antara kota atau benteng Islam—yang berusaha untuk membela diri atau memperluas kekuasaannya—dan Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan dan kekalahan dalam pertempuran terus dialami oleh kedua belah pihak baik umat Islam ataupun pasukan Salibis. Dan tidak ada satu tahun pun yang berlalu tanpa dilewati oleh peperangan dan secara silih berganti menduduki kota-kota dan benteng-benteng. Bukan perkara sulit bagi muslim untuk masuk ke tengah Palestina dan menceburkan diri dalam peperangan yang terjadi di kota Ramlah, Jaffa atau lainnya. Namun orang Salibis terus melestarikan hegemoni dan menancapkan jemari kekuasaannya atas wilayah dan areal yang telah ia taklukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pemimpin Islam yang baru muncul kelihatannya tidak terlalu kuat untuk menyatukan kekuatan umat dalam melakukan perlawanan terhadap Salibis. Kendati demikian para pemimpin ini tetap memelihara spirit resistensi terhadap musuh sehingga mereka hidup dalam ketidakstabilan dan merasa tidak aman. Mereka berusaha untuk membunuh dan menawan beberapa komando dan para pemimpin pucuk Salibis. Contohnya adalah Mu’een Al Dawlah Saqman berperang dengan Shams Al Dawlah Jakramesh dan ketika Harran dikepung oleh kekuatan Salibis pada tahun 497 H, mereka berdua mulai berhubungan satu sama lain serta bersumpah untuk berkorban demi keridhaan Allah dan imbalan-Nya. Maka keduanya sepakat untuk bergerak maju dan bertemu di daerah Al Khabour dengan kekuatan lebih dari 10 ribu dari berbagai bangsa. Di antara mereka ada yang berasal dari Turki, Arab dan Kurdi. Pasukan gabungan ini bertemu dengan tentara Salibis di sungai Al Bleekh dan berhasil menaklukkan pasukan musuh. Kekuatan Islam dapat menangkap pemimpin Salibis Burdawel dan menjualbelikannya dengan harga 35 dinar. Mereka juga dapat membebaskan 160 tawanan perang muslim yang berada di bawah tahanan Salibis. Tidak kurang dari 12 ribu tentara Salibis terbunuh dalam pertempuran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imaduddin Zanki mengusung Bendera Jihad :&lt;br /&gt;Dengan munculnya Imaduddin Zanki bin Aqsanqar--yang mendirikan negara Zanki di Mousel dan Halab—telah menjadikan jihad melawan Salibis memasuki fase baru. Zanki ditunjuk sebagai penguasa di Mousel pada tahun 521 H setelah memperlihatkan kecakapan dan efisiensi yang tinggi yang dalam mengurusi negara Basra dan Waset di Iraq. Pada bulan suci Muharram tahun 522 H, ia berusaha untuk merebut kekuasaan di Halab. Zanki memulai derap langkahnya untuk memerangi Salibis dan mengalahkan mereka dalam beberapa peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya-upaya Zanki untuk menyatukan umat Islam guna melawan Salibis tidak pernah berhenti. Ia menduduki kembali kota-kota Hama, Homs, Ba’albek, Sarji, Dara, Ma’rra, Kafr Taleb, Al Akrad, Sahrazour, Al Hadeetha dan banyak lagi kota-kota lain serta benteng Al Soor di wilayah Abu Bakar, benteng Al Hameediya, benteng Ba’reen dan benteng Al Ashhab dan lainnya dari Kurd Hakaria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 534 H, Zanki berusaha dua kali untuk menaklukkan Damakus, namun upayanya itu tidak berhasil. Damaskus benar-benar menjadi kunci untuk dapat merebut kembali Palestina. Tapi sayang, Mu’een El Deen Ans, penguasa ketika itu berhasil menghubungi balatentara Salibis dan beraliansi dengan mereka untuk melawan Zanki. Ia menjanjikan mereka kota Banias dan itu mereka sepakati. Tapi Zanki mengejar mereka sebelum sampai ke Damaskus dan mereka putuskan untuk kembali. Namun, Mu’een El Deen tetap memegang janjinya untuk melepas Banias dan bukan kepada Salibis, tapi kepada orang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan yang paling gemilang yang dilakukan oleh Zanki adalah penaklukannya atas kota Al Raha dan penghancuran yang ia lancarkan terhadap kerajaan Salibis yang bertengker di sana. Ia kepung kota tersebut lebih kurang 4 minggu, dan ia dobrak dengan kekuatan yang ia miliki pada tanggal 6 Jumadil Akhir 539 H. Ia juga mengalahkan seluruh kota yang berada di bawah provinsi kerajaan sebelumnya di Peninsula ini. Sebagaimana ia juga membebaskan kota Surooj dan semua kota yang berada di bawah hegemoni Salibis ke bagian timur dari sungai Eufrat, kecuali kota Beerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kegemerlapan sinar jihad yang berlangsung sekitar 20 tahun itu, Imaduddin Zanki mati syahid di pertengahan bulan September 1146 M (5 Rabiul Awal 541 H). Hal ini terjadi oleh ulah pengkhianatan yang dilakukan oleh beberapa pengikutnya ketika ia melakukan pengepungan terhadap benteng Ja’beer dalam usianya yang ke 60 tahun. Menurut Ibn Al Katsir, Zanki adalah seorang politisi yang ulung, sangat dihormati,  dihargai oleh pasukannya dan orang-orang sipil lainnya serta tidak menganiaya orang-orang lemah. Sebelum ia memegang tampuk kekuasaan, negaranya dalam kondisi hancur karena merupakan tempat melintasnya para pemimpin yang korup dan bertetangga dengan kerajaan Salibis. Ketika ia memegang kekuasaan, semua itu berubah dan menjadikan negaranya kembali pada rel yang semestinya serta mengembalikan kemakmuran buat negaranya. “Zanki adalah raja yang terbaik dalam bentuk dan perilakunya. Ia sangat pemberani dan kuat yang berusaha untuk dapat menguasai kerajaan-kerajaan lain pada waktu itu. Ia juga baik dengan kaum hawa dan berlaku dermawan kepada bawahannya.” Setelah kemangkatannya ia dikenal sebagai seorang syahid (martir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imaduddin Zanki bekerja dalam kondisi dan situasi yang paling sulit. Pada satu sisi, ia berada di tengah konflik yang berkecamuk di antara para penguasa dan para pangeran dinasti Saljuk. Dan pada sisi yang lain ia berdiri di antara mereka yang bertikai dan dinasti Abbasiyah. Di tambah lagi dengan apa yang ia derita dari iklim yang diwujudkan oleh tradisi kekuasaan warisan dan kerakusan para pangeran dan penguasa untuk memerintah bahkan dengan hanya mendapatkan satu kota atau satu benteng sekalipun. Sebagaimana ia juga hidup pada masa di mana kekuatan Salibis masih terlalu superior dan penuh dinamika. Kendati demikian ia dapat meletakkan fondasi-fondasi bagi pembangunan pangkalan untuk bertolaknya jihad besar dan kuat yang membentang dari utara Syam ke arah utara Iraq. Sebagaimana ketangguhan dan superioritas Salibis dapat dipatahkan dan dipermalukan dalam berbagai medan laga. Zaki melancarkan jihad dan bekerja ekstra keras sehingga memungkinkan untuk memerangi mereka guna merebut kembali wilayah yang dirampas. Ia telah mempersembahkan model pemimpin dan mujahid yang berjalan di bawah bendera Islam yang mampu untuk mengembalikan harapan untuk membebaskan tanah-tanah suci milik umat Islam yang dijajah oleh para musuh di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah syahidnya Zanki, kerajaannya terpecah menjadi dua negara yang dibagi sesuai menurut tradisi warisan pada masa itu kepada kedua anaknya : Nuruddin Mahmud mendapat bagian negara Halab dan wilayah subordinatnya; Saifuddin Ghazi mendapatkan negara Mousel dan negara bagiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuruddin Mahmud dilahirkan setelah 20 tahun kejatuhan Al Quds ke tangan Salibis pada tanggal 17 Shawwal 1511 (Februari 1118 M). Ia berperawakan tinggi, tampan dengan kulit agak kehitaman  dan sedikit berjenggot. Ia menikahi anak Muinuddin Anz pada tahun 541 H dan dikaruniahi dua anak laki dan satu perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah pemererintahannya, fase besar jihad baru dimulai di wilayah Syam. Satu hal yang ia cita-citakan di masa kekuasaannya yang berlangsung 28 tahun yaitu mempersatukan umat Islam dan membebaskan tanah-tanah mereka yang terjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu ia terus berupaya dengan segala kemampuan yang ia miliki dan menggalang potensi-potensi umat  serta memajukan kehidupan mereka dari berbagai aspek yang sesuai dengan konsep Islam yang integral hanya untuk mengembalikan kejayaan umat ini dan mengusir para penjajah Salibis dari bumi pertiwi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merealisir hal tersebut, Nuruddin Mahmud mengerjakan sesuatu yang dapat menghidupkan kebangkitan Islam yang menekankan kebutuhan akan solusi yang Islami. Ibn Al Kastir mendeskripsikannya dengan berkata : “Seluruh yang saya baca tentang raja, baik pada masa periode pra Islam dan pada masa Islam hingga sekarang, saya tidak pernah melihat seorang raja yang lebih adil dan baik kepada bawahannya setelah Khulafa Arrasyidin dan Umar bin Abdul Aziz yang punya sejarah baik dari Nuruddin, raja yang adil”. Ia merupakan sosok yang “pintar, cerdas dan sangat melek akan situasi kontemporer”. Ia tidak pernah menghargai seseorang oleh karena status sosial dan hartanya. Ia hanya menghargai orang-orang yang jujur dan bekerja keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga terkenal karena ketakwaannya dan ke-waraa-annya (kecintaannya kepada Allah). Ia sangat berkemauan keras untuk menunaikan semua ibadah sholat dan merayakan perayaan-perayaan Islam. Ia melakukan shalat Isya’ dan bangun di tengah malam untuk shalat malam hingga terbit fajar. Ia juga banyak berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuruddin juga berkarakteristik punya kefakihan dan ilmu yang luas, maka ia seperti ulama dan bersuritauladan kepada sejarah para ulama salafusshaleh. Ia merupakan pengikut mazhab Hanafi dan mendapatkan izin untuk meriwayatkan hadits-hadits. Ia mengarang buku tentang konsep jihad, punya tabiat yang punya kemauan tinggi, sebagaimana ia juga dikaruniahi kepribadian dan kharisma yang kuat. “Ia sangat ditakuti namun lembut dan penyayang”. Dan dalam majlisnya “tidak dibicarakan hal-hal kecuali ilmu, agama dan berkonsultasi tentang jihad. Dan belum pernah didengar darinya ucapan kalimat keji sama sekali dalam kondisi marah atau ceria. Ia benar-benar seorang pendiam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah seorang zuhud dan merendah diri (mutawaadhi) “konsumsi orang paling miskin pada zaman itu masih lebih tinggi dari konsumsi yang ia makan setiap hari tanpa simpanan dan tidak pula menentukan dunia untuk dirinya sendiri.” Dan ketika isterinya mengeluh kepadanya akan beratnya penderitaan dan kesusahan hidup yang dikondisikan oleh suaminya, Mahmud memberinya tiga toko pribadi di kota Homs dan berkata : “Itu semua yang aku miliki. Dan jangan berharap kepadaku untuk meletakkan jariku pada uang umat yang diamanatkan kepadaku, saya tidak akan mengkhianatinya. Dan saya tidak mau menceburkan diri  dalam siksa Allah hanya karenamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, seorang Faqih yang bernama Qutbuddin Annisaburi berkata kepadanya : “Saya mohon kepadamu untuk tidak menghancurkan dirimu dan Islam. Kalau seandainya kamu terserang di tengah pertempuran maka tidak akan ada umat ini yang tersisa, semuanya terbunuh.” Maka ia menjawab : “Wahai Qutbuddin!! Siapa yang terpuji sehingga disanjung seperti ini? Sebelum saya ada yang memelihara negara dan Islam? Itu Allah yang tidak ada Tuhan selain-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia punya komitmen yang tinggi untuk mewujudkan seluruh hukum Islam. Ia menjadi teladan yang baik bagi para petinggi negara dan pimpinannya dalam berkomitmen kepada hukum yang ada. Sebagaimana ia juga berupaya keras untuk dapat mengembalikan hak-hak yang terampas kepada mereka yang teraniaya. Dan berkata : “Tidak boleh (haram) bagi orang yang bersahabat denganku untuk tidak menyampaikan kisah orang yang teraniaya yang tidak sampai kepada ku.” Dalam derap langkahnya mempersatukan negara-negara Islam, ia sangat menjaga komitmen untuk tidak menyebabkan adanya pertumpahan darah muslim. Maka dari itu ia sangat penyabar dan punya hikmah (wisdom). Nuruddin (rahimarullah) sangat komit dengan syariah dan melaksanakan hukum-hukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati keterpaksaan yang mendorongnya untuk berhadapan dengan para pemimpin kota dan benteng muslim dalam upayanya untuk mewujudkan persatuan atau karena aliansi mereka dengan bangsa Eropa…namun darah seorang muslim baginya sangatlah agung. Ia “tidak bertujuan untuk merebut wilayah muslim kecuali memang terpaksa. Baik itu untuk dapat dipergunakan dalam pertempuran dengan Salibis atau karena khawatir akan ancaman yang mungkin datang dari mereka.” Dan ketika penguasa Damaskus beraliansi dengan Salibis pada tahun 544 H, ia bertempur dengan mereka tanpa sedikitpun mencederai orang muslim dan melenyapkan nyawa mereka. Sebagaimana ia berkata : “Tidak ada perlunya bagi orang Islam untuk saling memerangi dan saya berusaha untuk menyenangkan mereka agar mereka tidak sungkan untuk berjihad melawan orang-orang musyrik.” Ia telah menyaksikan bahwa Damaskus telah mengharamkannya hingga ia berangan-angan dan berdoa kepada Allah agar ia menjadi bagian dari kerajaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika salah satu dari mereka (orang Damaskus) mengadukan persoalan kepada hakim, maka ia dipanggil dan berkata : Dengan segala ketaatan “Sesungguhnya perkataan orang mukmin kalau berdoa kepada Allah dan Rasulul-Nya untuk menentukan keputusan di antara mereka harus mengatakan kami mendengar dan mentaati. Sesungguhnya saya datang ke sini karena menjalankankah perintah syariah”. Pada kesempatan lain ia dipanggil oleh para hakim maka ia datang. Dan ketika terbukti bahwa kebenaran berpihak kepada Nuruddin, lawannya diganjari apa yang dituduhkan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga telah menghapuskan pajak-pajak yang melampaui batas syariah, walau itu adalah sumber aliran  pendapatan yang besar bagi anggaran negara dan hal itu mungkin untuk disahkan­—menurut sebagian orang—dengan kondisi negara yang serba sulit dan perang yang ada. Ia berkata : “Kita menjaga jalan dari maling dan perompak…tidakkah kita berusaha untuk memelihara agama dan mencegah apa yang merusaknya”. Dan sesuatu yang paling ia sukai adalah kalimat kebenaran yang ia dengar atau ajakan kepada sunnah yang diikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menghidupkan perilaku untuk menghormati para ulama dan menghargai mereka, kendati para pemimpin dan petinggi tidak berani untuk duduk dalam suatu pertemuan tanpa perintah dan izinnya. Maka apabila ia kedatangan seorang faqih dan shaleh, ia berdiri terlebih dahulu dan mempersilahkan orang tersebut untuk duduk. Dan ia juga memperlihatkan penghormatan dan penghargaan kepadanya. Menurutnya para ulama adalah : “Tentara Allah dan dengan doa mereka kepada Allah kita akan dimenangkan melawan musuh. Dan mereka punya hak yang berlipat ganda di bait al maal yang tidak saya berikan, kalau mereka rela dengan apa yang kita lakukan atas sebagian hak mereka, maka itu adalah pemberian bagi kita”. Ia senang mendengarkan nasehat para ulama dan mengagungkannya dan berkata : “Sesungguhnya Al Balkhi bila berkata kepada ku : Mahmud, maka merindinglah seluruh bulu roma di badanku karena wibawanya dan membuat hatiku menjadi lebih halus”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuruddin mengetahui kepribadiannya yang memperhatikan kondisi umat Islam dan menghidupkan makna-makna kebersamaan, kerjasama dan solidaritas antara sesama serta meringankan penderitaan dan kondisi sulit mereka. Ia telah bekerja untuk menyantuni para anak yatim, mengawinkan para janda, memenuhi kebutuhan anak fakir, mendirikan rumah-rumah sakit, tempat pengungsi, panti asuhan, pasar-pasar, tempat buang air besar (WC) umum, jalan-jalan umum dan memberikan orang-orang badui tempat tinggal agar mereka tidak mengganggu para jemaah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayanan-pelayanan yang diberikan kepada umat terus meningkat, maka ia sangat dicintai rakyat dan relasinya dengan mereka menjadi kuat dan solid…jiwa konstruktif dan cinta kebajikan terus mengalir menembus dinding jiwa para bawahannya sehingga membuat mereka juga ikut berlomba melayani rakyat, membangun sekolah, rumah sakit, tempat pengungsi dan media-media pelayanan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuruddin mengatur kantor pemberian zakat, mengkoordinasikan pengumpulan dan pembagiannya sesuai dengan dasar-dasar syariah. Ia juga menstimulus para businessmen untuk mengamankan infrastruktur perhubungan dan menghapuskan pajak yang terlalu membebani roda pergerakan bisnis. Ia terus mengerjakan apa saja yang memungkinkan untuk memperkuat negara dan mendorong laju pembangunan ekonominya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana ia juga berusaha untuk menghidupkan makna-makna jihad ke dalam jiwa dan mendidik umat agar dapat memahaminya serta memanifestasikan dignitas, daya ketahanan dan kekuatan umat Islam. Memeras tenaga untuk mewujudkan segala sesuatu dan menyeleksi para pemimpin yang proporsional. Berupaya untuk melindungi kota-kota, membangun tembok-tembok pertahanan, dan memelihara jiwa umat Islam. Ia sangat punya kelebihan dengan determinasinya yang tinggi dan kuat. Bila kehormatan umat Islam dihina oleh para musuh  maka ia akan melancarkan pembalasan yang sangat keras kepada mereka. Ketika ia baru saja memegang kekuasaan selama satu bulan, pasukan Salibis melancarkan serangan atas wilayah Ar Raha dengan asumsi bahwa penguasa baru adalah lemah. Namun Naruddin menyerang balik dan membunuh ¾ kekuatan musuh yang lari tunggang langgang setelah mengetahui sosok pemimpin baru ini. Pada waktu Salibis menyerang Nuruddin   dan sebagian dari pasukannya di saat mereka dalam kondisi tidak siap, maka ia membagi mereka dan untuk tidak boleh berteduh di bawah atap hingga mereka dapat membalas Salibis. Dan pembalasan kali ini sangat luar biasa yaitu pada peperangan Harem di mana pasukan musuh harus kehilangan ribuan balatentara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olahraga merupakan aktifitas yang dimanfaatkan olehnya sebagai sarana persiapan jihad. Peperangan pada waktu itu banyak mempergunakan kuda…dan untuk melatih ketangkasan berkuda maka ia berlatih dengan bermain bola dari atas punggung kuda polo untuk punya kemahiran yang tinggi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berjuang keras untuk dapat memobilisasi segala potensi-potensi umat untuk jihad…dan untuk itu ia tidak lupa berbuat baik kepada orang-orang lemah, orang tua, fakir miskin dan meminta doa kepada mereka yang mungkin dapat diberkahi oleh doa tersebut yang dapat membawa kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan struktur integral dan persiapan yang sungguh-sungguh dan berimbang, Nuruddin dapat memasukan periode perubahan yang sangat fundamental dalam aspek politis untuk dapat merealisir dua persoalan yang dapat mengantar kepada dua arah yang seimbang yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1-  Mewujudkan persatuan Islam dan memobilisasi kekuatannya dalam satu wadah (bautaqah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2-  Melumatkan kekuatan bersenjata Salibis secara berangsur-angsur : dengan melemahkan prestise, menghancurkan kekuatan bersenjata mereka dan meliberasi tanah-tanah milik umat Islam yang jatuh ke tangan kekuasaan mereka secara bertahap….yaitu dengan menunggu terwujudnya persatuan Islam untuk memanifestikan kemenangan yang telak dan final atas kekuatan Salibis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuruddin benar-benar berjuang dengan segala upaya untuk dapat merealisir persatuan Islam dengan segala kesabaran, bijaksana dan ketegaran serta dengan determinasi untuk tidak menyebabkan tumpahnya darah umat. Ia berupaya untuk dapat menarik simpati dan support dari berbagai kekuatan Islam di wilayah utara Iraq dan memancing solidaritas mereka. Dan ia membeberkan hakekat para penguasa dan pemimpin—yang menjadi batu sandungan bagi persatuan Islam—di depan mata rakyatnya, mereka membedakan antara jihad yang ia galang dan kehinaan penguasa mereka, antara reformasinya dan kerusakan penguasa, antara loyalitasnya kepada Allah, Rasul dan orang mukmin dan loyalitas kepada penguasa, maslahat, hawa nafsu mereka dan orang-orang Salibis!! Maka rakyat berangan-angan agar ia dapat memerintah mereka….Maka dari itu ia mendapat legitimasi yang luas di saat wilayah mereka bergabung dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Homs bergabung pada tahun 544 H-1149 M, namun ia sangat bercita-cita untuk menggabungkan Damaskus yang berdiri di antara kekuasaannya dan kekuatan Salibis di Palestina. Pemerintahan Damaskus lebih mengutamakan perlindungan terhadap wilayah mereka sendiri dan pada tahap berikutnya baru berjihad melawan orang Eropa. Terkadang mereka berkhianat, berdamai dengan mereka dan terkadang juga beraliansi bila khawatir dengan kekuatan Islam yang akan mengancam kekuasaannya. Dan sesuai dengan perencanaan yang matang ia mentargetkan untuk dapat menguasai kota Damaskus dengan tanpa harus meneteskan darah dan menarik penduduk sana kepada barisannya serta bersikap anti terdapat permohonan yang diajukan oleh penguasa untuk meminta bantuan Eropa. Nuruddin berhasil membuka Damaskus pada bulan Shafar 549 M-25 April 1154 M, hal ini dapat dilakukan setelah meninggalnya Muinuddin Anz pada tahun 1149 M, melemahnya pemerintahan Damaskus dan kejatuhannya di bawah hegemoni Salibis yang memaksakan upeti-upeti bagi Damaskus dengan mengirim delegasi mereka memasuki kota ini setiap tahun dan mengumpulkannya dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan Nuruddin atas kota-kota dan benteng-benteng Syria berlanjut hingga datang masa kelemahannya tiba. Namun ia mengetahui benar bahwa cara yang paling efektif untuk memerdekaan Palestina dan menanggalkan kekuasaan Salibis di sana adalah tidak dapat diwujudkan kecuali dengan menguasai Mesir dan bergabungnya ia dalam front kesatuan Islam dan memposisikan mereka antara dua borgol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan datang kepada Nuruddin untuk dapat menguasai Mesir setelah salah seorang yang bersaing untuk merebutkan kementerian meminta bantuan kepadanya atau musuhnya yang bernama Dhargham pada tahun 559 H. Ia menawarkan kepadanya sepertiga dari pendapatan negara setelah dibayar kepada para tentara dan komandan mereka yang akan mengirimkannya yang bermukim di Mesir, dan bertindak sesuai dengan perintah Nuruddin. Ia mengirim Asaduddin Syerkukh yang dapat menaklukkan dan membunuh Dhargham. Namun Shawar berkhianat kepada Syerkukh dengan cara meminta bantuan kepada tentara Eropa untuk dapat mengusir musuhnya ini. Maka tentara Salibis ini datang dengan mengepung Syerkukh dan pengikutnya di Bilbis selama tiga bulan sampai kepada mereka kemenangan-kemenangan Nuruddin yang dapat memasukkan Harem di bawah kekuasaannya. Maka ia tawarkan kepada Syerkukh perdamaian dan diperbolehkan untuk kembali ke Syria maka ia sepakati itu namun ia belum tahu tindakan apa akan diberikan Nuruddin kepada Syria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaingan antara Nuruddin dan Salibis atas Mesir terus semakin sengit, khususnya kondisi negara Fatimid dalam keadaan lemah yang sangat dan fase keruntuhan. Maka Nuruddin mengirim Asaduddin Syerkukh ke Mesir di Alfai Faris dalam serangan kedua di Rabiul Awwal 562 H, dan dapat mengalahkan kekuatan Eropa dan tentara Mesir di daerah Shaid serta menunddukkan wilayah Iskandaria dengan bantuan dari penduduk lokal. Dan Nuruddin pergi ke Shaid dan dapat menguasainya namun ia harus kembali ke Damaskus di bulan Zulhijjah setelah adanya kesepakatan antara kekuatannya dan Eropa untuk tidak menyerang dan merebut wilayah yang telah ia kuasai walau hanya satu desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ekspedisi yang ketiga, Nuruddin dapat menguasai seluruh wilayah Mesir di bawah pimpinan Asaduddin  Syerkukh pada bulan Rabiul Awal 564 H. Pada waktu itu pasukan Eropa dapat memekarkan hegemoninya di Mesir berkat aliansinya dengan (Syawar). Mereka dapat menguasai pintu masuk Kairo,  menempatkan pasukan berani mati dan pembesar pasukan berkuda “Dan memerintah umat Islam secara tidak adil dan mereka bebankan kepada mereka berbagai penderitaan yang berat”. Kekuatan Eropa memperlihatkan ketamakan mereka untuk merebut Mesir. Maka datang ekspedisi di bawah pimpinan raja Bait al maqdis dan menduduki Bilbis secara paksa dengan membunuh, menawan dan mengepung kota Kairo. Khalifah Al ‘Adhid mengirim utusan kepada Nuruddin untuk meminta bantuan dengan membawa potongan rambut wanita yang diletakkan di dalam buku. Dan berkata bahwa ini adalah rambut wanita dari wilayahku meminta bantuan kepadamu untuk menyelamatkan mereka dari pasukan Eropa. Maka Nuruddin mengirimkan ekspedisinya yang ketiga. Ketika pasukan Asaduddin mendekati Mesir kekuatan Eropa menyerah dan keluar dari wilayah tersebut. Ekspedisi ini berakhir dengan kemenangan Asaduddin yang dapat menguasai Mesir dan menteri Syawar mati terbunuh. Asaduddin dinobatkan sebagai successor-nya di pemerintahan yang ada pada bulan Januari 1169-17 Rabiul Awal 564 H. Dan beliau meninggal dunia setelah dua bulan kemudian pada tanggal 22 jumadil Akhir yang akhirnya digantikan oleh Shalahuddin Yusuf al Ayubi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan atas perintah dari Nuruddin, Shalahuddin akhirnya dapat menumbangkan kekhilafaan Fatimiyah dan kemesraan khilafah Al Abbasi harus berakhir pada hari Jum’at kedua dari bulan Muharam 567 H-10 September 1171 M. Al  Dan khalifahnya yang bernama ‘Abidh, juga meninggal secara tidak ketahuan pada tanggal 10 Muharram. Beginilah liku-liku perjalanan waktu dengan berbagai peristiwa yang akhirnya dapat menggabungkan Mesir ke dalam kekhilafaan Al Abbasiyah secara nominal (ismiyyan) dan tunduk dibawah kendali kepemimpinan Nuruddin secara de facto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 566 H – 1170 M, Nuruddin kembali dapan menyunifikasi wilayah Moushal dan kresidenannya ke dalam pangkuan pemerintahannya. Sebagaimana ia juga berhasil menggabungkan Yaman pada tahun 569 H – 1173 M, setelah mengizinkan Shalahuddin untuk membukanya. Maka ia mengirim saudaranya Tauran Syah bin Ayub ke sana yang dapat mengendalikan pemerintahan di sana secara utuh. Akhirnya front Islam bersatu dapat diwujudkan yang membentang dari Iraq ke Syria, Mesir dan Yaman yang memberi aba-aba akan semakin mendekatnya waktu bagi umat untuk dapat menghancurkan kekuatan Salibis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang masa pemerintahan ini yang berlangsung dari 1146 – 1174 M, berbagai pertempuran dan peperangan  jihad terjadi antara Nuruddin dan Salibis. Pada waktu pemerintahannya terus mendorong dan menyatukan energi-energi umat, ia terus melancarkan ekspansi secara bertahap untuk dapat menguasai kerajaan-kerajaan Salibis dan memperlemah kekuasaan mereka hari demi hari. Dan ini dianggap sebagai peperangan partisi (partition battle). Dengan derap langkah jihad Islami yang terus melaju saatu itu ia berhasil menundukkan lebih kurang 50 kota dan benteng yang sebelum dikuasai oleh Salibis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sejak permulaan pemerintahannya, ia telah dapat menguasai wilayah Ar Raha  dan Shaffa al Amlaak yang wilayah-wilayah lainnya (Tal Basyar, Samisat, Benteng Romawi, Daluk, Rawandan, Qurus, Mur’is, I’zar, ‘Intab dan Beerah..) dan itu terjadi antara tahun 1146-1151M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana ia juga dapat membebaskan seluruh tanah yangsebelumnya menjadi bagian dari wilayah Emirat Antakiya Timur dari  sungai Al ‘Ashi (1147-1149 M) di mana salah satu dari pengerannya Raymond dan ketua aliran kebatinan yang bekerjasama dengan mereka melawan umat Islam Ali bin Wafa, terbunuh dalam satu pertempuran yang terjadi (Anab, 29 Juli 1149 M).  Ia juga punya peranan yang sangat substansial dalam menaklukkan ekspedisi Salibis yang kedua pada tahun 1147-1148 yang diikuti oleh Raja Perancis, Louis Ketujuh dan Kounrat, Kaisar Jerman yang Ketiga.  Periode ini dianggap sebagai poin peralihan yang sangat signifikan dalam sejarah Perang Salib di mana prestise kekuatan Salibis dapat dipatahkan dan spirit juang umat Islam terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peperangan demi peperangan terus terjadi dengan kemenangan yang silih berganti. Berbagai peperangan yang signifikan terjadi yang mengakibatkan hegemoni Salibis yang terus melemah. Banyak wilayah baru yang bergabung kepada pemerintahan Nuruddin dengan mengorbankan kepentingan Salibis…sehingga ia memutuskan untuk memasukkan kerajaan Salibis di Bait al Maqdis ke dalam kekuasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalahuddin Al Ayubi melanjutkan Perjalanan Nuruddin :&lt;br /&gt;Pada tahun 1173 M-569 H, Nuruddin telah siap untuk melancarkan serangan final ke Bait al Maqdis dan membebaskan tanah tempat berisra’-nya Rasulullah SAW dari cengkraman hegemoni Salibis. Untuk itu maka ia telah mempersiapkan satu mimbar baru yang cantik sekali yang diperuntukkan penggunaannya di Masjid al Aqsa setelah keberhasilan umat menaklukkan Salibis. Ia berkirim surat kepada bawahannya di Mesir, Shalahuddin al Ayubi namun kematian terlalu cepat menjemputnya. Maka ia dipanggil oleh Allah pada tanggal 15 Mei 1174 M yang bertepatan dengan 11 Syawwal 570 H. Begitulah akhirnya lembaran-lembaran substansial dalam lembaran jihad pada masa peperangan Salib harus berlabuh. Tapi lembaran berikutnya juga sangat menjanjikan dan mengesankan dalam perjalanan sejarah. Yaitu lembaran Shalahuddin al Ayubi yang mengusung bendera—setelah Nuruddin Mahmud—dengan menapaki jejak perjalanannya. Manhaj dan solusi Islami untuk menghancurkan Salibis dan membebaskan tanah suci telah dirancang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalahuddin muncul di saat kondisi yang diwariskan oleh pendahulunya dalam keadaan yang kondusif untuk mengembalikan tanah suci. Dan kesempatan ini benar-benar dimanfaatkan olehnya dan berhasil memetik buahnya yang telah matang setelah beberapa tahun pemerintahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalahuddin Yusuf bin Ayyub dilahirkan pada tahun 532 H-1137 M di benteng Takrit, di mana orang tuanya adalah gubernurnya. Ia, bapak dan pamannya secara keseluruhan berbakti kepada Nuruddin. Pamannya yang bernama Asaduddin Syerkukh berpartisipasi dalam ekspedisi- ekspedisi yang ketiga yang dilancarkan terhadap Mesir. Ia memegang kementerian di sana dalam usia 32 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalahuddin berkarakter yang baik, banyak berzikir, sangat persisten dalam menjalankan shalat jama’ah, rajin melakukan shalat sunnah dan nawafil dan shalat malam. Ia gemar mendengarkan ayat suci Al Qur’an dan menyeleksi imamnya, hatinya sangat halus khusyu’ sembari berair mata saat mendengarkan lantunan ayat suci al Qur’an. Ia juga punya hobi yang sangat untuk mendengarkan hadits dan getol untuk membesarkan syiar-syiar Allah. Ia selalu berhusnudhan kepada Allah, banyak berserah diri dan bertawakkal kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalahuddin adalah orang yang adil, penyayang, pengasih dan menjadi penolong bagi kaum lemah di hadapan orang kuat. Ia adalah sosok yang pemurah, berperilaku baik, akhlaknya lembut, mengadakan pertemuan yang suci di mana tidak ada yang berbicara kecuali yang baik, suci pendengaran, lisan dan hati. Dan ia tidak pernah menyakiti orang lain sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah sosok yang pemberani, kuat dan persisten dalam berjihad serta punya kemauan yang tinggi. Pada suatu hari ia berkata di dekat Aka “Di dalam jiwaku bahwa bilamana Allah memudahkan bagiku penaklukan daerah pesisir lain maka akan ku bagi negeri, aku berwasiat, menitipkan dan akan mengarungi lautan hingga sampai ke wilayah pulau-pulau serta terus mengikuti mereka hingga tidak akan tersisa lagi di atas bumi ini orang yang kafir kepada Allah atau aku yang mati”. Shalahuddin meninggal dunia dengan tidak meninggalkan harta yang harus dizakatkan dan semua harta yang ia miliki telah terkuras disedekahkan. Dan tidak meninggalkan perak dan emas di dalam pundi-pundinya kecuali 47 dirham Nashiriyyah, satu dinar dari emas. Ia juga tidak meninggalkan harta dan rumah, properti dan sawah ladang. Ia bercita-cita keras untuk dapat menunaikan ibadah haji pada tahun wafatnya namun hal itu tidak dapat dilakukan karena kemiskinannya dan waktu yang terlalu sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Nuruddin meninggal dunia, anaknya yang bernama As Sholeh Isma’il dibaiat untuk menggantikannya pada usia 11 tahun dan karena usianya yang terlalu muda maka ditunjukkan Atabika Syamsuddin bin al Miqdam sebagai representasinya. Para umara berselisih dan berbagai isu timbul dan terus memanas. Dalam kondisi seperti ini, pada satu sisi muncullah orang-orang berandalan dan minuman keras terus menyebar di masyarakat, berbagai bentuk kejahatan terus tumbuh dengan subur. Pada sisi lain, kekuatan musuh sangat berkeinginan keras untuk menggerogoti kekuatan umat Islam. Serangan Eropa kepada umat Islam mendapat perlawanan di daerah Banyas, namun perlawanan ini terlalu lemah untuk membendung mereka. Kondisi ini membuat umat Islam harus mengeluarkan harta yang tidak sedikit kepada musuh dan bernegosiasi untuk menyepakati genjatan senjata. Wilayah Al Jazirah akhirnya keluar dari pangkuan pemerintahan Shaleh Isma’il. Dan para umara yang berkuasa di belakang Shaleh dari bani Ad Daayah diusir dan dipenjarakan, mereka adalah para umara yang dekat dengan Nuruddin (Syamsuddin bin Ad Daayah dan Majduddin bin Ad Daayah, anak asuh Nurruddin). Dan semua apa yang telah disebutkan diatas adalah hal-hal yang menyebabkan kemarahan Shalahuddin kepada para umara yang berkuasa di kerajaan Shaleh, apalagi  karena mereka menganggap bahwa diri mereka adalah yang paling berhak untuk mengawasi pendidikan dan pelayanan kepada Raja Shaleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini mulai terbuka pintu bagi sebuah sistem pemerintahan warisan (keturunan), lenyapnya berbagai lembaga “konstitusional” konsultatif, pertikaian memperebutkan kekuasaan terjadi dan ambisi untuk memimpin tumbuh subur…ada domain yang terbuka lebar di depan periode baru ini yaitu konflik dan perselisihan yang terjadi di antara umat Islam sehingga memperlambat proses al harb al faashilah (perang yang sangat menentukan) yang telah dipersiapkan oleh Nuruddin jauh sebelumnya. Dan Shalahuddin terpaksa harus kembali menceburkan diri ke dalam kancah peperangan baru untuk mempersatukan umat. Hal ini belum dapat diwujudkan kecuali setelah lebih dari 12 tahun kemudian. Pada bulan Rabiul Awwal 570 H – Nopember 1174, Shalahuddin berhasil untuk menyatukan Damaskus secara damai, kemudian menyusul kota Homs dengan tanpa bentengnya pada tanggal 10 Desember 1174 M. Dan pada tangal 28 Desember 1174 M, ia dapat merebut kerajaan Hamah sekaligus bentengnya kemudian kembali dari sana baru ia dapat menguasai benteng Homs. Pada tahun itu juga di bulan Ramadhan ia berhasil menduduki kota Baklabak, maka mayoritas wilayah Syria berada di bawah kekuasaannya. Sepanjang masa tersebut, Shalahuddin tetap menjaga loyalitasnya yang tinggi kepada Shaleh bin Nuruddin dan mendoakannya di masjid-masjid bahkan menuliskan namanya di atas uang koin. Namun setelah kemenangan Shalahuddin di dalam peperangan yang terjadi di antara pasukannya di satu pihak dan pasukan Aleppo, Mousal Zanki di pihak, pada saat itu ia mulai memutus kemesraan hubungan ini dan uang koin yang bertuliskan raja Shaleh. Ia kemudian disebut sebagai raja Mesir dan Syria serta menobatkan dirinya sebagai khalifah di sana. Kemudian pada tahun yang sama (570 H) Shalahuddin dapat menguasai benteng Ba’reen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun berikutnya (570 H, Shalahuddin menguasai Baza’a, Manbaj dan I’zaz. Pada tahun 577 H, Raja Shaleh Ismail meninggal dunia di kota Aleppo dalam usia yang kurang dari 20 tahun. Dan pada tahun 578 H, Shalahuddin menyeberangi sungai Eufrat dan kerajaan wilayah Jazeerah (Ar Raha, Huran dan Riqqa) serta kerajaan Sinjaar. Pada tahun 579 H, ia terus merayap menguasai wilayah Amid, Bukit Khalid dan Intab. Menduduki Aleppo pada bulan Shafar tahun itu juga setelah ditinggalkan oleh Imaduddin bin Maudud bin Zanki, sebagai pejuang daerah Sinjar, Nashibin, Al Khabur, Riqqa dan Saruj. Dan dengan keberhasilan Shalahuddin menduduki Aleppo—setelah melakukan pengepungan yang berulang-ulang—Raja Shalahuddin baru merasakan kestabilan setelah kondisi, sebagaimana ia juga menguasai Benteng Harem. Pada tahun 571 H, Shalahuddin menduduki Miyafarqin, Syerzur, Qarabili dan seluruh wilayah setelah sungai Zab. Dan yang terakhir ia memasuki wilayah Mousal dan wilayah kecil yang tunduk kepadanya ke dalam pemerintahan Shalahuddin pada tahun 582 H – 1186 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode 569-582 H (1174-1186 M) merupakan periode yang tidak pernah sepi dengan berbagai peperangan sengit dengan pasukan Salibis, peperangan ini pula memberikan kontribusi untuk tetap melestarikan prestise umat Islam dan memberi mereka peluang untuk mengintrodusir berbagai abilitas musuh dan titik-titik kelemahan mereka. Itu juga memberi kesempatan kepada umat untuk mengetahui sisi-sisi minus mereka yang perlu diperbaiki dan tidak memberi musuh ruang waktu yang cukup untuk memperkuat, berekspansi dan menyebar. Namun Sahalahuddin belum juga memasuki perang harbun faashilah (peperangan yang sangat menentukan) melawan Salibis.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini kita melintasi berbagai peristiwa penting yang terjadi saat itu dengan Salibis. Pada tahun 570 H, kekuatan umat Islam dapat mengalahkan armada Salibis yang datang dari Sisilia dengan kemenangan yang gemilang. Karena kekuatan ini yang telah menaklukkan perlawanan Iskandaria yang berkuatan  50 ribu tentara. Pada tahun 573 H, Shalahuddin dapat memenangkan pertempuran dengan orang Eropa dari arah Mesir hingga datang ke wilayah Asqalan. Wilayah ini ia buka, menawan, membunuh dan membakar. Kemudian armada Shalahuddin berlayar, setelah menyaksikan bahwa Salibis tidak memunculkan kekuatan mereka. Shalahuddin terus berjalan memasuki wilayah Ar Ramlah, di sana mereka diserang secara tiba-tiba namun ia dapat mengalahkan mereka. Akhirnya ia kembali dengan jumlah tentara yang berjumlah kecil dan dalam kondisi yang serba sulit. Ini merupakan pelajaran yang berat baginya. Dan dalam tahun yang sama, pasukan Eropa mulai mengepung kota Hamah dan Jarem tapi upaya ini gagal. Pada tahun berikutnya, Eropa kembali melancarkan serangan atas kota Hamah. Pada tahun 575 H, Shalahuddin membalas dengan menyerang daerah yang dikuasai oleh Salibis dan memporakporandakan benteng yang mereka bangun dengan deraian rasa sedih dekat Banyas. Lalu terjadilah pertempuran sengit yang berakhir dengan kemenangan di pihak muslim, banyak pimpinan pucuk tentara musuh yang ditawan namun raja mereka dapat meloloskan diri. Di antara mereka yang tertangkap adalah : ibn Birzan, penguasa Ramlah dan Nablus yang merupakan wilayah yang punya tempat di sisi raja Eropa, saudaranya yang menguasai Jabil juga ditawan, sebagaimana juga dengan para penguasa Thibriyah, Miqdam Ad Daawiyah dan Janin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 578 H, Shalahuddin melancarkan serangan-serangan ke wilayah yang dikuasai Eropa dengan konsentrasi pada daerah Syaubik dan Karak. Pasukan muslim juga dapat membuka Syakif dengan cara militer di bawah komando Farakhsyah (gubernur Damaskus). Ia juga menyerang Bisan dan merampas kekayaannya. Pasukan Arab ini terus melaju dan menyerang daerah Janin, Al Lajuun hingga mendekati Akaa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun yang sama, armada Shalahuddin dapat mengalahkan armada yang dikomandoi Arnath (Ronald De Syateaun) yaitu penguasa Karak di wilayah Laut Merah untuk merusak daerah pesisir kaum muslimin dan daerah Mekkah serta Madinah. Ia mengirim beberapa tawanan ke Mina untuk disembelih sebagai peringatan bagi mereka yang mengintimidasi tempat sakral Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 579 H, Shalahuddin menyeberangi sungai Jordania pada tanggal 19 Jumadil Akhir dengan tujuan Bisan dengan membakar tempat-tempat utama orang Salibis dan merusaknya “Pasukan Islam menyerang aktifitas mereka baik pada sisi kanan dan kiri, hingga mereka harus melakukan sesuatu yang tidak berniat sama sekali dan berani melakukannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Shalahuddin juga melancarkan serangan ke Karak dan kembali dengan mengepungnya pada tahun berikutnya, namun upaya ini tidak berhasil. Kemudian ia melanjutkan ekspedisinya ke Nablus pada tahun 580 H dan menyerang para patronase Salibis saat dalam perjalanan. Ketiga tiba di Nablu, mereka melancarkan serangan kepada Salibis dan menghancurkan bases mereka, mereka terbunuh, tertangkap dan tertawan. Kemudian berjalan ke Sabsthiyah dan dapat menyelamatkan sekelompok tawanan muslim, dan mereka tiba di Janin dengan menghancurkan basis-basis orang Eropa di sana dan merampas harta. Lalu mereka kembali ke Damaskus dengan menyebarkan beberapa batalyon tentara ke berbagai tempat merampas harta perang dan menghancurkan kerajaan-kerajaan Salibis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 572 H, Raja Eropa meninggal dunia di Bait al Maqdis dan digantikan oleh seorang anak kecil yang akhirnya menimbulkan perselisihan karena tamak akan kekuasaan di antara mereka. Ini yang membuat penguasa Tripoli untuk melayangkan surat kepada Shalahuddin dan menjalin aliansi untuk melawan para sahabatnya orang Eropa. Pada tahun yang sama penguasa Karak, Arnold berkhianat dengan menyerang  kafilah dagang muslim dengan merampas seluruh harta mereka. Ia tidak merespon tuntutan dan ancaman Shalahuddin untuk melepas apa yang mereka telah ambil. Maka ia bersumpah akan membunuh Arnold bila dapat mengalahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki tahun 583 H, berbagai kondisi untuk menyongsong perang final telah siap dari kesatuan kekuatan umat Islam dan hancurnya prestise Salibis serta pengalaman luas dalam seni berinteraksi dengan musuh. Dengan ini maka Shalahuddin memasuki perang yang dinamakan perang Hithin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghadapi perang ini, Shalahuddin mempersiapkan pasukannya sekitar 12 ribu tentara reguler di luar para sukarelawan. Dan tentara Salibis mempersiapkan diri dengan berekonsiliasi dan menyunifikasi kerajaan dan balatentaranya yang berhasil membentuk kekuatan yang berjumlah lebih kurang 63 ribu tentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalahuddin menyeberangi sungai Jordania dan membuka wilayah Thibriyah dengan tanpa benteng. Clash antar kedua kubu ini dimulai hari Jum’at namun peperangan kian memanas pada hari Sabtu pada tanggal 24 Rabiul Akhi 583 H – 4 Juli 1187 M. Kekuatan Eropa merasakan terik panas dan dahaga yang sangat, sementara kekuatan Islam mengepung mereka dengan membakar rumput kering yang ada sehingga membuat para musuh melengkapi penderitaan mereka dari serangan panasnya matahari, dahaga, api dan persenjataan serta serangan yang dilancarkan oleh para pemanah. Kemudian Shalahuddin memerintahkan pasukannya untuk bertakbir dan menyerang dengan sungguh-sungguh. Maka Allah anugerahkan kepada umat Islam kemenangan dengan berhasil membantai lebih kurang 30 ribu dan menawan 30 ribu lainnya. Dan di antara mereka yang tertawan adalah seluruh raja-raja mereka kecuali penguasa Tripoli. Menurut sebagian riwayat mengatakan bahwa “belum pernah terdengar peristiwa yang benar-benar memperlihat kekuata (‘izz) Islam dan umatnya seperti apa yang terjadi pada hari ini yang mampu mendobrak kebatilan dan pengikutnya. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa sebagian para petani melihat orang-orang yang memboyong lebih dari 30-an tawanan dari bangsa Eropa yang terikat dengan tali kemah. Dan sebagian lainnya ada yang dipejualbelikan dengan sandal untuk dipakai. Persoalan-persoalan yang berjalan belum pernah terdengar kecuali yang terjadi di zaman para sahabat dan tabi’in.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka yang jatuh tertawan adalah Raja Jai, penguasa Bait al Maqdis, saudaranya dan Arnold, penguasa Karak yang dibunuh dengan tangan kanannya Shalahuddin karena pengkhianatan dan penganiayaannya yang ia lakukan terhadap muslim. Mereka juga menawan Shahib Jabil dan Ibn Henfari, Miqdam ad Dawiyah dan sekelompok dari Dawiyah dan Isibtariyah. Orang-orang dari Dawiyah dan Isibtariyah dihukum mati karena permusuhan dan prejudice mereka yang sangat kepada umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah peristiwa Hithin yang merupakan salah satu perang final yang terjadi dalam sejarah Islam dan sejarah Palestina. Di mana umat Islam terus menghiasi malam-malam dengan gema takbir dan tahlil serta diakhiri dengan sujudnya Shalahuddin di depan keagungan Allah sebagai tanda syukur setelah runtuhnya kemahnya Raja Eropa dan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah peperangan ini telah terbuka lebar di depan mata umat Islam jalan untuk membebaskan mayoritas wilayah Palestina. Maka dalam hitungan hari wilayah Thibriyah ditaklukkan kemudian Aka (pada tanggal 10 Juli), Nashira, Shafuriyah, Kaisariah, Haifa, Arsuf, Nablus, Faulah, Daburiyah, Janin, Za’in, Thur, Lajun, Bisan, semua wilayah yang menginduk kepada daerah Thibriyah dan Aka, lalu Yafa. Kemudian umat Islam merayap menuju arah Utara dengan membuka benteng Tabnia, Shaida (29 Yuli), Beirut (6 Agustus) dan Jabil. Terus melanjutkan perjalanan ke arah Selatan untuk melengkapi upaya membebaskan Palestina, maka mereka membuka Ramlah, Yabna, Bethlehem, Hebron, Asqalan (4 September), Ghaza dam Darum. Shalahuddin bermalam di Asqalan hingga benteng Dawiyah dapat diserahkan di Ghaza, Nathrun dan Bait Jibril…dan yang lainnya. Semua ini dalam diselesaikan hanya dalam tempo lebih kurang dua bulan dan ada juga yang dikepung bertahun-tahun baru kemudian dapat ditaklukkan. Jumlah daerah yang telah dibuka sekitar 50 wilayah besar dan setiap wilayah punya pasukan, benteng dan perlindungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembebasan Bait al Maqdis :&lt;br /&gt;Semua  perhatian tersedot ke arah Bait al Maqdis, maka Shalahuddin terlah mempersiapkan segala perlengkapannya dan memulai pengepungan atas kota ini pada pertengahan bulan Rajab 583 H – 20 September 1187 M. Pasukan musuh telah terkonsentrasi di dalam kota ini sebanyak 60 ribu pasukan Salibis yang semuanya telah memutuskan untuk lebih baik mati daripada harus menyerahkan wilayah kota ini. Pada masa pengepungan terjadi berbagai pertempuran. Pasukan Islam berusaha untuk merangsek masuk dan menyerang, maka terjadilah pertempuran yang paling sengit yang pernah disaksikan oleh manusia. Setiap pihak hanya melihat pada motivasi agama yang wajib bagi masing-masing, maka tidak ada lagi satu motif untuk kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Eropa menuntut damai dengan imbalan menyerahkan kota, dan bila itu tidak dipenuhi mereka mengancam akan membantai ribuan  tawanan muslim. Kemudian mereka membunuh para wanita dan keturunan mereka yang Nasrani, membakar dan menghancurkan seluruh harta benda, membunuh binatang ternak, merusakkan masjid al Aqsa dan Batu Shahrah, lalu mereka keluar untuk bertempur hingga titik darah terakhir. Shalahuddin berkonsultasi dengan para sahabatnya, maka mereka berijma untuk memberikan isyarat damai. Lalu diberikan kepada mereka perdamaian. Akhirnya usai sudah proses kemenangan umat Islam atas Al Quds pada tanggal 28 Rajab 583 H – 2 Oktober 1187 M. Di sini nampak kelihatan jiwa toleran dan kasih sayang seorang Shalahuddin yang juga diakui oleh kebanyakan orang-orang Nashrani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah akhirnya Bait al Maqdis kembali diperintah di bawah bendera Islam setelah 91 tahun Hijriah (88 tahun Masehi). Keagungan dan kemuliaan Masjid Al Aqsa dapat dikembalikan, suara kumandang azan kembali bergema dengan anggunnya. Akhirnya mimbar yang sudah dipersiapkan dua puluh tahun sebelumnya oleh Shalahuddin benar-benar dapat diletakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang terpenting untuk kita sinyalir di sini bahwa Shalahuddin tetap terus membuka kota-kota dan benteng-benteng Salibis lainnya. Daerah Jablah, Latakia dan benteng Zion juga diduduki pada tahun 584 H. Benteng Bakas, Syaghar, Sarminiay, Birziyah, Darb Salik, Baghras juga dibuka sebagaimana Karak yang sekitaranya seperti Syaubik setelah pengepungan yang panjang dan dengan cara damai. Wilayah Shifd juga ditaklukkan oleh Shalahuddin secara damai setelah pengepungan dan kaburnya pasukan Salibis ke wilayah Shur dan begitu juga dengan Kaukab juga diduduki. Pada bulan Rabiul Awal 585 H, Shalahuddin menduduki Syaqif Arnon yang merupakan benteng yang paling terkuat resistensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelanjutan Jihad melawan kekuatan Salibis :&lt;br /&gt;Kekuatan Salibis yang sudah kehilangan kota-kota dan benteng-benteng berkumpul di kota Sour. Shalahuddin terlalu toleran dan berlemah-lembut dan mengizinkan mereka untuk pergi ke kota tersebut secara bebas. Maka mereka berkesempatan untuk meminta asistensi dan mendapatkan dukungan baru sehingga kembali menjadi kuat. Lebih dari itu, Shalahuddin telah membebaskan raja Jai pada tahun 584 H dengan syarat ia harus benar-benar pulang ke Perancis. Namun ternyata Jai menuju kota Sour dan mengambil pucuk komando kekuatan Salibis berkat bantuan armada Biza dari Italia. Pada kesempatan ini, Ibn Katsir mengatakan : “Semua itu terjadi karena kesalah yang diperbuat oleh Shalahuddin untuk membebaskan mereka yang telah tertangkap. Maka dari itu ia harus menggigit jarinya sendiri sebagai wujud penyesalan  yang tidak ada gunanya lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balatentara Salibis melancarkan serangan dari kota Sour ke kota Aka pada tahun 585 H – 1189 M. Mereka berdiam hingga datang balabantuan ekspedisi ketiga yang diserukan oleh Paus Urban Kedua yang diberi nama dengan misi “perebutan kembali” Bait al Maqdis yang dikomandoi oleh tiga Raja Eropa yaitu Fredrik Barbarosa, yang mana sebagian besar pasukannya mati di tengah perjalanan, Richard yang “Berhati Singa” Raja Inggris yang datang dari arah laut. Kemudian Phillip Augustas, Raja Perancis. Richard merupakan orang yang hebat yang merupakan orang Eropa yang paling jahat dan punya kebencian yang sangat terhadap orang Islam”. Ia merupakan sosok pemberani, terhormat dan penyabar. Ia adalah rintangan yang paling berat bagi muslim. Tiga kekuatan ini yang mengepung kota Akka (pada bulan Raiul Tsani- Jumadil Ula 587 H (Juni 1191 M). Dan kota ini jatuh ke tangan  mereka pada tanggal 17 Jamadil Ula 587 H (12 Juli 1191 M). Dengan pendudukan ini, kekuatan Salibis berupaya yntuk dapat membangun basis kekuatan kembali di Palestina. Umat Islam kembali membalas dan terjadilah berbagai pertempuran antara kedua belah pihak. Namun, Salibis terus melanjutkan ekspansi dengan merebut teritori wilayah Selatan pantai dengan menduduki kota-kota Haifa dan Jaffa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu untuk dicatat bahwa konflik yang terjadi sungguh bersimbah darah dan sangat pahit. Sebagaimana hal ini disinyalir oleh Ibn Katsir bahwa Shalahuddin bermukim di Akka bersabar dan bersabar berdiam di sana selama 37 bulan dan mereka yang terbunuh dari pasukan Salibis berjumlah 50 ribu tentara. Ekspedisi militer Ketiga Salibis ini diakhirnya dengan diadakannya perdamaian Ar Ramlah antara Richard si “Hati Singa” dan Shalahuddin al Ayubi pada tanggal 21 Sya’ban 588 H – 1 September 1192 M.  Ini merupakan genjatan senjata selama 3 tahun 3 bulan. Eropa menuntut untuk menguasai wilayah pesisir dari Yafa ke Akka dan diperbolehkan untuk menziarahi Al Quds dan bebas untuk berdagang dan keluar masuknya kafilah masing-masing. Di sini perlu kita menegaskan beberapa poin di bawah ini yang berhubungan dengan perdamaian di atas di mana banyak dari kita yang terserang dewasa ini menyandarkan argumentasinya kepada kelalaian mereka akan hak-hak Islam dan umatnya dan berubah menjadi pendukung Yahudi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1-   Shalahuddin tidak pernah menginginkan diadakannya perdamaian dan ketika  mendatangkan para konsultannya, ia tetap bersikukuh untuk tidak menyetujui genjatan senjata. Al Imad al Ashfahani menulis dengan caranya sendiri tentang Shalahuddin : “Kita, dengan syukur kepada Allah tetap dalam kondisi kuat, dan sudah mendekati kemenangan yang diidamkan. Kita sudah terbiasa dengan Jihad, maka hal ini membuat kita sulit untuk hidup tanpanya. Kita tidak ada hal yang lain yang dapat kita kerjakan kecuali terus memerangi para Salibis. Menurut pandangan saya bahwa saya harus meninggalkan segala sesuatu yang berkenaan dengan genjatan senjata, bahkan sebaliknya kita harus memilih Jihad yang memberikan kita kekuatan dan kehormatan. Hanya Allah yang menolong dan hanya karena-Nya saya mengambil keputusan dan berserah diri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun para konsultannya berijma’ untuk menerima tawaran damai dengan alasan kerusakan negara, keletihan para tentara dan rakyat dan persediaan bahan makanan yang sedikit. Dan karena orang Eropa bersikeras untuk berdamai dan bila saja hal tersebut tidak terwujud maka akan tetap tinggal di sana dan melanjutkan peperangan. Adapun bila terjadi perdamaian maka rakyat dan pembangunan negeri akan kembali aktif, para pasukan akan sedikit lega, memperkuat diri dan bersiap-siap untuk peperangan. Menurut pendapat mereka bahwa orang Eropa itu tidak akan khianat dengan janji-janji mereka, oleh karena itu mereka menasehati Shalahuddin untuk mengadakan genjatan senjata sehingga para musuh berpisah dan bubar. Mereka tetap saja menganjurkan itu sehingga ia menyetujuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2-   Sesungguhnya perdamaian ini adalah temporer dalam waktu yang sangat singkat dan bukan perjanjian damai yang abadi. Hal serupa juga pernah diadakan sebelum dan sesudahnya. Dan ini diperbolehkan di dalam tinjauan Syariah Islam sesuai dengan maslahat yang ditetapkan oleh para pemimpin umat Islam. Dan berbagai konflik dan peperangan lain juga terus berlanjut setelah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3-   Belum pernah ada dalam perjanjian damai ini pengakuan bagi orang Eropa atas hak apapun tentang tanah Palestina. Namun yang ada adalah genjatan senjata yang meniadakan peperangan yang membawah kerusakan negara hingga berakhir masa waktunya yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa bedanya antara genjatan senjata yang diadakan oleh orang Islam yang puluhan kali dan penjanjian damai dengan negara Zionis yang terjadi dewasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting bahwa sesungguhnya perdamaian yang sudah disepakati harus ditinggalkan oleh Shalahuddin (rahimahullah) yang wafat pada tanggal 27 Shafar 589 H – 4 Maret 1193 M. Atau hanya tiga bulan setelah disepakatinya perjanjian Ar Ramlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan Pengikut Ayub dan Konflik dengan Salibis :&lt;br /&gt;Setelah wafatnya Shalahuddin, kembali perselisihan dan perpecahan terjadi antara para suksesor sang pemimpin. Beberapa tahun setelah kematiannya terjadi konflik-konflik berdarah yang sangat melemahkan kekuatan mereka. Di lain pihak kerajaan Salibis semakin solid dan terkonsolidasi yang terus berlanjut dan terkadang berekspansi keluar dengan mengorbankan kekuasaan Islam. Sungguh kecintaan akan dunia, kekuasaan yang menjadi pemicu pertikaian walaupun harus mengorbarkan prinsip-prinsip dan hal-hal sakral sekalipun. Ini yang menjadi salah satu fenomena beberapa penguasa dan sultan-sultan di negara Ayubiyah. Sebagian ada yang beraliansi dengan Salibis untuk melawan yang lain dengan kompensasi Bait al Maqdis, dan ini bukan hanya sekali sebagai imbalan keberhasilan Sultan Syria mengalahkan sultan Mesir atau Akas!! Para Salibis tentu berbahagia untuk memainkan peranan seperti ini, namun mereka tetap dengan ketamaakan mereka untuk mendapatkan keseluruhan wilayah kendati musim seminya Salibis belum terlalu lama berlangsung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspedisi Keempat Salibis yang dikirim oleh Barat pada tahun 601 H-1204 M berakhir di Kostantinopel—dan belum sampai ke wilayah Syria atau Mesir. Adapun ekspedisi yang Kelima telah bertolak dari Akka saja dengan kepemimpinan Rajanya Youhana Bareen, menuju kota Demiat di Mesir antara tahun 615-618 H (1218-1221 M). Ketika sultan Ayubiyah yang bernama Al Kamel Mohammaed bin Muhammed bin Ayoub menyadari kondisi yang kritis maka ia tawarkan kepada Eropa untuk berdamai dengan kompensasi menyerahkan Al Quds dan sebagian besar wilayah yang dibuka oleh Shalahuddin. Maka mereka menolak dan menuntut untuk diberikan wilayah Tenggara Jordan (Karak dan Syaubik). Maka raja Isa bin Ahmad bin Ayub, penguasa Damaskus merusakkan tembok-tembok kota al Quds agar orang Eropa tidak dapat memanfaatkannya bila itu jatuh ke tangan mereka pada tahun 616 H – 1219 M. Namun akhirnya orang-orang Ayubiyah mengerahkan kekuatan-kekuatan yang ada dan berhasil mengalahkan Salibis dan kembali ke Akka setelah kehilangan satu kesempatan emas yang ditawarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian perselisihan yang muncul antara al Kamel Muhammad dan al Mu’adham Isa membuat Al Kamel Muhammad harus meminta bantuan Fredrik Kedua, Kaisar kekaisaran Romawi yang mendapat mandat atas kerajaan Salibiyah di Akka, dengan berjanji akan menyerahkan Al Quds bila saja dibantu melawan saudaranya Al Mu’adham Isa. Fredrik Kedua datang dengan memimpin ekspedisi Salibis yang Keenam dan tiba di Akka pada tahun 625 H – 1228 M.  Kendati Al Mua’dham Isa meninggal dunia yang akhirnya memungkinkan saudaranya Al Kamel dan Al Asyraf untuk membagi kerajaan dengan memberikan kepada anaknya An Nasher Daud wilayah Karak, Balqa, Aghwar, Salath dan Syaubik. Al Kamel sebenarnya tidak lagi membutuhkan bantuan Fredrek Kedua namun ia lalai dengan Al Quds hanya karena ingin memenuhi janjinya kepada Fredrik!!! Fredrik pada waktu itu tidak terlalu kuat untuk memaksa umat Islam untuk menyerahkan Al Quds. Hanum ia benar-benar memohon kepada Al Kamel pada beberapa tahapan negosiasinya dengan raja Ayubiyah ini yang berkata : “Saya adalah bawahanmu dan sebagai hamba yang beriman. Kalau kemuliaanmu memberiku  kehormatan untuk mengambil wilayah, itu akan menjadi sebuah pemberian yang sangat berarti yang akan membuatkan bangga dengan diriku di antara para raja-raja laut.” Al Kamel merespon dan mengadakan perjanjian Jaffa pada tahun 626 H (18Februari 1229 M). Perjanjian ini akan berakhir dalam 10 tahun yang menyatakan bahwa para Salibis akan mengambil tanah suci Al Quds, Betlehem, Tabneen, Honeen, Sayda dan tepian Al Quds yang trus ke Al Lad dan berakhir di Jaffa. Ini ditambah dengan beberap kota Nassira dan wilayah Barat al Jaleel. Perjanjian ini juga mengatakan bahwa tempat suci umat Islam, batu Al Shakhra dan masjidnya tetap dibiarkan untuk orang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu Al Quds akhirnya kembali ke pangkuan orang-orang Salibis yang memancing amarah orang Islam. “Umat Islam sangat sedih dengan kehilangan kota Al Quds; mereka menangis dan berteriak merintih di mana-mana. Dan ini merupakan malapetaka besar yang menimpa mereka. Dan para sesepuh dan ulama berkata : Wahai para raja umat Islam yang dengan peristiwa ini sangat memalukan sekali, kemurkaan benar-benar memuncak kepada raja Al Kamel dan rakyat Damaskus menjadi benci kepadanya dan pembantunya, dan membanjirlah kebenciaan orang kepadanya di setiap tempat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Katsir berkata : “Peristiwa itu bagi umat Islam merupakan peristiwa yang sangat memukul sekali, mereka menjadi lemah tak berdaya, dan gonjangan yang dahsyat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik antara keturunan Al Ayubi terus berlanjut, namun Nasher Daud, penguasa Jordan dapat memanfaatkan kesempatan setelah usainya masa validitas perjanjian damai Yafa dan upaya Eropa untuk membentengi Bait al Maqdis, dengan mengingkari persyaratan yang ada. Maka pada tanggal 6 Jumadil Ula 637 H – 7 Desember 1239 M, ia dapat menguasai Al Quds dan berhasil mengusir orang-orang Eropa dari sana. Namun Shaleh Ismail, penguasa Damaskus menyerahkannya kembali kepada mereka pada tahun 638 H- 1240 M!! Setelah ia meminta bantuan pasukan Salibis ini untuk melawan penguasa Mesir Shaoleh Najmuddin Ayyub. Di tambah lagi dengan wilayah Asqalan, Tabariya dan kota-kota pesisir lainnya sebagaimana juga dengan benteng Syaqib, sungai Al Mojeb, benteng Safad dan gunung Amel. Ulah penguasa ini benar-benar membuat umat Islam jadi berang “yang sudah terlalu marah dengan Shaleh Ismail”. Sekali lagi Al Quds berada di tangan orang-orang Salibis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat Al Shaleh Ismail memobilisasi kekuatannya untuk berpartisipasi dengan Salibis melawan Al Shalah Ayub di Gaza, mayoritas balatentaranya menolak untuk bergabung dengan Salibis melawan saudara sesama muslim. Sebaliknya mereka berpaling kepada pihak tentara Mesir dan dapat mengalahkan Salibis dengan kemenangan yang gemilang. Namun Al Shalah Ayub berdamai dengan mereka pada tahun 638 H – 1240 M, dan mereka dapat merebut kembali wilayah Al Quds dan mengontrolnya serta wilayah-wilayah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, keturunan Ayub kembali berperang sesama mereka untuk memperebutkan kekuasaan dan Al Quds serta tanah sucih tetap menjadi kartu yang dipermainkan untuk mengejarkan kehancuran mereka demi kekuasaan dan prestise. Lagi-lagi Al Shaleh Ismail menawarkan aliansi kepada Eropa di Akka dengan imbalan kekuasaan yang penuh atas Al Quds dengan batu Shahrah dan Masjid al Aqsa dan Al Nasher Daud juga bergabung dengan mereka. Pada kesempatan yang sama Al Shaleh Najmuddin Ayub, penguasa Mesir menawarkan hal yang serupa kepada kekuatan Salibis sebagai imbalan aliansi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kekuatan Salibis lebih senang beraliansi dengan Al Shaleh Ismil yang merayap menginvasi Mesir dengan asistensi sekutu mereka Al Nashe Daud dan Al manshur Ibrahim, raja Homs. Pada pihak lain, al Shaleh Najmuddin Ayub meminta bantuan dari Al Khawarziyyah yang datang kepada mereka dengan kekuatan yang terdiri dari 10 ribu balatentara yang dalam perjalanan dengan menguasai Thibriyah dan nablus. Mereka menyerang Bait al Maqdis pada tanggal 17 Juli dan berhasil mengembalikan Bait al Maqdis secara utuh ke dalam pekarangan Islam pada tahun 642 H – 23 Agustus 1244 M. Dan dengan demikian Bait al Maqdis kembali ke pangkuan umat Islam selamanya. Dan terus memelihara identitasnya yang Islami sehingga kedatangan kekuatan Inggris pada tanggal 10 Desember 1917 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang Khawarzimiyah datang dengan tujuan untuk memberikan bantuan kepada Al Shaleh Ayub melawan Al Shaleh Ismail dan sekutu-sekutunya. Dan terjadilah pertempuran Ghaza Kedua (dekat Ghaza di tempat yang bernama Hirbiya) antara dua kekuatan tersebut pada tanggal 12 Jumadil Ula 642 H – 17 Oktober 1244 M yang berkesudahan dengan kekalahan yang pahit bagi Al Shaleh Ismail dan Salibis. Jumlah korban yang jatuh dari pihak Eropa diperkirakan lebih kurang dari 30 ribu di luar 800 tawanan perang yang digiring ke Mesir. Pertempuran ini merupakan pukulan yang terkuat buat kekuatan Salibis sesudah perang Hithin. Dan peperangan ini juga dikonsiderasi sebagai salah satu dari pertempuran yang paling krusial dalam sejarah Palestina, karena Salibis tidak pernah berhasil untuk membangun kembali kekuatan mereka kendati tetap mempertahankan kekuatan yang sudah mereka miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Al Shalah Ayub mengambil kontrol kota Al Quds, Hebron, Ait Jabreen, Al Aqwar dan Damaskus pada tahun 642 H (1245 M). Ia memberi pelajaran kepada kekuatan Salibis dan menduduki wilayah benteng Tabariyah dan Asqalan. Oleh karena hal ini, kerajaan Salibis hanya sebatas pintu gerbang wilayah Jaffa pada tahun 644 H (1247 M). Mesir kemudian diserang oleh ekspedisi Ketujuh Salibis, yang dipimpin oleh Louise Kesembilan, raja Perancis pada tahun 646 H (1249 M). Ekspedisi ini gagal, dan rajanya dapat dipenjarakan kemudian dibebaskan untuk pergi ke Akka. Satu tahun kemudian dinasti Ayubi mengakhiri kekuasaan mereka di Mesir dan dinasti Mamalik mengambil alih kekuasaan yang ada pada tahun 647 H (1250 M). Setelah itu fase baru dalam Jihad melawan orang-orang Mongolia dan Salibis kembali dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Mamalik dan Konfrontasi Mereka dengan Tartar :&lt;br /&gt;Pada abad yang ketujuh Hijriah –ketiga belas Masehi—muncul bahaya bagi umat islam yang datang dari Mongolia. Mongol sudah menyatukan kabilah-kabilah mereka di bawah komando Jengis Khan. Dan mereka memulai ekspedisi besar mereka untuk berekspansi. Maka mereka kuasailah wilayah Mansyuriah, Cina dan Korea. Mereka juga berhasil menghancurkan balatentara negara Al Khawarzimiyyah yang muslim pada tahun 1221 M yang merupakan benteng kuat yang dapat menghadang ekspansi mereka untuk menuju dunia Islam lainnya. Kekuatan Mongol ini juga telah mewujudkan banyak kemenangan gemilang dan signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jengis Khan meninggal dunia pada tahun 624 H – 1227 M, namun Mongol tetap melanjutkan estafet mereka dengan menyerang wilayah Asia Tengah, Rusia dan menguasai Moskow sebagaimana mereka juga berhasil menduduki Ukraina dan menyerang Polandia serta mengalahkan balatentara Jerman. Mongol menghancurkan Hongaria setelah berhasil menyapu rata kekuatan bersenjata mereka dan terus menembus daratan Eropa. Sebagaimana mereka juga terus merangsek masuk ke wilayah dunia Islam, maka lengkaplah kekuasaan mereka di wilayah Turkistan, Afghanistan, India dan Parsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mongol membumihanguskan setiap kerajaan yang mereka hadapi dengan tanpa sedikitpun ada rasa iba atau kasih sayang dan dengan perangai jahatnya yang menakutkan telah membuat dunia menjadi ciut dari kekuatan dan serangan mereka. Maka bukan saja karena kapabalitas dan kekuatan yang mereka miliki mereka yang membuat mereka selalu memenangkan pertempuran tapi perang urat saraf dan imej yang menakutkan tentang mereka juga punya andil besar yang mereka sebarkan ke dalam jiwa lawan-lawan mereka. Bangsa Mongol ini terus memetik kemenangan perang dari yang paling ektrim yaitu perang kilat yang bersandarkan pada kecepatan gerak sebagaimana mereka juga memetik kemenangan perang urat sarat yang menakutkan orang akan kekuatan mereka di setiap tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara muslim menderita perpecahan dan kelemahan yang membuat Mongol dengan mudah merayap memasuki wilayah mereka dan meratakan kerajaan-kerajaan mereka dengan sangat mudah. Tingkat ketidak berdayaan pemimpin Islam ini membuat salah satu dari mereka –yang berkuasa di salah satu kota—mengirimkan gambarnya yang dibuat di bawah telapak sepatu sebagai hadiah kepada Haluku, komandan Mongol supaya ia dapat “termuliakan” dengan meletakkan kakinya di atas gambar penguasa Islam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mongol kembali menyerbu Irak dan mengepung kota Baghdad yang merupakan ibukota khilafah Abbasiyah yang sudah tak bergigi dan tak berdaya.  Dan salah satu dari sebab ketidakberdayaannya itu adalah konspirasi antara menteri Ibn al ‘Alqami dan Mongol untuk menjatuhkan khilafah dan ia juga membebastugaskan pasukan khilafah dari jumlah 100 ribu menjadi 10 ribu. Baghdad jatuh pada tahun 656 H – 10 Februari 1258 M, pada saat itu pasukan Mongol membantai umat Islam secara besar-besaran yang berlanjut hingga 40 hari. Menurut Ibn Katsir bahwa jumlah korban yang berjatuhan saat itu lebih kurang 800 ribu dan ada yang menyebutkan sekitar 1 juta orang. Khalifah Al Musta’shim Billah juga terbunuh, dan ada yang mengatakan bahwa ia ditempatkan di dalam kantong lalu meninggal dunia karena tendangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mongol kembali menyerbu negeri Al Jazeerah dan berhasil menguasai wilayah Hurran, Ar Raha dan Diyaar Bakr. Kemudian menyeberangi Eufrat dan memasuki daerah Aleppo pada tahun 658 H – Januari 1260 M. Dan para penguasa Bani Ayub yang memerintah negeri Syam (Syria) memperlihatkan sikap kehinaan yang sangat setelah Nasher Yusuf al Ayubi, penguasa Aleppo, mendekralasikan  ketundukan dan ketaatannya kepada Mongol yang masuk negeri ini dengan melakukan kekejaman sehingga harus mengalirkan darah para kaum muslim di daerah Azqah. Dengan kondisi seperti ini, akhirnya penguasa daerah Hamah, Al Manshur bin Al Muzhaffar berinisiatif untuk kabur ke Mesir bersama isteri dan anak-anaknya meninggalkan kota Hamah bersama rakyatnya untuk menghadapi nasib mereka. Kemudian Nasher Yusuf kabur dari Damaskus ke Ghaza dengan tujuan akan melanjutkan perjalanan ke Mesir dengan membiarkan daerahnya tanpa pemerintahan dan rakyatnya tanpa pemimpin. Rumah yang dibangun oleh Al Ayubi di wilayah Syria hancur berkeping-keping dalam waktu yang tidak terlalu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, bangsa Mongol tiba juga di Damaskus dan menguasainya dengan aman pada awal bulan Maret 1260 H, kemudian mereka berkhianat kepada penduduknya. Dan pada saat musin semi mereka menduduki daerah Nablus dan Karak, terus merayap memasuki wilayah Ghaza dengan tanpa perlawanan yang berarti. Ini karena wibawa pemerintahan di Palestina sudah terbagi ke dalam Kerajaan Akka Salibis dan pemerintahan Mongol Tatar. Palestina kembali berada di bawah injakan kaki kuda para kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salibis dan bangsa Tatar :&lt;br /&gt;Bangsa Eropa sangat senang hati dengan invasi yang dilancarkan oleh bangsa Mongol terhadap negara-negara Islam dan berusaha untuk berkoordinasi dengan mereka menggalang satu barisan melawan musuh bersama. Mereka juga berusaya untuk menyebarkan ajaran Kristen di antara orang-orang Tatar. Pada awal mulanya proyek ini secara parsial berhasil, karena komandan Tatar yang menyerang negara-negara Islam (Haluku) punya kecenderungan kepada ajaran Kristen Nasturia dan para pengawalnya melibatkan banyak dari mereka bahkan isterinya sendiri adalah beragama Kristen. Isterinya ini punya peranan besar—yang membanggakan pihak gereja—dalam upaya untuk menghindarkan malapetaka yang akan menimpa daratan Eropa dari serangan orang Mongol dan mengarahkannya kepada negara-negara Islam. Dan bahkan komandan perang Ain Jalut, Katbaga adalah seorang Kristen. Pengaruh Kristen sangat besar bagi orang Mongol bahkan salah satu pendeta Kristen mengilustrasikan ekspedisi Tatar, bahwa itu adalah : “Ekspedisi Salibis dengan seluruh maknanya yaitu ekspedisi Kristen Nartoria”. Bahkan mengharap bahwa Halako dan pemimpinnya, Katbaga akhirnya akan berhasil mengeliminasi sepak terjak umat Islam secara keseluruhan. Hatoon Pertama, raja Armenia, dan Bohemond Keenam, pangeran Tripoli, bersama dengan pangeran Salibis wilayah Sour, Akka dan Cyprus, membuat aliansi dengan orang Mongol yang menegaskan upaya untuk mengeliminasi umat Islam di Asia dan mengembalikan Al Quds kepada orang-orang Salibis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa itu, Mesir di bawah dinasti Mamalik diperintah oleh Sultan Al Modhaffar Qutz pada tahun 657 H (1259 M). Ia adalah seorang pemimpin yang terkenal keimanannya, kecintaannya kepada Tuhan dan Islam. Ia adalah murid seorang cendikiawan terbesar pada masa itu, Al Aziz bin Abdul Salaam. Ibn Katsir mengatakan bahwa Qutz adalah “Seorang pahlawan pemberani yang mencintai perbuatan baik dan mengikuti Islam; rakyat sangat mencintainya dan tetap mendoakannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa bulan dari pemerintahannya, ia harus menghadapi problem invasi Tartar dan menerima surat ancaman dari pemimpin mereka yaitu Halako sebelum ia meninggalkan Syria dengan memaksa untuk menyerahkan Mesir. Surat itu berkata : “Lihat apa yang telah kita perbuat kepada yang lain dan belajarlah dari mereka; menyerahlah, karena kita tidak akan mengasihani orang-orang yang merintih dan menangis. Kemana kira-kira anda akan berlari menyelamatkan diri dari kami? Dan siapa yang dapat memproteksi kalian dari pedang-pedang kami? Kami tidak mengenal benteng-benteng, balatentara yang menyerang kami tidak ada gunanya dan doa kalian untuk kami tidak didengar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Butz, pemimpin umat Islam yang hanya takut kepada Allah, tahu betul bahwa kemenangan itu hanya datang dari Allah. Dan kalau ia benar-benar mempersiapkan diri untuk terjun dalam kancah perang dan menghubungkan segala sesuatunya kepada Allah, maka kemenangan akan dapat diraih. Akhirnya ia deklarasikan Jihad dan bersiap untuk menghadapi invasi Salibis. Setelah membaca surat tersebut, ia memerintahkan untuk menangkap dan membunuh para utusan pembawa surat dengan memotong jasadnya dari tengah (untuk dibagi dalam dua bagian). Kepala mereka digantung pada salah satu pintu masuk kota Kairo (pintu Zuwailah). Eksekusi mati ini adalah deklarasi yang tidak ada kegentaran untuk mundur dan bulat tekad untuk berperang. Ini juga merupakan tantangan yang memberikan spirit kekuatan dan kebanggaan  dalam menghadapi ekspansi Tatar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qutz putuskan untuk berinisiatif menyerang dan maju terus menghadapi kekuatan tempur Tatar sebagai upaya untuk mengangkat spirit juang umat Islam sekaligus sebagai penegasan atas spirit jihad  yang berupaya untuk mencari mati syahid di jalan Allah. Ini juga sebagai upaya untuk memelihara negara Islam yang berada di Mesir dan pembebasan wilayah Islam lainya di Syria, termasuk di dalamnya Palestina dan masjid Al Aqsa yang diberkahi. Selain itu, serangan ini adalah upaya untuk menakuti orang-orang Tatar bahwa mereka yang menyerang adalah tipe baru yang belum mereka hadapi sebelumnya. Dan menyerang adalah cara yang paling sukses untuk bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Ramadhan 658 H – 26 Juli 1260 M, pasukan Islam di bawah pimpinan Qutz melewati perbatasan dan membebaskan Ghaza dan berdiam di sana selama satu hari. Kemudian mereka merangsek terus ke arah utara untuk menghadapi pasukan Tatar, di sana di “Ain Jalut” bagian Timur Palestina, dua kekuatan Islam dan Tatar ini bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertempuran Ain Jalut :&lt;br /&gt;Pertempuran Ain Jalut menyaksikan salah satu pertempuran yang terbesar dan krusial dalam sejarah yang terjadi pada hari Jum’at (25 Ramadhan 658 H) bertepatan dengan (6 Desember 1260 M). Dalam perang ini sebenarnya Tatar lebih unggul dari dua segi “ilmu dan logika”, karena mereka punya kelebihan dibandingkan dengan pasukan Islam dalam aspek-aspek berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-    Efisiensi dan pengalaman yang luas yang merupakan buah dari berbagai banyak pertempuran yang mereka arungi (kepemimpinan dan tentara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-    Spirit dan moral juang yang tinggi sekali karena belum pernah terkalahkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-    Efisiensi kavalri yang mengetahui berbagai tehnik pertempuran  seperti serangan kilat yang menjadi kelebihan balatentara Tatar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-    Mereka mampu untuk mengorganisir secara baik karena lebih dekat kepada basis suplai dan logistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-    Lokasi strategis tentara mereka lebih baik dari posisi pasukan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati berbagai kelebihan menyolong yang mereka miliki, namun kemenangan yang monumental telah berpihak kepada umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan Qutz punya kelebihan bahwa mereka adalah “pasukan Islam” yang bergerak untuk menolong Islam dan memproteksi negeri-negerinya yang suci. Berbagai lapisan masyarakat turut berpartisipasi dalam pertempuran ini baik kaum lansia, ulama dan orang-orang shaleh Mesir. Perintah untuk ber-amar ma’ruf wannahyu anil munkar menyebar di kalangan tentara, maka mereka keluar dari Mesir sebagai pasukan yang dalam kondisi taubat, bersih dan sakral membela agama Allah dan menancapkannya di bumi. Sebagaimana pasukan Islam ini juga dipimpin oleh komandan yang beriman yang berhiaskan dengan “keinginan untuk berperang” yang menjadi fenomenanya yang paling kuat dan menjadi faktor kemenangan yang paling signifikan dalam pertempuran apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qutz meminta kepada pasukannya untuk menunggu hingga setelah shalat Jum’at “Janganlah kalian melancarkan serangan kepada mereka hingga tergelincir matahari, memberikan bayang-bayang, angin bertiup dan para khatib di masjid serta manusia lainnya mendoakan kita dalam shalat-shalat”, dan setelah itu baru dimulai pertempuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah berlangsungnya pertempuran, isteri Qutz “Jullanar” mati terbunuh dalam Jihad ini. Maka ia bergegas mendekatinya dengan berteriak “Oh wahai kasihku!” pada detik-detik nafas terakhir kepergian isterinya. Isterinya membalas dengan berkata kepadanya : “Jangan engkau katakan itu tapi katakanlah Islamah (duhai Islam)”, kemudian terangkatlah rohnya kepangkuan Rabnya setelah menyampaikan pesan tersebut bahwa urusan Islam dan Jihad di jalan Allah adalah lebih penting dari cinta dan hubungan pribadi. Maka Qutz berdiri tegak dan membalas dengan mengucap : “duhai Islam….duhai Islam…..dan seluruh pasukan mengumandangkan teriakan yang sama sehingga berakhir dengan kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat perang, kuda Qutz terbunuh lalu ia turun dan terus bertempur walau tanpa kuda sehingga pasukannya memberikannya kuda lain. Namun ia menolak untuk mengambil kuda pangeran lainnya yang secara sukarela memberikan itu kepadanya dengan mengatakan bahwa ia tidak mau untuk menghalangi mereka dalam menunaikan tugas suci ini. Sebaliknya ia harus berusaha sendiri untuk dapat menyelamatkan diri. Ia ditanya mengapa tidak mau menunggang kuda dan kalau saja para musuh melihat maka akan membunuhnya dan Islam akan dipecundangi. Ia menjawab : “Kalau saja saya terbunuh, maka saya telah pergi ke surga. Dan Islam maka ia punya Tuhan yang tidak akan melenyapkannya”. Dan setelah usai dan kemenangan ada di pihak Islam, Qutz turun dari kudanya berjalan dan mengusap mukanya dengan debu medan tempur serta sujud di hadapan Allah bersyukur kepada-Nya yang telah mengaruniakan kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum muslim langsung bergerak mengejar orang-orang Mongol, dan Qutz memasuki kota Damaskus hanya lima hari setelah berakhirnya peperangan Ain Jalut. Pengejaran berlanjut ke Aleppo dan ketika mereka mengetahui bahwa pasukan Islam sudah mendekat, mereka putuskan untuk meninggalkan tawanan muslim. Dan ini bagi mereka adalah malapetaka yang berat. Hanya dalam satu bulan umat Islam dengan kepemimpinan Al Mamalik berhasil mengembalikan negeri Syria dari Mongol dan Tatar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peperangan ini adalah salah satu peperangan yang signifikan dalam sejarah, karena berhasil menghentikan ekspansi orang-orang Tatar yang tidak dapat diberhentikan oleh kekuatan apapun sebelumnya. Dan ini merupakan permulaan bagi episode kekalahan-kekalahan yang berlanjut dan mengembalikan Mongol kepada basis-basis mereka semula dan mampu untuk memerdekakan negeri-negeri Islam yang mereka kuasai. Kemudian orang-orang Mongol yang tetap menetap di negeri-negeri Islam berpindah ke agama Islam, mereka berbondong-bondong memeluk agama Allah ini yang merupakan kemenangan baru umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Mamalik dan Pemusnahan Kekuatan Salibis :&lt;br /&gt;Kendati pasang naik kekuatan Mongol Tatar dapat diusir dari bumi Palestina dan umat meraih kemenangan yang gemilang di pertempuran Ain Jalut, namun kerajaan Salibis di Akka tetap saja bertahan dengan kekuasaannya yang mencakup wilayah pesisir yang membentang dari Jaffa ke Akka. Para sultan dari dinasti Mamalik mengambil tugas pembebasan tanah tempat Isra’ dan negeri Syria yang tersisa sehingga tiba masa di mana kekuatan Salibis yang terakhir dapat diusir setelah lebih dari 30 tahun paska perang Ain Jalut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mensuksesikan sultan Qutz adalah Al Dhaher Bebar, yang berkuasa hanya satu tahun. Bebar punya kontribusi signifikan dalam memerangi dan mengeluarkan kekuatan Salibis dari Syria dengan cara menghujani basis-basis mereka dengan serangan demi serangan secara terus menerus.  Namun terkadang ia harus mengakomodir kesepakatan daman dengan mereka bila memang diperlukan. Dan biasanya hal seperti ini berlangsung dalam waktu sepuluh tahun, sepuluh bulan,  sepuluh hari dan sepuluh jam. Dan setelah mampu untuk menanggulangi berbagai problema internal negeri, ia kembali turun dalam kancah peperangan dengan Salibis. Dan pada tahun 662 H-1263 M, ia memasuki wilayah Palestina. Setelah pasukannya tiba di daerah Akka, Salibis mendatanginya untuk meminta pembaharuan kesepakatan genjatan senjata dan menyetujui pembebasan para tawanan muslim serta memelihara berbagai kesepakatan dan piagam. Namun Bebars mempertimbangkan tuntutan mereka  dan terus melangkah menyerang berbagai basis kekuatan mereka, khususnya di Akka. Ini dilancarkan untuk mengetahui titik-titik kekuatan dan kelemahan yang ada pada mereka sehingga datang waktunya untuk menyelamatkan negeri-negeri dan tempat-tempat yang diduduki. Dan kekuatan Salibis tidak dapat membendung advansi kekuatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 664 H-1265 M, Al Dhaher Bebars kembali menginvasi Palestina dan dapat menguasai Al Qaisariyyah al Muhsanah, menghancurkan dinding-dindingnya. Sebagian pasukannya menyerang wilayah Akka dan sebagian lainnya menyerbu Haifa. Kemudian kota Arsouf jatuh ke dalam genggamannya pada tahun yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun berikutnya, ia kembali keluar ke Palestina mengepung Safad, menduduki dan menghancurkan dinding-dindingnya. Kemudian pada tahun 666 H-1267 M, kembali ke Palestina dan datang menghadap kepadanya delegasi Salibis untuk meminta genjatan senjata. Ia biasa mengikuti strategi devide and rule dalam berhubungan dengan kekuatan Salibis agar supaya kekuatan mereka tidak dapat bersatu untuk melawannya dalam satu waktu. Politik seperti ini yang membantu dalam menaklukkan kota Antakiya pada tahun 667 H (1268 M). Ini dianggap sebagai kemenangan yang paling gemilang yang diraih oleh umat dari Salibis setelah keberhasilan Shalahuddin al Ayubi membebaskan kota Al Quds pada tahun 583 H (1187 M). Setelah keberhasilannya untuk menduduki Antakiya, Bebar sepakat untuk mengadakan perjanjian damai dengan Akka yang berlaku hingga 10 tahun dengan syarat bahwa ia harus menguasai setengah dari wilayah Akka dan mengendalikan dataran tinggi di sekitar Sayda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah wafaatnya al Dhaher Bebars, Sultan al Mansur Sayfuddin Qalawoun meneruskan langkah predesesornya untuk memerdekakan negeri Syria dari hegemoni Salibis. Pada masa kekuasaannya ini, terbentuknya aliansi besar melawan umat Islam yang terjalin antara kekuatan Salibis, Tartar dan Sanqur al Ashqar, wakil penguasa Damaskus yang berpaling dari orang Islam. Tapi aliansi ini gagal dan Qalawoun mulai memperketat tekanannya terhadap Salibis dan berhasil menduduki pelabuhan Al Marqab pada tahun 688 H (1285 M). Ia juga menaklukkan Al Ladeqyya pada tahun 686 H (1287 M) dan Tripoli pada tahun 688 H (1289 M). Qalawoun dapat memanfaatkan instabilitas yang terjadi pada negara Salibis di Akka secara khusus dan di negeri-negeri Syria pada umumnya karena perebutan kekuasaan yang sedang terjadi. Ia adalah sosok pemimpin yang kuat yang dapat mengeliminasi kehadiran Salibis di wilayah Arab bagian timur. Pada daerah pantai Shami, Salibis hanya menguasai wilayah Akka, Sour, Sayda dan Etleet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang bagi Qalawoun adalah momen yang paling tepat untuk mengeliminasi Salibis dari bumi Palestina secara total. Ia memanfaatkan peristiwa penyerangan yang dilancarkan oleh mereka yang membunuh beberapa jemaah haji muslim sebagai sebuah dalih untuk mendeklarasikan jihad melawan Salibis. Ia menyeruhkan seluruh pasukan bersenjatanya dari Mesir dan Syria. Ia berdiam di luar kota Kairo untuk menunggu kedatangan balabantuan, tapi ia terjatuh secara tiba-tiba lalu meninggal dunia pada tahun 689 H (1287 M). Sebagai suksesornya adalah anaknya yang bernama Ashraf Salahuddin. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Salibis untuk menawarkan Ashraf perjanjian lain, tapi itu ditolak dan ia kerahkan pasukan bersenjatanya untuk mengepung Akka yang berhasil dimerdekakan pada tahun 1291 M. Raja Akka, Henry Kedua berhasil lolos melarikan diri ke Cyprus. Setelah menaklukkan Akka, Ashraf menduduki Sayda, Sour, Haifa dan Etleet. Ia juga memerintahkan kepada pasukannya untuk membumihanguskan seluruh benteng-benteng yang ada di kota-kota tersebut. Jadi, basis terakhir kekuatan Salibis telah dihancurkan oleh tangan-tangan dinasti Al Mamalik, dan akhirnya eksistensi mereka di Palestina dan Syria dapat diselesaikan secara total setelah dua abad dari tahun 492-690 H. (1099-1291 M). Dengan prestasi ini, Palestina kembali berada di bawah pemerintahan Islam hingga berakhir pada masa di saat kekuatan Inggris berhasil menjajah wilayah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-7283318555276082949?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/7283318555276082949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/06/sejarah-palestina.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/7283318555276082949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/7283318555276082949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/06/sejarah-palestina.html' title='Sejarah Palestina'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/TBJsw09BKAI/AAAAAAAAACg/6z7s6YkRtn4/s72-c/Untitled.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-1878834405941886420</id><published>2010-04-21T07:30:00.000+07:00</published><updated>2010-04-21T07:30:00.548+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Mari Berbagi</title><content type='html'>Dalam sebuah hadits terdapat penjelasan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengenai aktifitas bersedekah yang paling utama alias afdhol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua bentuk bersedekah bernilai afdhol. Bagi orang yang berusia muda dan sedang energik tentunya bersedekah memiliki nilai lebih tinggi di sisi Allah daripada bersedekahnya seorang yang telah lanjut usia, sakit-sakitan, dan sudah menjelang meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memberikan gambaran kepada ummatnya mengenai sedekah yang paling afdhol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَجُلٌ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ حَرِيصٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَأْمُلُ الْغِنَى وَتَخْشَى الْفَقْرَ وَلَا تُمْهِلْ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Seseorang bertanya kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling afdhol?” Beliau menjawab: “Kau bersedekah ketika kau masih dalam keadaan sehat lagi loba, kau sangat ingin menjadi kaya, dan khawatir miskin. Jangan kau tunda hingga ruh sudah sampai di kerongkongan, kau baru berpesan :”Untuk si fulan sekian, dan untuk si fulan sekian.” Padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli waris).” (HR Bukhary)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba lihat betapa detilnya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan ciri orang yang paling afdhol dalam bersedekah. Sekurangnya kita temukan ada empat kriteria: &lt;br /&gt;(1) Dalam keadaan sehat lagi loba alias berambisi mengejar keuntungan duniawi; &lt;br /&gt;(2) dalam keadaan sangat ingin menjadi kaya;&lt;br /&gt;(3) dalam keadaan sangat khawatir menjadi miskin dan &lt;br /&gt;(4) tidak dalam keadaan sudah menjelang meninggal dunia dan bersiap-siap membuat aneka wasiat soal harta yang bakal terpaksa ditinggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, orang yang paling afdhol dalam bersedekah ialah orang yang dalam keadaan sehat lagi loba alias tamak alias berambisi sangat mengejar keuntungan duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, ia masih muda lagi masa depan hidupnya masih dihiasi aneka ambisi dan perencanaan untuk menjadi seorang yang sukses, mungkin dalam karirnya atau bisinisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan seperti ini biasanya seseorang akan merasakan kesulitan dan keengganan bersedekah karena segenap potensi harta yang ia miliki pastinya ingin ia pusatkan dan curahkan untuk modal menyukseskan berbagai perencanaan dan proyeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dalih masih dalam tahap investasi, maka ia akan selalu menunda dan menunda niat bersedekahnya dari sebagian harta yang ia miliki. Karena setiap ia memiliki kelebihan harta sedikit saja, ia akan segera menyalurkannya ke pos investasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap uang yang ia miliki segera ia tanam ke dalam bisnisnya dan ia katakan ke dalam dirinya bahwa jika ia bersedekah dalam tahap tersebut maka sedekahnya akan terlalu sedikit, lebih baik ditunda bersedekah ketika nanti sudah sukses sehingga bisa bersedekah dalam jumlah ”signifikan” alias berjumlah banyak. Akhirnya ia tidak kunjung pernah mengeluarkan sedekah selama masih dalam masa investasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, bersedekah ketika dalam keadaan sedang sangat ingin menjadi kaya. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam seolah ingin menggambarkan bahwa orang yang dalam keadaan tidak ingin menjadi kaya berarti bersedekahnya kurang bernilai dibandingkan orang yang dalam keadaan berambisi menjadi kaya. Sebab bila seorang yang sedang berambisi menjadi kaya bersedekah berarti ia bukanlah tipe orang yang hanya ingin menikmati kekayaan untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sejak masih bercita-cita menjadi kaya sudah mengembangkan sifat dan karakter dermawan. Hal ini menunjukkan bahwa jika Allah izinkan dirinya benar-benar menjadi orang kaya, maka dalam kekayaan itu dia bakal selalu sadar ada hak kaum yang kurang bernasib baik yang perlu diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekaligus kebiasaan bersedekah yang dikembangkan sejak seseorang baru pada tahap awal merintis bisnisnya, maka hal itu mengindikasikan bahwa si pelaku bisnis itu sadar sekali bahwa rezeki yang ia peroleh seluruhnya berasal dari Yang Maha Pemberi Rezeki, Allah Ar-Razzaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sangat berbeda dengan orang kaya dari kaum kafir seperti Qarun, misalnya. Qarun adalah tokoh kaya di zaman dahulu yang di dalam meraih keberhasilan bisnisnya menyangka bahwa kekayaan yang ia peroleh merupakan buah dari kepiawaiannya dalam berbisnis semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak pernah mengkaitkan kesuksesan dirinya dengan Yang Maha Pemberi Rezeki, Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Qarun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku".(QS Al-Qshshash ayat 78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, sedekah menjadi afdhol bila si pemberi sedekah berada dalam keadaan khawatir menjadi miskin. Walaupun ia dalam keadaan khawatir menjadi miskin, namun hal ini tidak mempengaruhi dirinya. Ia tetap berkeyakinan bahwa bersedekah dalam keadaan seperti itu merupakan bukti ke-tawakkal-annya kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sadar bahwa jika Allah kehendaki, maka mungkin sekali dirinya menjadi kaya atau menjadi miskin. Itu terserah Allah. Yang pasti keadaan apapun yang dialaminya tidak mempengaruhi sedikitpun kebiasaannya bersedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sudah menjadikan bersedekah sebagai salah satu karakter penting di dalam keseluruhan sifat dirinya. Persis gambarannya seperti orang bertaqwa di dalam Al-Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”... yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit.” (QS Ali Imran ayat 133-134)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sangat mewanti-wanti agar jangan sampai seseorang baru berfikir untuk bersedekah ketika ajal sudah menjelang. Sehingga digambarkan oleh beliau bahwa orang itu kemudian baru menyuruh seorang pencatat menginventarisasi siapa-siapa saja fihak yang berhak menerima harta miliknya yang hendak disedekahkan alias diwasiatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukanlah bentuk bersedekah yang afdhol. Sebab pada hakikatnya, seorang yang bersedekah ketika ajal sudah menjelang, berarti ia melakukannya dalam keadaan sudah dipaksa oleh keadaan dirinya yang sudah tidak punya pilihan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila seseorang bersedekah dalam keadaan ia bebas memilih antara mengeluarkan sedekah atau tidak, berarti ia lebih bermakna daripada seseorang yang bersedekah ketika tidak ada pilihan lainnya kecuali harus bersedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam lebih menghargai orang yang masih muda lagi sehat bersedekah daripada orang yang sudah tua dan menjelang ajal baru berfikir untuk bersedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa bersedekah yang paling afdhol. Terimalah, ya Allah, segenap infaq dan sedekah kami di jalanMu. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-1878834405941886420?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/1878834405941886420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/mari-berbagi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/1878834405941886420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/1878834405941886420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/mari-berbagi.html' title='Mari Berbagi'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-4865513189297102864</id><published>2010-04-20T07:02:00.000+07:00</published><updated>2010-04-20T07:02:00.546+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Sepucuk Surat buat Akhi</title><content type='html'>Assalammualaikum Warahmatulah hiwabarokatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi, untuk kesekian kalinya kita bercakap-cakap. Walaupun tidak saling bertatap muka, walaupun isi pembicaraannya tidak melewati batas2 kewajaran, tapi hati merasakan sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya, dihati ini ana menolak. Ana takut dibalik niat baik kita tsb (Insya Allah), syeitan selalu menanti kelengahan kita. Ana takut, yang semula niat suci hanya untuk minta keridhoan Allah SWT, tercemari oleh nafsu-nafsu dunia. Dibalik percakapan-percakapan tsb, timbul rasa senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeitan sudah memasang perangkapnya di hati ini. Ana takut hati yang semula ikhlas, menjadi timbul penyakit-penyakit hati. Sedangkan Allah telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu dekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perbuatan yang keji dan suatu yang buruk." (Al-Isra:32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dulu, hati ini pernah mengalami hal seperti itu. Sekarang ana ingin menata hati ini yang telah terpecah-pecah hanya untuk mengharap ridhoNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin antum bisa menjaga hati antum. Tapi ana? Ana butuh perjuangan keras agar jangan sampai terjatuh untuk ke dua kalinya. Padahal ana sudah meminta antum agar bisa membicarakan persoalan melalui email. Dengan email, hanya pokok persoalan saja yang tertuang, Tidak ada senda gurau, kalaupun ada mungkin hanya sebuah simbol senyum. Awalnya, antum terima saran ana ini. Selanjutnya mungkin antum lupa pesan ana tsb. Ana hanya bisa bersuudzan, karena hanya alternatif 'lupa' itu saja yang bisa ana temukan. Karena ana teringat akan sepotong kalimat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berikan penafsiran terbaik ttg apa yang engkau dengar, dan apa yang diucapkan saudaramu, sampai engkau menghabiskan semua kemungkinan dalam arah itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi, kalau memang sudah ditakdirkanNYa, saat-saat itu hanya beberapa bulan lagi. Insya ALlah. Bersabaralah akh, janganlah antum torehkan sebersit garis hitam selama penantian itu. Ana yakin, antum tidak bermaksud untuk menorehkan noda itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelak, bila masa tsb telah tiba, semuanya milik antum. Yang dulunya diharamkan oleh Allah, menjadi halal bagi antum. Tetapi tunggulah untuk beberapa saat. Sebentar lagi. Selama menunggu, ada kesempatan untuk menata hati. Melalui suatu ikatan, Allah memberikan banyak keindahan &amp; kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi, semula ana menerima antum karena dien yang antum miliki. Bukan karena harta atau keluarga antum . Ana ingin kelak antum bisa membimbing ana untuk selalu bisa berjalan dijalanNya. Ana ingin kelak bisa berdakwah bersama antum. Ana ingin.. ingin... dan semua keinginan muncul, setelah antum meminta kesediaan ana untuk menemani antum dalam menempuh kehidupan ini. Ana khawatir, semuanya akan kandas ditengah jalan sebelum masa tsb telah tiba. Tentu antum tidak mengharapkan hal itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantu ana akh, bantu untuk tidak terlalu sering berhubungan. Hati ini masih rapuh sekali, retakan2 hati ini masih basah, belum merekat dengan erat. Jangan sampai retakan-retakan itu kembali menjadi puing-puing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, sulit sekali bagi ana untuk menatanya lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi, ana mohon periksalah hati ini. Sudahkan niat diikhlaskan hanya untuk mendapatkan ridho Allah? Atau karena ada yang lain? Karena kekecewaan terhadap seseorang atau lingkungan yang tidak sesuai dengan harapan? Allah Maha Pengampun akh, menangislah mohon ampunan apabila niat tsb sudah berubah kejalannya syeitan. Istighfar akhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana juga berkaca di diri ini, mungkin tindakan ana selama ini salah. Membantu antum merasa yakin atas tindakan antum sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afwan akhi, bukan maksud ana menjerumuskan antum ke jalan syeitan. Ana juga ber-istighfar dan mohon ampun ke Yang Maha Besar AmpunanNya dan Maha Pedih siksaanNya atas kesalahan yang tidak ana sadari ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini, ana bermunajat kepadaNya. Mohon diluruskan jalan yang akan ana tempuh. Mohon ampun atas segala kekhilafan yang telah ana lakukan sebagai makhluk yang tidak luput dari segala kealpaan. Ya Rabbi, bersihkan hati ini dari kotoran-kotoran yang membuat hamba lalai dalam beribadah. Dari kejahatan-kejahatan yang terselubung yang tiada hamba sadari. Ampuni hamba ya Allah. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi, semoga ini mewakili ana yang tidak berani untuk menghubungi antum. Dan semoga antum mengerti alasan mengapa selama ini ana jarang sekali untuk memulai suatu pembicaraan. Sekali lagi afwan, bila hal ini menganggu antum, ini semata2 ana lakukan buat kemaslahatan kita bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazakummullah khairan katsira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum warohmatulah hiwabarokatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-4865513189297102864?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/4865513189297102864/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/sepucuk-surat-buat-akhi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/4865513189297102864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/4865513189297102864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/sepucuk-surat-buat-akhi.html' title='Sepucuk Surat buat Akhi'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-719454442293103557</id><published>2010-04-19T07:01:00.000+07:00</published><updated>2010-04-19T07:01:00.331+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>FIQIH WAQI’I</title><content type='html'>Perkembangan zaman menimbulkan beberapa persoalan baru. Persoalan ini  menuntut adanya pemecahan yang sesuai dengan kondisi  masyarakat dan pertumbuhannya. Keadaan ini merupakan tantangan bagi para ulama Islam untuk melahirkan produktif hukum yang adaptif (sesuai dengan kondisi kini), namun tetap berakar kepada kaidah-kaidah syar’i yang shohih. Inilah yang melatar belakangi lahirnya fiqih waqi’i (fiqih realitas) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiqih Waqi’i lahir untuk mengetahui hakekat realitas kaum muslimin masa kini, karakteristik permasalahan yang timbul, dan kebutuhan-kebutuhannya. Sehingga dengan fiqih waqi’I, kita dapat menimba nilai-nilai positif sebagai kerangka untuk menentukan sasaran acuan. Para ulama memutuskan, bahwa fatwa atau mengetengahkan hukum syara’, harus diiringi dengan pengetahuan tentang realita umat. Ibni Qoyyim rahimahullah mengatakan : “ fatwa itu bisa berbeda sesuai waktu, kemungkinan, situasi, dan kondisi maupun adat”. Ada pula ungkapan lain yang senada “ perubahan hukum tidak dapat dihindari dengan adanya perubahan zaman”. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan berarti fatwa tunduk kepada kenyataan. Justru kenyataan yang mengharuskan adanya fatwa, demi terpeliharanya tujuan syariah secara umum. Juga demi terpeliharanya kelanggengan agama, jiwa, akal, harta dan keturunan. Realita yang baik selalu menyeru kepada kebaikan dan menjauhkan dari keburukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melihat disekitar kita, alhamdulillah masih kita dapatkan berbagai kebaikan pada masyarakat. Masih adanya orang yang mengabdi kepada Allah ; orang kaya yang dermawan; para da’i yang giat menegakan islam yang dibekali pemahaman tsakopah Islamiyah yang syamil, dan lain-lain. Semuanya termasuk kenyataan positif, sekalipun masih diperlukan dorongan dan pengarahan yang efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bila kita tengok sisi lain, kita dapat menemukan bencana dasyat yang mengancam eksistensi umat. Diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jatuhnya khalifah Islamiyah, menyebabkan umat kehilangan perlindungan dan lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Terpecahnya umat islam menjadi kelompok atau negara-negara kecil dengan panatisme  nasionalismenya masing-masing yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Jatuhnya daerah teritorial kaum muslimin ketangan musuh Islam, seperti Palestina, Afgainistan, Moro, Pathani, dan sebagainya. Hal ini terjadi karena umat Islam hannya sibuk memikirkan daerahnya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Bersatunya musuh untuk menghancurkan kaum muslimin. Fenomena yang jelas adalah persengkokolan salibisme Internasional, Zionisme Internasional dan komunisme dalam upaya menghancurkan umat, dan bumi islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      Perpecahan dan perselisihan antar pejuang dakwah islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.      Lemahnya iman akibat jauhnya dari Allah dan terlena dengan godaan dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengahadapi kenyataan diatas, umat islam dituntut untuk menyelesaikan secara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Positif. Sehingga mampu mengadakan perbaikan, sebagaimana yang Allah inginkan terhadap umat ini, dalam ayat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalian adalah sebaik-baik umat, yang ditampilkan ke tenagah manusia untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran” (QS. 3 : 110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempertimbangkan lilitan problema kekinian tadi, maka fiqih waqi’I menetapkan beberapa program yang harus dilaksanakan oleh seluruh umat islam dimanapun berada. Yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Bekerja keras untuk mengembalikan khalifah islamiyah. Pakar poltik islam seperti Al- Mawardi dan Abi Ya’la telah memutuskan : wajib hukumnya untuk memilih dan mengangkat khalifah muslimin, yang akan menegakan hukum Allah serta akan memelihara agama dan dunia dari kehancuran. Kaum muslimin akan berdosa jika tidak merealisasikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad – rahimahullah – berkata : “merupakan fitnah bila tidak ada pemimpin atau imam yang  mengurusi kepentingan umat”. (kitab Ahkam As – Sultoniyah, hal 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Karena itu pengkajian terhadap sebab-sebab jatuhnya khalifah dan khalifah Islamiyah harus dilaksanakan. Kemudian dilanjutkan dengan mewujudkan metode dan sistem yang dapat mengembalikan kekhalifahan seperti jaman Rasul dan Khulafaur Rasyidin. Hal ini tentu mensyaratkan adanya saling bantu, serta koordinasi yang rapih sesama pejuang dakwah. Tanpa ini tidak akan tujuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Menyatukan negara-negara islam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW bersabda : “ hedaklah kalian berjamaah karena srigala hanya memakan kambing yang menyendiri “ (HR. An Nasai dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan kini, sedikit sekali negara islam yang merealisasikan hadits tersebut. Mayoritas negara Islam – dimana penduduknya mayoritas muslim – terus berpecah belah. Sementara Yahudi terus mengembangkan wilayahnya kemana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, mereka yang mencita-citakan kesatuan negara Islam, harus mempelajari sebab-sebab kehancuran dan perpecahan. Serta harus meyakinkan masysarakat, pemerintah dan berbagai kalangan akan pentingnya persatuan umat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Mengembalikan tanah dari tangan kaum muslimin dari angan musuh-musuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam madzhab yang empat serta ulama lainnya, berpendapat, wajib hukumnya mengembalikan tanah kaum muslimin, walau sejengkal yang jatuh ketangan musuh islam. Menyerahkan atau membiarkan bumi Islam dicaplok, dianggap dosa besar. Dalam kenyataanya kini, masih banyak tanah kaum muslimin yang dicaplok dan belum kita rebut kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Berusaha untuk menghentikan persengkokolan musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman : Artinya “Orang-orang kafir ingin kamu lengah terhadap senjatamuadan harta bendamu, lalu meraka menyerbu kamu dengan sekaligus”. (QS. 4.102) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan gambaran unik tentang akibat musuh Islam dan perlakuan mereka terhadap kaum muslimin. Mereka selalu mengintai kesempatan untuk menghancurkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Rasulullah menegaskan : “Hampir saja umat lain memperebutkan kalian sebagaimana memperebutkan makanan di atas nampan”. (HR.Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dan usaha untuk melawan persekongkolan ini juga harus bersifat internasional. Harus ada kesamaan gerak dan koordinasi dalam melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      Mempersatukan pejuang dakwah Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku mengajukan permohonan kepada Allah mengenai tiga hal, sedangkan yang ketiga di tolak. Yang ketiga itu adalah : permohonan agar tidak terjadi pertikaian diantara mereka”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Syaikh Muhammad Arowi berkata : “ setelah mereka mengatakan pentingnya ukhuwah dan jeleknya perpecahan, namun mereka berbeda pandangan. Allah menegaskan dalam ayat-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Jagalah dirimu, tiadalah orang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu, apbila kamu telah mendapat petunjuk “ (QS. 5:105)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Syaikh Arowi menafsirkan ayat ini, “ Jika kita menjaga diri dan komitmen terhadap petunjuk, maka sekalipun musuh sangat kuat tidak akan mampu mengalahkan kita. Dan tanda kita mendapat petunjuk adalah menjauhi siat tanazu’ (perselisihan ) Allah berfirman: “dan janganlah bersilang sengketa, nanti kalian akan gagal dan hilang kekuatan”. (QS. 8:46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Setelah kita paparkan realita kaum muslimin yang memilukan ini, maka kita harus mampu memahami hakekat permasalahaan umat, serta sebagai upaya pemecahannya melalui konsep Fiqih Waki’i . maka satu hakekat yang jelas terlihat yaitu : kita membutuhkan adanya jama’ah alami yang terkoordinir seluruh usaha tersebut. Wallahu a’lam bissawab.   ( diterjemahkan dari majlah Al Jihad peshawar hal. 50-51,oleh A. Mutawali). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-719454442293103557?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/719454442293103557/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/fiqih-waqii.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/719454442293103557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/719454442293103557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/fiqih-waqii.html' title='FIQIH WAQI’I'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-4674823348809711514</id><published>2010-04-18T06:58:00.000+07:00</published><updated>2010-04-18T06:58:00.503+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tip n trik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Taujihat: Jadikan Shalat Pencegah Perbuatan Keji dan Munkar</title><content type='html'>Setiap kewajiban yang telah dibebankan Islam kepada umatnya senantiasa memuat hikmah dan maslahat bagi mereka. Islam menginginkan terbentuknya akhlak Islami dalam diri Muslim ketika ia mengimplementasikan setiap ibadah yang telah digariskan oleh Allah SWT dalam Kitab dan Sunnah rasul-Nya. &lt;br /&gt;&lt; ![endif]--&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya nilai-nilai keagungan Islam senantiasa mewarnai ruang kehidupan Muslim. Tidak hanya terbatas pada ruang kepribadian individu Muslim, namun nilai-nilai itu dapat ditemukan pula dalam ruang kehidupan keluarga dan komunitas masyarakat Muslim. Kita bisa merenungkan kembali ayat-ayat Allah yang berkaitan dengan hal ini, sebagaimana salah satu firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Q.S. Al-Baqarah: 183). Melalui ibadah puasa, Allah SWT menginginkan terbentuknya pribadi-pribadi Muslim yang bertakwa. Pribadi yang tidak pernah mengenal slogan hidup kecuali slogan yang agung ini: sami’naa wa atha’na. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pribadi yang senantiasa melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya dalam situasi dan kondisi apapun. Oleh karenanya, Nabiyullah agung Muhammad SAW telah bersabda: “Takutlah kamu kepada Allah di manapun kamu berada, ikuti keburukan dosa dengan kebaikan niscaya ia akan menghapuskannya dan gauli manusia dengan akhlak yang baik.” Dalam sabda beliau yang lain: “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan beberapa faridlah (kewajiban) maka jangan sekali-kali kamu menyia-nyiakannya, Dia telah menetapkan batasan-batasan maka jangan sekali-kali kamu melampui batas, Dia telah mengharamkan banyak hal maka jangan sekali-kali melanggarnya….” “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdo\’alah untuk mereka. Sesungguhnya do\’a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. 9/At-Taubah: 103). Dengan ibadah zakat, Islam mengharapkan tumbuh subur sifat-sifat kebaikan dalam jiwa seorang Muslim dan mampu memberangus kekikiran dan cinta yang berlebihan kepada harta benda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga ibadah shalat yakni ibadah yang jika seorang hamba melaksanakan dengan memelihara syarat-syarat, rukun-rukun, wajibat, adab-adab, dan kekhusyu`an di dalamnya, niscaya ibadah ini akan menjauhkannya dari perbuatan keji dan kemunkaran. Sebaliknya, ibadah ini akan mendekatkan seorang hamba yang melaksanakannya dengan sebenarnya kepada Sang Khalik dan mendekatkannya kepada kebaikan-kebaikan serta cahaya hidup. Perhatikan ayat berikut ini, “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. 29/Al-Ankabuut: 45). Muslim yang selalu menunaikan ibadah ini akan selalu aktif dalam kegiatan-kegiatan kebaikan dan mampu menjadi cahaya di tengah-tengah masyarakatnya. Muslim yang memiliki hamasah yang menggelora dalam memperjuangkan kebenaran dan memberangus nilai-nilai kemunkaran, kelaliman, dan perbuatan keji lainnya. Hatinya terasa tersayat di saat menyaksikan pornografi dan porno aksi mewabah di tengah-tengah masyarakatnya. Jiwanya akan terus gelisah ketika melihat kelaliman yang dipermainkan para budak kekuasaan. Memang, ia harus menjadi cahaya yang berjalan di tengah-tengah kegelapan zaman ini. Allah berfirman, “Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. 6Al-An’am: 122)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan dan akhwat fillah, Ibadah shalat adalah awal kewajiban yang diperintahkan Allah SWT kepada umat ini pada peristiwa Isra dan Mi’raj. Ibadah yang merupakan simbol dan tiang agama, “Pokok urusan adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah jihad di jalan Allah.” (HR Muslim). Ibadah yang dijadikan Allah sebagai barometer hisab amal hamba-hamba-Nya di akhirat, “Awal hisab seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik maka seluruh amalnya baik, dan apabila buruk maka seluruh amalnya buruk.” (HR At-Thabrani). Ibadah shalat merupakan wasiat Nabi yang terakhir kepada umat ini dan yang paling terakhir dari urwatul islam (ikatan Islam) yang akan dihapus oleh Allah SWT. Selain ini, shalat juga penyejuk mata, waktu rehatnya sang jiwa, saat kebahagiaan hati, kedamaian jiwa dan merupakan media komunikasi antara hamba dan Rabbnya. Ibadah yang memiliki kedudukan atau manzilah yang agung ini tidak akan hadir maknanya dalam kehidupan kita, tatkala kita lalai menjaga arkan, wajibat dan sunah yang inheren dengan ibadah ini. Tatkala kita tidak mampu menghadirkan hati, merajut benang kekhusukan dan keikhlasan dalam melaksanakan ibadah ini maka kita tidak akan mampu menangkap untaian makna yang terkandung di dalamnya. Kita tidak akan mampu memahami sinyal-sinyal rahasia yang ada di balik ibadah ini. Tidakkah banyak di antara manusia Muslim yang ahli ibadah namun masih jauh dari nilai-nilai Islam. Ahli shalat namun masih suka melakukan kemaksiatan. Hal ini disebabkan nilai-nilai agung yang terkandung dalam ibadah sama sekali tidak mampu memberikan pesan-pesan ilahiah di luar shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takbir yang dikumandangkan di saat beribadah tidak mampu melahirkan keagungan di luar shalat. Do’a iftitah “Inna shalaatii wa nusukii….” yang dilafazkan dalam shalat tidak mampu mengingatkan tujuan hidupnya. Ibadah ini seolah-olah hanya menjadi gerakan-gerakan ritual yang maknanya tidak pernah membumi dalam kehidupan orang yang melaksanakannya. Oleh karena itu, ibadah shalat yang mampu melahirkan hikmah pencegahan dari perbuatan keji dan kemungkaran, hikmah pensucian jiwa dan ketentraman, apabila dilakukan dengan penuh kekhusyukan, mentadabburkan gerakan dan ucapan yang terkandung di dalamnya, penuh ketenangan dan dengan tafakkur yang sesungguhnya. Maka ia akan keluar dari ibadah dengan merasakan kenikmatannya, terkontaminasi dengan nilai-nilai keta’atan dan mendapatkan cahaya ma’rifatullah. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak seorangpun yang melaksanakan shalat maktubah (fardlu), lalu ia memperbaiki wudlunya, khusyuk dan rukuknya kecuali shalat ini akan menjadi pelebur dosa-dosa sebelumnya selama tidak melakukan dosa besar. Dan ini berlaku sepanjang tahun.” (H.R. Muslim) Inilah yang pernah dilakukan oleh salaf shalih termasuk di dalamnya Ibnu Zubair RA. Mereka laksana tiang yang berdiri tegak karena kekhusyukannya. Mereka terbius dengan kerinduannya akan Rabbnya dan mereka asyik berkomunikasi dengan Sang Khalik tanpa terganggu dengan suara makhluk-Nya. Ikhwan dan akhwat fillah, Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan di saat melaksanakan ibadah shalat agar hikmah di dalamnya selalu terjaga. Pertama, menjaga arkan, wajibat dan sunah. Rasulullah SAW bersabda: “Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihatku shalat.” Kedua, ikhlas, khusyuk dan menghadirkan hati. “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta\’atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (Q.S. 98/Al-Bayyinah: 5). Ketiga, memahami dan mentadabburi ayat, do’a dan makna shalat. “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (Q.S. 107/Al-Maa’uun: :4-5). Keempat, mengagungkan Allah SWT dan merasakan haibatullah. Rasulullah SAW bersabda, “…Kamu mengabdi kepada Allah seolah-olah kamu melihatNya dan apabila kamu tidak melihat-Nya, maka (yakinlah) bahwasanya Allah melihat kamu…” (H.R. Muslim). Semoga kita semua mampu merenungkan kembali arti shalat dalam kehidupan dakwah dan memperbaikinya agar kita benar-benar mi’raj kepada Allah SWT. Wallahu A’lam Bish-shawwab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-4674823348809711514?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/4674823348809711514/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/taujihat-jadikan-shalat-pencegah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/4674823348809711514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/4674823348809711514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/taujihat-jadikan-shalat-pencegah.html' title='Taujihat: Jadikan Shalat Pencegah Perbuatan Keji dan Munkar'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-2400188709661553989</id><published>2010-04-17T06:57:00.000+07:00</published><updated>2010-04-17T06:57:00.577+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>MEMENUHI JANJI</title><content type='html'>TUJUAN INSTRUKSIONAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  mengikuti materi ini pemirsa diharapkan mampu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       Menunjukkan dalil syar’iy tentang memenuhi janji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Menunjukkan bahwa tapat janji adalah bagian dari akhlak Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       Membentuk sistem nilai dalam diri sendiri dengan membiasakan beberapa hal asasi, seperti tertib, bersih dan disiplin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POKOK-POKOK MATERI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Dalil-dalil tentang tepat janji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah Allah: “Wahai orang-orang beriman, tepatilah janji…” QS. Al Maidah/5:1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah Allah : “ …dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggung jawabannya” Qs. Al Isra’/17:34&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memuji orang-orang yang menepati janji, sebagai orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. QS. Al Baqarah/2: 177&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi : “Barang siapa yang menipu maka ia tidak termasuk umatku” HR. AtTirmidziy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Kewajiban tepat janji dan ancaman bagi yang todak menepatinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak menepati janji adalah salah satu ciri kemunafikan. Rasulullah bersabda : “Ada empat hal jika ada pada seseorang maka jadilah ia munafik tulen, dan jika ada sebagainnya maka ia memiliki ciri-ciri kemunafukan, hingga ia bisa meninggalkannya. 1). Jika dipercaya ia berkhianat, 2). Jika berbicara ia berdusta, 3). Jika berjanji mengingkari, 4). Jika berdebat ia curang.” Muttafaq alaih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi musuh Allah di hari kiamat. Sabda Nabi : Allah berfirman ”Ada tiga orang yang menjadi musuhku di hari kiamat:1). Orang yang menjanjikan pemberian lalu mengingkari, 2). Orang yang menjual orang merdeka lalu ia makan hasilnya, 3). Orang yang mempekerjakan seseorang dan telah memenuhi permintaannya lalu tidak dibayrakan upahnya.” HR. Al Bukhariy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk kezaliman. Sabda Nabi : “Orang kaya yang menunda-nunda pembayaran hutang adalah perbuatan zalim….”Muttafaq alaih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Janji-janji yang sering dibuat oleh seseorang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji kepada keluarga, (anak dan  istri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji kepada bawahan atau orang yang levelnya lebih rendah dari dirinya dalam suatu unit pekerjaan, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji kepada teman sejawat/sebaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji kepada rekanan bisinis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji kepada orang-orang tertentu sesuai profesi atau lingkungan masing-masing.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Kisah tepat janji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah berkisah: Ada seorang Bani Israil (A) yang meminjam 1000 dinar kepada salah seorang dari Bani Israil (B). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si B meminta A untuk mendatangkan saksi. Si A berkata : Cukuplah Allah sebagai saksi. Si B meminta ditunjukkan kafil (penjamin). Si A menjawab cukuplah Allah sebagai penjamin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si B percaya dan ia berikan 1000 dinar itu, sesuai dengan batas waktu yang disepakati bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu si A pulang ke kampungnya di seberang sana. Ia kumpulkan uang hingga cukup jumlahnya samapai batas waktu pembayarannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika jatuh tempo itulah si A mencari kapal penyebrangan untuk membayar hutangnya. Tetapi tidak ada kapal penyebrangan hari itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya si A mengambil sebatang kayu, ia lubangai kayu itu dania masukkan 1000 dinar pinjamannya itu disertai pesan kepada saudaranya di seberang. Ia ceburkan kayu itu ke laut, disertai doa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya Allah Engkau Yang Maha Mengetahui, bahwa saya pernah berhutang 1000 dinar kepada seseorang, ketika ia meminta jaminan, saya katakan : “Cukuplah Allah sebagai penjamin” dan ia menerima. Ketika ia meminta saksi, saya katakan : “Cukuplah Allah sebagai saksi” dan iapun menerima. Dan sekarang saya sudah berusaha mencari penyebrangan untuk membayarkannya, tetapi saya tidak menemukannya, maka sekarang saya titipkan ini kepadamu Ya Allah”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu ia pergi sambil mencari kapal yang bisa menyeberangkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si B yang dijanjikan dibayar pada hari itupun keluar ke pantai menunggu kapal yang datang, menjemnput Si A yang meminjam uang kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal tidak ada yang merapat. Akhirnya ia memutuskan pulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika hendak pulang itulah ia melihat kayu mengapung. Daripada pulang dengan tangan kosong ia ambil kayu itu, siapa tahu berguna untuk kayu bakar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di rumah kayu itu ia belah untuk dijadikan kayu bakar. Ketika dibelah, ditemukanlah 1000 dinar dan catatan dari si A diseberang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;si A yang terus berusaha mencari kapal penyebrangan akhirnya menemukannya. Dan berhasil menyebrang ke rumah si B. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di rumah B, si A menyodorkan 1000 dinar, dengan mengatakan : “Demi Allah, saya telah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan kapal penyebrangan guna membayar hutang, dan saya tidak menemukannya kecuali hari ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata si B. “Tidakkah kamu telah mengirimkannya kepadaku? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata A: “ Bukankan telah saya katakan bahwa saya tidak mendapatkan  kapal penyebrangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata si B:”Sesungguhnya Allah telah menyampaikan kepadaku apa yang engkau letakkan di dalam kayu bakar. (Ibn Katsir, 1: 447) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-2400188709661553989?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/2400188709661553989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/memenuhi-janji.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/2400188709661553989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/2400188709661553989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/memenuhi-janji.html' title='MEMENUHI JANJI'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-8021191216619632892</id><published>2010-04-16T05:53:00.001+07:00</published><updated>2010-04-16T05:53:00.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Ikhlas Bagi Para Dai Ilallah…</title><content type='html'>Dai ialah seorang manusia biasa yang berjiwa luar biasa. Di dalam kekalutan arus kemodenan timpaan tamadun Barat, ternyata manusia terleka dan menjadikan kemajuan sebagai hala tuju hidup. Daie boleh diumpamakan manusia yang hidup dalam dunianya yang tersendiri, kerana tujuan mereka hidup bukanlah untuk diri mereka sendiri, malah sanggup mereka korbankan untuk manusia dan masyarakat sekitar. Hati mereka yang bersih yang mahukan segala kebaikan untuk masyarakat dan dunia serta berkorban segala yang ada membuktikan keikhlasan mereka.Mereka memahami firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah, sesungguhnya solatku, pengorbananku,hidupku,matiku hanyalah untuk Tuhan sekelian alam.(al-an’am:162)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka memahami tanpa ikhlas, amal kebajikan mereka tidak berharga. Mereka mengetahui kebaikan yang diperjuangkan tanpa keikhlasan tidak membuahkan kebaikan. Masakan sesuatu yang kotor menghasilkan sesuatu yang suci. Seringkali terpapar dalam arena dakwah di mana-mana apabila penceramah lebih suka dibayar, diberi tepukan gemuruh dan sedap didengar untuk menjadi halwa telinga manusia sahaja dan tagihkan pujian melambung. Amal-amal ini umpama debu kerana tiada keikhlasan dan tidak mampu membawa perubahan apatah lagi membina manusia. Firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Dan Kami hadapi segala amal yg mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yg berterbangan.” (al-Furqan: 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, keikhlasan para duah seringkali teruji kerana dilanda ujian yang bertimpa-timpa. Ujian yang bertalu-talu mampu&lt;br /&gt;menggoyahkan keteguhan seseorang daie. Umpama batu di atas bukit yang ditimpa hujan bertahun-tahun, pastilah ada sedikit bekas lekuk dek hakisan air. Terdapat beberapa bukti yang boleh dijadikan pengiktibaran untuk dijadikan tahap pengukur keikhlasan.(di petik dari Bukti Keikhlasan oleh Yusuf Qaradhawi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti yang boleh kita saksikan ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Takut Kemasyhuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut kemasyhuran dan menyebarnya kemasyhuran ke atas dirinya, lebih-lebih lagi jika dia termasuk orang yg mempunyai pangkat tertentu. Dia perlu yakin bhw penerimaan amal di sisi Allah hanya dgn cara sembunyi-sembunyi, tdk secara terang-terangan dan didedahkan. Sbb andaikata kemasyhuran seseorang memenuhi seluruh angkasa, lalu ada niat tdk baik yg masuk ke dlm dirinya, maka sedikit pun manusia tdk memerlukan kemasyhuran itu di sisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Menuduh Diri Sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yg mukhlis sentiasa menuduh diri sendiri sbg orang yg berlebih-lebihan di sisi Allah dan krg dlm melaksanakan pelbagai kewajipan, tdk mampu menguasai hatinya krn terpedaya oleh suatu amal dan takjub pd dirinya sendiri. Malahan dia sentiasa takut andaikata keburukan-keburukannya tdk diampunkan dan takut kebaikan-kebaikannya tdk diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Beramal Secara Diam-Diam, Jauh Dr Liputan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amal yg dilakukan secara diam-diam harus lbh disukai drp amal yg disertai liputan dan didedahkan. Dia lbh suka memilih menjadi perajurit bayangan yg rela berkorban, namun tdk diketahui dan tdk dikenali. Dia lbh suka memilih menjadi bahagian dr suatu jamaah, ibarat akar pohon yg menjadi penyokong dan saluran kehidupannya, tetapi tdk terlihat oleh mata, tersembunyi di dlm tanah; atau spt asas bangunan. Tanpa asas, dinding tdk akan berdiri, atap tdk akan dpt dijadikan berteduh dan bangunan tdk dpt ditegakkan. Tetapi ia tdk terlihat, spt dinding yg terlihat jelas. Syauqy berkata di dlm syairnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Landasan yg tersembunyi&lt;br /&gt;Tdk terlihat mata krn merendah&lt;br /&gt;Bangunan yg menjulang tinggi&lt;br /&gt;Di atasnya dibangun megah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bahagian sblm ini tlh dikemukakan hadith Mu’adz, “Sesungguhnya Allah menyintai orang-orang yg berbuat kebaikan, bertaqwa dan menyembunyikan amalnya, iaitu jika tdk hadir mereka tdk diketahui. Hati mereka adalah pelita-pelita petunjuk. Mereka keluar dr setiap tempat yg gelap.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Tidak Memerlukan Pujian Dan Tidak Tenggelam Oleh Pujian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tdk meminta pujian orang-orang yg suka memuji dan tdk bercita-cita mendapatkannya. Jika ada seseorang memujinya, maka dia tdk terkecoh ttg hakikat dirinya di hdpn orang yg memujinya, krn mmg dia lbh mengetahui ttg rahsia hati dan dirinya drp orang lain yg boleh tertipu penampilan dan tdk mengetahui batinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Tdk Kedekut Pujian Terhadap Orang Yg Mmg Layak Dipuji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tdk kedekut memberikan pujian kpd orang lain yg mmg layak dipuji dan menyanjung orang yg mmg layak disanjung. Di sana ada dua bencana yg bakal muncul: Pertama, memberikan pujian dan sanjungan kpd orang yg tdk berhak. Kedua, kedekut memberikan pujian kpd orang yg layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam prnh memuji sekumpulan para sahabatnya, menyebut-nyebut keutamaan dan kelebihan mereka, spt sabda Baginda ttg Abu Bakar yg bermaksud: “Andaikata aku boleh mengambil seorang kekasih selain Rabb-ku, nescaya aku mengambil Abu Bakar sbg kekasihku. Tetapi dia adalah saudara dan sahabatku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Baginda kpd Umar: “Andaikata engkau melalui suatu jalan, tentu syaitan akan melalui jalan yg lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Baginda kpd Uthman: “Sesungguhnya beliau adalah orang yg para malaikat pun berasa malu terhadap dirinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah terhadap Ali: “Di mataku engkau spt kedudukan Harun di mata Musa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah terhadap Khalid bin al-Walid: “Beliau adalah salah satu drp pedang-pedang Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah terhadap Abu Ubaidah: “Beliau adalah kepercayaan umat ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi seseorang tdk mahu memberikan pujian kpd orang yg layak dipuji, krn ada maksud tertentu dlm dirinya, atau krn rasa iri hati yg disembunyikan, spt takut campurtangan di pejabatnya, atau menyaingi kedudukannya. Krn dia juga tdk mampu utk melemparkan celaan, maka setidak-tidaknya dia hanya berdiam diri dan tdk perlu menyanjungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Berbuat Selayaknya Dlm Memimpin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yg mukhlis krn Allah akan berbuat selayaknya ketika menjadi pemimpin di barisan terhadapan dan ttp patriotik ketika berada paling blkg, selagi dlm dua keadaan ini dia mencari keredhaan Allah. Hatinya tdk dikuasai kesenangan utk tampil, menguasai barisan dan menduduki jabatan strategi dlm kepimpinan. Tetapi dia lbh mementingkan kemashlahatan bersama krn takut ada kewajipan dan tuntutan kepimpinan yg dia lewatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Mencari Keredhaan Allah, Bkn Keredhaan Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tdk memperdulikan keredhaan manusia jika di sebalik itu ada kemurkaan Allah ‘Azza wa Jalla. Sbb setiap orang di antara satu sama lain saling berbeza dlm sikap, rasa, pemikiran, kecenderungan, tujuan dan jalan yg ditempuh. Berusaha membuat mereka redha adalah suatu yg tdk bertepi, tujuan yg sulit diketahui dan tuntutan yg tdk terkabul. Dlm hal ini seorang penyair berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakalanya seseorang&lt;br /&gt;Membuat redha sekian ramai orang&lt;br /&gt;Kini betapa jauh jarak yg membentang&lt;br /&gt;Di tgh tuntutan-tuntutan hawa nafsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8) Menjadikan Keredhaan Dan Kemarahan Krn Allah, Bkn Krn Kepentingan Peribadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaan dan kemarahan, pemberian dan penahanan, keredhaan dan kemurkaan harus dilakukan krn Allah dan agamaNya, bkn krn pertimbangan peribadi dan kepentingannya, tdk spt orang-orang munafik opportunis yg dicela Allah dlm KitabNya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan di antara mereka ada yg mencela mu ttg (pembahagian) zakat. Jika mereka diberi sebahagian drpnya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tdk diberi sebahagian drpnya, dgn serta merta mereka menjadi marah.” (at-Taubah: 58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9) Sabar Sepanjang Jalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan yg panjang, lambatnya hasil yg diperoleh, kejayaan yg tertunda, kesulitan dlm bergaul dgn pelbagai lapisan manusia dgn perbezaan perasaan dan kecenderungan mereka, tdk boleh membuatnya menjadi malas, bersikap leka, mengundurkan diri, atau berhenti di tgh jalan. Sbb dia berbuat bkn sekadar utk sebuah kejayaan atau pun kemenangan, tetapi yg plagi pokok tujuannya adalah utk keredhaan Allah dan menuruti perintahNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Nuh ‘alaihissalam, pemuka para anbia’, hidup di tgh kaumnya selama 950 thn. Beliau berdakwah dan bertabligh, namun hanya sedikit sekali yg mahu beriman kpd beliau. Padahal pelbagai cara dakwah sudah ditempuh, waktu dan bentuk dakwahnya juga pelbagai cara, sebagaimana yg difirmankan oleh Allah melalui perkataan beliau:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Rabb-ku, sesungguhnya aku tlh menyeru kaumku malam dan siang, maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dr kebenaran). Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kpd iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dlm telinganya dan menutupkan bajunya (ke mukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan terlalu menyombongkan diri.” (Nuh: 5-7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10) Berasa Senang Jika Ada Yg Bergabung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berasa senang jika ada seseorang yg mempunyai kemampuan, bergabung dlm barisan mereka yg mahu beramal, utk menegakkan bendera atau ikut taat dlm amal. Hal ini harus disertai dgn usaha memberikan kesempatan kpdnya, sehingga dia dpt mengambil tempat yg sesuai dgn kedudukannya. Dia tdk harus rasa terganggu, terganjal, dengki atau pun gelisah krn kehadirannya. Malahan jika orang yg mukhlis melihat ada orang lain yg lbh baik drp dirinya yg mahu memikul tanggungjawabnya, maka dgn senang hati dia akn mundur, memberikan tanggungjawabnya kpd orang itu dan dia berasa senang menyerahkan jawatan kpdnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11) Rakus Terhadap Amal Yg Bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara bukti ikhlas adalah rakus terhadap amal yg paling diredhai Allah, dan bkn yg paling diredhai oleh dirinya sendiri. Sehingga orang yg mukhlis lbh mementingkan amal yg lbh banyak manfaatnya dan lbh mendalam pengaruhnya, tanpa disusupi hawa nafsu dan kesenangan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia senang melakukan puasa nafilah dan solat dhuha. Namun sekali pun waktunya dihabiskan utk mendamaikan mereka yg sdg bertikai, justeru itulah yg lbh dipentingkannya. Dlm sebuah hadith disebutkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketahuilah, akan ku khabarkan kpdmu ttg sesuatu yg lbh utama drp darjat puasa, solat dan sedekah. Iaitu mendamaikan di antara sesama manusia. Sbb kerosakan di antara sesama amnusia adalah pemotong.” (HR Imam Abu Daud dan at-Tirmidzi, hadith shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mendapatkan kesenangan di hati dan kegembiraan di dlm jiwa jika boleh melaksanakan umrah pd setiap bulan Ramadhan dan haji pd musimnya. Tetapi dikatakan kpdnya, “Sumbangkan saja wang itu utk ikhwan kita di Palestin atau Bosnia atau Kashmir yg sdg mengalami kehancuran.” Jika hatinya tdk lapang dan menolak, maka dia spt apa yg dikatakan al-Ghazali sbg orang yg tertipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12) Menghindari Ujub&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara tanda kesempurnaan ikhlas ialah tdk merosak amal dgn ujub, berasa senang dan puas terhadap amal yg tlh dilakukannya. Sikap spt ini dpt membutakan matanya utk melihat celah-celah yg sewaktu-waktu muncul. Seharusnya apa yg perlu dilakukan oleh orang Mu’min stlh melaksanakan suatu amal ialah takut jikalau dia tlh melakukan kelalaian, disedari mahupun tdk disedari. Maka dr itu dia takut jikalau amalnya tdk diterima. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dr mereka yg bertaqwa.” (al-Maidah: 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13) Peringatan Agar Membersihkan Diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran tlh memperingatkan utk membersihkan diri dr pujian dan sanjungan ke atas dirinya, sebagaimana firmanNya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia lbh mengetahui tentang (keadaan) kamu, ketika Dia menjadikan kamu dr tanah dan ketika kamu masih dlm janin perut ibumu. Maka janganlah kamu mengatakan diri kamu suci. Dialah yg paling mengetahui tentang orang yg bertaqwa.” (an-Najm: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mencela orang-orang Yahudi dan Nasrani yg menganggap dirinya suci. Firman-Nya yg bermaksud:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kamu tdk memerhatikan orang yg menganggap dirinya bersih? Sebenarnya Allah membersihkan sesiapa yg dikehendaki-Nya dan mereka tdk dianiaya sedikit pun.” (an-Nisa: 49)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terjadi krn mereka berkata, spt yg dijelaskan Allah yg bermaksud:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami ini adalah anak-anak Allah dan keksih-kekasih-Nya.” (al-Maidah: 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan mereka ini disanggah dgn firman-Nya yg bermaksud:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tetapi kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yg diciptakan-Nya. Dia mengampuni sesiapa yg dikehendaki-Nya dan menyeksa siapa yg dikehendaki-Nya. Dan, kepunyaanl Allah-lah kerajaan di antara keduanya, dan kpd Allah-lah kembali (segala sesuatu).” (al-Maidah: 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yg tlh melakukan sesuatu amal shaleh, tdk boleh mempamerkan amalnya itu, kecuali jika utk menyampaikan nikmat Rabb-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan terhadap nikmat Rabb-mu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dgn bersyukur).” (ad-Dhuha: 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ia bertujuan utk memancing orang lain agar mengikutinya. Sabda Baginda yg bermaksud:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa membuat sunnah yg baik, maka dia mendapat pahala sunnah itu dan pahala orang yg mengerjakannya.” (HR Imam Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibolehkan juga jika bertujuan utk membela diri krn ada tuduhan yg dilemparkan kpdnya, padahal dia tdk bersangkut-paut dgn tuduhan tersebut, atau mungkin ada sebab-sebab lain. Semua itu diperbolehkan bg orang yg batinnya sudah kuat krn Allah semata dan bukan krn tujuan yg bukan-bukan serta tdk tergolong pd ujub, tdk bertujuan mencari sanjungan dr orang lain dan mendapatkan kedudukan di kalangan masyarakat. Namun memang jrg orang yg bebas dr tujuan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Islam harus waspada, jgn sampai ujub terhadap diri sendiri, krn kebaikan dan keshalihan yg dilakukannya, atau keyakinan bahawa hanya dialah yg beruntung sdg yg lain merugi, atau dia dan jamaahnyalah yg layak disebut al-firqah an-najiyyah (golongan yg selamat) sdgkan semua kaum Muslimin rosak, atau hanya merekalah yg layak disebut thaifah manshurah (kelompok yg mendapat pertolongan) sdgkan yg lain dibiarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan terhadap diri sendiri spt ini adalah ujub yg merosak, dan pandangan terhadap orang-orang Islam spt itu adalah pelecehan yg menghinakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ternyata benar apa yang dinukilkan oleh Yusuf Qaradhawi seperti di atas. Buat mereka di atas jalan ini, setiap butir perkataannya umpama kata lontar lembut dan keras yang menimpa diri kita. Bersama kita koreksi diri dan tsabat berjuang untuk Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-8021191216619632892?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/8021191216619632892/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/ikhlas-bagi-para-dai-ilallah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/8021191216619632892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/8021191216619632892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/ikhlas-bagi-para-dai-ilallah.html' title='Ikhlas Bagi Para Dai Ilallah…'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-7646092646021244237</id><published>2010-04-15T05:38:00.000+07:00</published><updated>2010-04-15T05:38:00.381+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>FUTUR</title><content type='html'>Dalam hidup akan banyak ditemui bermacam jalan. Kadang datar, kadang menurun. Kadang  pula meninggi. Begitu pula dalam perjalanan dakwah. Ada saatnya para Muharrik (orang yang bergerak) menemui jalam yang lurus dan mudah. Namun tidak jarang menjumpai onak dan duri. Hal demikian juga terjadi pada muharrik. Satu saat ia memilikikondisi iman yang tinggi. Di saat lain, iapun dapat mengalami degradasi iman. tabiat manusia memang menggariskan demikian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dalam salah satu haditsnya Rosulullah SAW bersabda : “hati manusia itu bisa berkarat sebagaimana berkaratnya besi. Lalu sahabat bertanya, “bagaimana cara mengobatinya ya Rasulallah ?”. jawab Rasul : “Membaca Alquran dan ingat mati”. Syarah dari hadits ini mensiratkan satu hal. Iman manusia tidak konstan. Ia dapat berubah. Karena itu dalam hadits yang lain, Rosul menyuruh para sahabat dan kita sekalian untuk selalu memperbaharui iman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dalam kondisi iman yang turun ini, para mutaharrik kadang terkena satu penyakit yang membahayakan kelangsungan harakah. Yaitu penyakit futur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Makna Futur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Secara bahasa Futur berarti putusnya kegiatan setelah kontinyu bergerak. Juga dapat berarti dalam diam setelah bergerak. Atau : malas, lamban dan santai setelah sungguh-sungguh. Penyakit futur ini menimpa orang-orang yang telah bergerak. Ia tidak menimpa orang yang tidak atau belum bergerak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Berjangkitnya penyakit futur pada diri muharrik dapat menimbulkan beberapa atsar (pengaruh), baik bagi diri muharrik itu sendiri maupun kepada harakah yang tengah berlangsung. Bagi para muharrik, futur menyebabkan sedikitnya simpanan taat yang dimiliki. Padahal, taat merupakan syarat bagi berlangsungnya amal yang ikhlas. Tanpa taat, sulit bagi muharrik melaksanakan program harakah yang notabene tidak pernah mengiminginya dengan balasan duniawi. Bagi harakah sendiri, futur menyebabkan panjangnya jalan yang harus ditempuh. Ini merupakan akibat logis dari tidak mustamirnya amal yang dilaksanakan. Harakah  yang tidak mustamir hanya menghasilkan bangunan islam yang juz’iyah (parsial). Bangunan yang seharusnya dapat diselesaikan dalam kurun waktu tetentu, menjadi terbengkalai karena terhentinya gerak pembangunan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Terjadinya futur bagi muharrik, sebenarnya merupakan hal yang wajar. Asal saja tidak mengakibatkan terlepasnya muharrik dari harokah dan jamaahnya. Hanya malaikat yang mampu kontinyu mengabdi kepeda Allah dengan kualitas terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah : “dan kepunyaan-Nyalah segala apa yang dilangit dan di bumi dan malaikat-malaikat yang di sisiNya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembahNya dan tidak pula mersa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada hentinya” (QS. Al-Anbiya:19-20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu Rasulallah sering berdoa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:”Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku akhirnya. Ya Allah,jadikanlah sebaik-baik amalku keridloan-Mu. Ya Allah,jadikahlah sebaik-baik hariku saat bertemu dengan-Mu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab Futur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Walaupun futur merupakan hal yang mungkin terjadi bagi muharri, ada beberapa penyebab yang dapat menyegerakan timbulnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      berlebihan dalam din&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berlebihan dalam din, dengan pemaksaan diri dalam melaksanakan ibadah, hanya mengakibatkan kelelahan fisik dan mental. Tubuh dan jiwa manusia hanya dapat memikul  beban berat untuk satu waktu tertentu. Jika ia didera untuk memikulnya, maka yang terjadi adalah pelanggaran terhadap fitrahnya sendiri. Dalam suatu hadits riwayat anas ra : Prenah datang serombongan sahabat yang terdiri dari tiga orang ke rumah Rasulullah. Mereka menanyakan perihal ibadah Rasulullah kepada istri-istri beliau. Setelah mendengarkan ketekunan ibadah Beliau, sadarlah mereka akan sedikitnya ibadah yang mereka lakukan selama ini. sehingga berkata seorang diantara mereka : “saya akan sholat sepanjang malam. Yang kedua berkata “ saya akan puasa selamanya. Yang ketiga menyambung “ saya akan menjauhi istri dan tidak akan kawin”. Mendengar itu semua, Nabi lalu mendatangi mereka. Seraya berkata : “ demi Allah saya lebih takut kepada Allah dari kamu, bahkan saya lebih bertaqwa. Namun saya berpuasa dan berbuka, saya sholat dan tidur. Juga saya kawin. Barang siapa mengabaikan sunnahku, maka ia bukan dari golonganku”. (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Dalam hadits yang lain Rasul bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Sesungguhnya Din itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulitnya kecuali akan dikalahkan”. (HR. Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Karena itu, amal yang paling di sukai Allah adalah yang sedikit dan kontinyu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Belebih-lebihan dalam hal yang mubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mubah adalah sesuatu yang dibolehkan. Namun para sahabat sanagat menjaganya. Mereka lebih memilih untuk menjauhkan diri dari hal yang mubah karena takut terjatuh pada yang haram. Berlebihan dalam makanan menyebabkan seseornag menjadi gemuk. Kegemukan akan memberatkan badan. Sehingga orang menjadi malas. Malas membuat seseorang menjadi santai. Dan santai mengakibatkan kemunduran. Karena itu secara keseluruhan hal ini menghalangi untuk berharakah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Memisahkan diri dari jamaah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauhnya seseorang dari jamaah membuatnya mudah didekati syaitan. Rasul bersabda : “ Syaitan itu akan menerkam manusia yang menyendiri, seperti serigala menerkam domba yang terpisah dari kawanannya”. (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika syaitan telah memasuki hatinya, maka tak sungkan hatinya akan melahirkan zhon ( prasangka ) yang tidak pada tempatnya kepadajamaah dan harakah. Jika berlanjut ,hal ini menyebabkan hilangnya siqoh (kepercayaan) kepada jamaah dan harakah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jamaah, seseorang akan selalu mendapatkan adanya kegiatanyang selalu baru. Ini terjadi karena jamaah merupakan kumpulan pribadi, yang masing-masing memilii gagasan dan ide baru. Sedang tanpa jamaah seseorang dapat terperosok kepada kebosanan yang terjadi akibat kerutinan. Karena itu imam Ali berkata : “ sekeruh-keruh hidup berjamaah, lebih baik dari bergemingnya hidup sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Sedikit mengingat akhirat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak mengingat kehidupan akhirat membuat seseorang giat beramal. Selalu diingat akan adanya hisab atas setiap amalnya. Kebalikannya, sedikit mengingat kehidupan akhirat menyulitkan seseorang untuk giat beramal. Ini disebabkan tidak adanya pemacu amal berupa keinginan untuk mendapatkan ganjaran di sisi Allah pada hari yaumul hisab nanti. Karena itu Rasulullah bersabda : “jika sekiranya engkau mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya engkau akan banyak menangis dan sedikit tertawa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      Melalaikan amalan siang dan malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan ibadah secara tekun, membuat seseorang selalu ada dalam perlindungan Allah. Selalu tejaga komunikasi sambung rasa antara ia dengan Allah. ini membuatnya mempersiapkan kondisi ruhiyah yang baik sebagai dasar untuk berharakah. Namun sebaliknya, kelalaian untuk melaksanakan amalan, berupa rangkaian ibadah baik yang wajib  maupun sunnah, dapat membuat seseorang terjerumus untuk dikit demi sedikit merenggangkan hubungannya dengan Allah. jika ini terjadi, maka sulit baginya menjaga kondisi ruhiyah dalam keadaan taat kepada Allah. kadang hal ini juga berkaitan dengan kemampuan untuk berbicara kepada hati. Harakah yang benar, selalu memulainya dengan memanggil hati manusia, sementara sedikitnya pelaksanaan ibadah membuatnya sedikit memiliki cahaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Allah berfiman : “Barang siapa tidak diberi cahaya (petunjuk) Oleh Allah, tiadalah ia mempunyai cahaya sedikitpun”. (QS. 24:40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Barang siapa tidak memiliki (ruh), maka ia tidak dapat memberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.      Masuknya barang haram ke dalam perut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.      Tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap perjuangan sunnatullaNya selalau menghadapi tantangan. Al Haq dan Al Bathil selalu berusaha untuk memperbesar pengaruhnya masing-masing. Akan selalu ada orang-orang Pendukung islam. Di lain pihak akan selalu tumbuh orang-orang pendukung hawa nafsu. Dan dalam waktu yang Allah kehendaki akan bertemu dalam suatu “fitnah”. Dalam bahasa arab, kata “fitnah” berasal dari kata yang digunakan untuk menggambbarkan proses penyaringan emas dari batu-batu lainnya. Karena itu “fitnah” merupakan sunnatullah yang akan mengenai para muharrik. Dengan “fitnah” Allah juga menyaring siapa hamba yang masuk golongan shodiqin dan siapa yang kadzib (dusta). Dan jika fitnah itu datang, sementara iatidak siap menerimanya, besar kemungkinan akan terjadi pengubahan orientasi dalam harakahanya. Dan itu membuat futur. Allah Berfiman : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya diantara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka hati-hatilah kamu terhadap mereka.” (QS. 64:14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.      Bersahabat dengan orang-orang yang lemah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi lingkungan (biah), dapat menentukan kualitas seseorang. Teman yang baik akan melahirkan lingkungan yang baik. Akan tumbuh suasana ta’awun dan saling menasehatkan. Sementara teman yang buruk dapat melunturkan hamazah (kemauan) yang semula telah menjadi tekad. Karena itu Rasulullah bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seseorang atas diri sahabtnya, hendaklah melihat salah seorang diantara kalian siapa ia berteman”. (HR. Abu Daud). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.      Spontanitas dalam beramal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amal yang tidak terencana – tidak memiliki tujuan sasaran dan sarana yang jelas tidak dapat melahirkan hasil yang diharapkan. Hanya akan timbul kepenatan dalam berharakah, sementara hasil yang ditunggu tak kunjung datang. Karena itu setiap amal harus memiliki minhajiatul amal ( Sistematika kerja ). Hal ini akan membuat ringan dan mudahnya suatu amal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.  Terjatuh ke dalam kemaksiatan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pebuatan maksiat membuat hati tertutup dengan kefasikan. Jika kondisi ini terjadi, sulit diharapkan seorang muharrik mampu beramal untuk jamaahnya. Bahkan untuk menjaga diri sendiripun sulit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Untuk mengobati penyakit futur ini, beberapa ulama memberikan beberapa resep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Jauh dari kemaksiatan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kemaksiatan akan mendatangkan kemungkaran Allah. Dan pada akhirnya membawa kepada kesesatan. Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu melampaui batas yang menyebabkan kemurkaan –Ku menimpamu. Dan barang siapa di timpa musibah oleh kemurkaan-Ku, makabinasalah ia”. (QS. 20;81)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh dari kemaksiatan akan mendatangkan hidup yang akan lebih berkah. Dengan keberkahan ini orang dapat terhindar dari penyakit futur. Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Jikalau penduduk negri-negri beriman dan bertaqwa, pastilah kami melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan dari bumi”. (QS. 7:96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Tekun mengamalkan amalan siang dan malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalan sian dan malam dapat melindungi dan menjaga muharrik untuk selalu berhubungan dengan Allah WST. Hal ini dapat menjauhkannya dari perbuatan yang tidak mendapat restu dari Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb Yang Maha Penyayang itu, ialah orang berjalan diatas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang (mengandung) keselamatan. Dan orang-orang yang melalui malam harinya dengan bersujud dan berdiri untuk Robb mereka”. (QS. 25:63-64).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Mengintai waktu-waktu yang baik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam banyak hadits rosulullah banya menginformasikan adanya waktu-waktu tertentu dimana Allah lebih memperhatikan do’a hambanya. Sepertiga malam terakhir, bulan ramadhan dan bulan dzulqoidah, zulhijjah, muharram dan rajab. Waktu-waktu itu memiliki keistimewaan yang dapat mengangkat derajat seseorang dihadapan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Menjauhi hal-hal yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlebihan dalam kebaikan bukan merupakan tindakan bijaksana. Apalagi berlebihan dalam keburukan. Allah memerintah manusia sesuai dengan kemampuannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            “ Maka bertaqwalah kamu kepada Allah sesuai dengan kesanggupanmu !” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(QS. 64:61)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah Din tawazun (keseimbangan). Disuruhnya pemeluknya memperhatikan akhirat, namun jangan melupakan kehidupan dunia. Seluruh anggota tubuh dan jiwa mempunyai haknya masing-masing yang harus ditunaikan. Dalam ayat lain Allah berfiman : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Demikianlah kami telah menjadikan kamu (ummat Islam), ummat pertengahan (adil) dan pilihan”. (QS. 2:143).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      Melazimi Jamaah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Jamaah itu rahmat, Firqoh (pengelompokan) azad ” demikian sabda Rasulullah. Dalam hadits yang lain “Barangsiapa yang menghendaki tengahnya syurga, hendaklah ia melazimi jamaah”. Dengan jamaah seorang muharrik akan selalu berada dalam majlis dzikir dan pikir. Hal ini membuatnya selalu terikat dengan komitmennya semula. Juga jamaah dapat memberikan program dan kegiatan yang variatif. Sehingga terhindarlah ia dari kebosanan dan kerutinan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.      Mengenal kendala yang akan menghadang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan akan tabiat jalan  yang hendak dilalui serta rambu-rambu yang ada, niscaya membuat seorang muahrrik siap, minimal tidak gentar, untuk menjalani rintangan yang akan datang. Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dan beberapa banyak Nabi yang berpernag bersama mereka sebagian besar karena bencana yang menimpa di jalan Allah, dan tidak pula lesu dan tidak pula menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang orang yang sabar”. (QS. 3:146) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.      Teliti dan Sistematik dalam kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perencanaan yang baik, Pembagian tugas yang jelas, serta kesadaran akan tanggung jawab yang diemban, dapat membuat harakah menjadi harakatunnatijah (harakah yang berhasil). Perencanaan akan menyadarkan muaharrik, bahwa jalan yang ditempuh amat panjang. Tujuan yang akan dicapai amat besar. Karena itu juga dibutuhkan waktu, amal dan percobaan yang besar. Jika ini semua telah dimengerti insaya Allah akan tercapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.      Memilih teman yang shalih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.      Menghibur diri dengan hal yang mubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercengkerama dengan keluarga, mengambil secukupnya kegiatan rekreatif sertamemeberikan hak badan secara cukup mampu membuat diri menjadi segar kembali untuk melanjutkan amal yang sedang dikerjakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.  Mengingat mati, syurga dan neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.  Muhasabah (menghisab) diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-7646092646021244237?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/7646092646021244237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/futur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/7646092646021244237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/7646092646021244237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/futur.html' title='FUTUR'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-3124478283234091494</id><published>2010-04-14T05:35:00.000+07:00</published><updated>2010-04-14T05:35:00.757+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tip n trik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Etika Bergaul Dengan Orang Lain</title><content type='html'>1.       Hormati perasaan orang lain, tidak mencoba menghina atau menilai mereka cacat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Jaga dan perhatikanlah kondisi orang, kenalilah karakter dan akhlaq mereka, lalu pergaulilah mereka, masing-masing menurut apa yang sepantasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       Mendudukkan orang lain pada kedudukannya dan masing-masing dari mereka diberi hak dan dihargai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.       Perhatikanlah mereka, kenalilah keadaan dan kondisi mereka, dan tanyakanlah keadaan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.       Bersikap tawadhu'lah kepada orang lain dan jangan merasa lebih tinggi atau takabbur dan bersikap angkuh terhadap mereka. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;6.       Bermuka manis dan senyumlah bila anda bertemu orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.       Berbicaralah kepada mereka sesuai dengan kemampuan akal mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.       Berbaik sangkalah kepada orang lain dan jangan memata-matai mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.       Mema`afkan kekeliruan mereka dan jangan mencari-cari kesalahan-kesalahannya, dan tahanlah rasa benci terhadap mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.   Dengarkanlah pembicaraan mereka dan hindarilah perdebatan dan bantah-membantah dengan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-3124478283234091494?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/3124478283234091494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/etika-bergaul-dengan-orang-lain.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/3124478283234091494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/3124478283234091494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/etika-bergaul-dengan-orang-lain.html' title='Etika Bergaul Dengan Orang Lain'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-625850599827088510</id><published>2010-04-13T05:32:00.000+07:00</published><updated>2010-04-13T05:32:00.499+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tip n trik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Dosa Tanpa Taubat Hati Akan Hitam</title><content type='html'>HATI adalah organ yang paling utama dalam tubuh manusia dan nikmat paling agung diberikan oleh Allah. Hati menjadi tempat Allah membuat penilaian terhadap hamba-Nya. Pada hatilah letaknya niat seseorang. Niat yang ikhlas itu akan diberi pahala oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati perlu dijaga dan dipelihara dengan baik agar tidak rosak, sakit, buta, keras dan lebih-lebih lagi tidak mati. Sekiranya berlaku pada hati keadaan seperti ini, kesannya adalah membabitkan seluruh anggota tubuh badan manusia. Maka, akan lahirlah penyakit masyarakat berpunca dari hati yang sudah rosak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justeru, hati adalah amanah yang wajib dijaga sebagaimana kita diamanahkan untuk menjaga mata, telinga, mulut, kaki, tangan dan sebagainya daripada berbuat dosa dan maksiat. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hati yang hitam ialah hati yang menjadi gelap kerana dosa. Setiap satu dosa yang dilakukan tanpa bertaubat itu akan menyebabkan terjadinya satu titik hitam pada hati. Itu baru satu dosa. Maka bayangkanlah bagaimana pula kalau sepuluh dosa? Seratus dosa? Seribu dosa? Alangkah hitam dan kotornya hati ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara ini jelas digambarkan dalam hadis Rasulullah bermaksud: “Siapa yang melakukan satu dosa, maka akan tumbuh pada hatinya setitik hitam, sekiranya dia bertaubat akan terkikislah titik hitam itu daripada hatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dia tidak bertaubat, maka titik hitam itu akan terus merebak hingga seluruh hatinya menjadi hitam.” (Hadis riwayat Ibn Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini selari dengan firman Allah yang bermaksud “Sebenarnya ayat-ayat Kami tidak ada cacatnya, bahkan mata hati mereka telah diseliputi kekotoran dosa dengan sebab perbuatan kufur dan maksiat yang mereka kerjakan.” (Surah al-Muthaffifiin, ayat 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang kotor dan hitam akan menjadi keras. Apabila hati keras, kemanisan dan kelazatan beribadat tidak dapat dirasakan. Ia akan menjadi penghalang kepada masuknya nur iman dan ilmu. Belajar sebanyak mana pun ilmu yang bermanfaat atau ilmu yang boleh memandu kita, namun ilmu itu tidak akan masuk ke dalam hati, kalau pun kita faham, tidak ada daya dan kekuatan kita untuk mengamalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman yang bermaksud “Kemudian selepas itu, hati kamu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Pada hal antara batu-batu itu ada yang terpancar dan mengalir sungai daripadanya, dan ada pula antaranya yang pecah-pecah terbelah lalu keluar mata air daripadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan ada juga antaranya yang jatuh ke bawah kerana takut kepada Allah sedang Allah tidak sekali-kali lalai daripada apa yang kamu kerjakan.” (Surah al-Baqarah, ayat 74).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Allah mendatangkan contoh dan menerangkan bahawa batu yang keras itu pun ada kalanya boleh mengalirkan air dan boleh terpecah kerana amat takutkan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh itu, apakah hati manusia lebih keras daripada batu hingga tidak boleh menerima petunjuk dan hidayah daripada Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara yang paling membimbangkan ialah apabila hati mati akan berlakulah kemusnahan yang amat besar terhadap manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matinya hati adalah bencana dan malapetaka besar yang bakal menghitamkan seluruh kehidupan. Inilah natijahnya apabila kita lalai dan cuai mengubati dan membersihkan hati kita. Kegagalan kita menghidupkan hati akan dipertanggungjawabkan oleh Allah pada akhirat kelak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya sekarang, kenapa hati mati? Hati itu mati disebabkan perkara berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Hati mati kerana tidak berfungsi mengikut perintah Allah iaitu tidak mengambil iktibar dan pengajaran daripada didikan dan ujian Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman bermaksud “Maka kecelakaan besarlah bagi orang yang keras membatu hatinya daripada menerima peringatan yang diberi oleh Allah. Mereka yang demikian keadaannya adalah dalam kesesatan yang nyata.” (Surah al-Zumar, ayat 22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Hati juga mati jika tidak diberikan makanan dan santapan rohani sewajarnya. Kalau tubuh badan boleh mati kerana tuannya tidak makan dan tidak minum, begitulah juga hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ia tidak diberikan santapan dan tidak diubati, ia bukan saja akan sakit dan buta, malah akan mati akhirnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santapan rohani yang dimaksudkan itu ialah zikrullah dan muhasabah diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh itu, jaga dan peliharalah hati dengan sebaik-baiknya supaya tidak menjadi kotor, hitam, keras, sakit, buta dan mati. Gilap dan bersihkannya dengan cara banyak mengingati Allah (berzikir). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah bermaksud “Iaitu orang yang beriman dan tenteram hati mereka dengan mengingati Allah. Ketahuilah! Dengan mengingati Allah itu tenang tenteramlah hati manusia.” (Surah al-Ra'd, ayat 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman-Nya lagi bermaksud “Hari yang padanya harta benda dan anak-anak tidak dapat memberikan sebarang pertolongan, kecuali harta benda dan anak-anak orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat sejahtera daripada syirik dan munafik.” (Surah al-Syura, ayat 88 - 89)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sucikanlah 4 hal dengan 4 perkara : &lt;br /&gt;"Wajahmu dengan linangan air mata keinsafan, &lt;br /&gt;Lidahmu basah dengan berzikir kepada Penciptamu, &lt;br /&gt;Hatimu takut dan gementar kepada kehebatan Rabbmu, &lt;br /&gt;..dan dosa-dosa yang silam di sulami dengan taubat kepada Dzat yang Memiliki mu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sampaikanlah walau satu ayat" al hadis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-625850599827088510?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/625850599827088510/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/dosa-tanpa-taubat-hati-akan-hitam.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/625850599827088510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/625850599827088510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/dosa-tanpa-taubat-hati-akan-hitam.html' title='Dosa Tanpa Taubat Hati Akan Hitam'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-6421838516104624824</id><published>2010-04-12T05:31:00.001+07:00</published><updated>2010-04-12T05:31:00.531+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Adab Berbicara, Berdebat dan Mendengar Pendapat ADAB BERBICARA</title><content type='html'>1. Semua pembicaraan harus kebaikan, (QS 4/114, dan QS 23/3), dalam hadits nabi SAW disebutkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang beriman pada ALLAH dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau lebih baik diam.” (HR Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berbicara harus jelas dan benar, sebagaimana dalam hadits Aisyah ra:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahwasanya perkataan rasuluLLAH SAW itu selalu jelas sehingga bisa difahami oleh semua yang mendengar.” (HR Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Seimbang dan menjauhi berlarut-larutan, berdasarkan sabda nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku nanti di hari Kiamat ialah orang yang banyak bercakap dan berlagak dalam berbicara.” Maka dikatakan: Wahai rasuluLLAH kami telah mengetahui arti ats-tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa makna al-mutafayhiqun? Maka jawab nabi SAW: “Orang2 yang sombong.” (HR Tirmidzi dan dihasankannya)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;4. Menghindari banyak berbicara, karena khuatir membosankan yang mendengar, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Wa’il:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Ibnu Mas’ud ra senantiasa mengajari kami setiap hari Kamis, maka berkata seorang lelaki: Wahai abu AbduRRAHMAN (gelar Ibnu Mas’ud)! Seandainya anda mau mengajari kami setiap hari? Maka jawab Ibnu Mas’ud : Sesungguhnya tidak ada yang menghalangiku memenuhi keinginanmu, hanya aku kuatir membosankan kalian, karena akupun pernah meminta yang demikian pada nabi SAW dan beliau menjawab kuatir membosankan kami (HR Muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengulangi kata-kata yang penting jika dibutuhkan, dari Anas ra bahwa adalah nabi SAW jika berbicara maka beliau SAW mengulanginya 3 kali sehingga semua yang mendengarkannya menjadi faham, dan apabila beliau SAW mendatangi rumah seseorang maka beliau SAW pun mengucapkan salam 3 kali. (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menghindari mengucapkan yang bathil, berdasarkan hadits nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang diridhai ALLAH SWT yang ia tidak mengira yang akan mendapatkan demikian sehingga dicatat oleh ALLAH SWT keridhoan-NYA bagi orang tersebut sampai nanti hari Kiamat. Dan seorang lelaki mengucapkan satu kata yang dimurkai ALLAH SWT yang tidak dikiranya akan demikian, maka ALLAH SWT mencatatnya yang demikian itu sampai hari Kiamat.” (HR Tirmidzi dan ia berkata hadits hasan shahih; juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menjauhi perdebatan sengit, berdasarkan hadits nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapatkan hidayah untuk mereka, melainkan karena terlalu banyak berdebat.” (HR Ahmad dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam hadits lain disebutkan sabda nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku jamin rumah didasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah ditengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, dan aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaqnya.” (HR Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menjauhi kata-kata keji, mencela, melaknat, berdasarkan hadits nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukanlah seorang mu’min jika suka mencela, mela’nat dan berkata-kata keji.” (HR Tirmidzi dengan sanad shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Menghindari banyak canda, berdasarkan hadits nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya seburuk-buruk orang disisi ALLAH SWT di hari Kiamat kelak ialah orang yang suka membuat manusia tertawa.” (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Menghindari menceritakan aib orang dan saling memanggil dengan gelar yang buruk, berdasarkan QS 49/11, juga dalam hadits nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika seorang menceritakan suatu hal padamu lalu ia pergi, maka ceritanya itu menjadi amanah bagimu untuk menjaganya.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi dan ia menghasankannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Menghindari dusta, berdasarkan hadits nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tanda-tanda munafik itu ada 3, jika ia bicara berdusta, jika ia berjanji mengingkari dan jika diberi amanah ia khianat.” (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Menghindari ghibah dan mengadu domba, berdasarkan hadits nabi SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kalian saling mendengki, dan janganlah kalian saling membenci, dan janganlah kalian saling berkata-kata keji, dan janganlah kalian saling menghindari, dan janganlah kalian saling meng-ghibbah satu dengan yang lain, dan jadilah hamba-hamba ALLAH yang bersaudara.” (HR Muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Berhati-hati dan adil dalam memuji, berdasarkan hadits nabi SAW dari AbduRRAHMAN bin abi Bakrah dari bapaknya berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang yang memuji orang lain di depan orang tersebut, maka kata nabi SAW: “Celaka kamu, kamu telah mencelakakan saudaramu! Kamu telah mencelakakan saudaramu!” (2 kali), lalu kata beliau SAW: “Jika ada seseorang ingin memuji orang lain di depannya maka katakanlah: Cukuplah si fulan, semoga ALLAH mencukupkannya, kami tidak mensucikan seorangpun disisi ALLAH, lalu barulah katakan sesuai kenyataannya.” (HR Muttafaq ‘alaih dan ini adalah lafzh Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari Mujahid dari Abu Ma’mar berkata: Berdiri seseorang memuji seorang pejabat di depan Miqdad bin Aswad secara berlebih-lebihan, maka Miqdad mengambil pasir dan menaburkannya di wajah orang itu, lalu berkata: Nabi SAW memerintahkan kami untuk menaburkan pasir di wajah orang yang gemar memuji. (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADAB MENDENGAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Diam dan memperhatikan (QS 50/37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tidak memotong/memutus pembicaraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menghadapkan wajah pada pembicara dan tidak memalingkan wajah darinya sepanjang sesuai dengan syariat (bukan berbicara dengan lawan jenis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak menyela pembicaraan saudaranya walaupun ia sudah tahu, sepanjang bukan perkataan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tidak merasa dalam hatinya bahwa ia lebih tahu dari yang berbicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADAB MENOLAK / TIDAK SETUJU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ikhlas dan menghindari sifat senang menjadi pusat perhatian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menjauhi ingin tersohor dan terkenal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penolakan harus tetap menghormati dan lembut serta tidak meninggikan suara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Penolakan harus penuh dengan dalil dan taujih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menghindari terjadinya perdebatan sengit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Hendaknya dimulai dengan menyampaikan sisi benarnya lebih dulu sebelum mengomentari yang salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Penolakan tidak bertentangan dengan syariat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Hal yang dibicarakan hendaknya merupakan hal yang penting dan dapat dilaksanakan dan bukan sesuatu yang belum terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Ketika menolak hendaknya dengan memperhatikan tingkat ilmu lawan bicara, tidak berbicara di luar kemampuan lawan bicara yang dikuatirkan menjadi fitnah bagi diri dan agamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Saat menolak hendaknya menjaga hati dalam keadaan bersih, dan menghindari kebencian serta penyakit hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wamaa taufiiqi illaa biLLAAH, ‘alaihi tawakkaltu wa ilaihi uniib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dipetik dari http://www.al-ikhwan.net/index.php?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-6421838516104624824?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/6421838516104624824/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/adab-berbicara-berdebat-dan-mendengar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/6421838516104624824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/6421838516104624824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/adab-berbicara-berdebat-dan-mendengar.html' title='Adab Berbicara, Berdebat dan Mendengar Pendapat ADAB BERBICARA'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-4407298290569074298</id><published>2010-04-10T05:17:00.000+07:00</published><updated>2010-04-10T05:17:00.700+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Akibat Berbicara Dan Beramal Tanpa Ilmu</title><content type='html'>Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, artinya: "Dan janganlah engkau ikuti apa yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang-nya, sesungguhnya pendengaran, pengelihatan dan hati semuanya itu akan di tanya" (QS Al-Isra': 36). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam : "Barang siapa berbicara tentang al Qur'an dengan akal nya atau tidak dengan ilmu, maka hendaklah ia menyiapkan tempatnya di neraka" (Hadist seperti ini ada dari 2 jalan, yaitu Ibnu Abas dan Jundub. Lihat Tafsir Qur'an yang diberi mukaddimah oleh Syeikh Abdul Qadir Al-Arnauth hal. 6, Tafsir Ibnu Katsir dalam Mukaddimah hal. 13, Jami' As-Shahih Sunan Tirmidzi jilid 5 hal.183 no. 2950 dan Tuhfatul Ahwadzi jilid 8 hal. 277). &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Barang siapa mengamalkan sesuatu amal yang tidak ada perintah kami atasnya, maka amalnya itu tertolak." (Shahih Muslim, Syarah Arba'in An-Nawawi hal. 21 Pembatalan Kemung-karan dan Bid'ah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari salamah bin Akwa berkata , Aku telah mendengar Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang mengatakan atas (nama)ku apa-apa yang tidak pernah aku ucapkan, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di Neraka." (HR Al-Bukhari I/35 dan lainya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cukup bohong seseorang manakala dia membicarakan setiap apa yang dia dengar." (HR. Muslim dalam muqaddimah shahihnya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat Salafus Shalih &lt;br /&gt; Abu Darda berkata: "Kamu tidak akan menjadi orang yang bertaqwa sehingga kamu berilmu, dan kamu tidak menjadi orang yang berilmu secara baik sehingga kamu mau beramal." (Adab dalam majelis-Muhammad Abdullah Al-Khatib). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga berkata : "Orang-orang yang menganggap pergi dan pulang menuntut ilmu bukan termasuk jihad, berarti akal dan pikiranya telah berkurang." &lt;br /&gt; Imam Hasan Al Basri mengatakan: Tafsir Surat-Baqarah ayat 201; Ya Tuhan, berikanlah kami kebaikan di dunia(ilmu dan ibadah) dan kebaikan di akhirat (Surga). &lt;br /&gt; Imam Syafi'i berkata: "Barangsiapa yang menginginkan dunia maka hen-daklah dengan ilmu, barangsiapa yang menginginkan akhirat maka hendaklah dengan ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan duanya maka hendaklah dengan ilmu." (Al-Majmu', Imam An-Nawawi). &lt;br /&gt; Imam Malik berkata: "Ilmu itu tidak diambil dari empat golongan, tetapi diambil dari selainya. Tidak diambil dari orang bodoh, orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya, yang mengajak berbuat bid'ah dan pendusta sekalipun tidak sampai tertuduh mendustakan hadist-hadist Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, juga tidak diambil dari orang yang dihormati, orang saleh, dan ahli ibadah yang mereka itu tidak memahami permasalahanya. Imam Muhammad Ibnu Sirin berkata: Sesungguhnya ilmu itu dien, maka lihatlah dari siapa kamu mengambil dienmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama salaf memahami betul bahwa sebab-sebab terjadinya penyimpangan dikalangan orang-orang yang sesat pada asalnya karena kekeliruan tashawur (pandangan /wawasan) mereka tentang batasan ilmu (Lihat Al-Ilmu Ushulu wa Mashadiruhu wa Manahijuhu Muhammad bin Abdullah Al-Khur'an, cet. I 1412 H, Dar Al-Wathan lin Nasyr, Riyadh, hal. 7). &lt;br /&gt;Orang-Orang salaf berkata : &lt;br /&gt;"Waspadalah terhadap cobaan orang berilmu yang buruk (ibadahnya) dan ahli ibadah yang bodoh." (Al-wala'wal bara' hal. 230) &lt;br /&gt; Imam Asy-Syafi'i memberi nasihat kepada murid-muridnya: &lt;br /&gt;Siapa yang mengambil fiqih dari kitab saja, maka ia menghilangkan banyak hukum. (Tadzkiratus sami' wal mutakallim, Al-Kannani, hal.87, Efisiensi Waktu Konsep Islam. Jasmin M. Badr Al-Muthawi, hal 44). &lt;br /&gt; Abdullah bin Al-Mu'tamir berkata: "Jika engkau ingin mengerti kesalahan gurumu, maka duduklah engkau untuk belajar kepada orang lain." (riwayat Ad-Darimi dalam Sunannya I/153) &lt;br /&gt; Riwayat Ibnu Wahab yang diterima dari Sofyan mengatakan: "Tidak akan tegak ilmu itu kecuali dengan perbuatan, juga ilmu dan perbuatan tidak akan ada artinya kecuali dengan niat yang baik. Juga ilmu, perbuatan dan niat yang baik tidak akan ada artinya kecuali bila sesuai dengan sunnah-sunnah." (Syeikh Abu Ishaq As -Syatibi, Menuju jalan Lurus). &lt;br /&gt; Ibrahim Al-Hamadhi berkta: Tidaklah dikatakan seorang itu berilmu, sekalipun orang itu banyak ilmunya. Adapun yang dikatakan Allah ortang itu berilmu adalah orang-orang yang mengikuti ilmu dan mengamalkanya, dan menetap dalam perkara As-Sunah, sekalipun jumlah ilmu-ilmu dari orang-orang tersebut hanya sedikit (Syeikh Abu Ishaq As –Syatibi, Menuju jalan Lurus).&lt;br /&gt;Keutamaan pencari ilmu dan yang mengatakan seseorang itu ahli ilmu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang mencari satu jalan menuntut ilmu niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan menuju Surga." (HR. Muslim, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman: "Tidak sepatutunya bagi orang-orang mukmin itu pergi semaunya (ke medan perang), mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memeperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali." (At-Taubah: 122) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Muslim mengatakan kepada Imam Bukhari: "Demi Allah tidak ada di dunia ini yang lebih pandai tentang ilmu hadist dari engkau." (Tarikh Bukhari, dalam Mukadimah Fathul Bari) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi'i berkomentar tentang Imam Ahmad: "Saya pergi dari kota Baghdad dan tidak saya tinggalkan di sana orang yang paling alim dalam bidang fiqih, yang paling wara' dalam agamanya dan paling berilmu selain Imam Ahmad." (Thobaqatus Syafi'I, As-Subki / Efisiensi Waktu Konsep Islam, Jasim m. Badr Al-Muthawi, hal.91) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menuntut ilmu bukan kepada ahlinya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Ash ia berkata, aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu di kalangan umat manu-sia setelah dianugerahkan kepada mereka, tetapi Allah mencabut ilmu tersebut di kalangan umat manusia dengan dimatikannya para ulama, sehingga ketika tidak tersisa orang alimpun, maka manusia menjadikan orang-orang bodoh menjadi pimpinan. Mereka dimintai fatwanya, lau orang-orang bodoh tersebut berfatwa tanpa ilmu." Dalam riwayat lain: "dengan ra'yu/akal. Maka sungguh perbuatan tersebut adalah sesat dan menyesatkan." (HR. Al-Bukhari I/34). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah saatnya (kebinasaannya)." (Shahih Bukhari bab Ilmu). &lt;br /&gt;"Sesungguhnya termasuk tanda-tanda kiamat adalah dicarinya ilmu dari orang rendahan." (lihatkitab Silsilah Hadist Shahih no. 695). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah aku mohon perlindung-anMu agar aku dijauhkan dari lmu yang tidak berguna (ilmu yang tidak aku amalkan, tidak aku ajarkan dan tidak pula merubah akhlakku), dan dari hati yang tidak khusyu', dari nafsu yang tidak pernah puas dan doa yang tidak terkabulkan." ( HR. Ahmad, Ibnu Hiban dan Al-Hakim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah berikanlah kepadaku manfaat dari ilmu yang Engkau anugerahklan kepadaku , dan berilah aku ilmu yang bermanfaat bagiku dan tambahkanlah kepadaku ilmu" (Jami' Ash-Shahih, Imam Tirmidzi no. 3599 Juz V hal. 54) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang bermanfaat dan amal yang diterima" (Hisnul Muslim, hal. 44 no. 73). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedangkan kamu mengetahuinya." (Al-Baqarah: 42). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai orang-orang beriman, masuklah kamu kedalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu." (Al-Baqarah: 208). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-4407298290569074298?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/4407298290569074298/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/akibat-berbicara-dan-beramal-tanpa-ilmu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/4407298290569074298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/4407298290569074298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/akibat-berbicara-dan-beramal-tanpa-ilmu.html' title='Akibat Berbicara Dan Beramal Tanpa Ilmu'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-481160073527071285</id><published>2010-04-09T05:13:00.002+07:00</published><updated>2010-04-09T05:13:00.251+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Berpacu Melawan Waktu</title><content type='html'>Ngomongin soal waktu sebenarnya udah sering banget dibahas ya? Sebab, setiap dari diri kita masing-masing pasti udah punya sistem management sendiri dalam mengatur kebiasaan hidup kita. Jadi sebenarnya kalo mau disamakan modelnya agak susah. Tapi yang terpenting dalam mengatur waktu adalah pastikan sesuai dengan tujuan dan tak ada waktu yang disia-siakan begitu saja. Sebab, waktu ini akan terus berjalan. Sang waktu nggak perlu minta ijin sama kita yang lagi bengong, main gaple, main gim, ngobrol nggak jelas, dan aktivitas miskin manfaat lainnya atau malah yang maksiat. &lt;br /&gt;Waktu bakalan terus berlari meninggalkan kita yang aktif maupun yang nggak pernah bergerak sedikit pun. Sering tak terasa, waktu seminggu sangat cepat, itu kita tahu setelah kita melewatinya. Bagi kita yang melewatinya dengan banyak amal baik insya Allah menjadi tabungan pahala kita kelak. Tapi bagi kita yang melewati hari demi hari dalam seminggu itu hanya dengan bengong dan bertopang dagu saja, rasa-rasanya sangat rugi, apalagi kalo melakukan maksiat, ruginya berlipat-lipat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Allah berfirman dalam al-Quran:&lt;br /&gt;وَالْعَصْرِ. إِنَّ الإِْنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلاَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ &lt;br /&gt;“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS al-‘Ashr [103]: 1-3)&lt;br /&gt;Waktu tak akan kembali&lt;br /&gt;Masih ingat nggak lagunya Raihan yang terinspirasi dari hadis Rasulullah saw. tentang waktu? Yup, gini nih penggalan syairnya: “Gunakan kesempatan yang masih diberi moga kita tak akan menyesal/Masa usia kita jangan disiakan, kerana ia tak ‘kan kembali/Ingat lima perkara sebelum lima perkara/sehat sebelum sakit/muda sebelum tua/kaya sebelum miskin/lapang sebelum sempit/hidup sebelum mati.”&lt;br /&gt;Yup, benar banget. Waktu punya karakter nggak bisa dikembalikan. Terus aja berlalu nggak peduli sama kita. Apa pernah kepikiran kita ingin meng-UNDO seperti pada program komputer? Waktu nggak bisa dikembalikan seperti ketika kita main internet dengan cara mengklik tombol BACK agar bisa mengulangi mengeksekusi sebuah situs web misalnya. Nggak. Waktu itu boleh dibilang hanya sekali jadi. Itu sebabnya, tugas kitalah yang kudu pandai memilih dan memilah dalam memanfaatkan waktu. &lt;br /&gt;Memang waktu adalah semacam ukuran yang kita sepakati bersama. 1 detik, 1 menit, 1 jam, 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun, 1 windu, 1 dasawarsa, 1 abad, dan seterusnya. Itu adalah ukuran-ukuran untuk memudahkan kita mengerjakan segala urusan kita. Adanya batasan waktu adalah agar kita mau mengaturnya dengan baik. Percuma banget kan kalo kita udah dikasih jadwal, udah sepakat dengan waktu yang dibuat, ternyata kita melanggar sendiri kesepakatan tersebut dengan tidak mentaatinya sesuai urutan waktu dan target. &lt;br /&gt;Kalo bicara untung-rugi, tentu bagi kita yang nggak bisa memenuhi semua aturan itu akan rugi karena bisa jadi malah nggak melakukan apa-apa selama waktu yang sudah ditentukan kecuali melakukan kesia-siaan saja yang memang bukan sesuatu yang seharusnya dilakukan.&lt;br /&gt;Nah, pada saat inilah kita udah kehilangan banyak waktu. Tentu saja waktu tak akan pernah balik lagi ngasih kesempatan buat kita untuk melakukan yang telah kita tinggalkan tersebut. Yang bisa dilakukan kita paling banter adalah memperbaiki pada kesempatan berikutnya. Tapi tetap tidak mengubah kondisi balik ke belakang. Karena yang terjadi adalah kita memperbaiki pada waktu yang lain dan selama itu pula kita udah kehilangan banyak kesempatan. Aduh, nggak banget deh!&lt;br /&gt;Nggak percaya? Bayangannya gini nih. Bagi kita yang nggak naik kelas tahun ini karena malas belajar, maka itu kondisi saat ini yang nggak bisa berubah. Tetep nggak naik kelas. Status kita tetap tinggal di kelas sementara teman yang lain udah di kelas berikutnya. Padahal itu terjadi dalam satu waktu, yakni pada kesempatan yang sama. Ya, sekarang ini. Kita insya Allah bisa naik kelas tapi itu terjadi nanti pada tahun depan. Beda kan? Jadi jangan main-main dengan waktu ya. Waktu nggak bakalan kembali lagi. Sekali jadi. So, jangan sampe kita merugikan diri kita sendiri gara-gara nggak bisa memanfaatkan waktu. Sumpah!&lt;br /&gt;Guys, seringkali kita merasa bahwa waktu begitu cepat berlalu. Kayaknya singkat banget. Apa karena kita saking asyiknya menikmati hidup? Hmm.. bisa jadi itu emang faktor perasaan kita. Karena terlalu nikmat hidup di dunia. Tapi ingat juga lho, bahwa ada juga di antara teman kita yang sangat boleh jadi waktu berjalan sangat lambat. Misalnya, bagi orang yang berada di penjara, yang aktivitasnya nggak banyak dan muter di situ terus, waktu terasa berjalan lambat kayak keong. &lt;br /&gt;Waktu yang berjalan terasa cepat selain menunjukkan betapa nikmatnya hidup di dunia, juga menunjukkan bahwa kita semangat menjalani hidup. Banyak kegiatan kita lakukan, banyak janji kita buat, banyak prestasi yang terus kita raih, sehingga tak ada waktu untuk melamun ngeliatin jam berputar. Karena justru kita seolah sedang berlari melangkahi hari-hari berpacu dengan putaran jarum jam atau hentakan detik penanda waktu digital. Barangkali ini yang membuat kita merasakan waktu berlalu begitu cepat.&lt;br /&gt;Hikmahnya, jangan sia-siakan waktu yang terus berjalan cepat ini dengan kegiatan yang miskin manfaat, atau malah bertabur maksiat. Kita nggak bisa balik lagi ke waktu tersebut. Yang bisa adalah memperbaiki dan itu butuh waktu lagi. Sementara mereka yang taat mengatur waktu dengan baik, akan menuai hasil yang bagus pada waktu yang sama dengan yang kita gunakan untuk kegiatan percuma. Oya, karakter waktu yang cukup unik lainnya adalah bahwa waktu geraknya berbanding lurus. Semakin banyak waktu yang disediakan untuk hidup kita, maka sebanyak itu pula waktu yang diberikan. Itu sebabnya, setiap orang yang berbeda usia nggak bisa balapan soal umur. Jatahnya udah jelas dan dikasih sama. Tapi tetap sesuai start saat memulai hidup di dunia. Nah, karena nggak bisa balapan soal umur, pernah ada anekdot ketika seorang pemuda yang hendak menikahi seorang gadis pujaannya yang berusia lebih muda 3 tahun darinya. Tapi ayah si gadis nggak setuju lalu memberi alasan: “Boleh kamu menikah dengan anak saya, tapi nanti saat umur kamu dan anak saya sama”. Gubrak!&lt;br /&gt;Sobat, waktu terus berjalan seiring dengan bertambahnya usia kita. Itu sebabnya, kita nggak bisa minta ijin, misalnya mo cuti dulu dari bertambahnya usia ketika kita lagi tidur atau ngobrol dan main gim. Usia kita dari detik ke detik terus bertambah. Meskipun kita lagi nggak beraktivitas. Itu sebabnya, jangan mentang-mentang masih muda terus kita merasa masih banyak waktu untuk nanti. Sehingga merasa waktu tersebut harus kita habiskan untuk aktivitas yang kita sukai dan senangi saat ini namun dalam pandangan Islam miskin manfaat. Itu artinya kita menghamburkan kesempatan yang diberikan hanya untuk hal-hal yang remeh-temeh, gitu. Nggak banget deh. Sebab, seharusnya yang kita upayakan dalam setiap detik itu harus bernilai ibadah di hadapan Allah Swt. Setuju kan?&lt;br /&gt;Memanfaatkan waktu&lt;br /&gt;Waktu itu sebenarnya nggak bisa dijinakkan. Kalo kuda liar kita latih jadi baik insya Allah bisa. Tapi soal waktu, kita berbuat baik atau nggak, tetap aja jalan. Nggak peduli sama kita dan lurus-lurus saja. Nah, mungkin yang diperlukan itu adalah bagaimana kita memanfaatkan waktu dengan efektif.&lt;br /&gt;Bagaimana caranya? Pertama, biasakan kita membuat agenda harian. Diurut prioritasnya dari yang sangat penting, kemudian penting, dan biasa. Misalnya sekolah/kuliah tentu menjadi prioritas utama, kemudian ke warnet, barangkali dianggap penting karena misalnya mencari bahan untuk tukul alias tugas kuliah, kemudian yang terkategori biasa misalnya pergi main ke rumah teman. Nah, utamakan yang sangat penting terlebih dahulu baru kemudian yang terakhir yang terkategori biasa.&lt;br /&gt;Kedua, kita harus komitmen dengan apa yang udah kita buatkan jadwalnya. Karena kebiasaan banyak dari kita adalah menulis semua agenda, tapi nggak dikerjakan. Akhirnya malah keleleran. Ketiga, buat target. Ini penting. Apalagi jika yang akan dilakukan adalah “proyek besar” untuk masa depan kita. Jadi harus dibuat batasan waktunya, sehingga rencana yang sudah dibuat itu akan direalisasikan sesuai urutan waktu dan ukuran tahapan tingkat pencapaiannya. Jangan lupa, pastikan selalu ada evaluasi, agar dari waktu ke waktu lebih baik lagi.&lt;br /&gt;Gimana kalo kita lagi malas ngapa-ngapain, apa malas bisa dikategorkan sebagai pembunuh kesempatan? Hmm… rasa malas itu saya pikir manusiawi kali ya. Soalnya semua orang kayaknya pasti pernah merasakan malas. Itu sebabnya, Rasulullah saw. juga mengajarkan doa agar kita meminta kepada Allah Swt. untuk dihilangkan dari penyakit malas. Maka, kalo pun rasa malas itu mendera kita, pastikan kita bisa mengendalikan diri. &lt;br /&gt;Caranya? Jangan terlena dan jangan mengampuni diri sendiri bahwa rasa malasnya itu adalah manusiawi. Nggak gitu. Tapi cari akibatnya, mungkin malas karena capek, maka kita bisa atur waktu dan kegiatan lainnya supaya nggak kecapekan. Ketika malas ngapa-ngapain dan akhirnya malah main gim dengan tujuan untuk refreshing silakan saja. Tapi jangan keterusan. Ingat waktu terus berjalan meninggalkan kita. Kalo udah hilang penat dan stresnya segera berhenti main gim. Setelah itu, ya kembali kepada pekerjaan yang harus diselesaikan.&lt;br /&gt;Oya, sekadar berbagi aja, kebiasaan saya dalam mengatur dan memanfaatkan waktu sejujurnya memang masih banyak kekurangannya. Tapi setidaknya saya berusaha menekan diri sendiri untuk terus komitmen pada setiap kegiatan yang waktunya sudah dialokasikan. Jadi saya biasanya membuat jadwal yang saya tulis di buku agenda, di ponsel saya, di organizer program komputer, atau di kertas styrofoam yang ditempel di dinding. Agenda harian, mingguan atau bulanan. Baik yang rutin maupun yang tertentu pas ada momen spesial aja. Untuk kegiatan menulis buku, saya biasanya pake target, sehingga ada alat ukur tingkat pencapaiannya. Itu aja sih yang biasa saya lakukan. Mungkin bisa menjadi inspirasi teman-teman yang sempat baca artikel ini.&lt;br /&gt;Sobat, di dunia ini kita berpacu dengan waktu, maka tingkatkan kualitas perbuatan kita, syukur-syukur bisa lebih banyak kita lakukan. Tentu perbuatan yang benar dan baik sesuai tuntunan Allah dan RasulNya. Untuk apa? Ya, untuk masa depan kita di dunia dan di akhirat. Insya Allah. Sebab, jangan sampe umur kita habis, tapi kita banyak maksiatnya. Kematian itu nggak bisa kita ketahui kapan datangnya. Jadi, harap diingat, Malaikat Izrail nggak bakal kirim “pesan kematian” kepada kita melalui SMS dengan bunyi: “Maaf, masa aktif hidup Anda akan segera habis. Sudah terlalu banyak dosa Anda di buku catatan akhirat. Sehingga saldo iman berkurang. Segera isi ulang iman Anda sebelum nyawa Anda diblokir.” Hehehe.. kalo dikasih tahu gitu sih enak dong.&lt;br /&gt;Yuk, mumpung masih diberikan waktu, kita manfaatkan untuk beramal baik. Kita sama-sama berusaha menjadi yang terbaik di hadapan Allah Swt. Keep istiqamah dan tetap semangat! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-481160073527071285?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/481160073527071285/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/berpacu-melawan-waktu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/481160073527071285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/481160073527071285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/berpacu-melawan-waktu.html' title='Berpacu Melawan Waktu'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-4215138792627484630</id><published>2010-04-08T11:13:00.000+07:00</published><updated>2010-04-08T11:13:08.978+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Nasib “Bangsa Tempe”</title><content type='html'>Seorang penjual gorengan langganan saya bilang: “Mas, karena terigu dan minyak goreng mahal, mungkin awal bulan depan nih bakalan seribu rupiah sebiji,” katanya saat saya tanya harga tempe dan bakwan goreng, yang dijualnya saat ini kok udah naik jadi lima ratus rupiah sebiji, padahal ukurannya segede-gede upil (backsound: ih, itu masih mending dong, daripada upil yang segede-gede bakwan!)&lt;br /&gt;Sobat, kita bisa ngerasain sih gimana susah dan beratnya kondisi ekonomi saat ini. Penjual gorengan di atas sekadar satu contoh, kita masih yakin ada banyak ribuan pedagang lainnya yang kebingungan jualan. Naikkin harga atau ngurangi ukuran barang dagangannya, sama-sama nggak enak. Kasihan ya? Belum lagi di rumah tangga, kalo ini sih hampir seluruh rumah tangga di Indonesia kayaknya perlu deh yang namanya terigu dan minyak goreng. Total bisa jutaan orang yang merana gara-gara naiknya harga sebagian bahan pokok tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bro, kita juga kemarin-kemarin sempat dibuat kalang-kabut waktu tempe dan tahu ngilang dari peredaran, padahal bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah, kebutuhan protein paling mungkin adalah disuplai dari tahu dan tempe. Kalo ngarepin daging kayaknya tinggal impian aja (iya, masa’ sih mo nekat makan daging sendiri?”), terus berhenti berharap juga untuk dapetin telur karena harganya latah ngikut naik. Tapi gimana jadinya kalo sumber protein yang murah-meriah macam tempe dan tahu aja susah didapat? Sedih banget deh nasib kita-kita.&lt;br /&gt;So, sebagai remaja bukan berarti kita berhenti atau ngelewatin pembahasan kayak beginian. Justru sebaliknya kita wajib peduli dengan kondisi seperti ini. Syukur-syukur kalo kemudian bisa memberikan kontribusi atau sumbangan pemikiran untuk nyadarin masyarakat tentang kondisi kita saat ini dan sebaiknya apa yang kudu dilakukan untuk menghadapi persoalan ini. Tul nggak sih? Jangan diem aja, apalagi PPH (Puluhak Polohok Heuay—itu bahasa Sunda, artinya: Bengang-Bengong, Nguap aja! Hihihi).&lt;br /&gt;Boys and gals, remaja macam kita seharusnya nggak usah malu ngebahas dan tahu soal ini. Jangan cuma bisanya ngabisin duit jatah dari ortu untuk jajan menuhin perut aja atau untuk dugem semata. Kalo kita udah ngeh dengan persoalan ini, kan kita bisa ngasih pendapat untuk nyari jalan keluar dari problem ini. Setuju kan, Bro en Sis?&lt;br /&gt;Kita bisa mandiri, kok&lt;br /&gt;Tempe dan tahu yang sempat ngilang dan dicari-cari banyak orang ternyata bahan dasarnya, yakni kacang kedelai malah diimpor. Sekitar 60% adalah hasil impor dari Amerika Serikat. Maklum, konon kabarnya lebih baik ngimpor karena harganya murah ketimbang harus memberikan subsidi untuk produksi pertanian kedelai di dalam negeri yang belum tentu hasilnya bagus. Padahal, sekadar tahu aja ya, kebijakan impor ini bisa berdampak nggak sehat dan rawan manipulasi serta mudahnya mempermainkan harga. Bener lho. Bagi pengusaha importir yang nakal, atau kalo pun dikelola oleh badan negara tapi mental pejabatnya bobrok, ya bisa juga tuh barang ditimbun dulu. Nggak disalurkan langsung. Nah, ketika masyarakat panik nyari, baru deh dikeluarin tuh kacang kedelai kemudian dijual dengan harga mahal. So, yang menanggung derita adalah pengusaha kecil pembuat tempe dan tahu, penjualnya, serta end user macam kita-kita ini. Hmm.. itu sih ‘pembunuhan’ massal secara perlahan-lahan namun pasti.&lt;br /&gt;Bro, kalo emang kita ingin lebih mandiri, sebenarnya bisa kok. Iya, kita nggak mesti bergantung terus kepada orang lain atau pihak lain. Sementara kita hanya ongkang-ongkang kaki pengen nerima enaknya aja sambil berharap harga-harga murah. Beuuuh itu sih namanya Pungguk merindukan planet pluto (backsound: kalo pluto masih dianggap planet saat ini). Iya, maksudnya susah alias nyaris mustahil bisa menyelesaikan masalah, gitu lho.&lt;br /&gt;Mandiri di sini maksudnya adalah kita bisa memberikan kesempatan kepada para petani kedelai di sini untuk menanam kedelai dan menjualnya dengan harga yang layak, bukan lewat para tengkulak tapi langsung ke badan pemerintah yang menangani persoalan ini seperti Bulog, misalnya. Jangan dibiarkan seperti sekarang, petani berjuang alone alias sendirian melawan importir yang jaringannya sudah menggurita di mana-mana. Kasihan deh para petani kedelai yang harus berjuang sendirian, wong klub sepakbola Liverpool aja masih punya dukungan dari liverpudlian alias fans berat Liverpool dan punya lagu ‘kebangsaaan’ You Will Never Walk Alone untuk menyemangati tim kesayangannya saat bertanding melawan rival-rivalnya.&lt;br /&gt;Jika mekanismenya benar dan baik, insya Allah kita nggak usah berharap banyak kedelai buatan asing, gitu lho. Sebab, kalo dibiarin kayak gini—berharap dari barang impor, kita nggak punya bargaining position alias posisi tawar, bahkan untuk ngurus makanan “rumahan” dan murah seperti tempe dan tahu kesannya jadi nunggu jatah dan belas kasihan pihak lain. Hehehe, kalo dipikir lebih lanjut, mungkin kita bisa ketawa sendiri, jangankan bersaing di bidang teknologi komunikasi dan militer, wong mau produksi tempe dan tahu aja bahan bakunya nunggu jatah dari Amerika. Tragedi buanget, rek!&lt;br /&gt;Memang sih nggak semudah ngebalikkin telapak tangan ngurus kayak ginian, tapi bukan berarti nggak bisa dilakukan kan? Asal ada kemauan dan usaha yang dilengkapi dengan doa, insya Allah nggak ada yang nggak mungkin untuk diraih. Kita jadi mandiri ke depannya dan nggak manut saja dengan kebijakan yang ada jika hal itu memang merugikan bahkan menyengsarakan diri kita dan seluruh masyarakat di negeri ini. Setuju?&lt;br /&gt;Jangan impor budaya dan gaya hidup&lt;br /&gt;Yup, kalo kekurangan beras dan kekurangan kacang kedelai sebagai bahan baku tempe dan tahu kemudian jalan keluarnya adalah ngimpor dari negara lain, mungkin kita masih bisa bertahan hidup dan sehat jasmani walaupun kudu keluar duit lebih banyak. Tapi gimana jadinya kalo yang diimpor adalah budaya dan gaya hidup yang rusak bin bejat?&lt;br /&gt;Hmm.. kita udah bisa saksikan sendiri bahwa beberapa budaya negeri ini udah kalah pamor dengan budaya asing. Apalagi kalo bicara budaya Islam, mengingat sebagian besar penduduk negeri ini adalah kaum muslimin, wuih, jauh banget deh. Budaya Islam sebagai identitas kehidupan malah diilangin dan diganti dengan budaya sekuler yang jelas-jelas hasil impor dari bangsa lain.&lt;br /&gt;Oya, impor-mengimpor sebenarnya boleh-boleh aja, selama yang diimpor adalah hal yang mubah macam barang kebutuhan pokok golongan pangan, atau ngimpor barang sandang sekalipun termasuk teknologi nggak masalah selama hal itu memang nggak ada hubungannya dengan akidah atau ideologi tertentu yang bertentangan dengan ajaran Islam saat harus menggunakan produk tersebut.&lt;br /&gt;Nah, yang jadi masalah adalah kalo yang diimpor itu adalah sesuatu yang berbahaya, seperti gaya hidup yang bertentangan dengan ajaran Islam. Oya, untuk yang mubah sekalipun, tapi kemudian upaya impor itu bikin kita nggak mandiri dan malas tentu bisa membahayakan juga. Karena kita jadi tergantung banget dengan negara lain untuk memenuhi hajat hidup kita tersebut. Tul nggak sih?&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, jangan sampe kita diperparah di berbagai sisi. Udah mah kita merana karena kebutuhan bikin tempe dan tahu aja harus nunggu jatah impor, untuk makan nasi aja harus menanti kucuran beras impor, eh untuk ngatur kehidupan kita pun malah rela menggunakan produk impor. Lengkap sudah penderitaan kita.&lt;br /&gt;Kaum muslimin, tentunya hanya wajib menggunakan produk budaya dari Islam, bukan dari impor budaya asing yang bertentangan dengan Islam. Maka, aneh bin ajaib kalo ada seorang muslim yang menjadi aktivis berat seks bebas. Sebab, seks bebas tak pernah ada dalam ajaran Islam, dan itu hanya ada di jaman pra Islam dan jaman sekarang yang menganut ide liberalisme. Tentu saja, itu produk impor budaya yang membahayakan kehidupan kaum muslimin jika diadopsi oleh kaum muslimin untuk mengatur kehidupannya.&lt;br /&gt;Demokrasi, HAM, sekularisme, liberalisme dan segala turunannya sama sekali bukan produk budaya Islam, tapi itu produk impor dari ideologi lain. Namun amat disayangkan, ternyata banyak kaum muslimin yang lebih bangga menyandang gelar liberal atau sekuler ketimbang menyandang gelar muslim yang taat kepada ajaran Islam. Anehnya pula, ternyata banyak intelektual muslim yang lebih merasa percaya diri berpegang teguh kepada demokrasi dan HAM ketimbang kepada al-Quran dan produk akidah dan syariat Islam lainnya. Tapi, inilah kenyataan di depan mata kita, di lingkungan yang setiap hari kita diami dan kita terlibat di dalamnya. Betapa parahnya kehidupan kaum muslimin. So, hentikan diam kita. Jangan sampe nasib “bangsa tempe” berpenduduk muslim terbesar ini mentalnya makin lembek dan kian keropos digerus liberalisasi gaya hidup dan dihempas kemiskinan yang kian menjadi-jadi.&lt;br /&gt;Jalan keluar&lt;br /&gt;Sebenarnya kita bisa mandiri dan bahkan kehidupan kita akan mendapat berkah dari Allah Swt. jika kita tetap berpegang teguh (beriman dan bertakwa) pada keyakinan agama kita. Allah Swt. berfirman:&lt;br /&gt;وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى ءَامَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأَْرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ &lt;br /&gt;“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS al-A’raaf [7]: 96)&lt;br /&gt;Tapi yang terjadi sekarang? Beeuuh! Malu banget deh kalo harus ngomongin keimanan dan ketakwaan di antara kita. Bisa dibuktiin sendiri faktanya. Mana mungkin kalo beriman dan bertakwa dengan mantap masih aktif seks bebas, korupsi, membunuh, mencuri, memperkosa, menipu, ngisep ganja, pamer aurat, dan ragam tidak kriminal dan perilaku asusila lainnya yang nyaris setiap hari bisa kita tahu beritanya di media massa atau menyaksikan sendiri di lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;Maka, untuk memperbaiki nasib kita saat ini, ada beberapa langkah yang kudu ditempuh dengan benar dan baik: 1) perkokoh akidah islamiyah; 2) taat syariat Islam; 3) semarakkan dakwah Islam. Sementara untuk menempuh tiga jalan di atas, cara paling efektif adalah belajar. So, kalo emang mau berubah, tekadkan dengan kuat untuk mulai belajar tentang Islam dengan benar dan baik. Agar kehidupan kita lebih baik lagi dari sekarang. Lebih mandiri dan lebih kuat. Cukup sudah nasib buruk “bangsa tempe” sampe di sini saja. Kita songsong kehidupan yang lebih baik dan mandiri dengan landasan keyakinan dan prinsip hidup yang kokoh dan kuat, yakni akidah Islamiyah. Tetap semangat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-4215138792627484630?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/4215138792627484630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/nasib-bangsa-tempe.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/4215138792627484630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/4215138792627484630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/nasib-bangsa-tempe.html' title='Nasib “Bangsa Tempe”'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-251000684925215488</id><published>2010-04-05T04:45:00.000+07:00</published><updated>2010-04-05T04:45:00.745+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Puasa Daud?</title><content type='html'>Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin al ‘Ash bahwa dia pernah mengabari Rasulullah saw dan beliau saw pun berkata kepadanya,”Sholat yang paling disukai Allah adalah sholat Daud dan puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Daud. Dia (Daud) tidur seperdua malam, bangun di sepertiganya, tidur lagi di seperenamnya dan berpuasa sehari serta berbuka sehari.” (HR. Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr bin al ‘Ash berkata,”Aku memberitahu Rasulullah saw bahwa aku mengatakan,’Demi Allah aku akan puasa sepanjang siang dan sholat sepanjang malam seumur hidupku.’ Maka Rasulullah saw berkata kepadanya,’Apakah kamu yang mengatakan,’Demi Allah aku akan berpuasa sepanjang siang dan sholat sepanjang malam seumur hidupku.’ Aku mengatakan,’Sungguh aku yang mengatakannya.’ Beliau bersabda,’Sesungguhnya engkau tidak akan sanggup untuk itu maka berpuasalah dan berbukalah, sholat malamlah dan tidurlah. Berpuasalah tiga hari dalam sebulan maka sesungguhnya suatu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang sepertinya dan hal itu seperti berpuasa sepanjang masa.’ Aku mengatakan,’Sesungguhnya aku sanggup melakukan yang lebih dari itu wahai Rasulullah.’ Beliau saw bersabda,’Berpuasalah sehari dan berbukalah dua hari.’ Aku mengatakan,’Sesungguhnya aku sanggup melakukan yang lebih dari itu.’ Beliau bersabda,’Berpuasalah sehari dan berbukalah sehari. Ini adalah puasa Daud dan ini puasa yang paling baik.’ Aku mengatakan,’Sesungguhnya aku sanggup melakukan yang lebih dari itu wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda,’Tidak ada yang lebih utama darinya.” (HR. Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Qatadah bahwa ada seorang laki-laki yang mendatangi Nabi saw dan berkata,”Wahai Rasulullah bagaimana anda berpuasa?’ maka Rasulullah saw pun marah terhadap perkataan oang itu. Tatkala Umar melihat hal itu, dia berkata,’Kami telah rela Allah sebagai Tuhan kami, islam sebagai agama kami dan Muhammad sebagai nabi kami. Kami berlindung kepada Allah dari kemarahan Allah da kemarahan Rasul-Nya.’ Kemudian orang itu berkata,’Wahai Rasulullah bagai dengan orang yang berpuasa sepanjang masa?’ Beliau bersabda,’Tidak ada puasa dan tidak ada berbuka.’—Musaddad berkata (terhadap kalimat ini),”Tidak berpuasa dan tidak pula berbuka.’ Atau,’tidak berpuasa dan tidak berbuka.’ disini Ghoilan merasa ragu—. Orang itu berkata lagi,’Wahai Rasulullah bagaimana dengan orang yang berpuasa dua hari dan berbuka sehari?’ beliau saw bersabda,’adakah orang yang menyaggupi hal itu?’ Orang itu berkata,’Wahai Rasulullah bagaimana dengan orang yang berpuasa sehari dan berbuka sehari.’ Beliau saw menjawab,’itu adalah puasa Daud.’ Orang itu berkata,’Wahai Rasulullah bagaimana dengan orang yang berpuasa sehari dan berbuka dua hari.’ Dia berkata lagi,’aku berharap bahwa aku menyanggupinya.’ Kemudian Rasulullah saw bersabda,’(berpuasa) tiga hari dalam sebulan dan dari ramadhan hingga ramadhan maka ini (sama) dengan berpuasa sepanjang masa. Berpuasa pada hari arafah dan aku meyakini bahwa disisi Allah hal ini akan menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya.” (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qoyyim mengatakan bahwa hadits ini adalah nash tentang berpuasa sehari dan berbuka sehari lebih utama dari berpuasa sepanjang masa. Dan seandainya berpuasa sepanjang masa itu disyariatkan dan dianjurkan maka pasti ia akan banyak dilakukan sehingga menjadi yang paling utama..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga mengatakan bahwa Rasulullah saw telah mengabarkan,”Bahwa puasa yang disukai Allah adalah puasa Daud dan sholat malam yang disukai Allah adalah sholat malam Daud.’ Dan beliau saw mengabarkannya sekaligus kemudian beliau saw menafsirkannya,”Dia (Daud) tidur seperdua malam, bangun pada sepertiganya, dan tidur lagi pada seperenamnya. Dia berpuasa sehari dan berbuka sehari.” (HR. Bukhori Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menjelaskan bahwa Allah menyukainya karena sifat ibadah tersebut. Di sela-sela puasa dan sholat malamnya terdapat istirahat yang dengannya akan menguatkan badan dan membantunya untuk menunaikan hak-haknya. (Aunul Ma’bud juz VII hal 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Hafizh mengatakan bahwa sekelompok ulama termasuk al Mutawalli dari madzhab Syafi’i berpendapat bahwa puasa Daud lebih utama adalah sesuatu yang tampak jelas didalam hadits tersebut. Dan dari segi artinya juga menunjukkan hal demikian karena puasa sepanjang masa terkadang mengabaikan berbagai hak-haknya dan siapa yang terbiasa dengannya maka ia akan memberatkannya bahkan melemahkan keinginannya untuk makan, tidak terlalu berminat untuk memenuhi kebutuhannya akan makanan dan minuman di siang hari dan akan memenuhi kebutuhan makan dan minumnya di malam hari sehingga menambah kebiasaan baru yang berbeda dengan orang yang puasa sehari dan berbuka sehari karena puasa ini memindahkannya dari berbuka kepada puasa dan dari berpuasa kepada berbuka. (Tuhfatul Ahwadzi juz III hal 312)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun faedah dari puasa Daud tidaklah berbeda dengan faedah dari puasa-puasa lainnya sebagaiman telah banyak dibahas dan dikaji oleh banyak pakar kesehatan yang bersumber dari hadits Rasulullah saw,”Berpuasalah kalian maka kalian (akan) sehat.” (HR. Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan keutamaannya, sebagaimana diutarakan oleh Rasulullah saw bahwa puasa Daud adalah puasa yang paling utama. Ia lebih utama dari pada puasa tiga hari dalam sebulan yang pahalanya seperti puasa sepanjang masa. Ia lebih utama juga dari puasa arafah yang ganjarannya adalah dihapuskan seluruh dosa kecilnya selama setahun sebelumnya. Meskipun tidak dijelaskan secara definif didalam hadits-haditsnya tentang ganjaran yang Allah sediakan bagi orang yang melakukan puasa Daud ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-251000684925215488?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/251000684925215488/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/puasa-daud.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/251000684925215488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/251000684925215488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/puasa-daud.html' title='Puasa Daud?'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-76197087940288079</id><published>2010-04-03T04:42:00.000+07:00</published><updated>2010-04-03T04:42:00.332+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Meneladani Allah Ar-Rasyid</title><content type='html'>Semoga Allah Yang Mahatepat tindakan-Nya, menganugerahi kita ilmu &lt;br /&gt;yang luas, hati yang lapang, dan kebijaksanaan, sehingga kita mampu &lt;br /&gt;bertindak secara tepat dalam segala situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan kita memiliki nama Ar Rasyid atau Allah Yang Mahatepat Tindakan-&lt;br /&gt;Nya. Kata ar-rasyid tersusun dari huruf ra', syin, dan dal, yang &lt;br /&gt;makna dasarnya adalah ketepatan dan lurusnya jalan. Dari makna ini &lt;br /&gt;lahirlah kata rusyd atau manusia yang sempurna akal dan jiwanya. &lt;br /&gt;Dengan kesempurnaan ini, ia mampu bertindak dan bersikap secara &lt;br /&gt;tepat. Susunan huruf ini melahirkan pula kata mursyid yang artinya &lt;br /&gt;memberikan bimbingan atau petunjuk dengan cara tepat. Jadi ada yang &lt;br /&gt;disebut mursyid, maka ia adalah orang yang tepat untuk menunjukkan ke &lt;br /&gt;jalan yang tepat dengan cara yang tepat pula.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kata rasyid bermakna pula kekuatan dan keteguhan. Rasyadah berarti &lt;br /&gt;batu karang. Suatu benda yang menunjukan kekuatan dan keteguhan. &lt;br /&gt;Kalau orang bernama rasyid, maka orang tersebut harus memiliki &lt;br /&gt;karakter tangguh, kuat, dan mampu bertindak tepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Allah memiliki sifat Ar Rasyid, maka semua tindakan Allah &lt;br /&gt;pasti tepat, cermat, dan tidak akan meleset. Ketentuan Allah tidak &lt;br /&gt;akan terlambat dan tidak pula terlalu cepat. Tidak kebesaran, tidak &lt;br /&gt;kekecilan. Tidak kelebihan, tidak pula kekurangan. Allah akan &lt;br /&gt;memberikan balasan dengan tepat dan sebanding dengan kapasitas amal &lt;br /&gt;yang dilakukannya. Difirmankan, Maka Allah mengampuni siapa yang &lt;br /&gt;dikehendaki- Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki- Nya, dan Allah &lt;br /&gt;Mahakuasa atas segala sesuatu (QS. Al Baqarah [2]: 284).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, karena terbatasnya ilmu dan tingkat ma'rifatullah, kita &lt;br /&gt;sering kecewa terhadap semua ketentuan Allah. Kita merasa bahwa &lt;br /&gt;keinginan kita lebih tepat daripada ketentuan Allah. Akibatnya kita &lt;br /&gt;sering kecewa ketika keinginan tidak terkabul. Padahal, menurut ilmu &lt;br /&gt;Allah, apa yang kita inginkan tidak baik dan berbahaya bagi kita. &lt;br /&gt;Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu; dan &lt;br /&gt;boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal itu amat buruk &lt;br /&gt;bagimu. Sesungguhnya Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui &lt;br /&gt;(QS Al Baqarah [2]: 216).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, jika kita meyakini bahwa Allah itu Mahatepat tindakan-&lt;br /&gt;Nya, maka kita akan bersabar atas segala ketidakenakkan yang menimpa. &lt;br /&gt;Walau manusia bermilyar jumlahnya, namun balasan Allah pasti tepat &lt;br /&gt;kepada setiap orang sesuai keimanan dan kekufurannya. Balasan yang &lt;br /&gt;diberikan pun tidak akan tertukar. Maka, jangan khawatir menghadapi &lt;br /&gt;semua ketentuan Allah, selama niat kita lurus dan ikhtiar kita &lt;br /&gt;optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah bertindak tepat karena ilmu-Nya Mahaluas, tidak bertepi. &lt;br /&gt;Ketepatan itu berbanding lurus dengan pengetahuan yang dimiliki-Nya. &lt;br /&gt;Bukankah Dia Al 'Alim, Dzat Yang Maha Mengetahui? Seorang hakim akan &lt;br /&gt;memutuskan perkara dengan tepat, jika ia memiliki pengetahuan serta &lt;br /&gt;bukti yang lengkap. Semakin lengkap data yang di miliki, akan semakin &lt;br /&gt;tepat pula keputusan yang diambil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa hikmahnya? Pertama, kita akan mampu bertindak tepat jika memiliki &lt;br /&gt;ilmu yang luas. Misal, kita akan bicara tepat jika memiliki kekayaan &lt;br /&gt;kata-kata. Begitu pun dalam hidup. Orang yang kurang ilmu akan sulit &lt;br /&gt;bersikap bijak menyikapi hidup. Seorang ibu hamil dan tidak memiliki &lt;br /&gt;ilmu memadai akan cenderung tersiksa dengan kehamilannya. Seorang &lt;br /&gt;ayah yang tidak memiliki ilmu mengurus keluarga, akan stres dengan &lt;br /&gt;istri dan anak-anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kita bisa bertindak tepat jika memiliki sistem pengendalian &lt;br /&gt;diri dan kesabaran ekstra. Tindakan yang emosional cenderung tidak &lt;br /&gt;tepat alias gagal menghasilkan solusi. Sikap emosional lebih banyak &lt;br /&gt;menghasilkan masalah daripada menyelesaikan masalah. Dengan sikap &lt;br /&gt;sabar, jernih, dan pengendalian diri, insya Allah setiap masalah &lt;br /&gt;dapat diselesaikan dengan tepat dan bijaksana. Dengan tindakan yang &lt;br /&gt;tepat, resiko pun bisa diminimalisasi. Hidup pun insya Allah akan &lt;br /&gt;lebih mudah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis : KH Abdullah Gymnastiar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-76197087940288079?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/76197087940288079/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/meneladani-allah-ar-rasyid.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/76197087940288079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/76197087940288079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/meneladani-allah-ar-rasyid.html' title='Meneladani Allah Ar-Rasyid'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-1027240910946690418</id><published>2010-04-02T04:40:00.000+07:00</published><updated>2010-04-02T04:40:00.585+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>SESEORANG ITU BERSAMA ORANG YANG IA CINTAI</title><content type='html'>Oleh : asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di رحمه الله&lt;br /&gt;Dari Abu Musa al-Asy'ari رضي الله عنه, ia berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:&lt;br /&gt;المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ&lt;br /&gt;"Seseorang itu bersama orang yang ia cintai." [Muttafaqun alaihi]&lt;br /&gt;Dalam hadits ini terdapat anjuran untuk menguatkan cinta kepada para Rasul dan ittiba' kepada mereka sesuai dengan tingkatan-tingkatannya, serta tahdzir (peringatan) dari cinta kepada lawan mereka. Karena sesungguhnya cinta (al-Mahabbah) merupakan tanda kuatnya hubungan antara orang yang mencintai dengan yang dicintai, dan kesesuaiannya dengan akhlak orang yang dicintai serta tanda bahwa ia mengikuti orang yang dicintainya itu. Yang demikian merupakan tanda adanya al-Mahabbah dan merupakan pembangkit al-Mahabbah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan juga, barangsiapa yang mencintai Alloh ta'ala maka rasa cintanya tersebut merupakan sebesar-besar hal yang mendekatkan dirinya kepada Alloh. Karena sesungguhnya Alloh تعالى Maha Mensyukuri, Dia membalas orang yang mendekatkan diri kepada-Nya lebih besar -dengan balasan yang belipat ganda- daripada yang dilakukan orang tersebut. Dan termasuk syukur Alloh تعالى adalah : mempertemukannya dengan orang yang dicintainya, walaupun amalan orang yang mencintai itu sedikit. Alloh berfirman : &lt;br /&gt;وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَالرَّسُولَ فَأُوْلَـئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاء وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَـئِكَ رَفِيقًا&lt;br /&gt;"Barangsiapa menta'ati Alloh dan Rasul, maka mereka bersama orang-orang yang telah Alloh beri nikmat kepada mereka dari para Nabi, para orang yang Shiddiq, para Syuhada' dan orang-orang sholeh, dan mereka adalah sebaik-baik teman." [QS an-Nisa : 69]&lt;br /&gt;Oleh karena itu Anas berkata :&lt;br /&gt;مَا فَرِحْنَا بِشَيءٍ فَرِحْنَا بِقَولِهِ صلى الله عليه وسلم : " المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ. قَالَ: فَأَنَا أَحَبَّ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، وَأَبَا بَكَرٍ، وَعُمَرَ، فَأَرْجُوْ أَنْ أَكُوْنَ مَعَهُمْ&lt;br /&gt;"Kami tidak pernah bergembira sebagaimana gembiranya kami dengan sabdanya صلى الله عليه وسلم : "seseorang itu bersama orang yang ia cintai", Anas berkata : "Aku mencintai Rasulullah صلى الله عليه وسلم, Abu Bakar dan Umar. Dan aku berharap dapat bersama mereka." [1]&lt;br /&gt;Dan Alloh berfirman :&lt;br /&gt;جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ&lt;br /&gt;"surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang sholeh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu." [QS. ar-Ro'du : 23]&lt;br /&gt;Dan Alloh berfirman :&lt;br /&gt;وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَيْءٍ&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka." [QS. ath-Thur : 21]&lt;br /&gt;Dan ini merupakan kenyataan, jika seseorang mencintai orang-orang yang baik, engkau  melihat ia termasuk mereka, ia bersemangat untuk menjadi seperti mereka. Dan jika seseorang mencintai orang-orang yang buruk, ia termasuk mereka, dan ia beramal seperti amalan mereka.&lt;br /&gt;Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda :&lt;br /&gt;ا&lt;br /&gt;لْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلْ&lt;br /&gt; "(Agama) seseorang itu sesuai dengan agama teman dekatnya, maka perhatikanlah dengan siapa kalian berteman dekat." [2]&lt;br /&gt;ومثل الجليس الصالح، كحامل المسك: إما أن يَحْذيك وإما أن يبيعك، وإما أن تجد منه رائحة طيبة، ومثل الجليس السوء كنافخ الكِيْر: إما أن يحرق ثيابك، وإما أن تجد منه رائحة خبيثة&lt;br /&gt;"Permisalan teman duduk yang baik/ sholeh seperti pembawa misk, mungkin ia akan memberimu, atau menjualnya kepadamu atau mungkin engkau akan mendapati darinya bau yang wangi. Dan permisalan teman duduk yang buruk seperti peniup bara api, mungkin ia akan membakar pakaianmu dan mungkin engkau akan mendapati darinya bau yang tidak sedap." [3]&lt;br /&gt;Dan jika ini adalah dalam cinta antara sesama makhluk, maka bagaimana dengan orang yang cinta kepada Alloh dan mendahulukan cinta dan takutnya di atas segala sesuatu? Sesunguhnya ia bersama Alloh, dan telah menghasilkan pendekatan yang sempurna dari-Nya. Yaitu kedekatan orang yang saling mencintai, dan Alloh bersamanya. Maka :&lt;br /&gt;إ&lt;br /&gt;ِنَّ اللّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَواْ وَّالَّذِينَ هُم مُّحْسِنُونَ&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Alloh bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan." [4]&lt;br /&gt;Dan macam-macam kebaikan yang paling tinggi adalah kecintaan kepada Ar-Rohim Al-Karim Ar-Rohman dengan cinta yang disertai dengan pengetahuan tentang-Nya.&lt;br /&gt;Maka kita memohon kepada Alloh agar memberi rizki kepada kita dengan kecintaan kepada-Nya dan kepada orang yang mencintainya serta kecintaan kepada amal yang bisa mendekatkan untuk cinta kepada-Nya. Sesungguhnya Alloh Maha Dermawan (الجواد) dan Maha Pemurah (الكريم). Dan Taufiq hanya milik Alloh.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;[Diterjemahkan dari kitab Syarh Jawami'il Akhbar karya asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, hadits ke-84, sumber : http://sahab.org. Catatan kaki oleh Abu SHilah]&lt;br /&gt;——————————-&lt;br /&gt;Catatan Kaki :&lt;br /&gt;[1] HR. al-Bukhori (3485), Muslim (2639), Ahmad (13395), Abd bin Humaid dalam Musnad-nya (1336) dan Ibnu Mandah dalam Kitabul Iman (1/439).&lt;br /&gt;[2] HR. Ahmad (8398), Abu Dawud (4833), at-Tirmidzi (2378), Ahmad (8389), al-Hakim (7319), ath-Thoyalisi (2573), al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman (9436, 9438, ), Abu Nu'aim dalam al-Hilyah (3/165), Ishaq bin Rohawaih dalam Musnad-nya (351), Abd bin Humaid dalam Musnad-nya (1431), dll.&lt;br /&gt;[3] Kami belum menemukan hadits ini dengan lafadz ini -Wallahu A'lam-, akan tetapi banyak riwayat-riwayat lain yang semakna dengan lafadz ini, seperti :&lt;br /&gt;مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً&lt;br /&gt;"Permisalan teman duduk yang sholeh dan teman duduk yang buruk adalah seperti pembawa misk (sejenis minyak wangi, pent) dan peniup bara api. Orang yang membawa misk, mungkin ia akan memberimu (misk) atau engkau membeli darinya atau engkau akan mendapatkan darinya bau wangi. Adapun peniup bara api, mungkin ia akan membakar bajumu atau engkau akan mendapatkan bau yang tidak sedap."&lt;br /&gt;[HR. al-Bukhori (5214), Muslim (2628), dll]&lt;br /&gt;[4] QS an-Nahl : 128.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- &lt;br /&gt;Ilmu yang kamu miliki tidaklah cukup; kamu harus mengamalkannya.&lt;br /&gt;Niat tidaklah cukup; kamu harus melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-1027240910946690418?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/1027240910946690418/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/seseorang-itu-bersama-orang-yang-ia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/1027240910946690418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/1027240910946690418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/seseorang-itu-bersama-orang-yang-ia.html' title='SESEORANG ITU BERSAMA ORANG YANG IA CINTAI'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-4789856602186409951</id><published>2010-04-01T04:36:00.000+07:00</published><updated>2010-04-01T04:36:00.108+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Terima Kasih GURUku</title><content type='html'>Engkau bagai pelita dalam kegelapan/Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan / Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa. &lt;br /&gt;Rasa-rasanya lagu ini selalu inget di hati kita. Yup, bagi kita yang pernah mengenyam pendidikan di sekolah kayaknya nggak bakalan lupa deh sama syair lagu ini. Apalagi buat kamu yang masih duduk di bangku sekolah. Iya kan? Lagu yang kalo sekarang dinyanyikan pun harusnya tetap membuat kita menghormati para guru. Soalnya cita-cita dan harapan yang bisa kita raih sekarang ini juga ada andil dari mereka. Sekecil apa pun. Apalagi kalo besar. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masih terbayang bagaimana kita pas pertama kali masuk sekolah, pertama kali belajar nulis. Pensil yang kita pegang ikut bergetar karena tangan kita baru melakukannya, ditambah grogi pula. Tapi guru kita di sekolah dasar itu dengan telaten mengajari dan membimbing kita dengan tanpa pernah bosen. Seorang teman malah menikmati profesi guru sebagai jalan hidupnya. Ya, memberi pelita kepada yang sedang kegelapan adalah perbuatan yang insya Allah mulia. Apalagi jika ikhlas dilakukan. Allah pasti akan memberikan hujan pahala yang deras. Sangat deras barangkali. &lt;br /&gt;Boys en galz , lagu Hymne Guru ini selalu mengingatkan kita pada mereka, para guru. Perhatian, kasih sayang, dan rasa pedulinya begitu luas hingga sulit bagi lisan ini untuk mengukir kata-kata yang terindah untuk mereka. Didikan dan bimbingannya masih terekam dalam benak kita dan tiap kata yang diucapkannya banyak mengandung nasihat. &lt;br /&gt;Kalo di rumah kita mendapatkan rasa itu dari ayah, ibu, dan juga kakak-adik kita. Sementara di sekolah, guru yang memberikan semua rasa itu pada kita. Rasanya tak mungkin kalo bukan karena itu semua mereka mau membimbing kita. Mereka mengajar dengan penuh perhatian, selain karena ada tujuan materi yang diinginkan dari ilmu yang diajarkan kepada kita-kita, juga insya Allah berangkat dari idealisme untuk menciptakan manusia-manusia pembelajar di masa depan. Tentu, kita-kita ini diharapkan yang akan meneruskan perjuangan membangun negeri ini sesuai bidang yang digarap dan mampu kita lakukan. Awalnya, tentu kita belajar karena ada guru di sekolah. &lt;br /&gt;Kalo udah ngomongin kebaikan juga pengorbanan yang mereka berikan untuk kita sepertinya nggak ada the end -nya. Bener nggak seh? Coba aja lihat, setiap hari mereka lebih banyak luangkan waktu di sekolah mulai dari ngajar, pertemuan para guru dan mengerjakan soal-soal ditambah lagi kudu membimbing dan membina kalo ada murid yang error tingkah lakunya. Waah itu semua rasanya butuh mata yang harus awas dan tentunya waspada. Berat memang tugasnya dan juga pengorbanannya. Tapi tentu betapa mulianya menjadi guru. &lt;br /&gt;Pernah kan kamu lihat murid-murid pada ngumpul pada jam istirahat? Bagi seorang guru fenomena ini tidak pernah lepas dari perhatiannya. Tentu harapan guru semoga ngumpulnya mereka membicarakan sesuatu yang baik. Bukan sebaliknya malah 'hajatan' obat. Berabe kan kalo masalah ini lepas dari perhatian guru? Makanya bagi mereka dijuluki pahlawan sudah bukan sesuatu yang langka. Emang sih bukan pahlawan dalam kisah peperangan tapi kalo baca di Kamus Besar Bahasa Indonesia istilah pahlawan itu terkait erat dengan sifat pengorbanannya. Setuju nggak? BTW, gimana neh nasib guru kita saat ini? Sejahterakah mereka? Cerahkah masa depan mereka? &lt;br /&gt;Nasib guru kita &lt;br /&gt;Entah, karena pemerintah menerjemahkan lirik lagu �hymne guru' itu secara keliru, sehingga yang dimaksud �pahlawan tanpa tanda jasa' itu adalah mereka yang tanpa pamrih. Sehingga nggak dihargai dengan gaji pun mungkin nggak akan melawan atau berontak. Kenapa? Ya gitu deh, namanya pahlawan tanpa tanda jasa. Menyedihkan sekali ya? &lt;br /&gt;Jadi inget lagunya Bang Iwan Fals yang sangat terkenal, yakni �Oemar Bakri�. Lagu ini berkisah tentang keprihatinan terhadap nasib guru. Seorang guru bernama Oemar Bakri dalam lagu Bang Iwan Fals ini digambarkan sebagai sosok guru yang sangat mengabdi sampai usia tuanya. Tetap semangat mengajar murid-murid tercintanya meski gaji sering �disunat'. Tragis sekali. &lt;br /&gt;Bahkan ketika murid-muridnya sudah �jadi orang', sosok Oemar Bakri tetap saja sederhana, dan nasibnya tak kunjung membaik. Saat ini pun kita sering mendengar kisah-kisah memilukan tentang profesi guru. Ada banyak �Oemar Bakri' lainnya yang kini menderita. Ya, seperti melanjutkan �estafet' nasib Oemar Bakri dalam lagu Bang Iwan Fals tersebut. &lt;br /&gt;Salah satunya adalah kisah seorang guru yang mengajar di sebuah wilayah di daerah Gorontolo. Ibu guru kita ini bercerita di acara Kembang Api-nya API (Audisi Pelawak TPI) 14 Agustus 2005 lalu. Untuk mengambil gajinya yang menurut pengakuannya sekitar 1 jutaan itu, ia harus berangkat dari rumahnya jam 5 pagi, dan baru sampai di kota tujuan untuk mendapatkan gajinya sekitar jam 8 malam. Wuih, jauh banget tuh (berapa kali ganti sendal ya?). Untuk menempuh perjalan jauh itu, 200 ribu rupiah katanya harus dikeluarkan. Kita bisa bayangin sendiri gimana memprihatinkannya nasib guru di daerah. &lt;br /&gt;Kalo di kota mungkin masih agak-agak bisa terobati kali ye? Misalnya untuk menambah biaya dapur, bisa jadi tukang ojeg. Ini juga ada kisah memilukan tentang seorang guru. Saya melihatnya di Trans TV dalam acara Good Morning yang dipandu Ferdy Hassan dan Rieke �Oneng' Dyah Pitaloka. Dalam salah satu laporannya, ada seorang guru di Bekasi yang nyambi jadi tukang ojeg. Maklum guru honorer. Jika tak salah dengar gajinya sekitar 400 ribuan gitu deh per bulannya. &lt;br /&gt;Ini memang baru satu kasus, entah kasus lainnya yang tak terberitakan. Wallahu'alam . Tapi meski hanya satu atau beberapa kasus yang bisa dihitung dengan jari, tentunya ini adalah sebuah musibah. Ya, musibah bagi profesi pengajar yang dengan ilmunya menjadikan kita-kita bisa belajar dan bahkan bisa lebih pinter dari mereka dan nasib kita barangkali juga ada yang lebih baik dari mereka. &lt;br /&gt;Kita yakin juga kok, bahwa nasib guru yang agak-agak lebih baik atau mungkin sangat baik juga ada. Tapi jumlahnya tak sebanyak yang �merana'. Tentunya harus ada perhatian dan juga tindakan nyata dari pemerintah untuk memikirkan solusi dari nasib guru dan juga masalah pendidikan ini. &lt;br /&gt;Ini memang harus diupayakan untuk segera ditangani. Maklum saja, waktu terus berjalan dan roda kehidupan juga butuh energi untuk menggerakkannya. Jika nasib guru terus memburuk, khawatir idealisme sebagai pengajar juga akan pudar. Tergerus oleh naluri untuk mempertahankan hidup. Idealismenya dikalahkan oleh urusan perut. Itu sebabnya, jangan salahkan pula jika banyak dari kita sudah tak punya cita-cita untuk menjadi guru. Karena melihat nasib para guru (secara umum) yang mengenaskan. &lt;br /&gt;Kenapa ini terjadi? &lt;br /&gt;Sobat muda muslim, kita jadi berpikir lebih jauh, ada apa sebenarnya dengan kondisi guru? Separah inikah nasib �pahlawan tanpa tanda jasa�? Mengapa ini bisa terjadi? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini bisa terus menghantui kita dan berusaha mendapatkan jawaban yang benar dan masuk akal. &lt;br /&gt;Memang sih, masalah di negeri kita bukan hanya soal guru. Bukan hanya soal pengangguran, bukan pula sekadar masalah kriminal yang kian menggila. Masalah di negeri kita banyak sekali. Saking banyaknya, rasanya tak akan cukup dituliskan secara lebih detil di buletin kesayangan kamu yang cuma empat halaman ini. &lt;br /&gt;Jika kita melihat lebih dalam (sumur kale!), tentu kita berpikir bahwa kondisi masyarakat ini tak bisa lepas dari sistem kehidupan yang mengendalikannya. Apakah akan bergolak atau tetap dingin, sistemlah yang mengaturnya. Ambil contoh air yang ada di tempayan. Jika tidak dipanasi dengan api ia tidak akan bergolak. Tetep dingin. Nggak bereaksi sedikit pun. &lt;br /&gt;Air yang ada di lemari es, karena dikondisikan oleh �sitem pendingin' dari kulkas itu, maka ia akan menjadi dingan dan bahkan beku. Di sinilah sebuah sistem berperan besar. &lt;br /&gt;Itu sebabnya, jika melihat fakta saat ini, ternyata dalam kehidupan negara yang menerapkan kapitalisme-sekularisme, asas manfaat yang disandarkan pada materi menjadi tolok ukur. Memang sangat kompleks untuk menjelaskan tentang sistem kapitalisme. Mungkin saja memerlukan berlembar-lembar halaman. Tapi di sini kita �bicara' singkat aja. Semoga mengena. Oke? &lt;br /&gt;Kita lebih melihat fakta dari diterapkannya kapitalisme di sini, bahwa pemerintah lebih memfokuskan perhatiannya kepada sektor-sektor yang cepat menghasilkan duit (itu pun jika tidak dikorupsi pejabatnya). Dalam satu kasus saja, misalnya program pemberdayaan guru dan peningkatan kesejahteraannya sering hanya berhenti di seminar-seminar saja. Nyaris realisasinya tak terwujud di lapangan. Menyedihkan. &lt;br /&gt;Tapi sebaliknya, pemerintah kelihatan sangat getol jika ada proyek-proyek yang cepat mendatangkan uang, seperti eksplorasi minyak bumi, izin untuk tempat-tempat hiburan, pelacuran, perjudian, pabrik minuman keras, dan bahkan �tutup mata' terhadap peredaran narkoba. Tentu untuk beberapa kasus ada yang ditindak juga, tapi biasanya itu yang nggak mendapatkan izin dan nggak �nyetor' upeti. &lt;br /&gt;Coba aja dipikirin deh, daripada bikin lokalisasi pelacuran, komplek perjudian dan �melindungi' peredaran narkoba, anggarannya kan bisa dipake untuk kesejahteraan guru. Jangan sampe guru yang kesulitan mengepulkan asap dapurnya karena gajinya rendah ikutan-ikutan masang nomer cantik pembawa hoki di arena judi togel. &lt;br /&gt;Menyoroti nasib guru ini, Ketua Umum Persatuan Guru RI, Muhammad Surya menyampaikan, �Apa pun yang diperjuangkan untuk perbaikan kesejahteraan guru berpulang pada sejauh mana komitmen penyelenggara negara terhadap pendidikan. Studi banding kemana pun jika tidak mengedepankan kepentingan pendidikan itu sendiri maka percuma� (Koran Tempo, 5 Agustus 2005) &lt;br /&gt;Sobat muda muslim, masalah ini memang kompleks banget. Satu-satunya jalan adalah dengan mengubah kondisi yang ada supaya menjadi lebih baik. Selama sistem yang mengkondisikan kehidupan ini tidak kita enyahkan, maka selama itu pula kita akan tetap terkurung dalam arus kehidupan yang membuat kita semua menderita lahir-batin. &lt;br /&gt;Ini insya Allah nggak akan terjadi jika kita mau menerapkan aturan Islam yang akan mengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara ini. Yakin itu. &lt;br /&gt;Untukmu guruku &lt;br /&gt;Semoga saja, nasib guru menjadi lebih baik di masa-masa yang akan datang. Kita sendiri baru bisa mendoakan dan sedikit memberi solusi. Namun, solusi yang baru bersifat wacana ini membutuhkan dukungan dari pemerintah untuk merealisasikannya. Sebab, tanpa peran mereka, harapan kita untuk meningkatkan kesejahteraan hidup para guru tak akan pernah terwujud. Karena jasa guru termasuk berharga bagi kemajuan sebuah peradaban. Pemerintah harus menghargai para pendidik dan memajukan dunia pendidikan. &lt;br /&gt;Itu sebabnya, amat wajar bahwa kita pantas dan layak untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada guru kita semua. Ijinkan kami memberikan tanda cinta kami yang tak pernah luntur oleh waktu. Guruku, ketulusan dan keluasan ilmumu yang berguna selalu kau limpahkan untuk bekalku nanti. Bila masih bisa mulutku berbicara kukatakan padamu: terima kasih guruku. &lt;br /&gt;Dan, semoga saja pemerintah bisa mewujudkan niat baiknya untuk menghormati, menghargai, dan memberikan yang terbaik untuk para guru sebagai tanda cinta dan rasa terima kasih yang amat dalam. Semoga Allah memudahkan niat dan langkah baik kita. Amin. &lt;br /&gt;Tapi, rasanya sangat sulit terwujud jika pemerintah masih menerapkan kapitalisme. Saatnya menjadikan Islam sebagai ideologi negara. Siap kan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-4789856602186409951?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/4789856602186409951/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/terima-kasih-guruku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/4789856602186409951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/4789856602186409951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/04/terima-kasih-guruku.html' title='Terima Kasih GURUku'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-5679860778710808643</id><published>2010-03-31T04:49:00.001+07:00</published><updated>2010-03-31T04:49:00.381+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tip n trik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Jika Anda Mudah Tersinggung - BELAJARLAH Meredam Rasa Tersinggung</title><content type='html'>Salah satu hal yang sering membuat energi kita terkuras adalah timbulnya rasa ketersinggungan diri. Munculnya perasaan ini sering disebabkan oleh ketidaktahanan kita terhadap sikap orang lain. &lt;br /&gt;Ketika tersinggung, minimal kita akan sibuk membela diri dan selanjutnya akan memikirkan kejelekan orang lain. Hal yang paling membahayakan dari ketersinggungan adalah habisnya waktu kita menjadi buah roh. &lt;br /&gt;Efek yang biasa ditimbulkan oleh rasa tersinggung adalah kemarahan. Jika kita marah, kata-kata jadi tidak terkendali, stress meningkat, dan lainnya. Karena itu, kegigihan kita untuk tidak tersinggung menjadi suatu keharusan. &lt;br /&gt;Apa yang menyebabkan orang tersinggung? Ketersinggungan seseorang timbul karena menilai dirinya lebih dari kenyataan, merasa pintar, berjasa, baik, tampan, dan merasa sukses. &lt;br /&gt;Setiap kali kita menilai diri lebih dari kenyataan bila ada yang menilai kita kurang sedikit saja akan langsung tersinggung. Peluang tersinggung akan terbuka jika kita salah dalam menilai diri sendiri. Karena itu, ada sesuatu yang harus kita perbaiki, yaitu proporsional menilai diri. &lt;br /&gt;Teknik pertama agar kita tidak mudah tersinggung adalah tidak menilai lebih kepada diri kita. Misalnya, jangan banyak mengingat-ingat bahwa saya telah berjasa, saya seorang guru, saya seorang pemimpin, saya ini orang yang sudah berbuat. Semakin banyak kita mengaku-ngaku tentang diri kita, akan membuat kita makin tersinggung. &lt;br /&gt;Ada beberapa cara yang cukup efektif untuk meredam ketersinggungan &lt;br /&gt;Pertama, belajar melupakan. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika kita seorang sarjana maka lupakanlah kesarjanaan kita. Jika kita seorang direktur lupakanlah jabatan itu. Jika kita pemuka agama lupakan kepemuka agamaan kita. Jika kita seorang pimpinan lupakanlah hal itu, dan seterusnya. Anggap semuanya ini berkat dari Allah agar kita tidak tamak terhadap penghargaan. Kita harus melatih diri untuk merasa sekadar hamba Allah yang tidak memiliki apa-apa kecuali berkat ilmu yang dipercikkan oleh Allah sedikit. Kita lebih banyak tidak tahu. Kita tidak mempunyai harta sedikit pun kecuali sepercik titipan berkat dari Allah. Kita tidak mempunyai jabatan ataupun kedudukan sedikit pun kecuali sepercik yang Allah telah berikan dan dipertanggung jawabkan. Dengan sikap seperti ini hidup kita akan lebih ringan. Semakin kita ingin dihargai, dipuji, dan dihormati, akan kian sering kita sakit hati. &lt;br /&gt;Kedua, kita harus melihat bahwa apa pun yang dilakukan orang kepada kita akan bermanfaat jika kita dapat menyikapinya dengan tepat. &lt;br /&gt;Kita tidak akan pernah rugi dengan perilaku orang kepada kita, jika bisa menyikapinya dengan tepat. Kita akan merugi apabila salah menyikapi kejadian dan sebenarnya kita tidak bisa memaksa orang lain berbuat sesuai dengan keinginan kita. Yang bisa kita lakukan adalah memaksa diri sendiri menyikapi orang lain dengan sikap terbaik kita. Apa pun perkataan orang lain kepada kita, tentu itu terjadi dengan izin Allah. Anggap saja ini episode atau ujian yang harus kita alami untuk menguji keimanan kita. &lt;br /&gt;Ketiga, kita harus berempati. &lt;br /&gt;Yaitu, mulai melihat sesuatu tidak dari sisi kita. Perhatikan kisah seseorang yang tengah menu ntun gajah dari depan dan seorang lagi mengikutinya di belakang Gajah tersebut. &lt;br /&gt;Yang di depan berkata, "Oh indah nian pemandangan sepanjang hari". Kontan ia didorong dan dilempar dari belakang karena dianggap menyindir. Sebab, sepanjang perjalanan, orang yang di belakang hanya melihat pantat gajah. &lt;br /&gt;Karena itu, kita harus belajar berempati. Jika tidak ingin mudah tersinggung cari seribu satu alasan untuk bisa memaklumi orang lain. Namun yang harus diingat, berbagai alasan yang kita buat semata-mata untuk memaklumi, bukan untuk membenarkan kesalahan, sehingga kita dapat mengendalikan diri. &lt;br /&gt;Keempat, jadikan penghinaan orang lain kepada kita sebagai ladang peningkatan kwalitas diri dan kesempatan untuk mempraktekkan buah - buah roh Yaitu, dengan memaafkan orang yang menyakiti dan membalasnya dengan kebaikan &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-5679860778710808643?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/5679860778710808643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/03/jika-anda-mudah-tersinggung-belajarlah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/5679860778710808643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/5679860778710808643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/03/jika-anda-mudah-tersinggung-belajarlah.html' title='Jika Anda Mudah Tersinggung - BELAJARLAH Meredam Rasa Tersinggung'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-1730185599983004037</id><published>2010-03-30T04:29:00.000+07:00</published><updated>2010-03-30T04:29:00.465+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Ada Apa dengan Tradisi "Ultah"?</title><content type='html'>Phuuuh! Lilin berbentuk angka 17 itu menyisakan asap tipis setelah ditiup Meta, sejurus kemudian terdengar gemuruh tepuk tangan tanda bahagia dari keluarga dan teman-temannya. Hari itu Meta genap berusia 17 tahun. Lagi lucu-lucunya, lagi lincah-lincahnya (kelinci kali…). Lagu "Happy Birthday" pun mengalun dengan jenis suara yang caur banget dari hadirin yang ikut menyaksikan pesta ultah Meta. &lt;br /&gt;Terlihat mata Meta berbinar tanda suka. Dengan mengenakan gaun putih kayak Putri Salju, Meta menerima ucapan selamat dan kado dari teman-teman sekelasnya. Pestanya sendiri diadain di sebuah gedung pertemuan yang luasnya setengah lapangan sepakbola standar internasional. Walah, heboh bener ya?  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ultah, bagi Meta memiliki makna yang cukup dalam. Bukan saja karena berhasil menghirup udara sampai usia 17. Tapi sekaligus ingin menunjukkan bahwa dirinya pantas untuk dihargai dan dihormati. Maklum, penampilan dan gaya adalah nomor wahid bagi Meta. Dengan mengadakan pesta ultah, berarti emang doi pantas diperhitungkan. Siapa dulu dong bapaknya, ibunya, kakeknya, neneknya, lho….?&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, Meta dan juga teman remaja lainnya, rasanya udah biasa ngadain pesta ultah. Bahkan mungkin semacam "kewajiban" yang kudu dibayar tunai. Itu sebabnya, kadang ada remaja yang maksain kudu ngadain pesta ultah, meski isi koceknya terbilang cekak abis. Biar tekor asal kesohor. Begitu kira-kira prinsipnya.&lt;br /&gt;Ngeliat faktanya begitu, nggak salah-salah amat dong kalo kita bilang bahwa pesta ultah udah jadi semacam gaya hidup. Budaya tersebut telah menjadi trademark kehidupan remaja gaul. Pokoknya, remaja yang nggak ngadain pesta ultah, siap dicap sebagai remaja kuper dalam komunitas seperti itu. Sayangnya, ternyata banyak remaja yang tak siap dibilang kuper dan kampungan. Walhasil, banyak banget yang tergoda untuk melangsungkan pesta ultah.&lt;br /&gt;Acaranya bisa beragam memang. Tentu bergantung kepada isi kocek yang punya hajat. Bagi yang cekak atau boleh dibilang mau ngirit, cukup bikin tumpeng dan ngundang teman seperlunya. Berdoa, dan makan-makan. &lt;br /&gt;Selain itu, tradisi yang nggak kalah heboh, yakni suka ada yang jail. Biasanya, kalo kebetulan tahu ada teman yang ulang tahun pada hari tersebut, mereka biasanya bikin kejutan. Apalagi kejutannya kalo bukan ngejailin yang berultah. Misalnya dengan melemparkan telor ke kepalanya, pake telor busuk lagi. Udah gitu, masih ditambah dengan taburan tepung terigu. Jadinya? Kayak mau manggung di Ketoprak Humor-nya Mas Timbul.  &lt;br /&gt;Hmm.. begitulah gaya sebagian teman remaja. Mereka menjadikan hari kelahirannya diperingati dengan amat istimewa. Meski pada praktiknya lebih ke arah hura-hura belaka. Oke deh, terlepas dari itu semua, kamu nyadar nggak sih dengan apa yang telah kamu lakukan dengan menjadikan budaya tersebut sebagai tradisi? Yup, baru kepikiran deh. Nah, pertanyaannya begini, "dari mana asal mulanya budaya ulang tahun itu?" Kamu perlu tahu sobat. &lt;br /&gt;Impor dari Eropa&lt;br /&gt;Dalam catatan di Tabloid NOVA, 679/XIV, 4 Maret 2001, ternyata tradisi perayaan ulang tahun sudah ada di Eropa sejak berabad-abad silam. Orang-orang pada zaman itu percaya, jika seseorang berulang tahun, setan-setan berduyun-duyun mendatanginya. Nah, untuk melindunginya dari gangguan para makhluk jahat tersebut, keluarga dan kerabat pun diundang untuk menemani, sekaligus membacakan doa dan puji-pujian bagi yang berulang tahun. Pemberian kado atau bingkisan juga dipercaya akan menciptakan suasana gembira yang akan membuat para setan berpikir ulang ketika hendak mendatangi orang yang berulang tahun. Hmm.. ini memang warisan zaman kegelapan Eropa.&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, berdasarkan catatan tersebut, awalnya perayaan ulang tahun hanya diperuntukkan bagi para raja. Mungkin, karena itulah sampai sekarang di negara-negara Barat masih ada tradisi mengenakan mahkota dari kertas pada orang yang berulang tahun. Namun seiring dengan perubahan zaman, pesta ulang tahun juga dirayakan bagi orang biasa. Bahkan kini siapa saja bisa merayakan ulang tahun. Utamanya yang punya duit.  &lt;br /&gt;Kalo begitu, pesta ulang tahun itu bukan berasal dari ajaran Islam? Tepat sekali. Sebab, dalam Islam, tak pernah diajarkan untuk itu. Kalo pun kemudian ada teman remaja yang berargumen bahwa dengan diperingatinya Maulid Nabi, hal itu menjadi dalil kalo ulang tahun boleh juga dalam pandangan Islam. Wah, kamu jangan gegabah dulu dong. Hati-hati lho, jangan sampe apa yang kita lakukan justru dimurkai oleh Allah Swt. Naudzubillahi min dzalik. &lt;br /&gt;Begini, mungkin sekilas kita coba ngejelasin kepada teman remaja yang berdalil demikian. Kamu tahu nggak sejarahnya perayaan Maulid Nabi? Well, yang pasti Rasulullah saw. sendiri tak pernah mengajarkan kepada kita melalui hadisnya. Nggak, nggak pernah. Dan jangan salah, Maulid Nabi, itu bukan untuk diperingati, tapi tadzkirah, alias peringatan. Maksudnya? Kalo kamu baca buku tarikh Islam, di situ ada catatan bahwa Sultan Sholahuddin al-Ayubi amat prihatin dengan kondisi umat Islam pada saat itu. Di mana bumi Palestina dirampas oleh Pasukan Salib Eropa. Sultan Sholahuddin menyadari bahwa umat ini lemah dan tidak berani melawan kekuatan Pasukan Salib Eropa yang berhasil menguasai Palestina, lebih karena mereka udah kena penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati). Mereka bisa begitu karena mengabaikan salah satu ajaran Islam, yakni jihad. Bahkan ada di antara mereka yang nggak ngeh dengan perjuangan Rasulullah saw. dan para sahabatnya.&lt;br /&gt;Nah, untuk menyadarkan kaum muslimin tentang pentingnya perjuangan, Sultan Shalahuddin menggagas ide tersebut, yakni tadzkirah terhadap Nabi, yang kemudian disebut-entah siapa yang memulainya-sebagai maulid nabi. Tujuan intinya mengenalkan kembali perjuangan Rasulullah dalam mengembangkan Islam ke seluruh dunia. Singkat cerita, kaum muslimin saat itu sadar dengan kelemahannya dan mencoba bangkit. Karuan aja, berkobarlah semangat jihad dalam jiwa kaum muslimin, dan bumi Palestina pun kembali ke pangkuan Islam, tentu setelah mereka mempecundangi Pasukan Salib Eropa. Begitu, sobat. Jadi Maulid nabi bukan dalil dbolehkannya pesta ultah. Keliru itu. &lt;br /&gt;Yup, kita kembali ke soal pesta ultah ini. Jadi tahu dong sekarang bahwa pesta ultah itu bukan warisan Islam. Tapi warisan asing, alias ajaran di luar Islam. Lalu gimana kalo kita melakukannya? Berdosakah?&lt;br /&gt;Hati-hati!&lt;br /&gt;Nah, karena tradisi itu adalah tradisi orang-orang Eropa, yang saat itu berkembang ajaran Kristen, maka pesta ultah tentu saja merupakan tradisi kaum non-muslim. Kalo kita melakukannya? Dosa dong. Rasulullah saw. bersabda:"Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dalam golongan mereka" [HR. Abu Dawud]&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain. Rasulullah saw. bersabda:"Kamu telah mengikuti sunnah orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehingga jika mereka masuk ke dalam lubang biawak, kamu tetap mengikuti mereka. Kami bertanya: Wahai Rasulullah, apakah yang engkau maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani? Baginda bersabda: Kalau bukan mereka, siapa lagi?" (HR. Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;Waduh, berarti selama ini kita… Tepat, kita melakukan tradisi yang bukan berasal dari Islam. Dan tentu saja haram. Berdosa. Aduh, jangan sampe deh dilakukan lagi. Sadar dong sadar. Bukan kita sok suci nasihatin kamu, tapi ini demi kebaikan kita semua, kaum muslimin. &lt;br /&gt;Oya, mungkin ada pertanyaan begini, "bolehkah merayakan ulang tahun dalam arti berdoa atau mendoakan agar yang berulang tahun selamat, sehat, takwa, panjang umur, dan seterusnya. Semua itu dilakukan dengan cara dan isi doa yang syar'i, tanpa upacara tiup lilin dan sebagainya seperti cara Barat, lalu dilanjutkan acara makan-makan. Bolehkah?"&lt;br /&gt;Begini sobat, berdoa dan makan-makan adalah halal. Tetapi bila dilakukan pada hari seseorang berulang tahun, maka akan terkena hukum haram ber-tasayabbuh bil kuffar. Jadi di sini akan bertemu hukum haram dan halal. Dalam kondisi seperti ini wajib diutamakan yang haram daripada yang halal sebab kaidah syara' menyebutkan: "Idza ijtama'a al halaalu wal haraamu, ghalaba al haramu al halaala". Artinya, "jika bertemu halal dan haram (pada satu keadaan) maka yang haram mengalahkan yang halal (Kitab as-Sulam, Abdul Hamid Hakim)&lt;br /&gt;Dengan demikian, jika merayakan ultah diartikan sebagai "berdoa dan makan-makan", dan dilaksanakan pada hari ultah, hukumnya haram, sesuai kaidah syar'i di atas. Akan tetapi jika dilaksanakan bukan pada hari ultah, maka hukumnya--wallahu a'lam bi ash shawab-- menurut pemahaman kami adalah mubah secara syar'i. Sebab hal itu tidak termasuk tasyabbuh bil kuffar karena yang dilakukan pada faktanya adalah "berdoa plus makan-makan", yang mana keduanya adalah boleh secara syar'i. Lagi pula hal itu dilakukan tidak pada hari ultah sehingga di sini tidak terjadi pertemuan halal dan haram sebagaimana kalau acara tersebut dilaksanakan pada hari ultah. Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;Oke deh, kalo kamu udah ngeh soal yang satu ini, maka kamu kudu menghentikan kebiasaan dan mengubah pandangan kamu tentang perayaan ulang tahun. Sebab, udah jelas bertentangan dengan ajaran Islam. Padahal, kita kudu berpegang hanya kepada Islam. Bukan kepada ajaran yang lain. Allah Swt. Berfirman: "Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (TQS ali Imrân [3]: 85)&lt;br /&gt;Terus yang terpenting, kamu juga jangan asal gabres aja, alias main seruduk. Mentang-mentang sesuai hawa nafsu kamu, sesuai selera nafsu kamu, main ikuti aja tradisi itu. Apalagi dengan anggapan biar disebut gaul dan modern. Nggak boleh sayang. Allah Swt. berfirman: "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya." (TQS al-Isrâ' [17] : 36). &lt;br /&gt;Rasullah saw. juga bersabda: Belum sempurna keimanan salah seorang di antara kalian, sebelum hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (al-Quran) (Hadis ke-41 dalam Hadits al-Arba'in karya Imam Nawawi)&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, sekarang tentu kamu jadi paham tentang masalah ultah ini. Udah jelas kan persoalannya? Yup, boleh dibilang, udah kentara perbedaan antara yang hitam dan yang putih. Nggak abu-abu lagi. Semoga saja kamu bener-bener paham. &lt;br /&gt;Selain itu, apa cukup pantas kita menari di atas penderitaan orang lain. Masih banyak lho, saudara kita yang didera kemiskinan, jangan sampe kita menghamburkan duit. Untuk yang haram lagi. Wah, celaka dua belas ini mah!&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, ternyata kita selama ini terbiasa melakukan aktivitas yang justru bertentangan dengan Islam. Gaswat!&lt;br /&gt;Mari jadikan hidup ini lebih hidup. So, hanya dengan mengenal, mencintai, dan mengamalkan Islam dalam kehidupan, kita bisa menikmati hidup ini dengan benar dan baik. Insya Allah. Mulai sekarang, lho. Jangan ditunda-tunda lagi. Jadi, ngaji yuk?!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-1730185599983004037?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/1730185599983004037/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/03/ada-apa-dengan-tradisi-ultah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/1730185599983004037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/1730185599983004037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/03/ada-apa-dengan-tradisi-ultah.html' title='Ada Apa dengan Tradisi &quot;Ultah&quot;?'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-2139983486886787521</id><published>2010-03-29T04:28:00.000+07:00</published><updated>2010-03-29T04:28:00.442+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Ada apa dengan Gosip dan Adu-domba</title><content type='html'>(Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid)&lt;br /&gt;Saya yakin semua pasti tahu Gosip, dan hampir semua pernah melakukannya, tapi tahukah bahwa perbuatan itu sungguh sangat buruk, hingga di samakan dengan memakan daging bangkai manusia, bahkan jika ditambah dengan mengadu-domba antar manusia, Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid akan menemani Anda sejenak dalam masalah ini...&lt;br /&gt;Dalam banyak pertemuan di majlis, seringkali yang dijadikan hidangannya adalah &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;menggunjing umat Islam. Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala melarang hal tersebut, dan menyeru agar segenap hamba menjauhinya. Allah menggambarkan dan mengidentikkan ghibah dengan sesuatu yang amat kotor dan menjijikkan. Allah berfirman : &lt;br /&gt;"Artinya : Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah kamu merasa jijik dengannya". (Al-Hujurat: 12) &lt;br /&gt;Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menerangkan makna ghibah (menggunjing) dalam sabdanya : &lt;br /&gt;"Artinya : Tahukah kalian apakah ghibah itu ? "Mereka menjawab : "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui. "Beliau bersabda :"Yaitu engkau menyebut saudaramu dengan sesuatu yang dibencinya." Ditanyakan : "Bagaimana halnya jika apa yang aku katakan itu (memang) terdapat pada saudaraku ? "Beliau menjawab : "Jika apa yang kamu katakan terdapat pada saudaramu, maka engkau telah menggunjingnya (melakukan ghibah) dan jika ia tidak terdapat padanya maka engkau telah berdusta atasnya". (Hadits Riwayat Muslim, 4/2001) &lt;br /&gt;Jadi, ghibah adalah menyebutkan sesuatu yang terdapat pada diri seorang muslim, sedang ia tidak suka (jika hal itu disebutkan). Baik dalam keadaan soal jasmaninya, agamanya, kekayaannya, hatinya, ahlaknya, bentuk lahiriyahnya dan sebagainya. Caranya-pun bermacam-macam. Di antaranya dengan membeberkan aib, menirukan tingkah laku atau gerak tertentu dari orang yang dipergunjingkan dengan maksud mengolok-ngolok. &lt;br /&gt;Banyak orang meremehkan masalah ghibah, padahal dalam pandangan Allah ia adalah sesuatu yang keji dan kotor. Hal itu dijelaskan dalam sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. &lt;br /&gt;"Artinya : Riba itu ada tujuh puluh dua pintu, yang paling ringan daripadanya sama dengan seorang laki-laki yang menyetubuhi ibunya (sendiri), dan riba yang paling berat adalah pergunjingan seorang laki-laki atas kehormatan saudaranya". (As-Silsilah As-Shahihah, 1871) &lt;br /&gt;Wajib bagi orang yang hadir dalam majlis yang sedang menggunjing orang lain, untuk mencegah kemungkaran dan membela saudaranya yang dipergunjingkan. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam amat menganjurkan hal demikian, sebagaimana dalam sabdanya. &lt;br /&gt;"Artinya : Barangsiapa menolak (ghibah atas) kehormatan saudaranya, niscaya pada hari kiamat Allah akan menolak menghindarkan api Neraka dari wajahnya". (Hadits Riwayat Ahmad, 6/450, hahihul Jami'. 6238) &lt;br /&gt;(Namimah/Mengadu Domba)&lt;br /&gt;Mengadukan ucapan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak adalah salah satu faktor yang menyebabkan terputusnya ikatan, serta menyulut api kebencian dan permusuhan antar sesama manusia. &lt;br /&gt;Allah mencela pelaku perbuatan tersebut dalam firman-Nya. &lt;br /&gt;"Artinya : Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah". (Al-Qalam : 10-11) &lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits marfu' yang diriwayatkan Hudzaifah, disebutkan : &lt;br /&gt;"Artinya : Tidak akan masuk surga al-qattat (tukang adu domba)". (Hadits Riwayat Al-Bukhari, lihat Fathul Baari 10/472. Dalam An-Nihayah karya Ibnu Atsir 4/11 disebutkan : ".... Al-Qattat adalah orang yang menguping (mencuri dengar pembicaraan), tanpa sepengetahuan mereka, lalu ia membawa pembicaraan tersebut kepada dua yang lain dengan tujuan mengadu domba".) &lt;br /&gt;Ibnu Abbas meriwayatkan : &lt;br /&gt;"Artinya : (Suatu hari) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melewati sebuah kebun di antara kebun-kebun di Madinah. Tiba-tiba beliau mendengar dua orang yang sedang di siksa di dalam kuburnya, lalu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : &lt;br /&gt;"Artinya : Keduanya disiksa, padahal tidak karena masalah yang besar (dalam anggapan keduanya) -lalu bersabda- benar (dalam sebuah riwayat disebutkan "Padahal sesungguhnya ia adalah persoalan besar"). Salah seorang diantaranya tidak meletakkan sesuatu untuk melindungi diri dari percikan kencingnya dan seorang lagi (karena) suka mengadu domba". (Hadits Riwayat Al Bukhari, lihat Fathul Baari, 1/317) &lt;br /&gt;Diantara bentuk namimah yang paling buruk adalah hasutan yang dilakukan terhadap seorang lelaki tentang istrinya atau sebaliknya, dengan maksud untuk merusak hubungan suami istri tersebut. &lt;br /&gt;Demikian juga adu domba yang dilakukan sebagian karyawan kepada teman karyawannya yang lain. Misalnya dengan mengadukan ucapan-ucapan kawan tersebut kepada direktur atau atasan dengan tujuan untuk memfitnah dan merugikan karyawan tersebut. Semua hal ini hukumnya haram. Assunah online&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-2139983486886787521?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/2139983486886787521/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/03/ada-apa-dengan-gosip-dan-adu-domba.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/2139983486886787521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/2139983486886787521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/03/ada-apa-dengan-gosip-dan-adu-domba.html' title='Ada apa dengan Gosip dan Adu-domba'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-5291177711716773748</id><published>2010-03-28T04:34:00.001+07:00</published><updated>2010-03-28T04:35:53.815+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Allah Mengajarkan Cinta</title><content type='html'>Pernahkah hatimu merasakan kekuatan mencintai &lt;br /&gt;Kamu tersenyum meski hatimu terluka karena yakin ia milikmu, &lt;br /&gt;Kamu menangis kala bahagia bersama karena yakin ia cintamu &lt;br /&gt;Cinta melukis bahagia, sedih, sakit hati, cemburu, berduka &lt;br /&gt;Dan hatimu tetap diwarnai mencintai, itulah dalamnya cinta &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah cinta memerahkan hati membutakan mata &lt;br /&gt;Kepekatannya menutup mata hatimu memabukkanmu sesaat di nirwana &lt;br /&gt;Dan kau tak bisa beralih dipeluk merdunya nyanyian bahagia semu &lt;br /&gt;Padahal sesungguhnya hanya kehampaan yang mengisi sisi gelap hatimu &lt;br /&gt;Itulah cinta karena manusia yang dibutakan nafsunya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta adalah pesan agung Allah pada umat manusia &lt;br /&gt;DitulisNya ketika mencipta makhluk-makhlukNYA di atas Arsy &lt;br /&gt;Cinta dengan ketulusan hati mengalahkan amarah &lt;br /&gt;Menuju kepatuhan pengabdian kepada Allah dan Rasulnya &lt;br /&gt;Dan saat pena cinta Allah mewarnai melukis hatimu, &lt;br /&gt;satu jam bersama serasa satu menit saja &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika engkau memiliki cinta yang diajarkan Allah &lt;br /&gt;Kekasih menjadi lentera hati menerangi jalan menuju Illahi &lt;br /&gt;Membawa ketundukan tulus pengabdian kepada Allah dan RasulNya &lt;br /&gt;Namun saat cinta di hatimu dikendalikan dorongan nafsu manusia &lt;br /&gt;Alirannya memekatkan darahmu membutakan mata hati dari kebenaran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kamu merasakan agungnya cinta yang diajarkan Allah &lt;br /&gt;Kekasih menjadi pembuktian pengabdian cinta tulusmu &lt;br /&gt;Memelukmu dalam ibadah menuju samudra kekal kehidupan tanpa batas &lt;br /&gt;Menjadi media amaliyah dan ketundukan tulus pengabdian kepada Allah &lt;br /&gt;Itulah cinta yang melukis hati mewarnai kebahagiaan hakiki &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agungnya kepatuhan cinta Allah bisa ditemukan dikehidupan alam semesta &lt;br /&gt;Seperti thawafnya gugusan bintang, bulan, bumi dan matahari pada sumbunya &lt;br /&gt;Tak sedetikpun bergeser dari porosnya, keharmonisan berujung pada keabadian &lt;br /&gt;Keharmonisan pada keabadian melalui kekasih yang mencintai &lt;br /&gt;Karena Allah adalah kekasih Zat yang abadi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintailah kekasihmu setulusnya maka Allah akan mencintaimu &lt;br /&gt;Karena Allah mengajarkan cinta tulus dan agung &lt;br /&gt;Cinta yang mengalahkan Amarah menebarkan keharmonisan &lt;br /&gt;Seperti ikhlas dan tulusnya cinta Rasul mengabdi pada Illahi &lt;br /&gt;Itulah cinta tertinggi menuju kebahagiaan hakiki &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-5291177711716773748?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/5291177711716773748/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/03/allah-mengajarkan-cinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/5291177711716773748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/5291177711716773748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/03/allah-mengajarkan-cinta.html' title='Allah Mengajarkan Cinta'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-1653700121424771412</id><published>2010-03-28T04:27:00.000+07:00</published><updated>2010-03-28T04:27:05.712+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Abdullah bin Abbas  Menjadi "Tinta" bagi Umat</title><content type='html'>Di antara sahabat-sahabat Rasulullah SAW, terdapat beberapa sahabat kecil yang ketika bersyahadat mereka berusia sangat muda. Atau, ketika mereka dilahirkan, orang tuanya telah menjadi Muslim lebih dulu. Salah satunya adalah Abdullah bin Abbas, atau lebih dikenal dengan Ibnu Abbas.&lt;br /&gt;Ibnu Abbas dilahirkan tiga tahun sebelum hijrah. Boleh dikata, ia hidup bersama Rasulullah SAW dan belajar langsung dari beliau. Ia adalah sepupu Rasulullah. Rasulullah pernah merengkuhnya ke dada beliau seraya berdoa, "Ya Allah, ajarilah ia al-hikmah." Dalam suatu riwayat disebutkan, "(Ajarilah ia) al-Kitab (Alquran)." &lt;br /&gt;Suatu ketika, Ibnu Abbas ingin mengetahui secara langsung bagaimana cara Rasulullah shalat. Untuk itu, ia sengaja menginap di rumah bibinya, ummahatul mu'minin, Maimunah binti al-Harist.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Tengah malam, ia melihat Rasulullah bangun dan pergi berwudhu. Dengan sigap Ibnu Abbas membawakan air untuk berwudhu, sambil diam-diam mengamati cara Rasulullah bersuci. Rasul SAW melihatnya, sambil mengusap kepalanya dan berdoa, ''Ya Allah, anugerahilah pemahaman agama kepadanya.''&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah berdiri untuk sholat lail yang dimakmumi oleh isteri beliau, Maimunah. Ibnu Abbas tak tinggal diam, dia segera berdiri di belakang Rasulullah SAW; tetapi RasuluLlah kemudian menariknya agar ia berdiri sedikit berjajar dengannya. &lt;br /&gt;Ibnu Abbas berdiri sejajar dengan Rasulullah, tetapi kemudian ia mundur lagi ke shaf belakang. Seusai sholat, Rasulullah mempertanyakan sikap Ibnu Abbas ini, dan dijawab oleh Ibnu Abbas bahwa rasanya tak pantas dirinya berdiri sejajar dengan seorang utusan Allah SWT. Rasulullah ternyata tidak memarahinya, bahkan beliau mengulangi doanya ketika berwudhu.&lt;br /&gt;Ketika Ibnu Abbas berusia 13 tahun, Rasulullah wafat. Ia sangat merasa kehilangan. Tapi hal ini tidak menjadikan kesedihannya berlarut-larut. Ia memantapkan hati untuk nyantri para para sahabat Rasul SAW. &lt;br /&gt;Dengan sabar, ia menunggu para sahabat pulang dari kerja keseharian atau dakwahnya. Bahkan kalau sahabat tadi kebetulan sedang berisitirahat, Ibnu Abbas dengan sabar menanti di depan pintu rumahnya, bahkan hingga tertidur.&lt;br /&gt;Dan, sesuai doa Rasulullah, Ibnu Abbas mendapatkan banyak ilmu. Ketekunannya belajar membuatnya menjadi seorang ulama yang mumpuni. Ia dijuluki sebagai 'tinta'-nya umat, dalam menyebarkan tafsir dan fikih. &lt;br /&gt;Ibn Umar pernah berkata kepada salah seorang yang bertanya mengenai suatu ayat kepadanya, "Berangkatlah menuju Ibnu Abbas lalu tanyakanlah kepadanya sebab ia adalah sisa sahabat yang masih hidup yang paling mengetahui wahyu yang diturunkan kepada Nabi SAW." &lt;br /&gt;Umar bin Khattab selalu mengundang Ibnu Abbas dalam majelis syura-nya dengan beberapa sahabat senior. Ia selalu berkata kepada Ibnu Abbas agar ia tidak perlu sungkan menyampaikan pendapat.&lt;br /&gt;Beberapa sahabat Umar mempertanyakan kenapa mengajak "anak muda" dalam diskusi mereka. Umar menjawabnya dengan mengundang para sahabat, termasuk Ibnu Abbas. Umar berkata, "Apa pendapat kalian mengenai firman Allah, 'Bila telah datang pertolongan Allah dan Penaklukan.' (surat An-Nahsr hingga selesai). Maka, sebagian mereka berkata, "Kita diperintahkan agar memuji Allah dan meminta ampun kepada-Nya bila kita menang (dapat menaklukkan Mekkah)." Sebagian lagi hanya terdiam saja. Lalu, Umar pun berkata kepada Ibnu Abbas, "Apakah kamu juga mengatakan demikian?" Ia menjawab, "Tidak." &lt;br /&gt;Lalu Umar bertanya, "Kalau begitu, apa yang akan kamu katakan?" Ia menjawab, "Itu berkenaan dengan ajal Rasulullah SAW di mana Allah memberitahukan kepadanya bila telah datang pertolongan-Nya dan penaklukan kota Mekkah, maka itulah tanda ajalmu (Rasulullah-red), karena itu sucikanlah Dia dengan memuji Rabbmu dan minta ampunlah kepada-Nya karena Dia Maha Menerima Tobat." Umar pun berkata, "Yang aku ketahui memang seperti yang engkau ketahui itu." Secara tidak langsung Umar hendak menjawab, kendati muda, keilmuan Ibnu Abbas sangat mumpuni. &lt;br /&gt;Dalam masa kekhalifahan Utsman bin Affan RA, ia bergabung dengan pasukan Muslimin yang berekspedisi ke Afrika Utara, di bawah pimpinan Abdullah bin Abi-Sarh. Ia terlibat dalam pertempuran dan dalam dakwah Islam di sana. Ia juga menjadi amirul hajj pada tahun 35 Hijrah. &lt;br /&gt;Di masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib RA, Ibnu Abbas mengajukan permohonan untuk berdakwah kepada kaum Khawarij. Melalui dialog dan diskusinya yang intens, sekitar 12 ribu dari 16 ribu Khawarij bertobat dan kembali kepada ajaran Islam yang benar. &lt;br /&gt;Ia sempat diangkat menjadi penguasa di Bashrah oleh khalifah Ali. Namun tatkala Ali meninggal karena terbunuh, ia pulang ke Hijaz, bermukim di Mekkah, sebelum akhirnya menuju Tha`if dan wafat di sana. &lt;br /&gt;Ibnu Abbas meninggal pada tahun 68 H dalam usia 71 tahun. Di hari pemakamannya, sahabat Abu Hurairah RA, berkata, "Hari ini telah wafat ulama umat. Semoga Allah SWT berkenan memberikan pengganti &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-1653700121424771412?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/1653700121424771412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/03/abdullah-bin-abbas-menjadi-tinta-bagi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/1653700121424771412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/1653700121424771412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/03/abdullah-bin-abbas-menjadi-tinta-bagi.html' title='Abdullah bin Abbas  Menjadi &quot;Tinta&quot; bagi Umat'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-6239928036535773461</id><published>2010-03-21T04:17:00.000+07:00</published><updated>2010-03-21T04:17:00.335+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>ANTARA BANYAK DAN SEDIKIT</title><content type='html'>Oleh Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kaidah yang diterapkan ulama adalah, bahwa "merebaknya suatu &lt;br /&gt;perbuatan tidak menunjukkan atas kebolehannya, sebagaimana tersembunyinya &lt;br /&gt;suatu perbuatan tidak menunjukkan atas dilarangnya."[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Muflih dalam Al-Adab Asy-Syar'iyyah (I/163) berkata, "Seyogyanya &lt;br /&gt;diketahui bahwa hal yang dilakukan banyak manusia adalah bertentangan dengan &lt;br /&gt;ketentuan syar'i dan hal tersebut masyhur di antara mereka dan banyak &lt;br /&gt;manusia yang melakukannya. Yang wajib bagi orang yang arif adalah tidak &lt;br /&gt;mengikuti mereka, baik dalam ucapan maupun perbuatan, dan janganlah dia &lt;br /&gt;terpengaruh oleh hal tersebut setelah tersebar jika dalam kesendirian dan &lt;br /&gt;sedikitnya kawan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhyiddin An-Nawawi berkata, "Janganlah manusia terpedaya oleh &lt;br /&gt;banyaknya orang yang melakukan sesuatu yang dilarang melakukannya, yaitu &lt;br /&gt;kepadanya oleh orang yang tidak menjaga adab-adab ini. Laksanakanlah apa &lt;br /&gt;yang dikatakan Fudhail bin 'Iyadh, 'Janganlah kamu menganggap buruk &lt;br /&gt;jalan-jalan kebaikan karena sedikitnya orang yang melakukannya, dan &lt;br /&gt;janganlah kamu terpedaya dengan banyaknya orang-orang yang binasa'." [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Wafa' bin 'Uqail dalam Al-Funun berkata, "Barangsiapa yang keyakinannya &lt;br /&gt;lahir dari bukti-bukti dalil, maka akan hilang pada diri sikap ikut arus dan &lt;br /&gt;terpengaruh oleh perubahan kondisi orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman-Nya, "Apakah jika dia wafat atau terbunuh kamu berbalik ke belakang &lt;br /&gt;(murtad)?" [Ali 'Imran : 144]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu 'anhu adalah orang yang kokoh pendiriannya &lt;br /&gt;dalam berbagai keadaan, berbeda-beda berbagai kondisi tidak menjadikannya &lt;br /&gt;goyah ketika kaki-kaki jatuh tergelincir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dia berkata, "Dan terkadang seseorang Muslim sampai dipersempit &lt;br /&gt;kehidupannya. Dan sesungguhnya agama kami berlandaskan pada mengambil dunia &lt;br /&gt;dan kebaikan akhirat, maka siapat yang mencari kehidupan dunia dengan cara &lt;br /&gt;meninggalkan kebaikan akhirat maka dia salah jalan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita telah mengetahui hal tersebut maka tampak kebatilan argumen yang &lt;br /&gt;dibuat orang banyak yang jatuh ke dalam sebagian bid'ah dan hal-hal yang &lt;br /&gt;baru, "Bahwa mayoritas manusia melakukan ini," atau alasan-alasan lain yang &lt;br /&gt;batil dan penakwilan-penakwilan yang tumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku saya "Dzam Al-Katsrat wal Mutakatstsirin" terdapat banyak &lt;br /&gt;keterangan dari ayat Al-Qur'an dan hadits yang mengecam orang yang terpedaya &lt;br /&gt;dengan paham mayoritas dan bangga dengan memperbanyak amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-'Allamah Ibnul Qayyim dalam "Ighatsah Al-Lahfan min Masyahid &lt;br /&gt;Asy-Syaithan" (hal. 132-135 -Mawarid Al-Aman) berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang yang cermat pandangannya dan benar imannya tidak akan merasa gelisah &lt;br /&gt;karena sedikitnya kawan dan bahkan dari tiadanya kwan jika hatinya telah &lt;br /&gt;merasa berteman dengan generasi pertama dari orang-orang yang diberikan &lt;br /&gt;nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, orang-orang yang membenarkan, &lt;br /&gt;orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh, dan mereka itulah &lt;br /&gt;sebaik-baik teman. Maka kesendirian seseorang dalam pencariannya sebagai &lt;br /&gt;bukti kesungguhan dia dalam mencari kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ishaq bin Rahawaih pernah ditanya tentang suatu masalah, lalu dia menjawab. &lt;br /&gt;Maka dikatakan kepadanya, "Sesungguhnya saudaramu Ahmad bin Hanbal &lt;br /&gt;mengatakan masalah ini seperti itu." Maka dia menjawab, "Saya tidak &lt;br /&gt;menyangka bahwa seseorang sepakat denganku dalam masalah ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak merasa kesepian setelah tampak kebenaran baginya meskipun tidak &lt;br /&gt;ada yang sependapat dengannya. Sesungguhnya kebenaran jika telah tampak &lt;br /&gt;dengan jelas, maka tidak membutuhkan saksi yang mendukungnya. Sebab hati &lt;br /&gt;melihat kebenaran sebagaimana mata melihat matahari. Maka, jika seseorang &lt;br /&gt;telah melihat matahari, dan berdasarkan keilmuan dan keyakinannya bahwa &lt;br /&gt;matahari telah terbit, maka dia tidak membutuhkan saksi untuk itu dan tidak &lt;br /&gt;membutuhkan orang untuk menyetujui atas apa yang dilihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa bagusnya apa yang dikatakan Abu Muhammad Abdurrahman bin Isma'il yang &lt;br /&gt;terkenal dengan Abu Syamah [3] dalam kitabnya tentang hal-hal baru dan &lt;br /&gt;bentuk-bentuk bid'ah [4], terdapat perintah memegang teguh jama'ah. Maka &lt;br /&gt;yang dimaksud denganya adalah, memegang teguh kebenaran dan mengikutinya, &lt;br /&gt;meskipun orang yang berpegang teguh kepadanya sedikit, sedangkan orang yang &lt;br /&gt;melanggarnya banyak. Sebab kebenaran adalah sesuatu yang dilakukan oleh &lt;br /&gt;jama'ah pertama pada masa Nabi shalallahu 'alaihi wasallam dan shahabatnya, &lt;br /&gt;dan tidak diukur oleh banyaknya orang yang mengikuti bid'ah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Amr bin Maimun Al-Audi berkata, "Saya telah menyertai Mu'adz di Yaman, dan &lt;br /&gt;saya tidak berpisah dengannya hingga saya menguburkannya di Syam. Kemudian &lt;br /&gt;setelah itu, saya selalu menyertai orang terpandai dalam ilmu fiqh, Abdullah &lt;br /&gt;bin Mas'ud radhiallahu 'anhu, maka saya mendengar dia berkata, "'Hendaklah &lt;br /&gt;kalian memegang teguh jama'ah. Sebab tangan Allah di atas jama'ah.' Pada &lt;br /&gt;suatu hari saya mendengar dia berkata, 'Akan memimpin kalian para pemimpin &lt;br /&gt;yang mengakhirkan shalat dari waktunya, maka shalatlah kalian tepat pada &lt;br /&gt;waktunya, sebab demikian itu adalah yang wajib, dan shalatlah kalian bersama &lt;br /&gt;mereka karena shalat itu bagi kalian adalah tambahan (sunnah).' Saya &lt;br /&gt;berkata, 'Wahai shahabat Muhammad! Aku tidak mengerti apa yang kamu &lt;br /&gt;bicarakan kepada kami?' Ia berkata, "Apakah itu?' Saya berkata, 'Engkau &lt;br /&gt;memerintahkan aku berjama'ah dan menghimbauku kepadanya kemudian kamu &lt;br /&gt;berkata, 'Shalatlah kamu sendirian, dan demikian itu adalah yang wajib, dan &lt;br /&gt;shalatlah kalian bersama jama'ah, dan dia sunnah?' Ia berkata, 'Wahai 'Amr &lt;br /&gt;bin Maimun. Saya mengira kamu orang yang terpandai tentang fiqh dari &lt;br /&gt;penduduk negeri ini. Kamu mengerti, apa jama'ah itu?' Saya berkata, 'Tidak.' &lt;br /&gt;Ia berkata, 'Sesungguhnya mayoritas masyarakat adalah orang-orang yang &lt;br /&gt;berpaling dari jama'ah. Jama'ah adalah sesuatu yang sesuai kebenaran, &lt;br /&gt;meskipun kamu hanya sendirian'." [Diriwayatkan oleh Al-Lalikai dalam &lt;br /&gt;As-Sunnah nomor 160, dan lihat buku saya Ad-Da'wah Ilallah 89-95 pasal &lt;br /&gt;Al-Jama'ah Musthalah wa Bayan.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain disebutkan, "Maka dia memukul pahaku dan berkata, &lt;br /&gt;'Celakalah kamu! Sesungguhnya mayoritas manusia berpaling dari jama'ah. &lt;br /&gt;Sesungguhnya jama'ah adalah apa yang sesuai dengan keta'atan kepada Allah &lt;br /&gt;'Azza wa Jalla'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nu'aim bin Hammad berkata, "Yakni, jika jama'ah telah rusak, maka kamu harus &lt;br /&gt;memegang teguh apa yang telah dilakukan jama'ah ketika sebelum rusak, &lt;br /&gt;meskipun kamu sendirian, maka sesungguhnya ketika itu kamu adalah jama'ah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasan Al-Bashri berkata, 'Sunnah itu -demi Dzat yang tiada Tuhan selain Dia- &lt;br /&gt;di antara orang yang berlebih-lebihan dan orang yang meremehkan. Maka &lt;br /&gt;bersabarlah kalian di atasnya, semoga Allah merahmati kalian. Sebab Ahlus &lt;br /&gt;Sunnah adalah minoritas di antara manusia pada masa lalu dan mereka juga &lt;br /&gt;manusia minoritas pada masa sesudahnya. Yaitu orang-orang yang tidak pergi &lt;br /&gt;bersama orang-orang yang bermewah-mewahan dalam kemewahan mereka, dan juga &lt;br /&gt;tidak besama orang-orang yang mengikuti bid'ah dalam kebid'ahan mereka, dan &lt;br /&gt;mereka sabar atas Sunnah hingga bertemu dengan Tuhan mereka. Maka dalam &lt;br /&gt;keadaan demikianlah kalian harus berada, insya Allah.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Aslam Ath-Thusi [5], seorang imam yang disepakati keimamannya &lt;br /&gt;adalah orang yang paling mengikuti sunnah pada masanya, hingga dia berkata, &lt;br /&gt;"Tidak sampai kepadaku Sunnah dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam &lt;br /&gt;melainkan saya mengamalkannya. Dan sungguh saya ingin thawaf di Ka'bah &lt;br /&gt;dengan naik unta, namun tidak memungkinkan bagi saya untuk melakukannya. &lt;br /&gt;Hingga sebagai ulama pada msanya ditanya tentang As-Sawad Al-'Azham yang &lt;br /&gt;disebutkan dalam hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika manusia berselisih maka hendaklah kalian memegang teguh As-Sawad&lt;br /&gt;Al-'Azham." [HR. Ibnu Majah 2950, Ibnu Abi 'Ashim 84 dan Al-Lalikai 153 dari &lt;br /&gt;Anas, dan sanadnya sangat dha'if. Sebab di dalamnya terdapat Abu Khalaf al-&lt;br /&gt;Makfuf yang nama aslinya Hazim bin 'Atha'. Ia ditinggalkan sekelompok ulama &lt;br /&gt;dan dinyatakan pendusta oleh Ibnu Ma'in.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dia berkata, "Muhammad bin Aslam Ath-Thusi adalah As-Sawad Al-'Azham." &lt;br /&gt;[Hilyah Al-Auliya IX/238-239 dan darinya Adz-Dzahabi meriwayatkannya dalam &lt;br /&gt;Siyar An-Nubala' XII/196]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, demi Allah, bahwa di satu masa bila di dalamnya terdapat orang yang &lt;br /&gt;mengerti Sunnah dan menda'wahkannya, maka dia adalah hujjah, ijma', jama'ah, &lt;br /&gt;dan jalan orang-orang Mukmin, barangsiapa memisahkandiri darinya dan &lt;br /&gt;mengikuti yang lainnya, maka Allah akan memalingkan dia kepada apa yang dia &lt;br /&gt;berpaling dan Allah akan memasukkan dia ke Jahannam, seburuk-buruknya tempat &lt;br /&gt;kembali." [Sebagaimana diisyaratkan dalam surat An-Nisa' :115]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim rahimahullah berkata [Ighatsah Al-Lahfan:271-273],&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang mempunyai pengalaman tentang ajaran yang Allah mengutus &lt;br /&gt;Rasul-Nya dengannya dan apa yang dilakukan orang-orang musyrik dan Ahli &lt;br /&gt;Bid'ah pada hari ini, niscaya dia akan mengetahui bahwa antara salaf dan &lt;br /&gt;mereka yang meninggalkannya terdapat jarak yang jauh lebih jauh daripada &lt;br /&gt;jarak antara timur dan barat, dan bahwa mereka pada sesuatu, sedangkan salaf &lt;br /&gt;pada sesuatu yang lain, seperti dikatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ia berjalan ke timur dan kamu berjalan ke barat&lt;br /&gt;Betapa jauhnya antara timur dan barat.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan perkaranya -demi Allah- lebih besar dari apa yang telah kami sebutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Imam Bukhari dalam Ash-Shahih [II/115] menyebutkan riwayat dari &lt;br /&gt;Ummu Darda' radhiallahu 'anha, ia berkata, "Abu Darda' mendatangi saya &lt;br /&gt;dengan marah, maka saya berkata kepadanya, 'Ada apa?' Ia berkata, "Demi &lt;br /&gt;Allah, saya tidak mengetahui pada mereka sesuatu pun dari perkara Muhammad &lt;br /&gt;shalallahu 'alaihi wasallam kecuali mereka semua mengerjakan shalat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari [6] juga menyebutkan bahwa Az-Zuhri berkata, "Saya mendatangi &lt;br /&gt;Anas bin Malik di Damaskus dan dia sedang menangis. Maka saya berkata &lt;br /&gt;kepadanya, "Apa yang menyebabkan anda menangis?" Ia berkata, "Saya tidak &lt;br /&gt;mengetahui sesuatu tentang apa yang saya dapatkan kecuali shalat ini, dan &lt;br /&gt;shalat ini pun telah disia-siakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah fitnah terbesar yang dikatakan oleh Abdullah bin Mas'ud &lt;br /&gt;radhiallahu 'anhu, "Bagaimana jika kalian telah diliputi fitnah di mana &lt;br /&gt;orang menjadi tua dan anak keci tumbuh berkembang di dalamnya, dia berjalan &lt;br /&gt;pada manusia dan mereka menjadikannya sebagai sunnah, ketika hal itu diubah, &lt;br /&gt;dikatakan, "Sunnah telah diubah?" atau, "Ini adalah kemungkaran." [HR. &lt;br /&gt;Ad-Darimi I/64 dan Al-Hakim IV/514 dan lihat takhrijnya dalam buku saya &lt;br /&gt;Arba'i Asy-Syakhsyiyyah Al-Islamiyyah no. 40.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah salah satu dalil bahwa amal jika tidak sesuai Sunnah, maka tidak &lt;br /&gt;ada nilainya dan tidak boleh diperhatikan. Juga sebagai bukti bahwa amal &lt;br /&gt;tersebut telah berjalan pada arah yang berbeda dengan arah Sunnah sejak masa &lt;br /&gt;Abu Darda' dan Anas."[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul Abbas Ahmad bin Yahya [8] berkata, "Muhammad bin Ubaid bin Maimun &lt;br /&gt;bercerita kepadaku dari Abdullah bin Ishaq Al-Ja'fari, ia berkata, "Abdullah &lt;br /&gt;bin Hassan banyak duduk bersama Rabi'ah. Ia berkata, 'Lalu pada suatu hari &lt;br /&gt;mereka menyebut tentang berbagai sunnah, maka seseorang yang ada di majelis &lt;br /&gt;itu berkata, 'Apa yang dilakukan oleh manusia tidak seperti ini!' Maka &lt;br /&gt;Abdullah berkata, 'Bagaimana pendapatmu jika banyak orang bodoh berlaku &lt;br /&gt;sebagai para hakim, apakah mereka menjadi hujjah atas As-Sunnah?' Maka &lt;br /&gt;Rabi'ah berkata, "Saya bersaksi bahwa ini adalah ucapan anak-anak para &lt;br /&gt;Nabi." [Al-Ba'its 'ala A'lam Inkar Al-Bida' wal Hawadits hal. 51 oleh Abu &lt;br /&gt;Syamah.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, seorang Muslim yang sejati adalah orang yang tidak terkontaminasi oleh &lt;br /&gt;maraknya bentuk-bentuk bid'ah dalam memahami bentuk-bentuk sunnah. Sebab &lt;br /&gt;hal-hal yang telah mentradisi sebagaimana dia itu membangun beberapa pokok, &lt;br /&gt;dia juga menghancurkan beberapa pokok, dan dia sangat mendominasi. Maka, &lt;br /&gt;melepaskan dari cengkramannya membutuhkan latihan jiwa dan memaksakan diri &lt;br /&gt;dalam melaksanakan segala bentuk sunnah. [Lihat Marwiyyat Du'a Khatmi &lt;br /&gt;Al-Qur'an hal. 75 oleh Syaikh Bakar bin Abu Zaid]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa indahnya riwayat yang disebutkan Al-Imam Al-Khathib Al-Baghdadi dalam &lt;br /&gt;Syaraf Ashhab Al-Hadits (hal. 7) dengan sanad shahih dari Al-Auza'i &lt;br /&gt;rahimahullah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hendaklah kamu berpegang dengan riwayat-riwayat dari salaf, meskipun &lt;br /&gt;manusia menolak kamu, dan hindarilah olehmu pendapat-pendapat manusia, &lt;br /&gt;meskipun mereka menghiasinya kepadamu dengan perkataan yang manis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah adalah yang memberikan petunjuk kepada jalan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-6239928036535773461?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/6239928036535773461/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/03/antara-banyak-dan-sedikit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/6239928036535773461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/6239928036535773461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/03/antara-banyak-dan-sedikit.html' title='ANTARA BANYAK DAN SEDIKIT'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-5103457300497828390</id><published>2010-03-20T04:15:00.000+07:00</published><updated>2010-03-20T04:15:00.452+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Antara Harapan dan Kenyataan</title><content type='html'>Saat Fulanah masih seorang gadis, yang ada di benaknya dan yang kemudian menjadi tekadnya adalah keinginan menjadi isteri shalihat yang taat dan selalu tersenyum manis. Pendeknya, ingin memberikan yang terbaik bagi suaminya kelak sebagai jalan pintas menuju surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekad itu diperolehnya setelah mengikuti berbagai 'tabligh', ceramah, dan seminar keputerian serta membaca sendiri berbagai risalah. Bahkan banyak pula ayat Al-Qur'an dan Hadits yang berkaitan dengan hal itu telah dihafalnya, seperti "Ar Rijalu qowwamuna alan nisaa'...","Faso- lihatu qonitatu hafizhotu lilghoibi bima hafizhallah..." (QS. An-Nisa ayat 34). Juga Hadits :"Ad dunya mata', wa khoiru mata'iha al ar'atussholihat." (dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah isteri sholihat). Atau, hadits "Wanita sholihat adalah yang menyenangkan bila dipandang, taat bila disuruh dan menjaga apa-apa yang diamanahkan padanya. Begitu pula hadits "Jika seorang isteri sholat lima waktu, shaum di bulan Ramadhan dan menjaga kehormatan dirinya serta suaminya dalam keadaan ridha padanya saat ia mati, maka ia boleh masuk surga lewat pintu yang mana saja. (HR Ahmad dan Thabrani). Hadits yang berat dan seram pun dihafalnya, "Jika manusia boleh menyembah manusia lainnya, maka aku perintahkan isteri menyembah suaminya." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Figur isteri yang sholihat, taat, dan setia serta qona'ah seperti Khadijah r.a. benar-benar terpatri kuat di benak Fulanah dan jelas ingin ditirunya. Maka, tatkala Allah SWT telah menakdirkan ia mendapat jodoh seorang Muslim yang sholih, 'alim dan berkomitmen penuh pada Islam, Fulanah pun melangkah ke gerbang pernikahan dengan mantap. Begitu khidmat dan khusyu karena kesadaran penuh untuk beribadah dan menjadikan jihad dan syahid sebagai tujuan hidup berumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EPISODE 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Fulan masih menjadi seorang jejaka, ia sering membatin, berangan-angan, dan bercita-cita membentuk rumah tangga Islami dengan seorang Muslimah sholihat yang menyejukkan hati dan mata. Alangkah bahagianya menjadi seorang suami dan seorang "qowwam" yang "qooimin bi nafsihi wa muuqimun lil ghoirihi" (tegak atas dirinya dan mampu menegakkan orang lain, terutama isteri dan anak-anaknya). Juga menjadi 'imam yang adil' yang akan memimpin dan mengarahkan isteri dan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah menenangkannya mempunyai seorang isteri yang akan dijaganya lahir dan batin, dilindungi dan disayanginya karena ia adalah amanah Allah SWT yang telah dihalalkan baginya dengan dua kalimat Allah SWT. Ia bertekad untuk mempergauli isterinya dengan ma'ruf (QS An-Nisa:19) dan memperhatikan hadits Rasulullah SAW tentang kewajiban-kewajiban seorang suami. "Hanya laki-laki mulialah yang memuliakan wanita." "Yang paling baik di antara kamu, wahai mu'min, adalah yang paling baik perlakuannya terhadap isterinya. Dan akulah (Muhammad SAW) yang paling baik perlakuannya terhadap isteri-isteriku." "Wanita seperti tulang rusuk manakala dibiarkan ia akan tetap bengkok, dan manakala diluruskan secara paksa ia akan patah." (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fulan pun bertekad meneladani Rasulullah SAW yang begitu sayang dan lembut pada isterinya. Tidak merasa rendah dengan ikut meringankan beban pekerjaan isteri seperti membantu menyapu, menisik baju dan sekali-sekali turun ke dapur seperti ucapan Rasulullah kepada Bilal : "Hai Bilal, mari bersenang-senang dengan menolong wanita di dapur." Karena Rasulullah suka bergurau dan bermain-main dengan isteri seperti berlomba lari dengan Aisyah r.a. (HR Ahmad), maka ia pun berkeinginan meniru hal itu serta menyapa isteri dengan panggilan lembut 'Dik' atau 'Yang'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EPISODE-EPISODE SELANJUTNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fulan dan Fulanah pun ditakdirkan Allah SWT untuk menikah. Pasangan yang serasi karena sekufu dalam dien, akhlaq, dan komitmen dengan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pun terus berjalan. Dan walaupun tekad dan cita-cita terus membara, kin banyak hal-hal realistis yang harus dihadapi. Sifat, karakter, pembawaan, selera, dan kegemaran serta perbedaan latar belakang keluarga yang semula mudah terjembatani oleh kesatuan iman, cita-cita, dan komitmen ternyata lambat laun menjadi bahan-bahan perselisihan. Pertengkaran memang bumbunya perkawinan, tetapi manakala bumbu yang dibubuhkan terlalu banyak, tentu rasanya menjadi tajam dan tak enak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, segala sesuatunya tak seindah bayangan semula. Antara harapan dan kenyataan ada terbentang satu jarak. Taman bunga yang dilalui ternyata pendek dan singkat saja. Cukup banyak onak dan duri siap menghadang. Sehabis meneguk madu, ternyata 'brotowali' yang pahitpun harus diteguk. Berbagai masalah kehidupan dalam perkawinan harus dihadapi secara realistis oleh pasangan mujahid dan mujahidah sekalipun. Allah tak akan begitu saja menurunkan malaikat-malaikat untuk menyelesaikan setiap konflik yang dihadapi. "Innallaha laa yughoyyiru ma biqoumi hatta yughoyyiru maa bi anfusihim"&lt;br /&gt;(QS Ar-Raad: 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang isteri yang mengeluhkan cara bicara suaminya terutama jika marah atau menegur, terdengar begitu 'nyelekit'. Ada pula suami yang mengeluh karena dominasi ibu mertua terlalu besar. Perselisihan dapat timbul karena perbedaan gaya bicara, pola asuh, dan latar belakang keluarganya. Kejengkelan juga mulai timbul karena ternyata suami bersikap 'cuek', tidak mau tahu kerepotan rumah tangga, karena beranggapan "itu khan memang tugas isteri." Sebaliknya, ada suami yang kesal karena isterinya tidak gesit dan terampil dalam urusan rumah tangga, maklum sebelumnya sibuk kuliah dan jadi 'kutu buku' saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fulan pun mulai mengeluh. Ternyata isterinya tidak se-"qonaah" yang diduganya, bahkan cenderung menuntut, kurang bersahaja dan kurang bersyukur. Fulanah sebaliknya. Ia mengeluh, sang suami begitu irit bahkan cenderung kikir, padahal kebutuhan rumah tangga dan anak-anak terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat Fulan juga kesal karena isterinya sulit menerima keadaan keluargan. Sebab musababnya sih karena perbedaan status sosial, ekonomi dan adat istiadat. Kekesalannya bertambah-tambah karena dilihatnya sang isteri malas meningkatkan kemampuan intelektual, manajemen rumah tangga, serta kiat-kiat mendidik anak. Sebaliknya,sang isteri menuduh suaminya sebagai "anak mama" yang kurang mandiri dan tidak memberi perhatian yang cukup pada isteri dan anak-anaknya. Belum lagi problem yang akan dihadapi pasangan-pasangan muda yang masih tinggal menumpang di rumah orang tua. Atau di dalam rumah mereka ikut tinggal kakak-kakak atau adik-adik ipar. Kesemua keadaan itu potensial mengundang konflik bila tidak bijak-bijak mengaturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang semangat seorang Muslimah untuk da'wah keluar rumah terlalu berlebihan. Tidak "tawazun". Hal ini dapat menyebabkan seorang suami mengeluh karena terbebani dengan tugas-tugas rumah tangga yang seabreg-abreg dan mengurus anak-anak. Selanjutnya, ada pula Muslimah yang terlalu banyak menceritakan kekurangan suaminya, kekecewaan-kekecewaannya pada suaminya. Padahal ia sendiri kurang instrospeksi bahwa ia sering lupa melihat kebaikan dan kelebihan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada suami yang begitu "kikir" dalam memuji, kurang "sense of humor" dan "sedikit" berkata lembut pada isteri. Kalau ada kebaikan isteri yang dilihatnya, disimpannya dalam hati, tetapi bila ia melihat kekurangan segera diutarakannya. Bahkan ada pula pasangan suami-isteri yang memiliki problem "hubungan intim suami-isteri". Mereka merasa tabu untuk membicarakannya secara terus terang di antara mereka berdua. Padahal akibatnya menghilangkan kesakinahan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau dideretkan dan diuraikan lagi, pasti daftar konflik yang terjadi di antara pasangan suami-isteri muda Muslim dan Muslimah akan lebih panjang lagi. Memang, persoalan-persoalan tidak begitu saja hilang. Rumah tangga tidak pasti akan berjalan mulus tanpa konflik hanya dengan kesamaan fikrah dan cita-cita menegakkan Islam. Mereka yakni Fulan dan Fulanah cs tetap manusia-manusia biasa yang bisa membuat kekhilafan dan tidak lepas dari kekurangan-kekurangan. Dan mereka pun pasti mengalami juga fluktuasi iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan yang bijak dan kuat imannya akan mampu istiqomah dan lebih punya kemampuan menepis badai dengan menurunkan standar harapan. Tidak perlu berharap muluk-muluk seperti ketika masih gadis atau jejaka. Karena, ternyata kita pun belum bisa mewujudkan tekad kita itu. Sebagai Muslim dan Muslimah hendaknya kita sadar, tidak mungkin kita dapat menjadi isteri atau suami yang sempurna seperti bidadari atau malaikat. Maka kita pun tentunya tidak perlu menuntut kesempurnaan dari suami atau isteri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Just the way you are" lah. Kita terima pasangan hidup kita seadanya, lengkap dengan segala kekurangan (asal tidak melanggar syar'i) dan kelebihannya. Kita memang berasal dari latar belakang keluarga, kebia- saan, dan karakter yang berbeda, walau tentunya dien, fikrah, dan cita- cita kita sama. Pada saat ghirah tinggi, iman dalam kondisi puncak, "Prima", semua perbedaan seolah sirna. Namun pada saat "ghirah" turun, iman menurun, semua perbedaan itu menyembul ke permukaan, mengganjal, mengganggu, dan menyebalkan. Akibatnya tidak terwujud sakinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiat utama mengatasi permasalahan dalam rumah tangga, tentunya setelah berdoa memohon pertolongan Allah SWT dan mau ber "muhasabah" (introspeksi), adalah mengusahakan adanya komunikasi yang baik dan terbuka antara suami-isteri. Masalah yang timbul sedapat mungkin diselesaikan secara intern dulu di antara suami-isteri dengan pembicaraan dari hati ke hati. "Uneg-uneg" yang ada secara fair dan bijak diungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, yang memang bersalah diharapkan tidak segan-segan mengakui kesalahan dan meminta maaf. Yang dimintai maaf juga segera mau memaafkan dan tidak mendendam. Masing-masing pihak berusaha keras untuk tidak mengadu ke orang tua, atau orang lain. Jadi tidak membongkar atau membeberkan aib dan kekurangan suami atau isteri. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tidak membandingk-bandingkan suami atau isteri dengan orang lain, karena itu akan menyakitkan pasangan hidup kita. Setelah itu, masing-masing juga perlu 'waspada' agar tidak terbiasa kikir pujian dan royal celaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terpaksa, kadang-kadang memang diperlukan bantuan pihak ketiga (tetapi pastikan yang dapat dipercaya keimanan dan akhlaqnya) untuk membantu melihat permasalahan secara lebih jernih. Kadang-kadang "kacamata" yang kita pakai sudah begitu buram sehingga semua kebaikan pasangan hidup kita menjadi tidak terlihat, bahkan yang terlihat keburukannya saja. Orang lain yang terpercaya InsyaAllah akan bisa membantu menggosok 'kacamata' yang buram itu. Alhamdulillah ada yang&lt;br /&gt;tertolong dengan cara ini dan mengatakan setelah konflik terselesaikan mereka pun berbaikan lagi seperti baru menikah saja ! Layaknya !&lt;br /&gt;Dengan berikhtiar maksimal, bermujahadah, dan bersandar pada Allah SWT, InsyaAllah kita dapat mengembalikan kesakinahan dan kebahagiaan rumah tangga kita, serta kembali bertekad menjadikan jihad dan syahid sebagai tujuan kita berumah tangga. Amiin yaa Robbal'aalamiin.an dan Kenyataan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-5103457300497828390?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/5103457300497828390/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/03/antara-harapan-dan-kenyataan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/5103457300497828390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/5103457300497828390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/03/antara-harapan-dan-kenyataan.html' title='Antara Harapan dan Kenyataan'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-2672507182284709938</id><published>2010-03-19T04:11:00.000+07:00</published><updated>2010-03-19T04:11:00.463+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><title type='text'>AMANAH DAN JANJI</title><content type='html'>''Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki amanah dan tidak ada agama bagi orang yang tidak memegang janji.'' (HR Ahmad dan Al-Bazzaar). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis di atas, walaupun pendek, syarat makna. Rasulullah SAW mengisyaratkan satu hal yang penting, yaitu tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki amanah. Hal ini disampaikan agar kita memperhatikan pesan Rasulullah dan kita wajib menunaikan amanah kepada yang berhak. Diperintahkan Allah SWT dalam firman-Nya, ''Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya ....'' (QS An-Nisaa': 58).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti bahwa yang diperintahkan Allah kepada kita adalah bukti iman, sedangkan lawannya, yaitu mengkhianati amanah, merupakan bukti kemunafikan. Dinyatakan dalam sebuah hadis, ''Ada empat hal, jika keempat-empatnya terdapat pada diri seseorang, berarti dia benar-benar murni seorang munafik, sedangkan orang yang menyimpan salah satunya, berarti terdapat pada dirinya salah satu tanda orang munafik, sampai ia meninggalkannya. Jika diberi amanah ia berkhianat, jika bicara ia berdusta, jika berjanji ia ingkar, dan jika bermusuhan ia keji.'' (HR Bukhari dan Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memenuhi janji merupakan syarat asasi bagi keberadaan iman dalam hati seorang hamba, sebagaimana disinggung dalam firman Allah mengenai sifat orang-orang mukmin, ''Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah yang (dipikulnya) dan janjinya.'' (QS al-Israa': 34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat lain, ''Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpahmu itu, sesudah meneguhkannya, sedangkan kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu) ....'' (QS An Nahl: 91).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dua ayat di atas, hendaknya kita menunaikan amanah dan menepati janji agar kita menjadi kaum mukminin sejati. Ingatlah akan firman Allah SWT, ''(Yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang merugi.'' (QS Al-Baqarah: 27).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus memulai dari diri kita untuk menunaikan amanah itu agar terhindar dari sifat munafik yang disebutkan dalam hadis di atas. Terlebih apabila kita menjadi pemimpin baik untuk diri sendiri, keluarga, apalagi pemimpin masyarakat. Mulai dari yang terendah sampai pemimpin negara, mereka harus memegang teguh pendirian bahwa kepemimpinan itu merupakan amanah dari Allah. Kesadaran ini akan membawanya kepada tanggung jawab atas kepemimpinannya itu. Wallahu a'lam bish shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-2672507182284709938?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/2672507182284709938/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/03/amanah-dan-janji.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/2672507182284709938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/2672507182284709938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/03/amanah-dan-janji.html' title='AMANAH DAN JANJI'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-4372785952282682255</id><published>2010-03-18T04:09:00.001+07:00</published><updated>2010-03-18T04:09:00.646+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>ANDAI NANTI...</title><content type='html'>Andai nanti&lt;br /&gt;Ada riang tawa di wajahmu&lt;br /&gt;Kerana tercapai citamu&lt;br /&gt;Lonjakkanlah jiwamu dalam perjuangan&lt;br /&gt;Usah mudah berpuas hatimu&lt;br /&gt;Teruskan ikhtiarmu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Andai nanti&lt;br /&gt;Ada riak duka di wajahmu&lt;br /&gt;Kerana tak tercapai hajatmu&lt;br /&gt;Kuatkanlah jiwamu dalam perjuangan&lt;br /&gt;Jangan kau hentikan jihadmu&lt;br /&gt;Gandakan usahamu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Andai nanti&lt;br /&gt;Ada air matamu kan gugur&lt;br /&gt;Kerana bahagia&lt;br /&gt;Senangkan hatimu dalam perjuangan&lt;br /&gt;Usah kau matikan&lt;br /&gt;Inspirasi nan menyala&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Andai nanti&lt;br /&gt;Ada air matamu kan gugur&lt;br /&gt;Kerana kecewa &lt;br /&gt;Tetapkan hatimu dalam perjuangan&lt;br /&gt;Jangan kau padamkan &lt;br /&gt;Semangat nan membara&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Biar alam ini sedar&lt;br /&gt;Kau adalah anak juang&lt;br /&gt;Seorang perwira&lt;br /&gt;Di sini kau berdiri&lt;br /&gt;Di sana kejayaan menanti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-4372785952282682255?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/4372785952282682255/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/03/andai-nanti.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/4372785952282682255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/4372785952282682255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/03/andai-nanti.html' title='ANDAI NANTI...'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-3818572127903285744</id><published>2010-03-17T04:07:00.001+07:00</published><updated>2010-03-17T04:07:00.805+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Dzat Pengasih</title><content type='html'>Wahai Dzat yang memberiku nikmat,&lt;br /&gt;Aku mendekati-Mu dengan dosa&lt;br /&gt;Wahai Dzat yang memberiku rezeki,&lt;br /&gt;Aku mendekati-Mu dengan noda&lt;br /&gt;Wahai Dzat yang memberiku umur,&lt;br /&gt;Aku mendekati-Mu dengan hina&lt;br /&gt;Wahai… Oh Dzat Yang Kuasai diriku&lt;br /&gt;Aku datang dengan nista&lt;br /&gt;Mencari diri yang hilang&lt;br /&gt;Melewati lorong – lorong malam&lt;br /&gt;Tanpa ada kebahagiaan sesungguh&lt;br /&gt;Aku datang dengan dina&lt;br /&gt;Merintis kesendirian…&lt;br /&gt;Menunggu halal keabadian&lt;br /&gt;Menemani hidup…&lt;br /&gt;Mengusir segala resah kesah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-3818572127903285744?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/3818572127903285744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/03/dzat-pengasih.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/3818572127903285744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/3818572127903285744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/03/dzat-pengasih.html' title='Dzat Pengasih'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-9220511758282799606</id><published>2010-03-16T04:04:00.000+07:00</published><updated>2010-03-16T04:04:00.822+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tip n trik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>24 Tips Menempuh Kehidupan</title><content type='html'>1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu. &lt;br /&gt;2. Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan,karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan. &lt;br /&gt;4. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah. &lt;br /&gt;5. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita. &lt;br /&gt;6. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya. &lt;br /&gt;7. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita milik sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya. &lt;br /&gt;8. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itupula. &lt;br /&gt;9. Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi. &lt;br /&gt;10. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan.Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia. &lt;br /&gt;11. Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya. &lt;br /&gt;12. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu. &lt;br /&gt;13. Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang. &lt;br /&gt;14. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka. &lt;br /&gt;15. Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika da masih tetap peduli padanya. &lt;br /&gt;16. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya. &lt;br /&gt;17. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata. &lt;br /&gt;18. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya. &lt;br /&gt;19. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu,tetapi yang lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya. &lt;br /&gt;20. Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang dilupakan, kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu. &lt;br /&gt;21. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya. &lt;br /&gt;22. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu! Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu. &lt;br /&gt;23. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati. &lt;br /&gt;Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang disekelilingmu tersenyum - jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang disekelilingmu menangis. (morris_tyo@yahoo.co.id)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-9220511758282799606?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/9220511758282799606/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/03/24-tips-menempuh-kehidupan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/9220511758282799606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/9220511758282799606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/03/24-tips-menempuh-kehidupan.html' title='24 Tips Menempuh Kehidupan'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-62905465260645198</id><published>2010-03-15T04:55:00.002+07:00</published><updated>2010-03-15T04:55:00.449+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>10 hal yang dapat membatalkan keislaman</title><content type='html'>Alloh telah mewajibkan bagi seluruh hambanya untuk masuk ke dalam Islam dan berpegang teguh dengan ajaran-Nya dan menjauhi segala sesuatu yang menyimpang darinya. Ia juga telah mengutus Muhammad untuk berdakwah terhadap hal tersebut, dan juga telah mengabarkan bahwa barang siapa yang mengikutinya maka dia telah mendapatkan hidayah, namun barang siapa yang menolak dakwahnya maka ia telah tersesat. Dan Alloh telah memperingatkan dalam banyak ayat-ayat Al-qur'an  tentang hal-hal yang menyebabkan segala jenis kesyirikan, kemurtadan dan kekafiran.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Para ulama telah menerangkan dan membahas hukum seorang muslim yang murtad dari agamanya dapat disebabkan oleh berbagai macam sebab yang membatalkan keislamannya, yang menyebabkan darah dan hartanya menjadi halal dan Ia dinyatakan keluar dari Islam. Namun yang lebih berbahaya dan sering terjadi adalah 10 hal yang dapat membatalkan keislaman yang disebutkan oleh Syeik Muhammad Bin Abdul Wahab serta ulama lainnya. Dan saya akan menjelaskan secara singkat akan hal ini, agar kita berhati-hati dan mengingatkan orang lain dengn harapan agar kita selamat dari hal-hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syirik dalam beribadah kepada Alloh. Firman Alloh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sesungguhnya Alloh tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa selain dari syirik itu bagi siapa yang di kehendaki-Nya." (an Nisa': 116).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Alloh, maka pasti Alloh mengharamkan padanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang dzalim itu seseorang penolongpun." (Al Maidah: 72).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk dalam poin ini adalah berdo'a kepada orang yang sudah mati dan minta bantuan kepada mereka atau bernadzar dan berkurban untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menjadikan sesuatu sebagai perantara dengan Alloh dimana seseorang berdo'a dan meminta syafaat serta bertawakal kepada sesuatu tersebut, orang yang berbuat hal seperti ini telah kafir secara ijma'.&lt;br /&gt;3. Siapa yang tidak mengafirkan orang-orang musrik atau meragukan kekafiran mereka atau membenarkan ajaran mereka. Maka orang yang berkeyakinan seperti ini juga telah kafir.&lt;br /&gt;4. Siapa yang meyakini bahwa petunjuk selain Rasulullah saw lebih sempurna dari petunjuk beliau, atau meyakini bahwa hukum selain hukum beliau lebih baik dari selain hukumnya, seperti orang-orang yang lebih mengutamakan hukum thagut dari hukum Alloh, maka orang yang berkeyakinan seperti ini juga telah kafir.&lt;br /&gt;5. Siapa yang membenci sebagian dari ajaran Rasulullah, meskipun ia tetap mengamalkannya, maka ia telah kafir. Berdasarkan firman Alloh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Alloh (Al Qur'an) lalu Alloh menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Siapa yang memperolok-olok salah satu ajaran yang dibawa oleh Rasulullah saw. Atau memperolok-olok pahala dan siksaan yang diperoleh maka ia juga kafir. Dan dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah firman Alloh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah wahai (Muhammad), 'Apakah dengan Alloh, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kalian selalu berolok-olok?' tidak usah kalian minta ma'af, karena kalian kafir sesudah beriman." (At Taubah: 65-66)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Perbuatan sihir dengan segala bentuknya. Maka barang siapa yang melakukan perbuatan ini dan meridhainya, maka ia telah kafir. Sebagaimana firman Alloh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syetan-syetan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syetan-syetan itulah yang kafir (mengerjakan syihir). Mereka mengajarkan syihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan, 'Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kalian kafir'. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudlarat dengan sihirnya kepada seorangpun kecuali dengan izin Alloh. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudlarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnyaa mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Alloh) dengan sihir itu, tiadalah keuntungan baginya diakhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui." (Al Baqoroh: 102)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Mendukung dan membantu orang-orang musrik untuk mencelakakan kaum muslimin. Hal ini dilandasi oleh firman Alloh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (kalian), sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa diantara kalian mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim."&lt;br /&gt;(Al Maidah: 51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Orang yang meyakini bahwa ada golongan manusia tertentu yang dibolehkan keluar dari syari'ah Muhammad. Maka orang yang meyakini hal ini telah kafir, berdasarkan firman Alloh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di antara ahli kitab ada orang yang jika kalian mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepada kalian dan diantara mereka ada orang yang jika kalian mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepada kalian, kecuali jika kalian selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan, 'tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi.' Mereka berkata dusta terhadap Alloh, padahal mereka mengetahui." (Al Imran: 75)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Berpaling dari agama Alloh dengan wujud tidak mempelajarinya dan tidak mengamalkannya. Didasarkan pada firman Alloh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan siapakah yang lebih zhalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat tuhan-Nya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa." (As Sajdah: 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak ada perbedaan antara pelaku-pelaku sepuluh hal tersebut diatas, baik ia dalam keadaan main-main, bersungguh-sungguh, atau karena takut ketika melakukannya -kecuali orang yang dipaksa untuk melakukannya-. Semuanya adalah bahaya yang sangat besar dan sangat sering terjadi. Maka hendaknya setiap muslim dapat menghindarinya dan selalu menghawatirkan dirinya dari hal-hal tersebut. Kita kemudian berlindung kepada Alloh dari segala sesuatu yang dapat mendatangkan kemurkaan dan adzabnya yang sangat pedih. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah atas manusia terbaik, Muhammad serta atas para kerabat dan sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8611157709396713202-62905465260645198?l=tysn-4.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tysn-4.blogspot.com/feeds/62905465260645198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/03/10-hal-yang-dapat-membatalkan-keislaman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/62905465260645198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8611157709396713202/posts/default/62905465260645198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tysn-4.blogspot.com/2010/03/10-hal-yang-dapat-membatalkan-keislaman.html' title='10 hal yang dapat membatalkan keislaman'/><author><name>YUDHA AF</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11992608876004807578</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_zBxbikYgulE/SrM3Ehr98AI/AAAAAAAAABk/OoHHtoMPRxY/S220/21032009443.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8611157709396713202.post-5523377580361135776</id><published>2010-03-14T04:51:00.000+07:00</published><updated>2010-03-14T04:51:00.259+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Apa Warisan Rasulullah saw.?</title><content type='html'>Selamat! Kamu mendapat warisan Rp 1 miliar!” Waaaah, pasti kamu nggak percaya kalo dapat kabar seperti ini. Menganggap lagi mimpi dan buru-buru pengen cepat bangun. Kenapa nggak percaya? Karena duit segitu tuh banyak banget. Nggak nyangka aja bakalan dapetin warisan, gitu lho. Tapi kalo emang itu adalah kenyataan, ya terima saja. Kali aja dirimu jadi ahli waris dari ortumu yang ngedadak kaya karena dapet undian, terus saking kagetnya meninggal. Jadi deh kamu ahli warisnya. Siapa tahu kan? Ih, tapi amit-amit deh dapetin duit banyak juga kalo harus kehilangan ortu mah. Tul nggak?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tapi intinya, mendapatkan warisan tuh senang. Apalagi sebanyak itu pasti senangnya berlipat-lipat banget kan? Pasti gembira sekali. Hmm.. ini wajar banget kok. Sebab, siapa sih yang nggak senang dapetin harta, apalagi melimpah begitu? But, kalo warisannya berupa harta sih, sehari aja bisa habis kok. Entah ada yang ngerampok atau kamu langsung borong sembako, beli rumah, beli mobil dan macem-macem. Sampe puas. Kalo pun nggak sehari habis, tapi cepat atau lambat pasti habis juga kalo nggak bisa ngelolanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eit, cukup prolognya ya jangan ngayal dan jangan keterusan ngomongin soal ini. Dua paragraf pembuka tadi sekadar cantolan aja dari pembahasan utama kita pada edisi pekan ini. Yup, intinya kita emang bakalan ngomongin soal warisan, tapi bukan warisan berupa harta, gitu lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu warisan apa? Yes, mari kita bicara soal warisan Rasulullah saw. untuk kaum muslimin. Untuk kita-kita yang emang meneladani beliau dalam seluruh aspek kehidupan. Nah, Rasulullah saw. sebenarnya udah ngasih warisan yang nggak bikin kita sesat kalo kita mau mengamalkan warisan yang harganya nggak bisa ditukar dengan duit Rp 1 miliar atau berapa pun besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, apa yang diwariskan oleh Rasulullah saw. kepada kita? Beliau saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tinggalkan bagi kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh pada keduanya; Kitabullah dan Sunnah nabiNya,” (HR Imam Malik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo membaca hadis ini, kayaknya nggak ada yang aneh deh. Maksudnya? Iya, maksudnya al-Quran dan as-Sunnah adalah dua istilah yang udah kita kenal sejak pertama kali ngaji. Cuma yang jadi masalah tuh, sejauh mana sih kita mau ngerti dan mengamalkan ajaran-ajaran di dalamnya yang udah diwariskan oleh Rasulullah saw. itu. Iya nggak sih? Sebab, praktiknya sih kaum muslimin malah banyak yang ngamalin ajaran yang bukan warisan dari Rasulullah saw. Mau bukti? Yuk kita bahas sama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasionalisme warisan Rasulullah saw.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No! No! Salah banget, Bro. Rasulullah saw. sama sekali nggak nyuruh kita menjadikan nasionalisme sebagai bagian dari pandangan hidup kita. Ya, Rasulullah saw. mengecam mereka yang mengamalkannya. Beliau saw. bersabda: “Bukan golongan kami yang menyeru pada ashabiyyah, berperang karena ashabiyyah dan mati karena ashabiyyah.” (HR Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, dalam hadis ini disebut dengan istilah ashabiyyah. Apa itu ashabiyyah? Ashabiyyah artinya semangat golongan. Sekarang-sekarang kita suka dengar istilah itu dengan nama sukuisme, patriotisme, nasionalisme. Pokoknya ashabiyyah itu adalah bangga terhadap kelompoknya, sukunya, atawa negaranya melebihi kebanggaannya kepada Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabilah-kabilah di wilayah Arab pada masa jahiliyah acapkali membanggakan kelompok masing-masing. Termasuk kalo ada kabilah yang kebetulan lebih maju dari kabilahnya, mereka suka iri, lalu menebar dendam dan terjadilah perang. Idih, hina banget ya? Cuma persoalan sepele kok ribut. Aneh ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang abad kelima, salah satu perang yang sangat terkenal alah Harb al-Basus, yang disebabkan oleh terbunuhnya unta bernama Basus milik seorang tua dari Bani Bakr. Perang ini berlangsung selama 30 tahun dan masing-masing saling menyerang, merampas, dan membunuh. Harb Dahis wa’l Ghabraa timbul karena ketidak-jujuran dalam suatu pacuan kuda antara Suku Abs dan Dhabyan di Arabia Tengah. Perang ini berlangsung sampai beberapa waktu. Kedua Suku Aus dan Khazraj di Yastrib (sekarang Madinah) juga terlibat dalam Harb al Bu’ath (Perang Bu’ath), dan di Mekkah Suku Quraisy dan sekutunya, Bani Kinanah, berperang dengan Suku Hawazin dalam perang Harb al-Fujjar (Akar Nasionalisme di Dunia Islam, hlm. 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw, baginda kita bersabda saat terjadi peristiwa perang yang mengusung semangat antar golongan: “Wahai kaum muslimin, ingatlah Allah, ingatlah Allah. Apakah kalian akan bertindak seperti para penyembah berhala saat aku hadir di tengah kalian dan Allah telah menunjuki kalian dengan Islam; yang karena itulah kalian menjadi mulia dan menjauhkan diri dari paganisme, menjauhkan kalian dari kekufuran dan menjadikan kalian bersaudara karenanya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, jangan sampe kita membela kelompok yang menyerukan semangat golongan. Padahal seharusnya kita membela kelompok, dimana dasar pembelaan kita adalah karena ikatan akidah Islam. Bukan yang lain. Sebab, inilah yang diperintahkan oleh Allah Swt. dalam firmanNya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ ءَايَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berpegang teguhlah kalian semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai-berai. Ingatlah akan nikmat Allah ketika kalian dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan hingga Allah mempersatukan hati kalian, lalu menjadilah kalian, karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kalian telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kalian darinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepada kalian agar kalian mendapat petunjuk. (QS Ali Imrân [3]: 103)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, kalo sekarang seorang muslim semangat banget memperingati berdirinya negara atas dasar nasionalisme, bahkan penuh perjuangan membela dan mempertahankan ikatan nasionalisme ini, berarti emang udah nggak nganggap Islam sebagai warisan pandangan hidup yang wajib dijaga dan dipertahankan. Atau minimal banget dirinya tidak tahu masalah yang sebenarnya karena nggak pernah mempelajari Islam dengan benar dan baik. Lebih kenal dengan nasionalisme ketimbang dengan Islam. Sungguh memprihatinkan, Bro!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi warisan Rasulullah saw.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah. Nggak banget. Salah besar kalo Rasulullah saw. mewariskan demokrasi kepada kita. Justru demokrasi itu bertentangan dan bahkan menentang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, asas dari ideologi Kapitalisme adalah Sekularisme. Nah, sekularisme ini merupakan dasar bagi semua penyelesaian yang ditetapin sama Kapitalisme lho. Sekaligus juga Sekularisme menjadi asas bagi setiap pemikiran yang dicetuskan oleh Kapitalisme. Sebenarnya sih, sekularisme yang emang lahir dari sebuah proses kompromi ini telah memberikan suatu anggapan bahwa manusia adalah tuan bagi dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini nggak akan bisa terealisasi kecuali jika manusia diberikan kebebasan dan dilepaskan dari segala ikatan. Dari sini, lahirlah kemudian ide kebebasan (liberalisme) yang selanjutnya menjadi sesuatu yang inheren alias melekat dalam ideologi Kapitalisme. Dari ide kebebasan ini, pada gilirannya, lahirlah konsep demokrasi; sebuah konsep yang menghendaki manusia steril dari intervensi pengaturan pihak lain (baca: agama atau Tuhan), sekaligus menghendaki agar manusia diberikan kebebasan untuk mengatur dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederhananya gini deh. Sekularisme itu akidahnya Kapitalisme. Sementara mesin politiknya untuk menggerakkan sistem Kapitalisme ini adalah demokrasi. Sebagaimana sejarahnya, demokrasi itu bukan berasal dari ajaran Islam. Tapi, mengapa sebagian besar kaum muslimin lebih suka mewarisi aturan buatan manusia ini ketimbang aturan buatan Allah Swt.? Mengapa lebih memilih warisan Voltaire dan Montesque ketimbang warisan Rasulullah saw.? Sungguh terlalu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat menjadikan demokrasi sebagai pandangan hidup di seluruh dunia (termasuk di negeri-negeri kaum muslimin), kini sudah biasa kita lihat orang bebas berbuat apa saja atas nama HAM (Hak Asasi Manusia) yang memang dinaungi oleh demokrasi. Seks bebas sudah marak, korupsi jadi budaya, kriminalitas tiada henti, perzinaan yang dilindungi (baca: lokalisasi pelacuran), dan banyak masalah manusia yang lahir akibat diterapkannya demokrasi bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Celaka dua belas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilih warisan Rasulullah saw.  or penjajah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, semoga kita mulai sadar dengan kondisi kita saat ini. Benarkah dalam praktik kehidupan sehari-hari kita udah menjadikan warisan Rasulullah saw. (yakni Islam) sebagai pedoman hidup kita atau malah sebaliknya menjadikan warisan penjajah negeri ini (Belanda) sebagai pedoman hidup kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahun masyarakat Indonesia merayakan HUT Kemerdekaan negeri ini. Merasa udah merdeka dan merasa udah bebas dari tekanan penjajahan. But, kayaknya kita banyak lupa atau malah melupakan kalo yang namanya penjajahan bukan cuma secara fisik, tapi juga secara ideologi, hukum, pemerintahan, sosial, budaya, ekonomi dan politik. Nyatanya? Sungguh kita pantas bersedih karena negeri ini—meski ngaku-ngaku merdeka dari penjajahan secara fisik—ternyata masih menjadi hamba penjajah. Buktinya apa? KUHP alias Kitab Undang-Undang Hukum Pidana misalnya, masih setia dipake untuk ngatur kehidupan negeri ini. Demokrasi menjadi konsep politik yang diyakini kebenarannya, bahkan diperjuangkan oleh tokoh-tokoh muslim. Lha, masih cinta sama penjajah dan rela dijajah rupanya. Piye iki? Dapat imbalan apa sih kalo bela-belain demokrasi? Jabatan? Harta? Hmm.. jangan sampe syahadat kita tak berkutik di hadapan demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantesan aja kita banyak yang tersesat saat ini dan kehidupan kita ancur-ancuran karena nggak menjadikan Islam yang merupakan warisan Rasulull
